NovelToon NovelToon
CEO DINGIN PEMIKAT HATI

CEO DINGIN PEMIKAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / One Night Stand / Cinta pada Pandangan Pertama / Kaya Raya
Popularitas:117.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: @cece riri

Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah

" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."

" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."

bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.

" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18

malam nya, Amel belum pulang ke kosan nya, mereka masih bermain dengan Nayla di kamar dan ternyata langit adik bintang mengunjungi nya, karna merasa kangen dengan kakak dan keponakan nya itu.

Bel terus berbunyi, dan bintang pun menggeram kesal siapa yang berani bertamu malam-malam ke apartemen ny, mengganggu saja.

" kakak." sapa langit, tersenyum lebar ke arah kakak, nya namun bintang tak memperdulikan nya, dan langsung melangkah masuk.

" Siapa pak?" tanya Amel baru kali ini, dia melihat ada orang yang bertamu ke apartemen bintang.

" Adik saya." jawab nya, Amel pun terkejut mendengar bintang punya adik pasti adik nya tampan atau enggak cantik, Abang nya aja Tampan banget.

Amel, pun menatap ke arah belakang, kepo melihat siapa adik dari bintang.

" LO......" Ucap mereka berdua serempak, sedangkan bintang menatap mereka berdua heran apakah mereka saling mengenal.

" Kalian saling kenal?" tanya bintang, menatap mereka berdua.

" Bang, dia ngapain di sini ?" tanya langit ketus.

" bukan urusan kamu." jawab bintang santai.

" Apa Lo liat-liat, gue colok tu mata." sambung Amel, ketus menatap langit.

" idih ileran kayak Lo, untuk apa juga gue natap Lo yang ada bintitan ni mata." ujar langit, sedangkan bintang hanya menatap heran mereka berdua.

" Apakah kau mengenali adik saya Amel." tegas bintang, berusaha untuk meminta penjelasan, karna dia seperti orang bodoh saja.

" Jelas kenal la pak, tuh adik bapak tu, satu kelas dari kelas 10 sampai kelas 12 gimana saya gak benci, dia tu hoby banget ngupil di kelas, dan upil nya di lengketin ke meja saya." ucap Amel, menjelaskan dengan jengkel, sedangkan langit tertawa mendengar ucapan Amel, dan membayangkan kejadian beberapa tahun lalu.

Bintang pun geleng-geleng kepala, ternyata mereka berdua sama saja, biarlah mereka beradu debat, bintang sudah sangat mengenal adik nya, yang sangat hobi menjahili orang, namun jika ada orang yang membuat nya sangat marah dia tidak segan-segan untuk membunuh nya.

" Lo juga, hobi banget tidur di meja gue iler nya bau banget lagi." ucap langit tak, mau kalah.

" ya elah sok polos Lo, Lo kalau gue tidur Lo selalu masukin garam ke mulut gue kan kurang ajar banget."

Langit pun tertawa, mengingat dia selalu saja bertengkar dengan Amel, dia selalu meminta garam ke ibu kantin di samping kelas nya untuk menjahili Amel yang kadang tertidur di kelas.

" Kalian sama-sama jorok." sambung bintang ketus.

Mereka pun duduk di sofa, langit pun menggelitiki, Nayla bermain-main dengan nya, terlihat wajah yang sangat menyayangi anak kecil.

" mami!" panggil Nayla kepada Amel, Amel pun mendekat ke arah Nayla.

" whaha, jangan mau panggil dia mami, nay, mau aja punya mami kudanil kayak gini." ujar langit tertawa.

" Gue botakin juga Lo lama-lama." geram Amel, bintang pun tersenyum melihat kelakuan mereka berdua, dan ikut berjalan mendekati mereka, namun dia tersandung mejah dan terjatuh di atas Amel yang tertindih.

Mereka saling bertatapan, dengan Amel yang berada di bawah bintang.

Langit yang melihat itu pun menutup mata Nayla, karna tak mau mata suci Nayla tidak perawan lagi melihat mereka berdua.

" nyamuk di rumah Lo gede-gede bang." Sindir bintang sok polos, mereka pun duduk kembali dengan ke adaan canggung.

" nay, kamu ikut kakak aja ya, ada yang mau bikin adek, nanti nya kamu ganggu." ucap langit tanpa dosa, membicarakan hal aneh ke anak umur dua tahun.

Bintang pun menyentil Kening adik nya itu, " Langit, masih guna mobil blacki kalau gak, Abang jual." ancam bintang, karna Langit sangat menyayangi mobil nya itu.

" ya elah bang baperan amat sih." langit, memancungkan bibir nya.

" Jual, aja pak kalau perlu orang nya ikutan juga." semangat Amel bintang pun, hanya diam karna tidak mau, ikut gila seperti mereka.

" Lo gue jual ke om-om perut buncit, gak bisa jalan Lo 7 hari 7 malam." sambung langit mengancam.

" LANGIT." panggil bintang keras, menghadapi adik nya ini.

Amel pun mendekat ke arah langit, langit pun deg-degan melihat Amel yang sangat dekat dengan diri ny, langit memejamkan mata nya, dia berpikir bahwa Amel akan mencium nya, bintang yang melihat itu pun menggeram kesal, cemburu entah lah, bintang sangat gengsian.

" upil Lo udah Segede kacang tojin." Amel pun tertawa terbahak-bahak, begitu pun dengan bintang.

Langit pun menggeram kesal malu Sungguh malu, dia berharap Amel akan mencium nya.

" nay, sini Deket Kakak." suruh langit mengalihkan pembicaraan.

" Enggak ah, om jelek." ejek Nayla, nampak nya langit hari ini, memang untuk di permalukan.

" wah-wah manggil nya om kakak dong masih 17 tahun ni." ucap langit ngawur bintang pun langsung menggendong Nayla menjauh karna tak mau mendengarkan langit yang berbicara sembarangan kepada putri nya.

" Apa Lo liat-liat upil." ketus Amel meninggal langit, menyusul bintang.

" nasip jomlo." teriak langit sendirian, memeluk bantal sofa.

Amel, pun ikut di belakang bintang, mereka berdiri di dekat jendela meniduri Nayla, Nayla pun tertidur pulas.

" kok gemes banget sih, berasa laki beneran lu gue karungin juga nanti pak bawa pulang." gemes Amel.

Setelah meletakkan nayla dengan hati-hati, Amel dan bintang pun duduk di tepi ranjang .

Bintang pun membaringkan diri nya, di paha Amel sambil memeluk pinggang nya.

" Biarkan seperti ini, saya nyaman." ucap bintang Amel pun mengusap lembut kepala bintang.

" Amel!" panggil bintang.

Amel pun menunduk menjawab panggilan bintang.

" iya!" jawab nya.

Cup

bintang mengecup bibir Amel sekilas dan berhasil membuat pipi Amel memanas, perut'nya seakan ada ribuan kupu-kupu.

Langit yang geram di tinggal sendirian pun menyusul mereka menggangu malam indah mereka.

" wah gue di tinggal sendirian, malah enak elus-elusan." kesal langit.

Bintang pun menarik tangan Langit keluar karna takut Nayla terganggu.

Amel pun menjulurkan lidahnya mengejek langit, bintang pun menyuruh langit pulang dengan mengancam mau menjual mobil nya dan akhirnya langit pulang dengan kesal.

Ayo dong bantu vote like comen makasih

1
ikhsan
halo kakak, ceritanya menarik aku suka🤗🥰
Elisabeth Ratna Susanti
tiga iklan untuk karya keren ini 😍
Elisabeth Ratna Susanti
wah aku berdebar-debar nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
wah panas nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт
mampir satu bab lagi
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
Elisabeth Ratna Susanti
wah bisa ngelucu juga y nih cewek 😀
Elisabeth Ratna Susanti
waduh tegas juga ya
Etty Sumaryanti
untung SM bintang coba klu SM cowok lain ,,Ayuk Bls bintang jgan diem j
Maryani Yani
lanjut kk
Maryani Yani
seru banget
Maryani Afrilia Sari
lanjut tor
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт
dua bab dulu ya
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan


eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт: tetap semangat
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт
Aku mampir
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/
Elisabeth Ratna Susanti
iya ih dasar bayi besar 😀
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top markotop 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Salsabila: terimakasih banyak kk☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!