NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 Kamu indigo?

Mika mendelik sekaligus histeris. "Kya!! dia pegang tangan kamu, Lylac!"

Hantu cantik itu langsung melayang mundur satu langkah, menatap pergelangan tangan Lylac yang dicengkeram Evan dengan ekspresi iri setengah mati. "Ihhh! Kok malah tangan kamu yang dipegang sih, Ly?! Harusnya kan aku! Curang banget!"

"Maaf," ucap Lylac yang langsung sadar.

"Kamu sedang apa barusan?" tanya Evan tanpa melepaskan tangan Lylac.

"Tidak." Lylac menggeleng.

"Kamu seperti sedang mengusir sesuatu di depanku."

"Nyamuk?" jawab Lylac asal.

Evan diam memperhatikan Lylac yang panik tapi berusaha tenang. "Kamu benar-benar indigo ya?" Akhirnya Evan menurunkan tangan Lylac.

Lylac tidak menjawab. Indigo apaan? Aku hanya bisa melihat hantu centil Mika saja. Lylac menatap tajam ke arah Mika yang menutup mulutnya disamping Evan. Masih sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

"Tuh kan, beneran dipegang cowok ganteng! Kamu mah gak ada bersyukur-bersyukurnya ya, Ly," gerutu Mika pelan sambil bersedekap dada, membuang muka sok ngambek.

"Apa yang dikatakan anak-anak itu benar?" tanya Evan lagi.

"Benar atau tidak tidak penting buatmu." Lylac kembali pasang sikap defensifnya.

Evan mengerjap. Lalu tersenyum. "Benar. Entah itu apa memang enggak penting buatku. Aku hanya penasaran. Bukan mau mengolok-olok kamu." Rupanya Evan paham sikap defensif cewek ini.

Lylac menarik matanya dari menunduk ke bawah kini ke Evan yang ada disampingnya. Lalu mengabaikan dan mencari buku yang diminta Riri.

Evan ikut mencari buku. "Indigo itu agak unik tapi keren," ucap Evan masih membicarakan hal itu.

Cowok ini sepertinya mulai menangkap sikap aneh Lylac memang karena hantu. Buktinya dia bahas indigo. Bedanya jika itu Evan yang bicara seakan biasa saja. Bukan hal negatif seperti yang anak-anak lainnya katakan.

"Ih, dengerin tuh, Ly! Katanya keren!" Mika yang tadinya ngambek langsung melesat mendekat lagi, mengintip dari balik pundak Evan dengan mata berbinar. "Tahu gitu dari dulu aku gentayangan di depan dia aja, siapa tahu dia bisa ngerasain keberadaan aku yang imut ini."

"Apa yang keren dari lihat hantu?" gumam Lylac tanpa sadar. Itu karena dia kesal.

Mika bersedekap sambil melirik tajam.

"Pftt." Evan tergelak.

Lylac menoleh cepat. Seakan tanya kenapa tertawa.

Evan mengangkat tangan menenangkan Lylac untuk tidak marah.

"Kamu lucu," ujar Evan.

Cowok ini ada pawangnya. Ada pengasuhnya. Jangan berlama-lama dengannya. Lylac tidak menanggapi kata-kata Evan. Membayangkan wajah Angel yang melabraknya tadi saja sudah membuat kepalanya penat, dia sama sekali tidak berniat menjadi sasaran amukan singa betina itu lagi hanya karena kedekatan yang tidak penting ini. Dia harus fokus pada tugas.

Setelah beberapa menit, Evan dapat buku lebih dulu.

"Belum?" tanya Evan yang lihat Lylac belum menemukan buku yang dicari. "Aku bantu cari?"

"Tidak," potong Lylac cepat.

Evan paham. Ia mengangguk. Namun ia tidak segera menyingkir dari sana. Sambil bersandar pada rak buku, Evan menunggu Lylac mendapatkan bukunya.

Cepatlah buku! Aku harus kembali ke tempat Riri. Harapan Lylac terkabul. Buku yang ia cari ketemu.

"Sudah dapat?" tanya Evan yang sejak tadi memperhatikan cewek ini.

Lylac hanya mengangguk singkat. Ia langsung membalikkan badan. Evan dengan santai mengekor di belakang Lylac untuk kembali ke tempat Nuno dan Riri.

***

Lylac meletakkan buku tebal di depan Riri dengan ketukan santai. Lalu segera menarik kursinya untuk duduk kembali. Evan menyusul tepat di belakangnya dan meletakkan buku temuannya di atas meja.

Nuno mendongak dari catatannya. Matanya sempat memperhatikan Lylac yang langsung bersikap biasa saja, lalu beralih menatap Evan yang kembali memasang ekspresi cool andalannya.

Cowok ini menangkap ada atmosfer yang sedikit berbeda tapi dia memilih untuk tidak bertanya apa-apa demi menjaga kenyamanan bersama.

"Kamu sudah dapat bukunya?" tanya Nuno seraya meraih buku yang barusan dibawa Evan.

"Ya," ujar Evan. Dia hanya mengangguk kecil sebagai respons, lalu menarik kursinya untuk duduk tepat di seberang Lylac tanpa banyak suara.

Riri yang tidak menyadari situasi itu langsung menyambar buku dari Lylac dengan mata berbinar. "Wah, pas banget! Ini bab perilaku ekonomi yang aku cari. Makasih ya, Ly."

"Sama-sama," jawab Lylac. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan riak kegugupan atau salah tingkah. Ia membuka bindernya dengan gerakan santai. Kembali membaca catatannya dengan ekspresi datar yang biasa. Seolah insiden di rak buku tadi sama sekali tidak memengaruhi pikirannya.

Di ujung meja panjang yang kini kembali padat, Mika melayang turun dengan bibir mengerucut sebal. Ia sengaja menopang dagu tepat di samping binder Lylac, melirik Evan lalu berganti memelototi Lylac.

"Awas aja ya, Ly!" gerutu Mika, mengetuk-ngetukkan jarinya yang transparan ke atas meja. "Lain kali kalau dia mau pegang tangan lagi, kamu harus menghindar! Biar tanganku yang kena! Gak adil banget tahu gak!"

Lylac terus membalik halaman kertasnya tanpa jeda. Ia mengabaikan gerutuan Mika total dengan sikap tidak peduli yang biasa dia lakukan. Membiarkan hantu itu mengoceh sendiri sampai bosan.

​"Ri, kelompokmu kan pakai metode wawancara nanti," kata Nuno kembali membuka obrolan, membalik halaman buku sosiologinya sendiri. "Kalau kelompokku sama Evan rencananya mau pakai penyebaran kuesioner tertutup aja biar lebih cepat. Menurutmu gimana?"

​Riri melirik buku tebal bersampul biru yang dipegang Evan, lalu mengangguk-angguk paham. "Oh, itu bagus, Nu."

​"Oke, syukurlah. Berarti bab awal kelompok kami aman," sahut Nuno dengan senyuman ramah. Ia beralih menatap lembar kerjanya sendiri, lalu melirik Evan. "Evan, bagian pendahuluan kelompok kita biar aku yang ketik nanti malam. Kamu fokus cari landasan hukumnya aja di buku itu."

​Evan hanya bergumam pendek memberi persetujuan tanpa mengalihkan pandangan dari lembaran bukunya. Karakter cool-nya kembali mendominasi seolah ketegangan di rak buku tadi menguap begitu saja.

​Mika yang melihat Lylac benar-benar mengabaikan keberadaannya langsung mendengus kesal. Tubuh transparannya melayang naik ke atas kepala Lylac, lalu sengaja menjatuhkan diri secara telungkup di udara tepat di hadapan wajah cewek itu.

​"Lylaaac! Kamu beneran kacangin aku?!" rengek Mika, mengayun-ayunkan kakinya yang tidak menapak bumi. "Lihat dong, Evan dari tadi curi pandang ke kamu lagi tahu! Masa kamu gak ngerasa ada percikan-percikan asmara sih? Ih, gemes banget aku tuh!"

"Evan? Ternyata kamu di sini?" tanya sebuah suara yang familier. Itu Angel.

Riri menegang, sementara Nuno menghentikan ketukan pulpennya.

Lylac menghela napas pendek. Ia tidak peduli dengan suara itu. Toh bukan dia yang ingin duduk gabung. Itu keinginan cowok ini sendiri. Kepala Lylac tidak mendongak. Ia mengabaikan kedatangan Angel karena merasa tidak punya urusan.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!