NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:957
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Adrian! Apa benar semua yang dikatakan Sarah barusan?!" bentak Sean keras pada keponakannya.

"A-aku..."

Adrian tak bisa berkata-kata, bingung harus menjelaskan apa atau bagaimana caranya menyelamatkan diri dari kemarahan pamannya.

"Sean! Adrian itu ponakanmu! Masak kau lebih membela istrinya dibandingkan ponakanmu sendiri! Kau masih waras kan?!" Rika langsung berdiri dari kursinya, menentang Sean dengan berani.

"Ini bukan permasalahan dia ponakan atau bukan, Kak! Tapi ini soal dia itu suami. Kalau dia belum siap menjadi seorang suami, kenapa dia berani menikahi anak orang? Sarah itu tanggung jawab Adrian, bukan pembantu.

Menikah itu bukan sekadar tinggal dalam satu atap, tapi menikah itu artinya berjuang dan berjalan beriringan bersama. Kalau selama ini hanya Sarah yang berjuang sendirian, buat apa ada pernikahan di antara mereka?"

Ujar Sean dingin pada kakaknya.

"Cih! Sean, jangan kau berlagak seolah kau sudah mengerti segalanya! Kau belum pernah punya istri, kau belum pernah merasakan bagaimana rasanya menjalani rumah tangga! Kau senang saja bicara karena kau tidak pernah mengalaminya sendiri! Lihatlah dirimu... Kau saja malah menyukai sesama laki-laki!" Seru Rika membela putranya.

"Tutup mulutmu! Itu masalah pribadiku dan kau tidak berhak mencampurinya! Mau aku menyukai laki-laki atau perempuan, itu bukan urusanmu.

Tapi yang pasti, Adrian sudah berani menikahi anak orang, jadi dia harus bertanggung jawab! Jika dia tidak mampu bertanggung jawab dan hanya menjadikan istrinya babu. Baiklah! Suruh Adrian menceraikan istrinya sekarang juga! Setelah itu putramu juga angkat kaki dari rumahku, dan saham 35 persen yang kujanjikan pada putramu tidak akan pernah aku berikan!" Tegas Sean, kesabaran pria itu sudah sampai batas.

Skakmat!

Rika membeku kehabisan kata-kata.

"Tidak, Paman! Ayolah, Paman! Ibu cuman asal... Iya, memang aku yang salah, Paman. Aku salah memperlakukan Sarah dengan buruk selama ini. Maafkan aku, Paman! Aku janji aku akan berubah, Paman! Yang penting Paman beri aku satu kesempatan lagi!"

Adrian mulai memelas. Ia segera berdiri dan menghampiri Sera.

"Sarah... Ayo dong, bicaralah pada Paman! Katakan kalau aku baik padamu! Aku janji, Sarah... Aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku janji, apa pun akan kulakukan demi kamu..."

Adrian mencoba meraih tangan Sera, namun gadis itu segera menarik tangannya menjauh.

Enak saja mau menyentuhku... batin Sera penuh jijik.

"Ayo dong, Sarah... Bicaralah pada Paman..." Ternyata Adrian masih berusaha merayu istrinya.

Sera langsung tersenyum, lalu berdiri dari kursinya dan melangkah menghampiri Sean.

"Paman, tidak apa-apa kok. Aku ikhlas membantu Bibi-bibi di rumah ini. Sudah tidak usah dibahas lagi, Paman. Lagipula hubungan aku dengan Mas Adrian itu baik-baik saja. Wajar kalau ada pertengkaran, itu hal biasa dalam rumah tangga."

"Paman dengar sendiri bukan? Kalau pernikahan dan rumah tangga kami itu baik-baik saja. Iya kan, sayang?" Adrian langsung bertanya pada Sera.

Cih... Menjijikkan sekali, batin Sera dalam hati.

"Baiklah... Aku beri kau satu kesempatan lagi, Adrian. Dan ini yang terakhir kalinya," ucap Sean tegas.

Ia kemudian melihat ke arah Martha. "Kau... Kemasi barang-barangmu dan tinggalkan rumah ini sekarang juga. Saya akan mentransfer seluruh gajimu bulan ini, ditambah gaji untuk satu bulan ke depan sebagai bonus. Tapi yang penting, kau harus angkat kaki dari rumah saya sekarang juga."

Martha terperanjat kaget. "Tuan tolong... Tuan, saya mohon... Saya janji tidak akan mengulanginya lagi! Tolong pertimbangkan sekali lagi, Tuan! Saya sudah bekerja di sini lebih dari dua puluh tahun, masak Tuan tiba-tiba membuang saya begitu saja? Tolong pertimbangkan jasa-jasa saya selama ini!"

Namun Sean tidak lagi peduli dan langsung berbalik pergi begitu saja.

Martha terjatuh lemas kelantai menangis sejadi-jadinya tak menyangka kalau hari itu adalah hari terakhirnya bekerja.

Sera menatap punggung Sean yang menjauh, lalu melirik Martha yang menangis tersedu-sedu.

Tidak... Aku tidak boleh membiarkanmu pergi. Kau tidak boleh lepas dari genggamanku. Kedatanganku ke sini adalah untuk menghadapi kalian semua orang-orang munafik, dan aku tidak akan melepaskan satu pun dari kalian sebelum semuanya selesai. Dan ini baru saja dimulai, batin Sera.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!