NovelToon NovelToon
Pernikahan Sandiwara

Pernikahan Sandiwara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Me Akikaze

Tidak ada pilihan, itulah yang sedang dirasakan dan dialami oleh Ganis, gadis berambut panjang, bermata indah dengan bulu mata yang lentik itu. setahun yang lalu, dia ditolong oleh Anaya,Anaya yang datang sebagai malaikat telah membantunya membiayai pengobatan Ibunya. setelahnya, Ganis bekerja untuk Anaya sebagai sekertarisnya. Kemanapun Anaya, dipastikan Ganis berada di sisinya.Hingga Anaya memiliki kekasih, Bagi Ganis. Anaya dan kekasihnya yang bernama Saga adalah pasangan yang sempurna. Ganis turut berbahagia saat Anaya dilamar oleh Saga. Namun menjelang hari pernikahan itu tiba, Anaya memberikan pilihan pada Ganis, antara Ganis harus membayar biaya pengobatan Ibunya yang mencapai ratusan juta dalam tempo satu minggu, atau menikah dengan Saga kekasihnya?

lalu, apa yang akan dilakukan Ganis? sementara dia tidak tahu mengapa Anaya melakukannya. Bagaimana kelanjutan kisah Ganis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh Belas : Arjuna Group

Siaran berita, baik cetak maupun elektronik tengah dihiasi berita tentang Arjuna Group, bagaimana perusahaan itu akan segera mengumumkan pemimpin baru, secara resmi Tuan Candra akan turun tahta. Selama ini tidak ada skandal yang terkait dengan Arjuna Group, semua berjalan dengan baik. Media pun tidak pernah memberitakan hal buruk terkait Arjuna Group. Meskipun sudah mengetahui siapa pewaris tunggal Arjuna Group, tapi berita itu tetap saja hangat untuk dibahas.

            Saga duduk di kursi kerjanya, memainkan bolpoin warna hitam di tangannya. Sebentar lagi dia akan menjadi presiden direktur di Arjuna Group. Teringat jelas di benaknya, saat dia kecil, Tuan Candra sering sekali mengajaknya di kantor ini. Sama persis di ruangan ini, jejak ingatannya masih jelas merekam. Secepat itu waktu berjalan.

“Mengapa secepat ini pak Li?” Saga merasa dirinya belum mampu menjadi presiden direktur menggantikan Tuan Candra.

“Maaf Tuan muda, Tuan Candra menginginkan hal ini dilakukan secepatnya, apalagi Tuan muda juga sudah menikah” sekertaris Li, orang kepercayaan Tuan Candra sejak merintis perusahaan ini, umurnya hampir sama dengan Tuan Candra, perawakannya kurus tinggi, rambutnya Sebagian juga sudah memutih, sekertaris Li adalah orang yang sangat loyal dengan Arjuna Group.

“Aku merasa ini terlalu cepat, aku merasa belum mampu” Saga menghela nafasnya.

Sekertaris Li tersenyum ke arah Saga, memahami gundah yang dirasakan oleh Saga. Tapi dia percaya jika Saga akan mampu membawa Arjuna Group lebih maju lagi.

“Tiga hari lagi tuan” sekertaris Li menambahkan, kemarin Tuan Candra sengaja mengundang sekertaris Li ke rumah untuk membicarakan masalah ini.

“Pak Li…” panggil Saga

“Ya Tuan?”

“Tolong bantu mengemban tugas Papa”

“Baik Tuan”

“Ada agenda apa hari ini?” tanya Saga, belum sempat dia memeriksa catatan yang diberikan sekertaris Li.

“Ada pertemuan dengan divisi anak cabang Arjuna Group Tuan, disebutkan ada pimpinan baru, dan itu yang akan menjadi bahasan nantinya, terkait Kerjasama dengan perusahaan lain”

“Baik, atur semua”

“Baik Tuan”

Sekertaris Li keluar ruangan meninggalkan Saga di ruangannya, Saga berdiri dan meninggalkan kursinya, dia berdiri di dekat jendela kaca. Ruangan kerjanya berada di lantai 20, pandangannya menyapu pemandangan yang terlihat kecil di bawah sana.

***

            Pertemuan dengan beberapa pimpinan anak cabang berlangsung di aula kantor berbeda dengan kantor yang ditempati oleh Saga. Saga duduk di dalam mobil yang disopiri oleh sekertaris Li. Beberapa hari ke depan sebelum secara resmi menjadi presdir Arjuna Group, dia akan disibukkan dengan kunjungan-kunjungan dan juga pertemuan penting.

            Hanya butuh waktu 15 menit mereka tiba di tempat yang dimaksud, Saga keluar dari mobil warna hitam tersebut, tangannya dengan sigap melepas kaca mata hitam yang dia kenakan sejak tadi, lalu memasukkannya ke dalam saku celananya. Saat memasuki Gedung, semua karyawan memberikan hormat kepadanya. Seorang resepsionis mengantarkan Saga menuju aula pertemuan.

            Saga duduk di kursi paling ujung, para pimpinan cabang sudah berada di tempatnya masing-masing, mereka sudah beberapa menit yang lalu menunggu kedatangan Saga. Rapat segera dimulai, Saga memimpin secara langsung hingga selesai. Hampir 2 jam rapat tersebut dihelat.

            Selepas itu, semua anggota rapat satu per satu meninggalkan ruang rapat. Sekertaris Li dan Saga dipersilahkan untuk menuju ruangan lain untuk menemui pimpinan cabang perusahaan yang baru.

            Seseorang yang masih muda, seumuran dengannya tengah menunggu Saga di ruangan tersebut. Sekertaris Li menutup pintu ruangan, saat itu pula laki-laki yang sudah menunggu di ruangan tersebut berdiri dan bersalaman dengan Saga.

“Tuan Saga, senang bertemu dengan Anda” ucapnya dengan suara agak berat. Saga menyambut uluran tangan dari laki-laki tersebut. Memang masih muda, dan sepertinya bukan orang sembarangan.

“Silahkan pak Li sampaikan yang harus saya dengar” ujar Saga tanpa basa basi.

“Beliau adalah pimpinan cabang baru Arjuna Group yang saya ceritakan tadi Tuan, beliau akan memimpin kantor cabang baru kita di bidang transportasi” papar sekertaris Li, memang beberapa waktu lalu Saga mencanangkan akan membuka jaringan transportasi yang dinaungi Arjuna Group dan meminta menyiapkan pimpinan yang sekiranya mampu menghandle bidang tersebut. Menurut prospek yang sudah diprediksi dengan segala resikonya oleh tim ahli perusahaan, bahwa ini akan menjadi salah satu bisnis baru yang akan banyak memberikan keuntungan bagi perusahaan.

“Oh demikian? Bagus, saya kira perusahaan sudah melakukan seleksi ketat terhadap sosok yang saya rasa mampu” Saga memberikan penguatan, nampak wajah laki-laki itu nampak datar, sorot matanya tajam.

“Perkenalkan, saya Alex, senang bisa bekerja sama dengan Anda Tuan, semoga saya bisa memberikan yang terbaik”

“Iya, harus, kita bekerja cepat dan harus menghasilkan yang terbaik, saya percaya anda bisa kami andalkan”

“Siap Tuan” laki-laki bernama Alex itu berdiri, lalu membungkuk memberikan hormat kepada Saga yang segera meninggalkan ruangan tersebut.

            Pertemuan singkat tersebut biasa dilakukan oleh Saga, dia ingin tahu kemampuan orang yang benar-benar ingin direkrut oleh perusahaannya. Dia tidak ingin nantinya perusahaan memperkerjakan orang secara asal-asalan.

“Saya butuh rekam jejaknya sedetail mungkin Pak Li, saya tidak ingin mendapatkan resiko besar”

“Baik Tuan”

Saga mengenakan kaca mata hitamnya kembali sesaat setelah keluar dari Gedung tersebut, mereka kembali menuju kantor.

            ***

Tuan Candra duduk di kursi roda, sedangkan Nyonya Rima duduk di kursi teras samping, mereka berdua menikmati pemandangan, sebuah kolam ikan terpampang di dekat mereka. Hampir seharian mereka menghabiskan waktu bersama menonton tayangan televisi yang dipenuhi dengan berita tentang Arjuna Group.

“Apakah Saga sudah mampu menerima estafet kepimimpinan?” Nyonya Rima sedkit khawatir dengan keputusan Tuan Candra.

“Apa kamu mau tiba-tiba perusahaan diambil alih oleh orang lain? Ini aku lakukan sebelum aku meninggal”

“Papa….” Nyonya Rima mengusap lengan kanan suami nya lembut.

“Perusahaan yang aku rintis dari 0, kupersiapkan putraku sebaik mungkin, dan kinilah saatnya dia berdiri di sana. Aku sudah agak tenang melihatnya menikah, dan kini dia harus kulepas untuk mengembangkan perusahaan agar lebih besar lagi”

“Iya Pa, tapi Papa jangan selalu bilang akan meninggal, Mama takut sendirin tanpa Papa” Nyonya Rima merajuk.

“Kan ada anakmu, menantumu, dan juga cucumu” Tuan Candra terkekeh.

“Sudah ah, Papa jangan selalu bilang meninggal” pinta Nyonya Rima.

“Sebenarnya setelah ini Papa ingin mengadakan resepsi, Papa merasa perlu, setelah diberi kesempatan umur, melihat anak kita satu-satunya menikah hanya acara sederhana kemarin. Bagaimana menurut Mama?”

“Ide bagus Pa, nanti kita bicarakan dengan anak-anak. Yang penting Papa sehat dan Bahagia, kita akan Bahagia juga Pa” Nyonya Rima memeluk Tuan Candra dari belakang, betapa sedihnya saat Tuan Candra selalu mengatakan jika umurnya tak lagi akan panjang. Tidak bisa dia bayangkan bagaimana jika suaminya akan benar-benar meninggalkannya.

1
falea sezi
bkin cerai Thor dan ganis pergi jauh jahat amat si anaya
neneng Nurnaasih
suka ceritanya
neneng Nurnaasih
Cerita orang tua Biru ya thor
Me Akikaze: iya kak ☺
total 1 replies
Diana Afra
sudah 3 kali boca cerita ini... top bgt..
Me Akikaze: MasyaAllah.... author seneng banget baca komennya. makasih kakak.... ☺. mungkin bisa baca cerita author yang lainnya juga... 😁
total 1 replies
Ria Nurma
😂😂😂😂
dewi musnida
thor, kapan nich, belah durennya?
dewi musnida
lanjut thor, figthing✊👌
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya tor 👍👍👍
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
Me Akikaze: sama² kak 🥰. Amiiiin....
total 1 replies
Beauty JK
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Me Akikaze: huhuhu thanks kakak sudah membaca katua author. bisa baca karya author yg lain lagi ya kak.... 🥰
total 1 replies
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses
semangat
mksh
Me Akikaze: terima kasih kak....
bisa baca karya author yg lain kak.... 🥰
total 1 replies
Nita Ahmad
bagus
Erik Kurnianto
sukaaa
Erik Kurnianto
nk ng daerah ku thor
gae ublik sko minyak goreng
hemat dan awet
Me Akikaze: salam kenal kak... bahasane podo karo daerahku tibakne. wkwkwk
total 3 replies
Erik Kurnianto
ceritamu apik lhp thor
ono jk bikin penasarane
othor e siiip
Erik Kurnianto
oke thor
jadikan kritik untuk lebih menyemangati diri
yg aku tahu jadi penulis itu tidak mudah
semangat terus othor
semua karya bagus
Erik Kurnianto
ganis jadi korban d sini
Erik Kurnianto
bnyak dugaan2 lucu kie lho thor
ng koment
Erik Kurnianto
koyone kie y thor
aku jal arep nebak
mungkin Anaya due dendam to bpak e Saga
nk bener kasih like thor🤗
Erik Kurnianto
ijeh curiga aku thor karo Anaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!