NovelToon NovelToon
LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:463.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Memei Melita

Tasya seorang wanita tegar dan baik hati yang hidup sebatang kara di kota besar, membuatnya harus hidup sendiri. tasya hanya memiliki seorang sahabat yang bernama monica, monica yang selalu membantu tasya jika mengalami kesulitan.

dan tasya hanya seorang pegawai toko roti, sudah satu tahun tasya bekerja sebagai pelayan toko. banyak pekerjaan paruh waktu yang di ambil oleh tasya, dia tidak mengenal lelah sedikitpun. yang ia tahu hanya dengan bekerja dia bisa bertahan hidup.

dulu tasya pernah kuliah disalah satu universitas ternama, karena masalah biaya tasya memutuskan untuk berhenti kuliah dan mulai fokus bekerja.

pada suatu hari tanpa disengaja tasya bertemu hans dan membuat hidupnya berubah cepat kilat. bahkan statusnya berubah menjadi seorang istri pengusaha terkaya di ibu kota.

pertemuan yang singkat dengan pria asing, bahkan tasya tidak mengenalnya. dan pria itu mengajak tasya menikah dan menjadikan tasya istrinya hanya untuk membuat mantan pacar pria itu meninggalkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

nadia masuk ke ruang meeting dan melihat semua orang sedang serius membahas proyek baru.

"maaf semuanya, saya terlambat". nadia dengan tenangnya masuk dan duduk.

raka yang melihat nadia baru datang hanya mengangkat sudut bibirnya.

"wanita jadi-jadian". ucap raka pelan.

raka memberikan berkas proyek pada nadia,

" ambil ini".

setelah beberapa jam mereka berdikusi, meeting selesai. hans yang berjalan keluar ruang rapat tiba-tiba di hadang oleh nadia.

"hans, papaku mengajak kamu makan malam, sekaligus membahas proyek ini". nadia menggandeng tangan hans.

"lepasin nadia. sorry aku gak bisa, aku harus pulang". hans melepaskan tangan nadia yang terus menggandengnya.

"tapi hans, ini kan penting demi bisnis. mau ya". nadia berusaha membujuk hans agar setuju.

saat yang bersamaan,papa nadia menelfon dan memberikan telfonnya kepada hans dan mengundang hans secara langsung untuk makan malam.

"baik pak". hans tidak bisa menolak karena menyangkut bisnis.

"bener kan ,aku tidak bohong hans". nadia tampak bahagia karena hans akan pergi makan malam.

"aku setuju karena bisnis,bukan karena kamu".

"tidak masalah hans, yang penting kamu setuju ikut makan malam".

raka yang melihat tingkah nadia merasa jijik dan meledeknya di belakang.

"dasar wanita jadi-jadian,tidak tahu malu". cibir raka.

"raka, kamu bereskan dokumen itu dan bisa pulang.  aku akan pergi ke pertemuan makan malam".

"oke oke, serahkan saja semua padaku". raka berjalan kearah ruangan hans dengan menyenggol bahu nadia.

"aaghhh". nadia merasa sedikit sakit karena raka menyenggolnya.

"oopss sorry, aku tidak lihat ada kamu". Raka membalikkan badannya dan pergi begitu saja.

"a.. wass kamu ya". nadia sedikit mencibir dan langsung terdiam saat hans memperhatikannya.

raka bertemu dengan sekretaris hans yang beridiri di depan ruangan hans. sekretaris hans terus saja mondar-mandir dan terlihat kebingungan.

"ada apa?  kenapa kamu disini, bukannya sudah jam pulang kantor".

"huhh syukur ada pak raka, ini handphone pak hans, dari tadi mendapat telfon dari rumahnya katanya penting". menyerahkan Handphone hans kepada raka.

"oke baiklah, kamu boleh pergi".

"baik pak raka".

raka mencoba membuka Handphone hans, tapi tidak bisa karena memakai kode Pasword.

"siapa yang menelfon hans sampai 35 kali panggilan. pake kode segala lagi".

raka masih mencoba membuka kode Handphone raka tapi tetap saja tidak bisa dan akhirnya raka meletakkan handphone hans di atas meja dan  pergi ke lemari buku untuk menyimpan dokumen.

drrt.. drtt.. drrtt..

handphone hans bergetar dan raka melihat nama panggilan bik ijah yang menelepon.

"halo.... ".

belum selesai raka menjawab, sudah terdengar suara wanita paruh baya yang panik.

"tuan, cepat pulang. non tasya ketakutan dia terus-menerus menangis".

raka terkejut mendengar ucapan bik ijah.

"bik ijah ini aku raka, maaf bik hans lagi ada pertemuan makan malam bisnis".

"tuan, tolong beritahu tuan hans agar segera pulang".

"baik bik". Raka menutup telfonnya dan segera menghubungi hans.

"ahh iya, hans kan tidak membawa Handphonenya, lebih baik aku hubungi nadia saja".

raka berusaha menghubungi nadia, tapi tidak ada jawaban, bahkan nadia sengaja mematikan telpon dari raka.

"sial, dasar wanita jadi-jadian, dia sengaja melakukannya agar aku tidak bisa menghubungi hans".

dengan cepat kilat raka pergi mengemudikan mobilnya untuk menjumpai hans yang berada di salah satu  restaurant Bintang 5.

"ahh dasar sial. kenapa harus macet begini". raka terus membunyikan klakson mobilnya, tapi jalanan masih tetap macet.

****

Restaurant...

hans tiba bersama nadia dan mereka masuk ke ruangan VIP yang telah di pesan oleh nadia.

"selamat datang ibu bapak". sambut pelayan restoran.

hans dan nadia hanya membalas dengan senyuman.

"kemana papa kamu?. kenapa hanya kita berdua". hans tidak melihat ada rekan-rekan bisnis lainnya yang datang.

"sabar hans, kita tunggu saja dulu.mungkin sebentar lagi". nadia tersenyum melihat hans duduk disebelahnya untuk makan malam bersama.

nadia terus-menerus menyenderkan kepalanya di bahu hans, hans yang merasa  risih langsung menyuruh nadia untuk menyingkir darinya.

pelayan datang dan mulai menyajikan menu-menu yang sebelumnya telah di pesan oleh nadia.

"aku belum memilih menu.kenapa sudah di sajikan".

"aku yang memilihnya hans.ini semua menu kesukaan kamu". nadia menunjukkan semua jenis makanan yang dia pesan.

hans merasa tidak sabaran dan terus memeriksa jam yang di tangannya.

"kapan papa kamu akan sampai,aku tidak punya waktu banyak".

"hans, kenapa kamu buru-buru ,kita belum mulai makan malam".

hans hanya meminum segelas air putih dan tidak menyentuh makanan yang ada di atas meja.

nadia memberikan hans segelas wine,

"hans, ayo kita bersulang".

"tidak nadia, aku datang untuk berbisnis bukan untuk minum-minum". hans menolak wine yang di berikan oleh nadia.

"hans, sebentar lagi papa ku akan datang dan kita akan memulai makan malamnya".nadia berusaha mengalihkan perhatian hans.

hans mencurigai gerak-gerik tasya yang selalu memberikan alasan setiap kali hans bertanya tentang papanya.

" apa ini semua rencana kamu nadia,agar bisa berdua denganku".

nadia yang sedang minum segelas wine langsung menghentikannya.

"ma.. maksud kamu apa hans".nadia terlihat sedikit gugup.

"kamu memang merencanakan agar aku bisa makan malam denganmu kan,dengan alasan papa kamu yang mengundangku".

"tidak hans,kamu dengar sendirikan tadi papa aku bilang. aku gak mungkin bohong". tasya memainkan triknya pada hans.

"ku peringatkan lagi padamu nadia, jangan pernah menjadikan bisnis sebagai alasan untuk urusan pribadi mu".

"tidak hans, aku tidak melakukan itu. ini semua memang rencana papa". nadia mulai takut hans mengetahui rencananya.

"jangan karena kamu sebagai investor proyek aku tidak bisa membatalkannya".

"gawat jika hans, benar-benar membatalkan kontrak kerja samanya. bisa mati aku di bunuh papa". nadia ketakutan akan ancaman hans.

"ba.. baik hans, aku akan menghubungi papa. tapi kamu tenang dulu ya".

saat hans dan nadia sedang mengobrol, tiba-tiba raka masuk dengan nafas tidak beraturan dan mengejutkan hasn dan nadia.

"raka?  ada apa kamu datang kemari".

"ha.. hans hans hans.... ". raka tidak bisa melanjutkan ucapannya.

"tarik nafas dulu, lalu bicara pelan-pelan".hans menepuk pelan pundak raka.

"tasya sakit, kamu harus segera pulang".

"sakit?  kenapa dia tidak menghubungiku".

"ini Handphone kamu ketinggalan di kantor". raka memberikan handphonenya.

"kamu kan bisa menghubungi nadia untuk memberitahukan aku".

raka melihat ke arah nadia dan menunjuk wajah nadia.

" wanita itu sengaja mematikan telfon dariku, maka nya aku langsung datang kemari". nafas raka masih terlihat jelas tidak beraturan karena kelelahan.

"tidak hans, bukan begitu. aku tidak melihat kalau raka menghubungiku".

nadia memberikan alasan agar hans tidak marah.

"wah pintar bersilat lidah ya wanita itu, hans cepetan kamu pulang sekarang".

raka menarik tangan hans untuk pergi

"tunggu hans, kita belum selesai makan malamnya". nadia berusaha menahan hans agar tidak pergi.

"awas kamu wanita bunglon". Raka menepis tangan nadia.

"hans...". nadia meneriaki hans yang pergi meninggalkan ruangan itu.

nadia merasa sangat kesal dan melampiaskan dengan membuang semua makanan yang berada di atas meja.

"sial, dasar tasya wanita murahan, sudah membuat rencana ku berantakan".

amarah nadia tidak bisa tertahankan lagi, dia terus-terusan berteriak.

raka mempercepat laju mobilnya agar hans cepat sampai di apartemennya. sesekali hans melihat jam di tangannya.

"apa tidak bisa cepat lagi". hans menginginkan Raka lebih cepat lagi mengendarai mobilnya.

"apa kamu ingin kita mati cepat, bahkan aku belum menikah... ".

Raka terus berbicara tanpa dihiraukan oleh hans.

***

apartemen...

bik ijah yang masih Setia menemani tasya di kamarnya.  bik ijah selalu memeriksa handphonenya menunggu jawaban dari hans.

bik ijah mengelus-elus kepala tasya agar dia merasa nyaman, tanpa di sadari tasya tertidur karena kelelahan.

hans yang masuk dengan buru-buru dan memanggil tasya.

"tasya.. tasya.. tasya.. ".

hans membuka pintu kamar dan melihat bik ijah duduk di samping tasya yang tertidur.

hans mendekati tasya dan memegang tangannya.

"ada apa dengan tasya bik? ".

"bibik juga tidak tahu tuan, tadi non tasya merasa ketakutan saat di rumah sakit. dia bilang ada yang mengikutinya".

"kenapa tidak cepat memberitahuku bik".

"maaf tuan, sudah berkali-kali bibik hubungi tuan tapi tidak tuan jawab, bahkan bibik sudah hubungi sekretaris tuan dan dia bilang akan menyampaikannya pada tuan".

"sekretaris?. kenapa dia tidak memberitahuku".

"ada apa sebenarnya dengan tasya, kenapa dia merasa ketakutan bahkan dalam tidurnya pun masih tetap ketakutan".

hans, terus berada di samping tasya,dia membelai tasya dengan penuh kasih sayang, hans merasa bersalah karena terlambat dan tidak ada saat dia butuh.

hans segera menghubungi raka untuk menyelidiki apa yang terjadi pada tasya saat di rumah sakit.

"hallo raka, periksa semua rekaman CCTV yang ada di rumah sakit".

"aduh Hans aku baru saja ingin istirahat, kenapa harus kerja lagi".raka mengeluh karena hans mengganggu waktu istirahatnya.

"oke, bonus kamu di potong".

raka cepat-cepat bangun dari tidurnya mendengar ancaman dari hans.

"oke oke, aku akan segera lakukan".

"huhh dasar pria kutub Utara, bisanya mengancam teman sendiri". kebiasaan raka yang selalu mengomel setiap kali dia merasa kesal.

****

pagi hari saat tasya terbangun, tasya melihat hans tertidur di sampingnya, tasya langsung memeluk hans dan menaruh wajahnya di dada hans.

hans terbangun dan melihat tasya sudah di pelukannya.

"hmm kamu sudah bangun sayang".

"jangan lepaskan pelukannya".

"tidak akan sayang". hans memeluk erat tasya.

"kamu kenapa sayang?  cerita sama aku". hans berupaya mengajak tasya ngobrol agar ia mau menceritakan semuanya.

"aku takut hans, ada orang yang mengikuti ku di rumah sakit. aku trauma". terlihat sedikit berkaca-kaca mata tasya.

hans menatap mata tasya begitu lembut dan memegang tangan tasya dengan erat.

"apa yang membuatmu begitu trauma sayang".

tasya mulai menceritakannya kepada Hans masa lalunya yang begitu menakutkan bagi nya.

Flashback....

pada 5 tahun lalu saat tasya masih berada di kelas menengah atas, tasya mendapatkan surat dari kakak kelasnya yang bernama Rangga.  tasya sangat menyukai rangga dan selalu memperhatikannya setiap kali rangga bermain basket di sekolah.

"hai tasya, mau kah kamu kencan denganku nanti sepulang sekolah. jika mau aku akan menunggumu di taman belakang sekolah".

"kak rangga mengirimkan ku surat. apa aku harus menemuinya". tasya bingung harus menyutui atau tidak permintaan rangga itu.

rangga terlihat menunggu tasya di taman, tasya yang saat itu ragu akhirnya menemui rangga.

mereka berjalan bersama menuju caffe yang telah rangga pesan, saat menuju caffe rangga melihat kedai es cream dan membelikan untuk tasya.

saat rangga membeli es cream, tasya menunggu di pinggir jalan, tasya merasa ada yang mengikutinya, saat dia melihat ke belakang ada seorang pria dengan memakai pakaian serba hitam dan memakai masker. pria itu langsung menyekap tasya dan membawanya pergi.

tasya berusaha untuk melawan pria itu

"hmmp hmmp hmmp ". tasya berusaha teriak tapi tidak bisa karena mulutnya di tutup.

saat rangga kembali, tasya sudah tidak ada dan hanya tas tasya yang jatuh di jalan.

"tasya tasya tasya". rangga memanggil tasya dan berteriak.

tasya di bawa ke sebuah gudang yang jauh dari keramaian. kaki dan tangan tasya dalam kondisi terikat. pria itu tampak menyeramkan terlihat dari tatapannya.

"lepasin aku, aku mohon". tasya menangis histeris.

"wahhh ternyata kamu cukup cantik juga, tidak salah aku memilih kamu". pria itu mendekati tasya dan menyentuhnya wajah tasya.

tasya berusaha menghindar

"jangan sentuh aku, lepasin aku sekarang. tolong... ".

"berteriaklah sepuas kamu karena tidak akan ada yang mendengarkan mu". pria itu tersenyum penuh nafsu.

tangan pria itu mulai meraba bagian tubuh tasya dan membuka kancing baju tasya.

"wahh makanan malam".

"tolong aku,  siapapun tolong aku".

plakkk...

pria itu menampar tasya yang berteriak minta tolong.

"diam kamu, jika tidak aku akan memperlakukan mu dengan kasar".

tasya hanya bisa menangis dan berharap ada seseorang yang mau menolongnya.

ada seorang warga yang melintas mendengar teriakan tasya langsung bergegas mencari pertolongan warga lain untuk menyelamatkan tasya.

beruntung tasya dapat di selamatkan tepat waktu dan pelakunya telah di tangkap oleh polisi,pelaku merupakan penjahat yang selalu menculik targetnya dan memperkosanya.

saat kejadian itu tasya mengalami trauma berat dan mendapatkan perawatan therapy kejiwaan, dan butuh waktu lama untuk sembuh dari rasa trauma.

mendengar cerita tasya, hans merasa sedih dan bersalah karena tidak dapat menjaganya saat dia dalam kesulitan.

"aku akan selalu menjaga kamu sayang dan tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kamu".

tasya merasa aman dan nyaman dalam pelukkan hans yang hangat.

"jangan tinggalkan aku sendirian hans".

"iya sayang, aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki siapa pelakunya dan aku akan menghukumnya".

ddrrt. drttt..

"halo ada apa raka".

" aku sudah mendapatkan rekaman CCTV dimana seseorang benar telah mengikuti tasya saat di rumah sakit".

"Bagus, lanjutkan penyelidikannya dan serahkan ke polisi bukti rekamannya".

"baiklah".

hans bernafas lega karena sebentar lagi akan mengetahui siapa pelakunya.

****

nadia tampak gelisah di dalam kamarnya, dia berusaha menenangkan kan dirinya tapi amarahnya terus memuncak.

"sial, kenapa semua rencanaku berantakan. dasar manusia bodoh untuk menculik wanita seperti tasya saja tidak bisa". nadia terlihat sangat kesal.

Hp nadia terus berdering tapi dia tidak menjawabnya, panggilan dari nomor yang tidak di kenal. karena terus berdering nadia mengangkat telfon itu dan terdengar suara pria.

"aku meminta bayaran yang belum kamu lunasi. aku sudah mengerjakan apa yang kamu suruh".

"aku tidak akan membayarmu, karena tidak ada yang beres satupun. bahkan wanita itu masih hidup sekarang".

"kamu hanya menyuruhku untuk menakutinya bukan untuk membunuhnya".

"terserah, aku tidak peduli dan aku tidak akan membayarmu". nadia mematikan telfon dan membantingnya.

entah apa yang ada di fikiran nadia sampai dia bertekad ingin membunuh tasya hanya demi mengejar hans kembali.

"jika tidak ada yang bisa melakukannya, aku yang akan melakukannya sendiri". nadia melempar semua benda yang ada di kamarnya.

1
Lennyanwar
ceritanya kadang agak tak nyambung dikit....harus dipoles lebih halus lagi....supaya sambungan ceritanya tidak terasa mendadak berubah gitu....kadang kita bisa komentar....lho kok....maaf
retno sulistiyowati
Hans terlalu lunak sama Nadia, sehingga Nadia makin ngelunjak, terus terang aku geregetan dengan sikap Hans ke Nadia
Denni Siahaan
istrinya gak bisa di bilangin suaminya agak Bolot puas kamu ya thor bikin orang naik darah
Denni Siahaan
suaminya oon istrinya dorong emm bersatudeh
Denni Siahaan
Hans gak pantes jadi suami terlampau pasra
Anggra
bagus cerita ny kak..aq suka ga bosenin n ga lama" ceritany yg penting happy ending 🥰🥰🥰🥰makasih ya 🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤️❤️❤️❤️❤️❤️
TongTji Tea
Thoor.ini yang ngotot jadiin Tasya istri kan si Hans.
ko kebalik yang yang berusaha di peenikahan malah Tasya .Aneh banget kalo g kenal sebelumnya langsung mau diajak merit .Aku mah jd Tasya kabuur .
Marulak Siagian
nadya thor 😊😊😊😊😊
Marulak Siagian
nadia thor bukan tasya
Marulak Siagian
nadia thor bukan tasya 😊😊😊😊😊
Fiana Seran
autor bekin patah smngt the bacax.. yg pelaku mna korban mna.. ko jdi kblik she.. boleh nga autor crtax di bekin kegigit sdkt jalurx biar kita smngat bacax
💜bucinnya taehyung💜
buat apa lu ngadu bik klo si hans kaga boleh ngelabrak si nadia... klo cm buat ngobroli.n ke tasya mah apa guna nya ?
💜bucinnya taehyung💜
kurang greget tasya nya kelembekan jadi pwrempuan....
💜bucinnya taehyung💜
mana hasil penyelidikan raka? gbada lapirannya apa g ada tindak lanjut nya lama amat sampe tasya plng dr rs g ada aksi apa²
Fransiska Siba
entahlah disini aku lihat Tasya orgnya egois hanya memikirkan perasaan org lain tidak memikirkan bayi dalam kandungannya.
kemarin nekad naik bus tanpa sadar dia sudha menyakiti anaknya dalam bus, hanya memikirkan perasaannya dan org lain tidak memikirkan bayinya.
masalah datg juga karna kamu Tasya, terlalu naif dan bodoh
Fransiska Siba
bukan kamu yg salah Hans tp Tasya.
dari awal aja sok tegas dan marah, ya itu wajar krn dia tiba2 diajak menikah.
eh setelah menikah kok kelamaan naif dan bodohnya semakin meningkat, mau mau aja di tindak suami dan org lain apalagi mantan nya suaminya.
kemarin katanya mandiri dan tegar ehh krn Hans tidak peduli sama dia malah menyiksa dirinya sendiri, kan sdh diblg kan sama Hans kalau tidak membuka hatinya tp malah Tasya menyiksa dirinya sendiri. katanya mandiri ya urus saja dirimu jadi yg terbaik biar hubungan mu dan Hans mengalir saja yg penting kamu bisa urus diri sendiri dan bisa dibanggakan bukan mengemis perhatian dan cinta.
kok Tasya bego banget dari awal yaa.
Mo chi
istrinya bodoh laki nya bego ....CEO tapi o.on...katanya cinta jaga istri GK becus
re
mulai membaca
Amalina Nurhayati
bukannya tasya yang dipaksa nikah sam Hans,harusnya tasya itu cuek aja gak usah pikirin sikap hans gak usah peduliin ngapain capek di hati doang
Jhonsky Ipul M
Jd males baca, jd cewek kok gampangan, kaya ga punya kemampuan sndr, baru kali ini baca novel ga jelas sm karakter utama nya, hadeh... Bye aja deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!