Suatu kejadian tak sengaja yang di lakukan oleh laras yang membuatnya terseret dalam rencana besar untuk kehancuran seorang mafia.
karena itulah dia menjadi sandera dari mafia itu yang beranggapan laras ikut andil di dalamnya.
SIMAK KESERUAN CERITANYA YUK !
Jangan lupa klik favorit, like ,komen dan vote ♥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SCM | Eps 18 | - Aku Pembantu
...AKU SEORANG PEMBANTU...
Sudah dua hari laras tidak melihat afnan akhir nya tadi pagi dia melihat nya masuk ke dalam kamar dengan banyak darah di kemeja nya.
Laras yang baru bangun dari tidur nya dan melihat afnan langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan kondisi yang berantakan.
Memang nya apa yang enak menjadi mafia,bukan kah itu akan membahaya kan diri sendiri dan juga akan ada banyak masalah yang di hadapi seperti yang laras lihat pada afnan yang selalu terluka.
Afnan keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah laras yang masih di ranjang nya dengan memegang cermin.
"Pergi dari kamar ku."ucap afnan melihat laras yang sedang menyisir rambut nya di depan cermin.
"Kenapa?."tanya laras meletakkan sisir dan kaca lalu melihat afnan.
"Sudah ku bilang keluar!."kata afnan mencoba tenang.
"Tapi aku mau mandi dulu."tolak laras dan beranjak dari tidur nya.
"Kurang ajar,seperti nya aku terlalu mengasihani mu,jadi kau bersikap seenak nya,denger yah,kau itu cuma sandera di sini,aku bisa saja menyiksa mu lagi."ucap afnan menatap tajam laras.
Ada apa ini,mengapa dia sangat aneh sedikit dikit marah ,sedikit dikit baik dan sekarang dia mengancam ku,apa yang harus ku lakukan.batin laras.
"Apa kau tuli."bentak afnan.
"Yah aku pergi sekarang."ucap laras pasrah dan meninggal kan kamar afnan.
Laras yang sudah keluar dari kamar afnan dan melihat ke lantai bawah heran karena ada beberapa orang di sana yang sepertinya bukan penjaga penjaga yang pernah di lihat nya di luar karena mereka tidak pakai seragam.
Dia juga melihat ada tiga perempuan dan yang satu nya dia seperti nya tidak terlalu asing di mata laras karena dia sendiri pernah melihat wanita itu bersama dengan afnan beberapa hari yang lalu.
Laras tidak bisa melupakan wanita itu karena dia lah yang membuat laras kesal karena bermalam dengan afnan dan desahan nya membuat nya tidak bisa tidur karena itu dia membuat lampu padam untuk balas dendam tapi ternyata dia lah yang mendapat hukuman afnan.
Apa yang wanita itu lakukan di sini? Bahkan ada dua wanita lagi bersama nya, dan siapa dua pria yang duduk di sofa itu?.batin laras.
Dia begitu penasaran dan akhir nya turun untuk mengetahui siapa mereka dan untuk apa mereka kesini.
Saat dia hendak turun dia melirik ke atas dan melihat afnan sudah mau turun.
"Apa yang kau lihat,cepat turun dan layani mereka!."perintah afnan pada laras.
Laras hanya diam mencoba mencerna kembali ucapan afnan,kenapa dia harus melayani mereka? Dia kan bukan pembantu.
Afnan duduk di sebelah kedua pria itu di sofa dan menyala kan rokok.
"Wah kau terlihat sangat senang."ucap arya teman sekaligus bawahan yang di percaya afnan.
"Apa yang kau bicarakan,tentu saja dia senang perdagangan gelap nya mendapat untung yang sangat banyak,karena itu dia memanggil kita untuk bersenang senang,iya kan bos?."tawa amir.
Sedangkan afnan yang mendengar itu hanya diam saja menikmati rokok nya.
Mereka berdua hanya bawahan afnan saja di dalam dunia mafia tapi afnan sudah menganggap mereka teman karena kesetiaan mereka.
Afnan yang sedang menikmati rokok nya diam diam melirik laras yang sedari tadi melihat tiga wanita yang dia sewa untuk bersenang senang sedang menikmati minuman nya.
Tiga wanita itu memang afnan sewa dari bar hanya untuk bersenang senang merayakan keberhasilan afnan dalam pasar gelap.
"Hai apakah ada minuman lagi,botol di sini sudah hampir habis."ucap wanita itu yang seperti nya sudah sangat mabuk.
Afnan yang mendengar teriakan wanita itu lalu dia memandang laras.
"Apa yang kau lihat,apa kau tidak dengar? Ambil semua minuman di kulkas!."perintah afnan pada laras.
Laras langsung menuju dapur dan mengambil beberapa botol minuman disana.
"Kau menyimpan wanita disini?."tanya arya pada afnan yang mata nya tak lepas memandangi laras yang sedang kesusahan membawa banyak botol.
"Memang apa yang aneh,tentu saja bos menyimpan nya untuk bersenang senang".ucap amir yakin.
"Bukan kah kau selalu menyewa wanita dan langsung mengusir nya setelah kau pakai? tapi aku lihat dia keluar dari kamar mu,apa dia orang spesial?."ucap arya sambil meminum minumannya.
"Dia sandera ku."ucap afnan datar.
"Apa maksud mu?."tanya amir mencoba memahami ucapan bos nya.
"Kalian berdua ingat saat aku menyuruh kalian mengambil bukti itu dari dua penghianat itu kan? wanita itu juga ikut dalam rencana mereka."jawab afnan datar dan mematikan rokok nya.
"Bukan kah masalah itu sudah selesai,kenapa kau masih menyandera nya ?".tanya arya penuh selidik sambil burtukar tatap dengan amir seperti nya mereka berdua curiga pada bos nya.
"Aku akan melepas kan nya jika aku ingin".ucap afnan lalu berdiri menghampiri ketiga wanita itu.
Saat afnan menghampiri ketiga wanita itu laras juga sudah menaruh beberapa botol di meja tempat wanita wanita itu.
Afnan memilih satu wanita dari ketiga itu dan hendak di ajak ke atas dan tiba tiba saja laras menghentikan.
"Kau mau kemana?".tanya laras memegang lengan afnan yang di samping nya sudah ada wanita.
Afnan dan wanita itu melirik laras dengan tajam seperti nya mereka marah karena laras mengganggu.
"Lepas kan,dan jangan ganggu aku, kalian berdua juga ikut bersama ku".perintah afnan pada laras dan mengajak wanita wanita itu.
Laras menghembus kan nafas nya kasar melihat afnan dan ketiga wanita itu pergi dan masuk ke dalam kamar nya.
"Sialan!."ucap laras agak kesal.
Arya dan amir yang melihat sikap laras yang seperti itu juga merasa penasaran memang nya apa alasan afnan masih menjadi kan nya sandera.
"Apa kau kesal?."tanya amir agak bergurau menatap laras.
Laras yang mendengar suara itu langsung menoleh dan tidak menajawab.
"Siapa kau ?."tanya arya pura pura tidak tahu.
Laras yang bingung harus menjawab apa dia terdiam memikirkan jawaban dan berbicara.
"Aku pembantu di sini."ucap laras agak gugup dan memaksakan tersenyum.
Pppfffffff.amir hendak tertawa dengan jawaban laras.
"Kenapa?."tanya laras heran karena kedua pria itu memandangi nya dengan aneh.
"Apa kau pikir dengan wajah mu yang cantik itu kau hanya pembantu di sini,itu tidak mungkin."ucap datar arya melihat laras dari atas sampai bawah.
"Apa yang kalian lihat,aku memang pembantu di sini,aku akan membereskan ini semua".ucap laras gugup dan membereskan botol yang sudah habis.
"Kau sandera".ucap arya memandangi laras yang seperti nya berhenti membereskan botol itu setelah dia berbicara.
Laras yang mendengar itu langsung kesal dia seperti sedang di rendah kan dengan status nya di sana sebagai sandera bahkan seperti nya status pembantu masih sedikit di atas nya dan langsung menyelesaikan mengambil botol itu dan berjalan agak menghentak hentakkan kaki nya menuju dapur.
arya dan amir yang melihat laras itu hanya memandanginya sampai laras sampai ke dapur lalu mereka kembali duduk di sofa dan menikmati minuman nya.
"apa kau merasa aneh dengan wanita itu?."tanya arya serius pada amir.
"sudah lah sebaik nya kau jangan campuri urusan bos dan nikmati saja minuman ini sampai puas."ucap amir yang sudah sangat mabuk.
arya yang mendengar jawaban amir hanya diam dan memandangi laras dengan wajah penuh selidik.
laras yang sudah membuang botol botol itu masih saja berdiri di dapur,memang nya apa yang akan dia lakukan sekarang,jika dia ke sana dia akan bertemu dua pria menyebalkan itu lagi,dia juga ingin ke atas tapi sudah di pastikan dia akan mendengar suara suara itu laras benar benar sangat frustasi dengan keadaan nya sekarang.
tak terasa sudah dua jam laras ada di dapur lalu dia kembali menuju sofa itu yang sekarang sudah ada afnan yang tadi sudah keluar dengan wanita wanita nya.
"seharus nya ini cukup untuk kalian bertiga."ucap afnan duduk dan melempar amplop coklat yang sangat tebal.
"sangat cukup."ucap ketiga wanita itu berbarengan.
"baiklah,keluar sekarang!."perintah afnan pada ketiga wanita itu.
ketiga wanita itu pun keluar setelah mengambil amplop tebal itu.
menjijikan,kenapa aku harus berada di tengah orang orang seperti ini.batin laras
"apa yang kau lakukan bersama mereka?."tanya laras begitu saja menatap afnan.
"memang apa lagi yang di lakukan seorang pria dan wanita di dalam kamar."ucap amir menertawakan laras dan kesal laras saat afnan dan arya juga ikut tertawa.
laras yang merasa saat ini sedang di tertawakan dalam hati nya benar benar mengumpat berkali kali dan dia berjalan agak lari ke tangga hendak naik ke kamar afnan.
saat laras sudah naik ke atas dan masuk ke dalam kamar afnan arya dan amir kaget juga dan berani bertanya pada afnan.
"kau dan dia sekamar?."tanya arya penasaran menatap afnan.
mereka berdua lagi lagi merasa kaget karena afnan mengangguk mengiyakan kalau afnan dan laras satu kamar bersama.
"selain menjadi kan nya sandera kau ternyata pintar memanfaat kan nya juga."ucap amir begitu saja.
"memanfaat kan? bahkan melihat wajah nya saja sangat muak."ucap afnan mendengar perkataan amir.
"jadi kau tidak memanfaat kan dia di ranjang?."tanya arya heran.
"dia hanya sandera ku tidak lebih."ucap afnan penuh penekanan.
mereka berdua mengangguk tapi sedikit curiga dan kembali berbincang masalah lain dengan afnan.
...BERSAMBUNG........
......................
...Balik lagi gais, sekarang aku akan usahain rajin up...
...I love you all my readers...
...best...
...Jangan lupa baca novel on going aku lain nya...
...•terjebak rasa...
...•Chef cantik dan tuan muda yang dingin...
...Jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan like, komen dan vote...
...Eonni uni...
tapi koq sampai sekarang gak ada kabarnya😭