NovelToon NovelToon
Journey Of Love

Journey Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Contest / Romansa-Teen school
Popularitas:77.8k
Nilai: 5
Nama Author: Selawati Restiana

Ini kisah tentang Helena Giovani Ganendra dan juga Rivaldi Putra Adijaya yang saling jatuh cinta. Bagaimana bisa mereka bersatu jika Helena mempunyai sifat yang jutek, sementara Rivaldi mempunyai sifat dingin dan cuek pada setiap perempuan. Apakah mereka berdua berani mengungkapkan perasaan mereka? Atau mereka hanya bisa memendamnya sendiri?

Penasaran? Ikuti terus ceritanya😉🤗


Semoga kalian suka sama ceritanya❤️❤️
Jangan lupa bantu Vote, Like dan juga Share
Mohon bantu follow akun Author juga ya🤗♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selawati Restiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjaga

...HAPPY READING!!!...

...•...

...•...

...•...

3 hari kemudian...

Di salah satu meja kantin terdapat Helena, Gia dan Ana yang sedang menikmati makanan mereka. 3 hari yang lalu, Gia sudah menghubungi Helena dan meminta maaf karena dia tidak bisa menemaninya saat Helena sedang sakit hati.

Helena sama sekali tidak mempermasalahkan itu, justru dia merasa malu pada Gia karena dia tidak percaya dengan ucapan Gia mengenai Key. Dan sekarang Helena benar-benar merasa beruntung karena memiliki sahabat seperti Gia. Ana juga sudah tau tentang masalah Helena dan Key karena Gia yang memberitahu Ana kemarin.

Saat mereka sedang asik menikmati makanan sambil mengobrol, tiba-tiba seseorang datang dan langsung membuat nafsu makan Helena menghilang.

"El kasih aku waktu buat jelasin semuanya oke" ucap seorang siswa yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Helena, orang yang sudah menyakiti Helena siapa lagi kalau bukan Key

Helena tidak menanggapi ucapan Key dan hanya mengalihkan pandangan ke arah lain. Namun Key tiba-tiba menggenggam tangan Helena seolah mencengkramnya.

"Aww sakit, lepasin gue" Helena meringis kesakitan saat Key menggenggam tangannya dengan kuat

"Gak sebelum kamu dengerin penjelasan aku" ucap Key yang bersikeras untuk menjelaskan semuanya

Gia yang melihat Helena kesakitan pun tak terima, dia dengan berani menarik kerah seragam Key sambil menatap Key dengan tatapan tajamnya.

"LEPASIN LENA KEY, LO GAK LIAT DIA KESAKITAN" ucap Gia dengan penuh amarah

"LO DIEM! GUE GAK ADA URUSAN SAMA LO" Key menepis tangan Gia dengan mudah dan dia berhasil membuat Gia bungkam dengan bentakannya

"Lena aku mohon maafin aku ya" Key terus memohon pada Helena sambil terus menggenggam tangan Helena

"Sakit Key, lepasin" mata Helena mulai berkaca-kaca karena tangannya kesakitan

Bugh...

Tiba-tiba tangan Helena terlepas dari genggaman Key karena Key jatuh tersungkur akibat mendapat pukulan dari seseorang. Semua penghuni kantin otomatis langsung melihat ke arah meja Helena, namun Helena dan kedua temannya menatap ke arah siswa yang sudah memukul Key.

"LO GAK DENGER KALO DIA KESAKITAN! LO COWOK APA BUKAN?! BISA-BISANYA LO KASAR SAMA CEWEK!" ucap siswa itu dengan penuh amarah

"LO GAK USAH IKUT CAMPUR! INI URUSAN GUE SAMA LENA!" ucap Key dengan nada tinggi

"GUE UDAH BILANG SAMA LO BUAT GAK DEKETIN DIA LAGI!" siswa itu hendak melayangkan pukulan pada Key namun ada tangan yang menahan tangannya

"VALDI CUKUP!" ucap Helena yang menahan tangan Valdi, Valdi pun beralih menatap Helena

"Kenapa? Lo gak mau kan deket lagi sama dia?" ucap Valdi sembari menatap Helena tak percaya

Bukannya menjawab, Helena malah menarik tangan Valdi untuk keluar dari kantin. Helena membawa Valdi menuju rooftop sekolah. Sampai disana Helena melepaskan tangan Valdi.

"Kenapa lo ngehalangin gue buat mukul dia? Dia pantes dapetin itu" ucap Valdi sambil menatap Helena

Helena menghembuskan nafasnya kasar lalu beralih menatap Valdi dengan tatapan tajam.

"LO PUNYA OTAK GAK SIH! LO NGEHAJAR DIA DI SEKOLAH. PAKE DONG OTAK LO" ucap Helena yang merasa geram dengan Valdi

"Tapi dia udah maksa-maksa lo sampe bikin tangan lo sakit" ucap Valdi mencoba mengatur amarahnya

"GUE TAU, TAPI APA CARANYA CUMA PAKE KEKERASAN?! MASIH BANYAK CARA LAIN VALDI" ucap Helena yang sudah tak habis pikir dengan Valdi

"Dia gak akan berhenti kalo gak pake cara kekerasan, gue cuma gak mau dia deketin lo dan nyakitin lo lagi" ucap Valdi sambil duduk di kursi yang ada disana

"GUE GAK SUKA LIAT LO BERANTEM! GUE GAK MAU LO BABAK BELUR LAGI KAYAK WAKTU ITU. BISA GAK LO KENDALIIN EMOSI LO ITU! GUE TAU LO LAKUIN ITU KARNA LO BELAIN GUE TAPI GUE GAK MAU LO BERANTEM LAGI CUMA GARA-GARA GUE" Helena sudah tidak bisa menahan amarahnya, setelah berkata seperti itu Helena mengalihkan pandangannya dari Valdi

Mendengar perkataan Helena yang penuh amarah itu, Valdi berdiri lalu memutar badan Helena dan langsung memeluknya erat. Helena hanya mematung dengan apa yang dilakukan Valdi.

"Maafin gue, gue bener-bener gak bisa ngendaliin emosi gue kalo ngeliat ada cowok yang nyakitin lo" ucap Valdi yang masih memeluk Helena

Helena yang mendengar itu menghembuskan nafasnya lalu menepuk-nepuk punggung Valdi.

"Gue gakpapa, maafin gue juga yang udah marah-marah sama lo. Gue cuma gak mau ngeliat lo berantem gara-gara gue, apalagi ini di sekolah. Yang ada nanti lo malah kena masalah" ucap Helena dengan amarah yang sudah mereda

"Sini mana tangan lo" Valdi melepas pelukannya lalu meraih tangan Helena yang tadi di genggam oleh Key

"Liat tangan lo sampe merah gini, bener-bener brengsek si Key" ucap Valdi saat melihat pergelangan Helena yang memerah

"Udah gue gakpapa kok, lo jangan sampe ngehajar Key lagi" ucap Helena sambil menatap ke arah Valdi

"Gue gak janji" ucap Valdi sambil mengalihkan pandangannya dari Helena

"Valdi" ucap Helena yang terdengar sedang memohon

"Gue gak akan ngehajar dia lagi kalo dia gak nyakitin lo lagi" ucap Valdi yang kembali menatap Helena dengan wajah seriusnya

"Valdi!" ucap Helena sembari memberikan tatapan tajam pada Valdi

"Makanya lo jangan deket-deket lagi sama dia" ucap Valdi sambil tersenyum

"Iya, yaudah yuk kita ke bawah lagi" ucap Helena lalu berjalan meninggalkan Valdi

"Tungguin dong" ucap Valdi seraya merangkul Helena dan Helena hanya tersenyum menatap Valdi

Entah mengapa Helena merasa nyaman berada di dekat Valdi dan dia tidak masalah dengan rangkulan bahkan pelukan dari Valdi. Dia merasa lebih aman bersama Valdi, menurutnya Valdi benar-benar bisa menjaganya.

Valdi dan Helena memutuskan untuk kembali ke kantin karena Helena merasa tidak enak telah meninggalkan Gia dan Ana begitu saja. Valdi dan Helena berjalan beriringan dengan Valdi yang masih merangkul Helena. Hal itu membuat siswa/siswi di sekitar menatap mereka dengan tatapan heran.

"Itu gak salah Valdi ngerangkul cewek?"

"Iya kok bisa sih Valdi ngerangkul cewek"

"Oh iya itu kan cewek yang makan di pinggir jalan sama Valdi"

"Jangan-jangan dia pacarnya"

"Ya ampun gue kalah cepet sama tuh cewek"

Itulah yang Helena dengar, sementara Valdi tidak menanggapi ucapan-ucapan mereka. Helena pun melirik ke arah Valdi.

"Val lepasin dong" ucap Helena seraya hendak melepaskan rangkulan Valdi namun Valdi menahannya

"Gak" ucap Valdi tegas tanpa menatap Helena

"Kita di liatin banyak orang, risih gue" ucap Helena sambil sedikit menutup wajahnya menggunakan tangannya

"Gue gak peduli" ucap Valdi yang terus merangkul Helena hingga mereka pun sampai di kantin

Penghuni kantin juga menatap mereka dengan tatapan heran. Ternyata di meja Gia dan Ana sudah ada Vino dan Daffa juga. Dan mereka berempat menatap Valdi dan Helena sama seperti siswa/siswi lainnya. Setelah sampai di meja Gia dan Ana, Valdi dan Helena duduk berhadapan. Mereka berempat masih setia menatap Valdi dan Helena secara bergantian.

"Kok pada ngeliatin kita kayak gitu sih?" tanya Helena yang mulai risih dengan tatapan mereka

"Ini gue gak salah liat kan tadi? Gue gak mimpi kan?" ucap Daffa yang menatap tak percaya pada Valdi dan Helena

"Lo gak mimpi Daf, gue juga gak nyangka ternyata si Valdi bisa move on dari mantannya" ucap Vino yang juga menatap Valdi dan Helena dengan heran

"Wah ajaib" ucap Daffa dengan tatapan kagum

"Pada kenapa sih?" tanya Helena lagi

"Itu El, kita cuma heran aja kok bisa sih Valdi ngerangkul lo? Setau kita, Valdi tuh gak pernah deket sama cewek apalagi sampe ngerangkul kayak tadi" Gia menjelaskan bagaimana sifat Valdi sebelumnya

"Dan ini pertama kalinya gue liat bang Valdi deket sama cewek" sambung Ana

"Bukan cuma lo Na, ini juga pertama kalinya buat gue setelah dia putus dari mantannya" tambah Daffa

"Masa sih? Emang iya Val?" tanya Helena yang beralih menatap Valdi, sementara Valdi hanya mengangkat bahunya seolah tak tau

"Kok gue jadi percaya ya kalo lo pake pelet" celetuk Gia

Pletak..

Satu sentilan dari Helena berhasil mendarat di dahi Gia hingga membuat Gia mencebikkan bibirnya sambil mengelus dahinya.

"Sembarangan lu kalo ngomong, gue gak pernah pake pelet-pelet ya" omel Helena pada Gia

"Ya buktinya segampang itu lo bisa deket sama Valdi, gue kan jadi curiga" ucap Gia

"Ya mana gue tau, gue juga gak berasa deket sama si triplek" ucap Helena

"Dasar Lele" gumam Valdi namun masih terdengar oleh Helena

"Apa lo bilang? Stop manggil gue Lele, nama gue H.E.L.E.N.A" ucap Helena dengan menekankan namanya

"Nama gue juga V.A.L.D.I, bukan triplek" ucap Valdi yang juga menekankan namanya

"Debat terussss" sindir Vino yang merasa jengah dengan mereka

"Aneh lu berdua, tadi aja akur trus sekarang debat" ucap Daffa yang juga merasa jengah

...***...

Bel pulang sudah berbunyi, Helena sedang memasukkan alat tulisnya ke dalam tas. Gia dan Ana sudah pergi terlebih dahulu karena ada rapat OSIS. Setelah selesai, Helena keluar dari kelas namun tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangan Helena. Helena berbalik ke belakang untuk melihat siapa yang menahan tangannya.

"Lo! Lepasin gue, gue mau balik" ucap Helena sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman siswa itu, siapa lagi kalau bukan Key

"Please El kasih aku waktu buat jelasin semuanya" ucap Key dengan tatapan memohon

"Lepasin Lena" ucap seorang siswa yang baru saja datang lalu melepaskan tangan Helena dari genggaman Key secara paksa, lalu dia menggenggam tangan Helena

"Lo ngapain sih ikut campur terus? Emang lo siapanya Lena" ucap Key yang merasa kesal

"Gue gak akan biarin lo deketin Lena lagi" ucap siswa itu sambil menunjuk wajah Key dengan telunjuknya

"Valdi udah, mending kita pulang" ucap Helena sambil memegang lengan Valdi, dan Valdi menatap Helena sebentar lalu kembali menatap Key dengan tatapan tajam

"Awas lo" ucap Valdi memperingatkan, lalu dia membawa Helena pergi dari hadapan Key

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...SEE YOU!!!...

Maaf kalo ada typo🙏

Jangan lupa vote, comment and share❤

1
Natasha
jaehyun nyasar anjirr😳
Natasha: 😌😌wkwkwkw
total 2 replies
Natasha
sabar ya Rossa 😳
Natasha
itu rambut apa kemoceng ?😳
Natasha: ahaha aku terlalu jujur ya 😳😅
total 2 replies
Natasha
PJ dong val 😏🙄
Natasha
takut gua Sama mukanya si Rossa,kek setan anjirr muka nya
VBEAR
next 😍 semangat kak 🤗💪
My name is A
next kak😁🌻
Athala jeslyn
aku tunggu
Athala jeslyn
up lgi thor
Athala jeslyn
syukur deh klo ortu nya sadar diri
My name is A
masih menunggu kelanjutanya🌻😁
My name is A
masih setia menunggu🌻
VioletLiu
Jessica f*ck youu pen musnahkan deh ihhh😠😠😠😡😡😡😬
VioletLiu: kesel thor wkwkwk Valdi kek orh bego gk peka 😡😡😡
total 2 replies
My name is A
next kak🌻
VioletLiu
Valdi cemburu dan buat satu kesalahAn😧😧
Al.yl: kita liat di next part oke👌🏻
total 3 replies
My name is A
semangat selalu kakak author,sunflower girl hadir🌻🌻
My name is A: saya tunggu kak🌻
total 2 replies
VBEAR
next 😍
VioletLiu
Safe Flight Valdi Jaga hati Val klo lu gk jaga hati ku santet online nanti
VioletLiu: wkwkwwjwkwk soalnya gk bisa nampol online gk kerasa nanti🙄
total 2 replies
VBEAR
semangat terus kak 💪🤗
Al.yl: thanks❤❤
total 1 replies
VBEAR
selalu like 😍
Al.yl: thanks❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!