NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan madu yang tercoreng

Detik itu juga Rangga dan Naya berkemas meninggalkan rumah. Sulaiman berlari kedalam kamarnya dan menangis.

Jarak hotel Sheraton Senggigi beach dari rumah tak memakan waktu lama. Rangga dan Naya sudah berada di kamar mereka. Kamar itu begitu luas dan indah. Naya terpukau dengan taburan bunga yang menghiasi ranjang nya. Wangi aroma terapi yang kalem dan penyinaran yang redup sangat cocok untuk mereka sebagai pengantin baru.

"Papa niat banget agar kita memberinya cucu," gumam Rangga kagum dengan situasi kamar yang ditata sedemikian rupa.

Naya mengambil setangkai bunga mawar merah yang berada didalam vas bunga di atas meja rias dan menciumnya, "Wangi sekali...."

"Kita jalan-jalan sejenak," ajak Rangga menarik tangannya keluar dari kamar.

Naya dan Rangga duduk di tepi pantai di bawah pohon kelapa menikmati buah kelapa muda. Mereka tak menyadari kehadiran seseorang yang sudah membuntuti mereka ketika dalam perjalanan tadi. Wanita itu meremas sedotan cola miliknya dengan hati panas.

"Apa Mas pernah bermimpi tentang hal ini?" tanya Naya.

"Tidak," geleng Rangga. "Yang ada dalam pikiranku bagaimana caranya lepas dari Mama dan Papa. Aku tertekan dengan semua keadaan yang ada. Dan kini aku sadar semua itu hanya pikiran buruk ku."

Naya menjamah kerah bajunya dan berbisik, "Semuanya ada masanya. Tuhan sudah mengatur perjalanan kita hingga sampai ke tahap ini. Kita jalani dengan baik takdir indah ini agar bermuara pada syurga-Nya kelak."

Rangga mendekap nya dan menciumi puncak kepalanya.

"Aku akan merusak semua ini, Naya," ringis Tias kesal.

Sunset terlintas indah.... Naya menikmatinya dari jendela kamar. Rangga memeluknya dari belakang dan menarik gorden menutupi jendela itu. Ia mengangkat tubuh Naya menuju ranjang. Perlahan ia membuka kancing baju Naya sambil mencium bibirnya. Nafsunya sudah memuncak. Naya pasrah dengan apa yang akan dilakukan Rangga padanya.

20.30 wita:

"Mas masih lama?" tanya Naya dari balik pintu kamar mandi.

"Duluan saja, Sayang. Perutku masih sakit!"

Naya menggeleng, "Mas.... Mas. Kamu hanya minum kelapa sedikit. Kok bisa sampai mencret begini?"

Naya bergegas keluar dari kamar itu. Perutnya sudah keroncong ngan dan sudah tak tahan lagi. Ia berjalan dengan cepat menuju restoran.

Rangga lega setelah beberapa saat. Ia keluar dari kamar mandi dan menyeka peluh nya, "Syukurlah...." desah nya. Ia lantas buru-buru keluar menyusul Naya.

"Tolong!" pekik Tias. Ia merintih kesakitan memegangi perutnya.

Seketika Rangga menoleh, "Tias!" ia dengan jelas melihat wajah wanita itu nampak pucat dan terjatuh seketika.

Rangga memeluknya, "Kamu kenapa?"

"Mag ku kambuh."

Tanpa pikir panjang Ia membawa Tias menuju kamarnya. Ia dapat merasakan rasa sakit yang kini dirasakan Tias karena ia pun sering kali mengalaminya hingga menyetok obat mag yang selalu ia bawa kemanapun.

Ia membaringkan Tias di ranjang nya dan segera mengambil obat mag dari dalam koper nya. "Kunyah ini" pintanya memberikan table obat mag kepadanya.

"Bisa tolong usapkan minyak angin ke perutku?" pinta Tias.

"Ya," angguk Rangga tak ragu sedikitpun. "Aku ambil dulu."

Tias menyingkap bajunya. Ia berharap Rangga tergoda. Rangga sedikit terkejut melihat bagian tubuhnya yang nampak indah. Dengan ragu ia mulai mengoleskan minyak angin itu.

"Ngga, kenapa kita bertemu?" tanyanya lirih.

"Maksudmu?"

"Aku yakin jika cintaku lebih besar dari istri mu. Aku sakit begini karena lelah memikirkan mu. Hingga segalanya terasa hambar di lidahku."

Rangga hanya terdiam.

Tias berusaha bangkit dan menarik keras bajunya, "Aku rela memberikan segalanya," bisiknya dan mengecup bibir Rangga.

Rangga menatap lekat bibirnya yang mengkilap. Ia jujur pada dirinya jika ia juga menyimpan rasa.

"Tak harus seperti ini," bisik Rangga.

"Lalu bagaimana? Kesempatan ku denganmu hanya saat ini...."

Rangga tergoda dan lantas menarik tubuhnya.

Naya sudah hampir menghabiskan semua makanan yang ada di hadapannya, tetapi Rangga tak kunjung menemuinya. Ia meraih ponselnya di atas meja.

Ponsel Rangga berdering tetapi ia tak peduli dan terus melanjutkan percintaan nya bersama Tias. Ia tak bisa menghentikan semua itu hingga melupakan istrinya, Naya.

Perut Naya terasa penuh hingga ia malas untuk bangkit. Ia menoleh sekelilingnya dan tersenyum. Ia tak pernah mengira jika akan berada di tempat ini.

Triiit! Suara ponselnya. Naya melihat panggilan masuk dan segera mengangkatnya.

"Mama Naya!" teriak Sulaiman senang.

Naya terkejut, "Nak....!" panggil nya membuat hati Sulaiman terasa teduh dan Ilham beserta seluruh keluarga di ruang santai tersenyum. "Ini anak Mama?" tanyanya becanda.

"Hahaha.... Iya, Ma! Aku kangen sama Mama! Aku sudah buat gambar Mama, Aku, dan Papa. Mama cepat pulang biar segera lihat karya ku!" pintanya kian bersemangat.

Apa yang tertanam dalam diri Sulaiman bukanlah atas kesalahan siapapun, dan keluarganya sangat memaklumi kelakuannya, kecuali tante nya Rina yang tak terima keponakannya menganggap Naya sebagai mamanya.

"Sulaiman sudah makan malam?" tanya Naya.

"Iya, Ma. Aku makan sampai habis. Besok kalo Mama pulang aku mau di suapi Mama aja! Aku nggak mau makan kalo Mama belum pulang!" ancamnya.

"Mama mau Sulaiman tampak gemuk saat Mama pulang nanti. Jadi mulai malam ini Sulaiman harus banyak makan dan minum susu!" pinta Naya berapi-api agar Sulaiman mengikuti keinginannya.

"Ok, tapi Mama juga harus cepat pulang!"

"Iya, Sayang. Sekarang Anak Mama segera tidur agar besok pagi tak kesiangan berangkat ke sekolah."

"Iya, Ma!" Sulaiman langsung merijek ponselnya dan berlari kedalam pelukan Ilham.

Naya tertawa renyah menatap layar ponselnya.

Usai bercinta Rangga meminta Tias segera pergi. Ia tak ingin ini menjadi malapetaka. Tias memeluknya untuk terakhir kalinya.

Rangga meminta cleaning service untuk membersihkan kasur nya yang ternoda dengan darah Tias, dan bekas miliknya segera sebelum Naya kembali.

Naya akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar karena sudah putus asa menunggu kehadiran suaminya.

"Mas," panggilannya.

Rangga menoleh. Ia berusaha bersikap wajar, "Sayang!" senyumnya terlihat dibuat-buat. Ada perasaan bersalah menghinggapi hatinya tatkala melihat wajah Naya.

"Kenapa spray nya diganti? Kan baru saja sudah diganti?" tanyanya heran.

"Oh, aku tak terlalu suka dengan warnanya. Aku lebih suka tanpa corak seperti ini."

Naya baru tahu hal ini. Ia merasa mendapat pelajaran baru mengenai kesukaan suaminya.

"Nay, aku mandi dulu. Tubuhku terasa lengket," gumam nya tak tahan dengan tubuhnya yang terasa kotor.

Naya bingung dengannya. Baru tadi 2 jam yang lalu usai membersihkan dirinya, kenapa sekarang lagi?

.......................

Matahari menyingsing. Naya menatapnya dari balik jendela merasakan hangatnya yang menusuk hingga ke tulang. Ia membuka jendela dan merasakan hembusan angin pantai yang terasa lembut. Rangga menatap punggungnya. Ia berharap Naya menikmati semua ini dan tak berpikir macam-macam dengan keanehan semalam, "Maafkan aku," bisiknya.

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!