NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dianggap

Istri Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:775.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Darmaiyah

Istri yang Tak Dianggap

Sinopsis

Azkia gadis berlesung pipi, gadis penyuka warna abu-abu itu tidak bisa menolak, saat lelaki yang dipanggilnya ayah itu menjodohkannya dengan anak sahabatnya.

Lelaki bernama Herman mendatanginya dua hari sebelum pernikahannya digelar, dia meminta kepada Azkia, agar membatalkan perjodohan ini, Azkia yang ingin berbakti pada ayahnya, dan tidak ingin membuat malu keluarganya, tentu saja menolak keinginan Herman, Herman sangat kecewa dengan penolakan itu, dia pun akhirnya menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya.

Anjeli gadis cantik, pacar Herman sekaligus sahabat Azkia, dia mendatangi Azkia, Anjeli sangat marah padanya, karena menganggapnya telah menjadi pengkhianat, di saat Anjeli menampar dan memakinya, Herman yang sudah sah menjadi suaminya, malah memaki dan menyalahkannya. Azkia hanya diam tertunduk atas tuduhan-tuduhan yang dihujatkan padanya. Anjeli bahkan mengacamnya, tidak akan membiarkannya hidup bahagia.

Bagaimana kehidupan Azkia selanjutnya
Ayo, kepoi di sini
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darmaiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azkia Sangat Kecewa

"Hati yang terluka berkali-kali, akan tetap bisa memberi maaf, hanya saja sudah tidak ada kata percaya pada orang yang melukai."

Azkia

Tiga lembar pakaian, cukuplah buat Azkia pergi jalan-jalan ke Tembilahan menemui sahabat lamanya waktu SMA, mungkin bisa mengobati luka hatinya.

Sebelum Arta bangun Azkia keluar dari rumah, dan menitip pesan pada Wati, bahwa dia akan pergi keluar kota untuk beberapa hari.

"Titip Arta ya, Ti." ujar Azkia sambil masuk ke taxi yang sudah menjemputnya, dia meluncur ke hotel Dharma Utama, dia akan berada di hotel itu sampai jam 14.00 wib, sampai travel Winda menjemputnya.

Setelah cek in, dia masuk ke kamar bernomor 102, merebahkan tubuhnya di atas kasur, kemudian meraih ponselnya, mencari nomor kontak Herman, memblokir panggilan, whatsapp, dan semua akun sosial media yang berhubungan dengan Herman. Sakit hatinya kali ini sudah di ambang batas.

Sambil rebahan Azkia mencari nomor kontak kayra, kemudian menulis pesan.

[Kay, aku izin tidak masuk kantor beberapa hari ya] Azkia mengirim pesan ke Kayra.

[Iya Kia, masalah di kantor tak usah kamu pikirkan ya] lima menit kemudian baru ada balasan Kayra.

[Aku bisa menghendel semua kerjaan kantor, yang penting kamu sehat dulu ya]. lanjut Kayra membalas pesan azkia.

"Maafkan aku Kay, aku tidak berterus terang padamu tentang masalahku, biar saja Kayra tahunya aku lagi tak enak badan." batin Azkia.

[Terima kasih ya, Kay].

[Sama-sama].

Setelah mengirim pesan ke Kayra, Azkia memblokir semua panggilan masuk, kecuali nomor travel Winda dan orang tuanya, dia ingin menenangkan diri, membuang semua masalah.

Pikiran Azkia melanglang buana ke rumah, apakah Herman sudah pulang?, pasti dia senang bangat aku tidak ada di rumah?. dan Arta juga pasti senang karena bertemu dengan ibu kandungnya.

Mata Azkia tiba-tiba mengembun, ada yang berdesakan ingin keluar, dia membiarkan riak-riak air mata keluar menganak sungai, kemudian mengalir dan jatuh ketelinganya. Hati terasa sangat perih bangat.

Berkali-kali Azkia menghapus menghapus air mata, berkali pula kristal bening itu meluncur indah dipipinya. Dia terus membiarkan air mata itu membanjir di pipinya.

"Sudahlah, Kia!, tak ada yang perlu kau tangisi lagi, pilihan ada padamu, tetap bertahan terus tersakiti atau pergi dan kehilangan, Ya Allah, kenapa kedua pilihan ini sama beratnya." batin Azkia sambil mengusap ke dua pipinya.

Azkia memejamkan matanya, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, mencoba membuang resah hatinya, melapangkan dadanya yang sesak, berusaha membuang masa lalunya yang kelam.

Sebenar inikah takdir yang dia harus lalui, berkali Azkia memejamkan mata, mengalih posisi rebahannya, tapi tidak juga terlelap, resah hatinya tak bisa disembunyikan, dia terlalu mencintai Herman dan menyayangi anak kandung Anjeli itu.

Kini perih hatinya bagai bongkahan barah yang bernanah dan berdarah, terasa sangat sakit sekali, ini rasa sakit yang teramat dalam dari sakit yang pernah dirasakannya. Azkia terlelap di dalam kesedihannya.

****

Di Rumah Anjeli.

Sinar mentari yang mencuat dari celah-celah ventalasi membangunkan Herman. Dia mendapati dirinya berada di atas kasur empuk dan di sampingnya terbaring sosok Anjeli.

Herman bergegas bangun, dia terkejut, begitu menyadari tubuhnya polos, tanpa sehelai benang pun, baju dan celananya berserakan di lantai, begitu juga dengan Anjeli, Ah.. ini tidak mungkin, dia tidak melakukan apa-apa dengan Anjeli, dia masih ingat kalau waktu jalan pulang, dia kecelakaan gara-gara ada motor yang memotong jalannya.

"Anjeli, katakan padaku, apa yang sudah terjadi tadi malam." tanya Herman sambil menggoncang bahu Anjeli, hingga Anjeli terbangun.

"Apa abang lupa?." kalau kita telah melakukannya lagi." jawan Anjeli dengan wajah tenang sambil bergelayut manja.

"Ah... Tidak mungkin Anjeli!, tidak mungkin." teriak Herman sambil memegang kepalanya.

"Terserah!, abang mau percaya apa tidak, yang jelas aku sangat puas dengan permainanmu tadi malam." ujar Anjeli bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Masih dalam keadaan bingung dan ambigu, Herman duduk di tepi ranjang, dia mengingat-ingat kembali, apa yang terjadi semalam, setelah terjadi kecelakaan itu, dia sadar sudah berada di rumah Anjeli, kemudian dia merasa lelah, sangat mengantuk dan tertidur, hanya itu yang dia ingat.

"Ah... persetan dengan Anjeli." maki Herman, dia makai baju dan celananya, mengambil ponselnya di atas nakas, ke luar dari kamar, kemudian memesan taxi online, dia tak perduli dengan Anjeli yang masih berada di kamar mandi, dia harus segera sampai kerumah dan meminta maaf pada Azkia.

Herman meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas lemari rias, kemudian memesan taxi online, lima menit menunggu taxi online pun tiba, Herman masuk taxi tanpa pamit ke Anjeli, biar saja nanti dia bisa menjelaskan ke Anjeli lewat telpon jika sudah sampai ke rumah.

Sepuluh menit kemudian Herman sampai keperumahan Arengka Lestari, dia meminta supir taxi berhenti di depan rumah yang berpagar, warna abu-abu.

"Terima kasih pak." Herman menyodorkan yang lima puluh Ribu.

"Kembaliannya buat bapak saja." ujarnya lagi. Supir taxi pun meluncur setelah membalas ucapan terima kasih dari Herman.

Herman mengucapkan salan dan bergegas masuk disambut Wati dan Arta.

"Ayah! bunda pergi ke mana?." tanya Arta begitu Herman masuk ke rumah.

"Emang bunda tak di rumah?." Herman balik bertanya, dijawab dengan anggukan Arta.

"Mungkin bunda ada urusan ke kantor sayang." Herman mencoba menghibur putrinya.

"Arta sudah mau berangkat sekolah ya?." tanya Herman lagi, begitu melihat Arta sudah berpakaian sekolah dan menyandang ransel. Dia berjongkok mensejajari Arta.

"Iya, yah!, Arta pamit dulu ya." ujar Rara sambil mencium punggung tangan Herman, Arta dan wati pun keluar, kemudian menaiki motor meluncur meninggalkan rumah, Herman bergegas meraih ponselnya dan menelpon Azkia.

"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan." ujar operator terkomsel.

"Ke mana Kia?, kenapa nomor ponselnya tidak aktif, apa Kia marah padaku?." Herman mulai cemas, hingga timbul beberapa pertanyaan dikepalanya.

"Assalamulaikum." terdengar suara Kayra mengucapkan salam, saat Herman menghubunginya.

"Kay, bisa bicara dengan Kia ya." pinta Herman setelah menjawab salam Kayra.

"Kia?, bukannya dia lagi di rumah mas, dari semalam dia pulang kantor lebih awal, karena dia tak enak badan." jelas Kayra.

"Emang abang lagi di mana?." tanya Kayra, Heran.

"E-ehmm... Iya Kay, saya lagi di luar kota, ponsel Azkia dihubungi tidak aktif, maka saya menghubungimu." ujar Herman berbohong.

"Owh, mungkin Kia lagi rehat mas, makanya ponselnya dimatikan.

"Baiklah, kalau begitu." Herman pun mengakhiri panggilan telponnya, kemudian masuk ke kamar, memeriksa lemari pakaian Azkia, semuanya baik-baik saja, tidak ada yang berkurang.

" Mungkin Azkia hanya pergi keluar sebentar?, atau pergi mencari obat?, bukannya tadi Kayra bilang kalau Kia lagi tak enak badan." berbagai pertanyaan bermunculan di kepala Herman.

Herman beranjak mengambil handuk, kemudian dia masuk ke kamar mandi, berdiri di bawah shawer, membiarkan air mengguyur tubuhnya, seketika bayangan Anjeli hadir di benaknya.

"Apa iya, tadi malam aku dan Anjeli, mengulangi kesalahan itu lagi." batin Herman.

"Jika iya, bagaimana kalau Anjeli hamil lagi, apa aku sebaiknya rujuk saja dengannya?." pikiran Herman sudah mulai ambigu.

🌹🌹🌹🌹🌹

*****

Bersambung ya thor

Jangan lupa like, komen dan votenya ya thor

Terima Kasih🙏🙏🙏

1
falea sezi
astaga kayaknya si semua novelnya peran cwek di buat bodoh semua pantes like dikit
falea sezi
kapok azab laki. tukang selingkuh
falea sezi
sibbangsat rani
falea sezi
Wati ne pembantu munafii
falea sezi
jijik laki. plin plan
falea sezi
masih boodh aja kau
falea sezi
bner g usah ngurusin anak pelakor
falea sezi
azkia gugat cerai deh jangan bodoh kau di jadiin baby sitter doank
falea sezi
azkia ne tololnya astaga cm di jadiin istri cadangan dia mau ya allah
Aulia Ananda
thor knp azkia dibikin sgt bod h jengkel aq thor
nand channel
gara2 si kuntilanak Anjeli kasihan Arta, anak sekecil itu di ombang ambingkan perasaan nya...
nand channel
ini yg goblok othor nya...segitu nya merendahkan azkia, ttp buat azkia menunggu lelaki sangat keparat itu, lelaki plinplan dan babgsat
nand channel
jijik mendengar herman sok berdebar2, lelaki plin plan dan mau enak mu aja
nand channel
wanita yang tak punya pendirian, wanita lemah
nand channel
baguslah azkia pergi dan mencari bahagia nya sendiri, pasti banyak yg mencintai nya
nand channel
yang benar aja thor, udah mau mati masih meluk2 suami orang, mau ditendang malaikat langsung ke neraka ntar...
nand channel
nohhhh...gak hanya gak di anggap sebagai istri di selingkuhin lg...pelihara terus bodoh mu azkia
nand channel
wanita lemah dan bodoh, menciptakan neraka sendiri di hidup nya...nikmatilah kebodohanmu bego.
udah gak dianggap suami, di rendahkan, di maki2, di sakiti, dikasari, di beri madu, jagain anak madu lagi...sempurna ketololan mu sbg wanita
nand channel
perempuan bodoh kau azkia
nand channel
ada ya manusia sebodoh azkia ini, nikmatilah penderitaan mu *bodoh*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!