Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan hati Quen.
" Jangan dekat-dekat denganku, Aku geli hiii" Teriak Azima berlari saat dikejar Mitra.
" KakakAzima, Aku Sungguh mencintaimu." Ucap Mitra jujur mengejar Azima yang berlari.
Di saat Azima merasa Jijik dan berlarian, Quen pun tertawa terbahak-bahak.
"Wk wk wk. Iya kejar terus. Pepet terus." Teriak Quen. Sambil melihat mereka berdua.
Quen, aku membalas semua kejahilanmu itu. Dari Sikap Mitra, ada yang tidak beres. Aku yakin Quen yang Membuat ini.
" Pengawal, Tangkap Mitra." Suruh Azima.
" Ahhh, Lepaskan aku. Aku ingin mencium kak Azima. Mummmm" Mitra pun memonyongkan bibirnya hendak mencium Azima, tapi pengawal sudah menangkapnya.
" Antar Mitra pulang ketempat perdana menteri. Aku tidak mau menemuinya lagi" Suruh Azima kepada pengawal.
Pengawal pun pergi mengantar Mitra.
" Akak, aku mencintaimu. Muachhh" Ucap Quen sambil memeragakan kelakuan Mitra tadi dihadapan Azima.
" Ini pasti ulahmu kan" Geram Azima.
" Ho ho ho. Aduh kamu menuduhku???"
" Lalu siapa lagi kalau bukan dirimu, aku yakin dirimu. Apa yang kamu berikan pada Mitra sehingga dia bisa seperti itu??" Ketus Azima.
" Aku hanya membantunya agar mengungkapakan perasaannya yang jujur. Tak ku sangka Mitra sangat menginginkanmu." Ucap Quen
" Kamu" Marah Azima.
" Tubuhmu Wow, perkasa kak Azima. Kita akan punya anak. Wk wk wk" Quen mengejek Azima kembali.
Azima pun langsung memeluk Quena, Quen pun melotot.
" HEY LEPASKAN!!!" teriak Quen.
" Kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku kan. Aku akan menemukan rahasiamu" Azima pun meraba tubuh Quen mencari bukti.
" CABULLL. LEPASKAN AKU!!! Akan ku potong tanganmu jika terus merabaku" Ancam Quen kepada Azima.
Azima tidak memperdulikan ucapan Quen. Akhirnya Azima menemukan sebuah botol kecil.
" INi APA???!!!!!." Bentak Azima
" Itu obatku, kembalikan padaku." Ucap Quen merebut botol berisi ramuan itu.
" Pasti ini kan yang menyebabkan Mitra berbicara jujur dan bertingkah sesuai hatinya tanpa bisa mengontrol dirinya sendiri. Sekarang kamu minum ini" Ucap Azima sambil meminumkan paksa pada Quen.
" Tidak aku tidak ingin meminumnya" teriak Quen berusaha menutup mulutnya rapat-rapat. Malangnya ramuan itu pun tertelan Quen.
"Sekarang aku ingin lihat kejujuranmu Quen" Ucap Azima.
" Kamu"
" Kenapa?kamu ingin mengungkapkan kekagumanmu padaku. Aku akan mendengarkannya. Katakanlah Quen. Kamu mencintaikukan???" Azima pun menarik tangan Quen. Quen pun menatap dalam-dalam mata Azima.
" Kamu cintakan samaku? kamu cemburukan tadi??"tanya Azima sekali lagi.
Azima berharap Quen mengakui kalau ia mencintai azima dengan ramuan itu.
" Kau anj*ng 🐶, kau b*bi 🐷. Aku membencimu. Aku ingin mencekikmu hingga mati, kamu menindasku tiap malam. Aku akan menjaili mu hingga kamu tersiksa" Ucap Quen.
Quen pun langsung menutup rapat-rapat mulutnya dengan kedua tangannya.
Azima tercenggang bukan kata cinta tapi ucapan kebencian yang terlontar dari mulut Quen padanya.
" Kamu mengumpati ku?? ternyata itu isi hatimu. Sini kamu aku akan memberimu pelajaran" ucap Azima yang menyeret Quen.
" Lepaskan aku B*jingur, aku tidak menyukaimu!!!!" teriak Quen.
Azima menyeret Quen yang memberontak ingin melepaskan tangannya yang dipegang oleh Azima. Dayang Sri hanya mampu bersimpatik dan diam karena takut pada Azima.
Azima pun membawa Quen kekamar dan menutup kamarnya dengan tendangan kakinya.
Dilemparkan Quen keranjang.
Brukkk
" Aduhh" rintih Quen.
Azima pun langsung menindih tubuh Quen. Dan memegang tangan Quen. Quen menatap Azima penuh kebencian.
" Pergi dari tubuhku" Ucap Quen meronta-ronta.
" Kamu kira aku akan menuruti perkataanmu setelah kamu menjahiliku. Tidak semudah itu Istriku sayang" ucap Azima.
" Kamu mau ngapain???Lepaskan aku. Aku takut. Jangan tiduri aku. Aku tidak menyukaimu, aku masih perawan. Hikz hikz..." Quen pun ketakutan dan menangis.
CUP
Azima mencium bibir Quen, awalnya hanya menakuti Quen saja. Tapi setelah ia bibirnya bersatu, Azima malah mel*matnya dan menikmati ciuman bibirnya kepada Quena.
" UMM MMMM" Quen meronta lalu mengigit bibir Azima.
" Aduh, kamu mengigitku" Rintih Azima.
" Ya kenapa rupanya. Aku membencimu lepaskan aku." Quenpun berusaha keluar dari kengkangan Azima. Tapi tidak bisa melepaskan diri. Tubuh dan kekuatan Azima lebih kuat dari Quen.
" Aku tidak akan melepaskanmu setelah perlakuanmu padaku. Kamu lupa aku pembunuh berdarah dingin tanpa belas kasih. Berani-beraninya kamu mengumpatkku." Geram Azima.
" Kenapa kalau aku mengumpatmu? kamu ingin membunuhku?"Tanya Quen. Tatapan Quen masih berkaca-kaca. Percuma memohon karena mustahil Azima akan memaafkannya dan melepaskannya.
" Aku akan menidurimu lalu membunuh dan mencincang tubuhmu untuk makanan ikan" Ancam Azima.
Quen hanya mampu diam serta takut. Azima pun mencium Quen kembali. Quen menatap Azima serta tetap berusaha memberontak. Tapi Azima tetap menciumnya. Kali ini ciumannya sudah berada dileher Quen.
" Ampun, lepaskan. Hikz hiks" Quen pun menangis.
Azima malah tersenyum dan terus mencium.
Azima yang awalnya hanya mengertak Quen. Malah terbawa hasrat nafsunya.
" Jangan, lepaskan aku. Ku mohon" Ucap Quen.
Entah setan apa yang membuat Azima tidak memerdulikan ucapan Quen. Akhirnya Azima pun membuka celananya.
" TIDAKKKK" teriak Quen. Azima langsung membungkam mulut Quen dengan satu tangannya. Quen hanya mampu menanggis serta Ketakutan.
Quen menatap Azima bagai Singa kelaparan. Siap memakan rusa dihadapanya. Wajah mereka tidak ada jarak, bahkan hembusan nafas Azima terasa dipipi.
Quen pun makin takut, bagaimana tidak. Ini pertama kali ada seorang laki-laki yang mencium bibirnya.
Pada Akhirnya Quen hanya pasrah, berharap ada Mukzizat dari Tuhan. Menutup matanya rapat-rapat.
lama tau kak nungguin anda