NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Dinner berdua

...Chapter 26...

...----------------...

Nadia tersenyum, Menatap Axion yang kembali bersekolah bersamanya. Keduanya berjalan di koridor sekolah. Semua mata memandang mereka sebagai pusat perhatian. Nadia merasa sangat senang.

"Wah...pasangan yang sangat serasi, Aku kagum!"Rafli menatap Nadia yang datang bersama Axion.

Pemuda penjilat itu selalu saja hadir ketika Nadia dan Axion berdekatan. Ia ingin memanfaatkan kedekatan Axion dan Nadia untuk menaikan popularitasnya. Beberapa gadis tersenyum sambil berbisik, Nadia sangat suka situasi seperti ini, Ia merasa layaknya seorang pemeran utama.

"Hey....Lihatlah! Robert datang bersama nona Clarissa, Nona muda ahli waris keluarga bellen!" Teriak seseorang, Para siswa itu berlarian menuju arah suara.

Para siswa-siswi itu berkumpul mengelilingi gerbang sekolah, Terlihat sebuah mobil Mercedes berwarna hitam itu terparkir apik di halaman sekolah.

Robert menatap semua orang yang menunggunya untuk turun, Clarissa benar-benar populer, Bahkan Kedatangan gadis itu saja membuat beberapa orang penasaran.

Nadia menatap kesal mobil mewah itu, Sedangkan Axion hanya memasang wajah seperti biasa, Datar dan dingin.

Clarissa turun layaknya seorang Aktor, Ia merasa familiar melihat situasi itu, Seperti kehidupan lamanya. Tak lama, Robert turun. Pemuda itu tersenyum manis seperti biasa.

"Wah nona Clarissa !"

"Dia benar-benar cantik."

"Robert beruntung sekali."

"Tapi bukankah dia tunangan tuan muda Axion?"

"Tapi mereka seperti orang asing."

Axion berjalan mendekat ke arah Clarissa dan Robert, Pemuda itu menatap tajam Clarissa. Nadia ikut mendekat.

"Nona muda yang sangat misterius ini datang ke sekolah kami, Kenapa? Apakah merasa penasaran dengan sekolah kami?" Sindir Axion dengan tatapan elangnya.

"Ku pikir siapa, Ternyata tuan muda Alexion. Ku rasa kita tidak terlalu dekat untuk berbicara tidak formal seperti tadi."Ucap Clarissa dengan sombong.

Nadia menatap Axion, Ia sangat senang melihat Axion yang memusuhi Clarissa. Begitu Robert yang menatap Clarissa dengan binar kebanggaan.

"Kau tunanganku bukan?" Tanya Axion dengan dingin.

"Hanya sementara, Akan aku ganti sebentar lagi." Ucap Clarissa dengan tajam.

"Baguslah, Aku juga ingin segera menggantimu dengan seseorang." Ucap Axion membalas sambil menggenggam tangan Nadia.

"Wah wah wah, Sepertinya aku mengenal siapa penggantiku."Ucap Clarissa menatap Nadia yang kini memasang wajah sombongnya.

"Hallo nona Clarissa."Sapanya mengaitkan tangannya pada lengan Axion. Menatap Clarissa dengan wajah kemenangan.

"Clarissa, Terima kasih sudah mengantarku."Robert menyatukan tangannya dengan Clarissa, Ia menatap Nadia dan Axion dengan wajah meremehkan.

"Aku juga senang mengantarmu, Kau begitu manis, Berbeda dengan seseorang yang bersikap selalu dingin."Ucap Clarissa melirik Axion sinis.

"Kak Axion, Ayo kita masuk...Aku takut bell akan bunyi."Ucap Nadia dengan manja, Ia menyandarkan kepalanya pada axion, Menatap Clarissa dengan tatapan tak mau kalahnya.

"Kau buru-buru sekali, Kau lupa kalau kau belum minta maaf pada Clarissa."Ucap Robert kesal. Nadia menatap Robert tak suka, Lagi-lagi ia di minta untuk tunduk pada gadis kaya itu.

"Aku tidak salah."Ucapnya kesal, Clarissa terkekeh dalam diam. Rasanya lumayan menghibur.

"Clarissa terluka karna mu, Apakah ini sifat lembut dan sopan yang kau junjung tinggi itu!" Bentak Robert, Semakin berdebat, Ia semakin yakin bahwa Nadia memang benar-benar gadis yang menyebalkan.

"Kau tidak tahu apapun, Dia lah yang duluan mengatai-ku sehingga aku mendorongnya!" Bentak Nadia membalas Robert.

Melihat pertengkaran kedua orang itu, Para siswa-siswi itu berbisik.

"Robert kasar pada Nadia!"

"Dia cemburu?"

"Ku pikir dulu Nadia sangat lembut."

"Ternyata berita bahwa dia mendorong nona Clarissa itu benar?"

"Benar, Bahkan katanya nona Clarissa mengeluarkan darah sangat banyak."

"Benar-benar jahat!"

"DIAM SEMUA!" Teriak Nadia, Habis sudah citranya.

"Kalian semua tidak tahu apa-apa, Pergi sekarang!" Teriak gadis itu, beberapa siswi yang bergosip itu langsung diam.

Clarissa tersenyum tipis, Ia beralih menatap Robert.

"Robert, masuklah...Aku akan berangkat sekarang."Ucap Clarissa, Robert tersenyum dan mengangguk.

"Dadah, Clarissa!" Robert menatap mobil hitam itu hingga hilang dari pandangan. Selepas kepergian Clarissa, Robert kembali ingin masuk ke sekolah, Tetapi Nadia menatapnya dengan tajam.

Robert melewati gadis itu begitu saja, Ia masih mengingat jelas bagaimana rasanya tamparan gadis itu.

"Apakah tidak ada hal yang ingin kau katakan padaku?!" Tanya Nadia pada Robert. Robert menghentikan langkahnya tanpa menoleh.

"Untuk apa, Kau kan tidak percaya padaku."Ucapnya kembali melangkah, Gadis itu mengepalkan tangannya.

Padahal Robert sudah melakukan hal menjijikan seperti kemarin hanya untuk membuatnya kembali, Tetapi mengapa sekarang Robert justru bersikap dingin padanya.

"Ini pasti karna Clarissa, Dia membuat Robert menjauhiku!" Kesal gadis itu, Ia tak menyadari bahwa Axion masih berdiri tepat di belakangnya.

"Nadia, Lihat ini."Ucap Axion, Menunjukan sebuah sebuah undangan pesta.

Undangan yang tersebar hanya untuk orang-orang berstatus tinggi, Pesta yang diadakan keluarga kenny atas kemajuan perusahaannya mendapatkan sebuah proyek baru.

"Kak Axion mendapatkan undangan ini, Keren sekali."Ucap gadis itu tersenyum.

"Kau ikutlah denganku, Jadi partnerku." Ucap Axion, Nadia pun mengangguk pasti.

Jika ia berhasil hadir dalam pesta itu, Pasti popularitasnya akan meningkat, Ia juga akan membuat semua orang berpikir bahwa ia adalah gadis dari keluarga terpandang.

"Aku pasti tidak akan mengecewakan kakak!"Ucap Nadia tersenyum senang,

"Baiklah, Ayo masuk ke kelas."Ucap Axion, Pemuda itu diam-diam tersenyum miring.

...--------------------------------...

Malam kembali tiba, Tetapi Clarissa tak memakai piyama tidurnya. Gadis itu pergi menggunakan sebuah dress berwarna hitam dengan balutan hiasan pita putih, Terlihat elegant dan mematikan.

"Nona, Robert sudah tidur."Ucap Sera, Clarissa memang menyuruh Sera untuk mengantar susu hangat pada Robert setiap hari mulai hari ini, Bukan karna ia peduli, Tetapi ia sengaja memasukan obat tidur di dalam susu itu. Agar Robert tak mengganggunya lagi untuk melancarkan rencananya saat malam hari.

"Baiklah, Aku pergi."Ucap Clarissa, Gadis itu berjalan dengan elegant menuju mobilnya. Sebuah mobil Mercedes hitam yang selalu siap mengantar jemput dirinya.

"Ayo pak, Kita pergi."Ucap Clarissa tersenyum, Gadis itu masuk setelah pintu di bukakan. Pak Akbar tersenyum dan mengikuti keinginan gadis kaya itu.

Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, Dan berhenti tepat di sebuah restoran bintang 5 , Clarissa turun dan langsung berjalan masuk.

"Nona Clarissa Veronica bellen, Tuan muda Alexion sudah menunggu di dalam."Ucap seorang penjaga, Ia mengantar Clarissa untuk masuk.

Gadis itu menatap setiap inci dekorasi dengan senyuman takjub, Gedung itu sepertinya sudah di booking oleh Axion hanya untuk dirinya.

"Selamat datang gadisku, Kau suka?" Pemuda itu turun dari tangga menatap Clarissa yang berada di lantai bawah.

Clarissa tidak menjawab, Gadis itu langsung memeluk Axion dengan erat. Axion menerima pelukan hangat itu, Bahkan ia sedikit mengangkat tubuh gadis itu untuk memperdalam pelukannya.

"Tadi pagi kau memarahiku."Ucap Clarissa memasang wajah cemberut, Bukannya kesal. Axion justru merasa gemas.

"Kau tau, Saat berhadapan denganmu. Dan memandangmu dengan kesal dan sinis pagi tadi, Tubuhku rasanya ingin langsung mendekap mu, Membawamu jauh dari Robert."Ucap Axion menatap Clarissa yang lebih pendek darinya.

"Aku juga, Aku ingin sekali mendorong Nadia yang memeluk dan merangkul-mu!" Kesal Clarissa, Axion tertawa geli melihatnya.

Muah!

Muah!

Axion mencium segala sisi wajah Clarissa kecuali bibir, Pemuda itu tak ingin memandang Clarissa dengan nafsu semata, Saat umur mereka sudah cukup, Dan Clarissa resmi menjadi miliknya, Barulah ia pantas mendapatkan semua bagian tubuh milik gadis itu.

"Sudah, Ayo kita dinner... Habis ini kita beli gaun untukmu, Okey?" Clarissa mengangguk, Axion mengajak Clarissa makan malam bersama, Di tengah makan malam itu juga ada permainan musik dari beberapa musisi ternama yang khusus Axion undang untuk menghibur Clarissa.

Selepas makan malam, Clarissa mengajak Axion untuk berjalan-jalan di alun-alun kota yang cukup ramai, Suasana tidak begitu menyeramkan. Angin yang berhembus bahkan terasa menyejukan.

Axion memakaikan Jasnya pada Clarissa yang memakai dress berlengan pendek, Gadis itu menerimanya. Mereka berjalan bersama menepaki trotoar kota, Beberapa bodyguard khusus milik Axion berjaga dari jauh. Tak ada mobil yang lewat, Karna jalan itu sangat jarang di lewati oleh orang lain, Kecuali mereka yang memang tinggal di wilayah itu.

"Suasana di sini, Benar-benar bagus kan."Ucap Clarissa, Ia berjalan tanpa alas kaki. Dan axion-lah yang kini membawa sepatu high heels nya.

"Kakimu bisa lecet."Axion mengangkat tubuh Clarissa dengan ringan, Ia melepaskan sepatu hitamnya dengan kakinya. Memundurkan langkahnya, Hingga kini kedua kaki gadis itu menempati kedua pasang sepatu Axion.

"Kakimu juga pasti akan lecet."Ucap Clarissa, Menatap Axion berjalan tanpa alas kaki dengan khawatir.

"Pakai ini."Ucap Clarissa melepas kembali sepatu Axion, Pemuda itu terlihat bingung.

"Pakai saja, Tapi kamu gendong aku."Ucap Clarissa merentangkan kedua tangannya, Axion tertawa nyaring. Ia kembali memakai sepatunya, Dan mengangkat gadis itu ala bridal style tetapi hanya memakai satu tangan saja, Satu tangan lagi memegang sepatu Clarissa.

"Peluk aku."Ucap Axion, Clarissa memeluk leher pemuda itu dengan erat sambil bersandar. Sesekali Axion berputar membuat Clarissa terkejut. Tetapi ia malah tertawa.

TBC

like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Author hidup: Makasih kakak cantik
total 1 replies
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!