NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Pecahnya Giok Jiwa dan Penjara Darah Kuno

​Di saat Lin Chen kembali ke kamarnya dengan tenang seolah baru saja membuang sampah, suasana yang jauh berbeda terjadi di kediaman mewah milik Klan Ye di area Puncak Utama.

​Di dalam ruang kultivasi pribadinya, Ye Feng sedang duduk bersila di atas ranjang batu giok es. Di sekelilingnya, aliran listrik tipis berwarna ungu berderak-derak di udara—itu adalah kekuatan dari Akar Roh Guntur milik Lin Chen yang kini bersarang di Dantiannya.

​Meski kultivasinya terus meningkat, malam ini hati Ye Feng sangat gelisah. Entah mengapa, bayangan tatapan datar Lin Chen di Kamar Es Kristal tadi terus menghantuinya. Tatapan itu terasa seperti jurang tanpa dasar.

​"Tuan Muda tidak perlu khawatir," ucap salah satu tetua klan Ye yang mendampinginya. "Bayangan Hantu adalah pembunuh elit di tahap Puncak Pembangunan Fondasi. Jangankan si cacat Lin Chen, bahkan tetua sekte luar pun akan kesulitan mendeteksi serangannya. Sebentar lagi dia pasti kembali membawa kepala bocah itu."

​Ye Feng menarik napas perlahan dan mengangguk. "Kau benar. Mungkin aku hanya terlalu lelah. Akar Roh Guntur ini terlalu buas, terkadang membuat emosiku tidak stabil."

​Namun, tepat setelah kalimat itu diucapkan...

​KRAAAK!

​Suara pecahan kaca yang tajam terdengar dari atas meja altar di sudut ruangan. Keduanya serempak menoleh.

​Di atas altar tersebut, terdapat deretan Giok Jiwa—batu kristal yang terhubung dengan nyawa para prajurit elit klan Ye. Dan saat ini, Giok Jiwa milik Bayangan Hantu telah hancur berkeping-keping menjadi debu!

​Wajah Tetua klan Ye langsung pucat pasi. "M-Mati? Bayangan Hantu... terbunuh?!"

​Ye Feng terlonjak dari ranjang batu gioknya. Matanya membelalak tak percaya. "Bagaimana mungkin?! Dia baru pergi kurang dari satu jam! Apakah Su Yue menyembunyikan master Inti Emas di paviliunnya untuk melindungi Lin Chen?!"

​"Tuan Muda, ini buruk. Jika sekte tahu kita mengirim pembunuh ke Puncak Alkimia, posisi kita bisa terancam," kata Tetua itu dengan gemetar.

​Ye Feng mengertakkan gigi hingga berdarah. Matanya memancarkan niat membunuh yang gila sekaligus ketakutan yang tak beralasan.

​"Tidak. Tidak mungkin si cacat itu yang membunuhnya. Pasti ada ahli ahli tersembunyi yang melindunginya. Biarkan saja untuk saat ini. Bersihkan semua jejak Bayangan Hantu. Kita tidak boleh bertindak gegabah sebelum Ujian Ranah Rahasia bulan depan!" putus Ye Feng dengan tangan mengepal.

​Tunggu saja, Lin Chen. Begitu kita masuk ke Ranah Rahasia, aku sendiri yang akan menghancurkan tulang-tulangmu! batin Ye Feng penuh kebencian.

​Keesokan paginya, di Paviliun Daun Hijau.

​Lin Chen duduk dengan tenang di halaman belakang, menyerap sisa-sisa embun fajar. Tidak ada satupun yang tahu bahwa semalam seorang pembunuh bayaran telah lenyap tak berbekas di tempat ini.

​Proyeksi Guru Lin Tian melayang di depannya.

​"Kondensasi Inti Bintang membutuhkan tekanan ruang yang ekstrem dan energi kacau dalam jumlah besar," jelas Lin Tian. "Energi Yin dan Yang di sekte ini terlalu damai dan sudah dijinakkan oleh formasi perlindungan. Kau tidak akan bisa membentuk Inti Bintang jika hanya berdiam diri di sini."

​"Lalu di mana saya bisa menemukan energi kacau seperti itu, Guru? Apakah saya harus turun gunung dan masuk ke Hutan Binatang Roh?" tanya Lin Chen.

​Sebelum Lin Tian menjawab, suara langkah kaki Su Yue yang tergesa-gesa terdengar mendekat.

​"Lin Chen! Siapkan peralatan tempur dan persediaan pil penyembuh!" seru Su Yue dengan wajah bersemangat sekaligus tegang. Ia melemparkan sebuah pedang besi hitam berkualitas tinggi ke arah Lin Chen.

​Lin Chen menangkap pedang itu dengan mudah. "Ada apa, Tetua Kehormatan Su? Apakah kita akan bepergian?"

​"Sekte baru saja membunyikan Lonceng Emas. Ranah Rahasia Penjara Darah Kuno akan terbuka tiga hari lagi!" mata Su Yue berbinar-binar.

​"Ranah Rahasia?" Lin Chen pura-pura bingung, padahal ingatan dari masa lalunya sebagai jenius klan Ye sangat mengenali nama itu.

​"Itu adalah dimensi sisa dari medan perang kuno yang menempel di wilayah Sekte Pedang Awan," Su Yue menjelaskan dengan cepat. "Ranah itu hanya terbuka sepuluh tahun sekali. Di dalamnya penuh dengan kabut darah beracun, ruang yang tidak stabil, dan Binatang Roh purba."

​Lin Chen mengangkat alisnya. "Terdengar sangat berbahaya. Lalu kenapa kita harus ke sana?"

​"Karena di tempat seberbahaya itu, tumbuh Rumput Jiwa Darah!" jawab Su Yue. "Itu adalah bahan utama untuk meracik Pil Penembus Batas tingkat tiga. Sebagai Tetua Kehormatan yang baru, aku diizinkan membawa satu pelindung pribadi untuk masuk. Kau harus ikut denganku!"

​Di dalam kepala Lin Chen, Guru Lin Tian tertawa terbahak-bahak hingga suaranya mengguncang lautan kesadaran Lin Chen.

​"Hahaha! Dimensi sisa medan perang kuno? Kabut darah beracun dan ruang yang tidak stabil? Ini dia, Muridku! Ini adalah tungku alami yang paling sempurna untuk memadatkan Inti Bintangmu!"

​Lin Tian tersenyum buas. "Biarkan para kultivator fana itu takut pada kabut darah beracun. Bagi cangkang kosmis-mu, kabut itu adalah nutrisi paling lezat. Di dalam sana, kita akan memulai tahap Kondensasi!"

​Lin Chen menundukkan pandangannya untuk menyembunyikan kilatan liar di matanya.

​"Jika itu perintahmu, aku pasti akan ikut dan melindungimu, Kakak Senior," jawab Lin Chen dengan nada datar namun pasti.

​"Bagus!" Su Yue menghela napas lega. Sejak kejadian di Kamar Es Kristal, ia merasa berada di dekat Lin Chen adalah hal paling aman di dunia ini. "Tapi ingat, Lin Chen. Semua jenius sekte akan masuk, termasuk Ye Feng. Kudengar dia sudah menembus tahap Inti Emas awal. Di dalam sana hukum sekte tidak berlaku. Pembunuhan dan perampasan harta adalah hal biasa. Kita harus sangat berhati-hati."

​"Inti Emas awal, ya..." gumam Lin Chen pelan, seolah sedang menilai berat seekor ayam potong di pasar. "Jangan khawatir. Selama aku bersamamu, tidak ada sehelai rambutmu pun yang akan terluka."

​Tiga hari berlalu dengan cepat.

​Di alun-alun utama Puncak Pedang Awan, ratusan murid elit telah berkumpul. Hawa pembunuhan dan kompetisi terasa sangat kental di udara.

​Di langit, sebuah retakan dimensi raksasa berwarna merah darah perlahan-lahan terkoyak, memancarkan aura purba yang membuat napas para murid sesak. Itulah gerbang menuju Ranah Rahasia Penjara Darah Kuno.

​Dari kejauhan, tatapan mata Ye Feng yang tajam dan dipenuhi niat membunuh terkunci langsung pada sosok Lin Chen yang berdiri diam di belakang Su Yue. Ye Feng mengusap lehernya sendiri, memberikan isyarat menggorok leher ke arah Lin Chen.

​Melihat ancaman anak-anak itu, Lin Chen hanya tersenyum tipis. Ia melangkah santai memasuki pusaran portal berdarah itu, siap menyambut medan perburuan yang sebenarnya.

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!