Ardhan Husein Zakhori adalah CEO di Millenial Group. Ia mewarisi perusahaan Kakeknya. Pribadinya yang sangat ramah membuatnya disukai banyak orang. Ia memiliki ambisi yang besar diumur yang masih muda. Namun, karena Kakeknya semakin tua dan mulai sakit-sakitan ia harus mencari calon istri dan menikah secepatnya. Saat itu pula cinta masa kecilnya datang.
"Will you marry me?" tanya Ardhan.
"Yes, I do," jawab wanita itu.
Ardhan yang malang. Ia tak tau jika hal itu akan menjadi awal ia mengetahui banyak kenyataan pahit. Akankah Ardhan menerima kenyataan dan mempertahankan cinta masa kecilnya? Atau menikahi orang lain demi mewujudkan keinginan Kakeknya? Dapatkah Ardhan bertahan dengan semua ujian ini? Penuh puzzle yang harus diselesaikan, ikuti perjuangan Ardhan dalam cerita ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daratullaila 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yes, I Do
..."Apa yang sudah ditakdirkan untukmu akan tetap menjadi milikmu. Jika kau kehilangan, berarti itu dikirim Tuhan hanya untuk memberi pelajaran."...
...✨...
Noah mengajak Ardhan dan Key ke panti. Ia ingin mengenalkan mereka pada anak panti lain. Key meminta supirnya untuk mengantar mereka. Awalnya para pengawal Key menolak.
"Nona harus segera pulang. Ini perintah tuan besar," ucap pengawal itu datar.
"Aku gak mau. Aku gak mau. Huaaa huaaaa," Key memberontak dan menangis kejar.
Dua pengawal itu saling berpandangan. Mereka tak tega melihat nona kecilnya menangis.
"Baiklah nona, tapi sebentar saja," ucap salah satu pengawal.
"Yey," ucap Key bahagia.
Ia langsung menarik tangan Ardhan dan Noah yang sedari tadi hanya menonton. Mereka memasuki mobil Alphard Key dan melaju menuju panti.
Butuh waktu 15 menit untuk sampai panti. Mereka langsung turun dan tak lupa membawa makanan yang sudah dibelikan pengawal Key tadi. Pak supir menemui ibu panti untuk memberitahu maksud kedatangan mereka.
"Wah tentu saja boleh Pak. Silahkan, silahkan," ucap ibu panti ramah.
Mereka memasuki bagian dalam panti. Panti ini mempunyai halaman yang luas dan bangunan yang cukup besar. Ada banyak anak yang sedang bermain dan belajar.
"Aku sekolah karena aku punya potensi," ucap Noah entah bicara dengan siapa.
Noah segera menarik tangan mereka dan berlari. Diajaknya Ardhan dan Key ke kamarnya. Mereka tiba di depan pintu putih berlabelkan nama anak yang ada di dalam kamar, salah satunya Noah.
"Ayo masuk," ajak Noah.
Sebelum mereka melangkah masuk, suara bising di luar mengusik mereka. Mereka bertiga mengintip dari jendela di samping pintu. Banyak anak panti terlihat sedang mengerumuni sebuah Honda Jazz merah. Mereka penasaran dan akhirnya bergabung juga dengan kerumunan itu.
"Ada apa?" tanya Noah pada salah satu anak panti.
"Itu ada anak baru, tapi dia lain dari kita," jawab anak itu.
Mereka semakin penasaran dan memaksa menerobos ke depan kerumunan. Terlihatlah seorang gadis kecil bermata sipit dan berkulit putih sedang berdiri lesu.
"Ayo kenalkan diri kamu!" perintah seseorang di sebelahnya.
"Halo semua. Nama aku Aiko Yamaguchi," ucap gadis itu memandang seluruh anak panti.
***
"Will you marry me, Keyra?" tanya Ardhan to the point.
Terlihat Key berpikir sejenak. Ardhan sangat takut sekarang. Takut Key akan menolaknya.
"Yes, I do," jawab Key tertunduk malu.
Ardhan menghamburkan tubuhnya memeluk Key. Ia merasa sangat bahagia sekarang. Akhirnya ia bisa menikah dengan orang yang dia cintai sekaligus mengabulkan permintaan Kakeknya.
Sekali mendayung, dua pulau terlewati, batinnya senang.
"Yeeyyy nikaahhh! Nikah! Nikah! Nikah!" tiba-tiba Noah muncul dari balik pintu. Ia menunjuk-nunjuk Ardhan dan terus mengucapkan kata 'nikah'.
"Lo perlu ke psikolog deh dek. Kejiwaan lo terganggu," ejek Ardhan.
Noah langsung cemberut dan pergi. Ardhan dan Key masih menatap satu sama lain. Sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan sah.
"Nanti aku kenalin kamu ke Kakek ya," ucap Ardhan membelai rambut Key.
"Hm ... jangan dulu deh Dhan. Kita temui Papa aku dulu ya. Aku takut Papa aku sudah bertindak jauh. Soalnya selalu banyak preman datang ke rumah," jelas Key sedih.
"Yaudah besok kita ketemu Papa," jawab Ardhan.
"Dhan aku pulang ya, udah malam," ucap Key ragu.
"Yaudadeh. Padahal masih pengen sama kamu," jawab Ardhan menekuk mukanya.
"Masih ada hari esok Ardhan," ucap Key lembut.
"Yaudah ayo pulang. Aku antar kamu," ajak Ardhan menggenggam tangan Key.
"Eh wait, wait. Kamu tunggu di sini," Ardhan berlari masuk ke kamar.
Tak lama ia pun datang membawa jaket untuk Key.
"Nih, kamu pakai. Aku gak mau calon istri aku kedinginan," ucap Ardhan memakaikan Key jaket. Sedangkan Key hanya bisa tersenyum bahagia melihat perlakuan romantis Ardhan.
"Ayo," Ardhan kembali menggenggam tangan Key dan menariknya.
Dikeluarkan mobil Ferrari miliknya dari bagasi. Setelah itu ia keluar dan membukakan pintu untuk Key.
"Silahkan masuk tuan putri," ucap Ardhan menggombal.
Ardhan segera melajukan mobilnya menuju rumah Key.
"Rumah kamu masih yang dulu kan?" tanya Ardhan memastikan.
"Kamu tau rumah aku?" tanya Key balik.
"Dulu kan waktu kecil aku sering main ke rumah kamu," jawab Ardhan.
"Ah ... iya aku lupa," ucap Key canggung.
Ardhan kembali melajukan mobilnya. Mereka terjebak suasana canggung sekarang.
Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Ardhan sudah tidak 1 komplek lagi dengan Key karena sekarang dia ikut Kakeknya. Dia fokus menatap ke depan, menyetir dengan hati-hati dan senyaman mungkin.
"Nah, Key kita udah sampai," ucap Ardhan melepas seatbeltnya.
Namun, tak ada jawaban dari Key. Dilihatnya Key sedang tertidur di sebelahnya. Wajahnya sedikit tertutup rambut. Ia pun merapikan rambut Key dan menatap lama wajah yang ia rindukan itu. Dilihatnya setiap lekukan wajah Key, mulai dari mata, hidung, bibir.
Ah Ardhan jangan khilaf, batinnya.
Ia pun menepuk pelan pipi Key untuk membangunkannya.
"Key, Key, kita udah sampai," ucap Ardhan lembut.
"Hmm ...," gumam Key belum membuka mata.
"Ayo bangun, Key. Kita udah sampai rumah ini," ucap Ardhan lagi.
"Iya sebentar," Key menggeliatkan tubuh dan mengumpulkan nyawanya. Ia mengerjapkan mata menyesuaikan dengan cahaya.
"Yaudah aku masuk dulu ya Dhan. Makasih udah mau ngantar aku," ucap Key berbinar.
"Iya sana masuk," Ardhan mengacak rambut Key sebelum keluar.
Tatapan Ardhan mengikuti setiap langkah Key. Setelah dipastikan Key aman, dia kembali melajukan mobil menuju rumah.
Ardhan tiba di rumah pukul 9. Dilihatnya rumah sudah kosong. Ia pun berjalan menuju kamar.
Ting
Ardhan membuka notifikasi yang masuk sambil berjalan.
keyra_
Kamu udah sampai Dhan?
^^^ardhan_huza^^^
^^^Udah barusan.^^^
keyra_
Ohiya aku mau minta nomor telepon kamu dong biar gampang menghubunginya.
^^^ardhan_huza^^^
^^^(098)-643^^^
keyra_
Oke bentar ya.
Ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Ardhan mengangkatnya dan ternyata itu adalah Key.
"Simpan nomor aku ya," ucap Key di telepon.
"Iya Key," jawab Ardhan singkat.
Key mematikan sambungan sepihak saat Ardhan sedang menyimpan kontaknya.
Kenapa sih Key kamu gak biarin aku yang minta nomor kamu duluan, batinnya sedikit kesal tapi tetap bahagia.
Setelah menyimpan kontak Key, Ardhan menelepon Key balik.
"Halo," ucap Key.
"Kamu kok belum tidur? Kan tadi ngantuk sampai ketiduran di mobil," ujar Ardhan.
"Iya deh sebentar lagi aku tidur. Aku masih mau dengar suara kamu," jawab Key sedikit menggombal.
"Baru juga sebentar kamu udah rindu ya sama aku hahaha," Ardhan meledek Key.
"Ih kamu. Memangnya salah rindu sama calon suami sendiri?" tanya Key yang membuat Ardhan salah tingkah.
"Yaudah kamu tidur ya," ucap Ardhan.
"Iya aku tidur. Aku matikan dulu ya," ujar Key.
"Eh bentar," cegah Ardhan.
"I love you," ucap Ardhan.
"I love you too," jawab Key sambil menahan senyum.
"Yaudah kamu matikan," ucap Ardhan.
"Kamu aja yang matikan," Key menyuruh balik.
"Kamu aja Key. Kan tadi kamu yang mau matikan," ucap Ardhan tak mau kalah.
"Kamu aja Ardhan," jawab Key.
"Lady first, okay?" ucap Ardhan telak.
"Baiklah," Key mematikan sambungan.
Sepertinya mereka akan tidur sangat nyenyak malam ini.
mohon dukungannya juga untuk novelku kak....SunFlower. mohon tinggalkan saran, masukan dan kritik kan dariku yang masih belajar ini....🙏🏻😊🤗
semangat terus, ditunggu updatenya
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
💛 Good luck! 💛
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
semangat^^
maaf Cinta dan air mata dan cinta Berlumur Dosa tahap penghapusan gak usah di like ya Thor 🙏🙏