Bagaimana kasih sayang orang tua bisa berbeda untuk anak"nya!
"Kenapa jika aku perempuan aku juga anak mu dad, mom!!"
Leah hanya ingin di sayangi, bukankah dia adalah anak mereka juga. Terlahir dari rahim sang Mommy dan benih sang Daddy, ternyata tak membuat dia di akui.
Hanya karena anak perempuan, dan bukan anak laki laki yang terlahir. Justru malah di anggap pembawa si*al dan tak di akui.
Hidup bagai musuh di rumah dan keluarganya sendiri, miris.
Walau tak di anggap oleh orang tuanya sendiri. Beruntungnya mendapatkan banyak sekali, kasih sayang dari orang orang terdekatnya.
Meski tentu saja, itu tidak sama dengan kasih keluarga yang seharusnya ia dapatkan.
Entah kapan orang tuanya akan mengakuinya, Leah hanya akan terus berusaha menjadi yang terbaik dari yang baik. Sampai dia lelah, hingga tersakiti, oleh trauma hebat yang ia alami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Loka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 17
kretekkkkk.....
.....
suara kodok beranak🐸 ehh salah maksutnya suara pinggang encok deng s🤣 maapkan akuhhhh gak tau suaranya pinggang encok itu macem mana ya.. jadi anggap aja bunyi kek yang diatas itu ya readers" yang cantik dan ganteng😂😂
"aduhh... sudah sudah, berhenti pinggang papi encok ini.. Haihhh sakit sekali" ucap Papi guru seraya mengaduh sambil memegang pinggangnya yang seperti mau patah, gegara terlalu semangat joget nya emang kagak sadar umur aja si papi mah😌 Tapi apa mau dikata murid satu kelas sableng itu keasik an berjoget ria, sampek gak nyadar papinya udah encok🤣🤣
tak..
suara musik dimatikan dari ponsel papi guru, dan segera beranjak ke kursi guru dengan masih memegangi pinggangnya.
"lahhh musiknya kok matiii sii....." ucap salah satu siswi karna gerakan mereka langsung terhenti, tepat saat musik mati padahal lagi asik asiknya.
"lahhh papiii kenapa, kok musiknya dimatiin? la terus itu kenapa pinggangnya dipegangin?? "ucap Nita sambil memandang papi guru dengan heran begitu pun yang lainnya.
"tau papi, tu pinggang gak usah dipegangin kek gitu kali pak. Gak akan ilang juga tu pinggang papi hihihi"ucap Siswa lain tergelak.
"emang kalian ini kagak ada akhlak nya yakkk. Pinggang papi encok nih... Alamak sakit kali pinggang akuuu, haishh" ucap Papiii mengeluh sambil memijat mijat pinggangnya.
"papi si, terlalu semangat kali jogetnya. Jadi encok kan, sakit banget ya pii" ucap Leah terlihat kawatir melihat papiii guru dengan raut wajah kesakitan.
"ini mahhh faktor U(umur) Leah,, tapi papi tenang aja aku punya solusinya taraaa.... " ucap Lia kemudian sambil menunjukkan koyo cabe yang baru saja ia ambil, dari saku baju sekolahnya.
"jhhhhhh si Lia cantik cantik bawanya koyo cabe yak" ucap Adella tersenyum lucu melihat sahabatnya itu sedangkan Lia, hanya membalas senyuman lucu adella dengan cengirannya.
"yee si Adella malah ngeledek lagi, itu namanya sedia hujan sebelum payung tauk.
Antisipasi ngerti gak loh" ucap Nita dengan song ong nya.
"hahahhhhahaaaaa bener bener bebek pidato" ucap Sekelas sableng itu pada Nita. Sedangkan papi hanya geleng geleng kepala sambil fokus mijat pinggangnya.
"hahaha tau ini bebek pidato ngomong belepotan aja son gong amat loh" ucap Adella sedangkan nita hanya mendengus kesal.
"lah malah adu bacok ni anak berdua, haishh. Ni Leah kasi ke papi, biar in aja tu bocah dua" ucap lia santai sambil menyodorkan koyo cabenya.
"wahhhh siiip ini lia,,, papiii cepet taro koyo ini dipinggang papi. Biar gak nyeri lagi, aku kasian liat papi nahan sakit begitu" ucap Leah sambil memberi koyo cabe dari lia untuk papi guru
"aduhh makasih ya anak anak kuu, kalian emang bener bener sohib" ucap papi tersenyum sambil mengambil koyo cabe dari tangan Leah.
"sini pi biar aku bantu papi masang nya. Nahhh sekarang kalian yang ciwi ciwi sableng, pada madep kebelakang semua oke. Gua mau nempel kyok ke badan papi" ucap Ketua kelas mereka.
sejurus kemudian siswi serempak membalikan badanya kebelakang, ketua kelas pun memasang koyo cabe di pinggang papi.
"udah selesai pi, gimana pass enak kan,, hehe makanya pi inget umur. Jangan gas polll kalo joget pipi hihihi"ucap ketua kelas setelah selesai memasang koyo.
" haha bener juga kamu. Haih, papi cuman lagi seneng aja hmmm,, nahh makasih ya kamu duduk dulu nak. Ayo anak prawan papi pada madep kedepan semua"ucap papi setelahnya semua ciwi ciwi pun kembali pada posisi semula dengan rapi.
"jadi papi tadi udah nunjukin vidio yang dikirim Lia, di grup sohib sama dewan guru. Dan syukurlah mereka semua setuju untuk ketiga lomba itu Leah yang maju. Tapi, itu pun kalo dede nya mau. Papi takut nya nanti dede kehabisan tenaga" ucap Papi menjelaskan putusan saat dia kembali ke ruang guru tadi.
Murid murid pun mendengarkan dengan hikmat karena papi mereka udah ke mode seriosa alias serius, itu artinya ini pembahasan penting jadi mereka pun serius tentang itu. Ada saatnya bercanda dan ada saatnya serius, ada saatnya mereka harus menggunakan otak cerdas mereka. Dan ada saatnya mereka konyol dan apa adanya di dalam kelas sableng, yang sudah menjadi rumah kedua bagi mereka itu.
"tenang aja papi, dede ready kok papiii ini semua buat papiii dan buat semua sohib. Aku bakalan berusaha bawa pulang mendali emas itu, dan akan aku persembahan kan untuk kalian " ucap Leah bersungguh sungguh sambil tersenyum tulus yang membuat hati mereka semua menghangat.
"makasih dede/Leah" ucap mereka serempak dan juga papi guru.
"Tapiii, tadi saat papi ke ruang guru,, para guru sudah mendapatkan konfirmasi. Bahwa ternyata lomba yang akan dilakukan itu, juga diperluas dalam bidang olahraga raga lainnya. Seperti lomba berenang, lomba berkuda, lomba main catur, sepak bola, bola basket, dll. " ucap Papi menjelaskan lagi.
"wihhhh tambah banyak banget pi lombanya,, wahhh gede gede an nih kayaknya pi" ucap Lia.
"benar, karena lomba ini juga peringatan hari jadi kota dan kabupaten bersamaan. Makanya dibuat besar besar an" timpal Papi.
"wih berarti bakal banyak yang ikut dong pi" ucap Salah satu siswi
"iyah, nanti kita akan kirim siswa siswi yang berbakat di bidangnya. Mungkin akan kita lakukan seleksi dulu, dewan guru juga sepakat akan mengikutkan hanya kelas 2 dan 3 saja. Untuk mengikuti lomba ini" ucap Papi, sedang kan para murid sableng itu ber oh ria. Dan terlihat sangat antusias dengan lomba ini.
"Dann lomba ini akan diadakan selama 3 hari berturut turut, karena banyaknya cabang olahraga yang akan dilombakan itu" lanjut Papii
"wahh 3 harii pii lombanya, wih lumayan itu mah. Semoga aja sekolah kita bisa dapetin semua mendali emasnya ya sohib" ucap Adella penuh harap.
"pastii" ucap Leah mantap yang di amini yang lainya.
"ya sudah papi hanya mau menyampaikan ini, Sekarang papi masih harus balik ke ruang guru Lagi. Oke nanti kalo kalian udah pulang langsung ke rumah papii yaa,,, soalnya mimi kalian udah rindu sama kalian semua" ucap Papi guru pada mereka semua
"siappp papiii" ucap mereka serempak sambil mengangkat tangan tanda hormat pada papi guru mereka, yang membuat papi guru terkekeh..
"papiii bisa jalan tidak, papi kan lagi encok" ucap Leah saat melihat papi guru hendak beranjak dari kursinya.
"tenang aja dede, pinggang papi udah mendingan. Koyo cabe nya si Lia manjur juga haha" ucap papi tergelak sambil mengangkat jempolnya.
"top ya piiii hahaha" ucap Lia menimpali disambut tawa yang lainya.
"yaudah papi pergi dulu, kalian nanti pulang bareng aja ya. Palingan papi juga sebentar kok. Oke" ucap Papi sambil berlalu pergi
"siap pii" jawab mereka serempak, sambil memandang punggung papi yang sudah berlalu sampai tak terlihat lagi.
Mereka pun kembali mengobrol kan perihal perlombaan itu dengan antusias, serang serunya sampe lupa segalanya hehhhe...
Dan kemudian
kringgg. kringgg..
belll pulang berbunyi, mereka pun segera pulang karna tidak sabar bertemu mimi mereka.
...#Flasback off...
********
"nahhh jadi gitu mi ceritanya hehe... Gegara ke asikan ngobrol, kita jadi lupa sama papiii hehe" ucap Leah sambil tersenyum malu pada miminya
"hehe maafin kita ya miii, kita lupa ngajak papii pulang bareng hehe" ucap mereka semua serempak sambil cengengesan. Sedangkan si mimi cuman geleng geleng kepala, sambil menaruh daging panggang yang udah matang ke piring.
"haha ya sudah, tidak apa apa. Bentar lagi juga, papi kalian pasti datang"ucap Mimi sembari kembali membakar daging BBQ ituu
" mimiiii yangg cantekkk, mimi duduk aja ya. Biar Leah sama yang lainya yang bakar daging. Oke mi"ucap Leah sambil mengambil alih pengapit daging itu dari miminya, seraya mengedipkan satu matanya.
"em, baiklah dede" ucap mimi dan kembali duduk kemudian.
"enakkk ya papi, gegara kita lupain pulang pulang gak usah ngapa ngapa in. Tinggal makanya aja. Orang semuanya udah jadi hahaha"celetuk salah satu siswa.
" hahaha bener banget tuh"timpal siswi lainya.
"ini nih yang namanya, dilupakan menjadi berkah wkwkwkw" seloroh Nita menimpali disambut tawa mereka semua.
""""""***
Tak berapa lama kemudian, mobil papii guru sudah sampai di mansion. Dan melihat mobil mobil anak anaknya sudah terjejer rapi,, papii guru pun memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil.
"haishh, anak anak pada kagak ada akhlak. Masak papi nya ditinggalin, emang bener bener dah. Bener" ucap Papi geleng geleng kepala, sambil tersenyum melangkah kan kaki nya masuk ke mansion.
"sebaiknya aku kekamar dulu. Haishh, aku harus kekamar mandi" ucap Papii guru melenggang menaiki anak tangga menuju kamarnya..
*****Selamat membaca 🥰 jangan lupa like kalo suka🤗 maap kalo banyak kurangnya ya readers❤
kalo untuk ibu dan neneknya leah, mereka di anggap karena sudah berhasil ngasih keturunan laki laki.
sehat sehat selalu buat kita semua❤️
dia sekolah padaa dingin giliran di WA so sweet
jadi mau punya temen-temen kayak temennya lyeah.
biar pun sebleng tapi kan asik apalagi pada peka.