NovelToon NovelToon
[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: sugiatiidhln

[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BUDAYAKAN PULA TINGGALKAN JEJAK!]

[FOLLOW AKUN IG; SUGIATIDAHLAN]

[NO PLAGIAT! SANKSI BERLAKU!]



Kisah tentang;


"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri mulai lelah dengan kesabaran ku."

@Annisa Az-Zahra

Bagaimana jika seandainya kalian adalah siswi berhijab satu-satunya di sekolah kalian? bagaimana jika seandainya kalian tidak sengaja melakukan tingkah konyol yang menjerumuskan kalian ke dalam masalah?


Hidup Zahra yang mulai di tumbuhi bunga-bunga berwarna-warni kini kembali terlihat hampa saat sebuah RAHASIA BESAR berhasil merubah segalanya.



®picturebypinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugiatiidhln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18. Rasa Pertemanan

"Seratus delapan puluh tiga," ucap Verrel. Pemuda bernetra hitam pekat itu terus menatap seorang gadis yang berlari mengelilingi lapangan dengan wajah ditekuk.

Verrel penasaran kenapa Zahra sampai di hukum seperti ini, bukannya ia peduli. Tidak! Verrel tidak peduli sama sekali ia hanya ingin kembali berulah.

"Ra. .. lo ngapain lari?" tanya Farhan saat Zahra akan melewatinya.

"Hoosstt ... Nggak ko kak. Zahra nggak pa-pa," ujar Zahra berhenti sejenak untuk menyeka keringatnya dan menjawab pertanyaan Farhan.

"Berapa putaran?" tanya Farhan lagi.

"5 kak, hehe," jawab Zahra kikuk.

Farhan mengangguk.

Setelah itu, Zahra kembali melanjutkan larinya dan lagi-lagi langkahnya terhenti saat Verrel menghadangnya.

Verrel merentangkan kedua tangannya untuk menghadang Zahra, "Berenti lo pen!" cetus Verrel.

Zahra berdecak sebal dan menatap pemuda di depannya dengan tajam, "Apa?" jawab Zahra tak kalah cetusnya.

"Lo ngapain lari-lari gini? Di hukum," tanya Verrel dengan raut wajah datarnya.

Zahra memutar bola matanya malas. Sekarang mood-nya benar-benar hancur hari ini, "Enggak, aku lagi olahraga. Ya iyalah dihukum," sahut Zahra malas.

"Gara-gara?" tanya Verrel lagi.

Zahra berdecak sebal, "Ini semua itu gara-gara kamu!" hardiknya.

Verrel mengerutkan keningnya bingung, bagaimana bisa-bisa gara-gara dirinya? sedangkan ia baru bertemu dengan Zahra sekarang ini.

"Gara-gara gue? Di hukum di hukum aja. Nggak usah nyalahin orang," protes Verrel tidak terima.

Semua perhatian penghuni lapangan kini tertuju oleh dua orang yang sedang tatap tajam. Siswi-siswi berdecak sebal tidak terima akan pemandangan yang di dapatinya sekarang. Saat asik-asiknya mereka memandangi Verrel dan kawan-kawan, Zahra datang mengacaukan mood mereka.

Farhan berusaha untuk mendengar apa yang mereka katakan tapi nihil dia tidak dapat mendengar apapun. Hanya raut wajah kesal Verrel yang dapat di lihatnya, itu dikarenakan jarak Farhan dengan Verrel dan Zahra yang lumayan jauh.

Sedangkan Deon dan Daniel hanya menyaksikan itu dengan diam sambil selonjoran di bawah pohon rindang.

Zahra menarik nafas gusar, "Ya udah sekarang minggir!" geram Zahra pelan dan mulai lelah akan sikap pemuda satu ini.

Verrel mengangkat bahunya acuh dan berjalan menghampiri Deon dan Daniel. Tapi sebelum itu Verrel sempat bergumam yang membuat Zahra menendang angin di depannya.

"Baru beberapa bulan skolah di sini udah buat masalah," gumam Verrel tapi masih bisa di dengar oleh Zahra.

Zahra berusaha mengatur nafasnya yang kian sesak akibat ulah pemuda satu itu. Zahra, untuk saat ini angkat tangan dan memilih mengalah saja. Berdebat dengan Verrel pasti Zahra lah yang akan kalah, Verrel benar-benar menguji kesabarannya. Baru 2 hari menjadi babu seorang Verrel sudah membuat emosinya naik ke ubun-ubun, bagaimana hari selanjutnya? Zahra hanya dapat bersabar hingga kesabaran itu lelah sendiri.

Flashback On

"Verrel Aryanka Radeya," ujar Pak Aan sambil membaca isi dari buku di tangannya.

Zahra yang mendengarnya refleks merogoh tasnya kembali dan matanya membulat kaget yang di ikuti oleh detakan jantungnya yang kian tambah cepat saat menemukan buku yang dicarinya.

"Matiiii aku," lirih Zahra sambil menepuk jidatnya.

"SIAPA YANG KUMPULIN BUKU VERREL?!!" teriak pak Aan menggema di ruangan itu karena tak menemukan sang pemilik buku.

Semua penghuni kelas berbisik-bisik mencari pelakunya. Tidak dengan Audy yang sudah mengetahui bahwa Zahra lah pelakunya, Audy hanya dapat tersenyum miris akan kesialan di hidup Zahra.

"Sa--ya pak," cicit Zahra gugup sambil menggigit bibir bawahnya. Semua penghuni kelas menatap ke arah Zahra dengan tatapan berbeda-beda ada yang menatapnya iba, sinis dan biasa saja.

"Zahra kamu maju ke depan!" titah pak Aan tak terbantahkan.

Zahra berjalan dengan kepala yang menunduk dan kedua tangannya yang meremas kuat roknya. Dia benar-benar takut akan amukan guru itu apalagi Zahra baru beberapa bulan sekolah di sini udah buat masalah dan itu semua gara-gara si cowok muka datar yang tidak muncul-muncul.

"I--ya pak," jawab Zahra gugup.

"Kenapa buku Verrel bisa sama kamu?" tanya pak Aan to the point.

Zahra bingung mau menjawab apa. Jika ia menjawab dengan jujur si cowok muka datar itu pasti bakal dapat masalah, tapi jika tidak dirinya lah yang akan dapat masalah. Zahra berfikir keras saat ini setelah lama tidak berfikir, kini Zahra harus berfikir keras kembali untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Ngggh ... Verrel pak dia ninggalin bukunya dimeja jadi aku ambil. Tadi aku mau kembaliin tapi orangnya nggak hadir pak," jawab Zahra berbohong. Zahra merutuki dirinya sendiri akibat kebohongan yang lagi-lagi di buatnya dan ini semua gara-gara cowok muka datar itu.

Zahra tidak tahu lagi harus menjawab apa.

"Bohong! Zahra jawab si Verrel ngancem kamu buat ngerjain tugasnya?" bentak Pak Aan yang berhasil membuat Zahra terpelonjak kaget, kini matanya telah berkaca-kaca yang kapan saja siap mengeluarkan buliran bening.

"I--ya pak," sahut Zahra tambah gugup bahkan pandangannya mengarah tepat ke ujung sepatunya, tak berani menatap guru di depannya.

"Ok! Saya maklumi karena Verrel yang ngancem kamu. Tapi kamu tidak boleh mengerjakan tugas orang lain, itu dilarang Zahra. Sekarang kamu saya hukum, lari keliling lapangan 5 kali," titah pak Aan.

Zahra menurut, ia keluar dengan wajah di tekuk, berlari ke arah lapangan dan mendapati kelas Farhan yang sedang berolahraga dan 3 pemuda yang dihukum oleh Bu Siti*.

Flashback Off

Verrel kini telah bergabung dengan Deon dan Daniel, tapi Verrel memilih duduk di bangku bawah pohon itu daripada selonjoran bersandar di pohon itu. Bisa-bisa seragamnya Kotor.

"Bosen gue di sini, ke rooftop skolah yok!" ajak Daniel.

"Ya udah yok," Balas Deon.

Kini mereka bertiga berjalan menjauh dari lapangan dan memilih menghabiskan waktunya di rooftop sekolah.

"Hosst ...Tinggal satu putaran lagi," ujar Zahra dengan nafasnya yang sudah tidak beraturan.

"Kyaaa ..." jerit Zahra saat lututnya dan kedua telapak tangannya menyentuh lapangan yang kasar. Zahra tersungkur saat ada yang sengaja menjulurkan kakinya agar gadis itu kesandung. Untung saja Zahra dengan sigap menjadikan kedua telapak tangannya untuk menopang tubuhnya.

Bella cs tersenyum penuh kemenangan saat melihat Zahra terduduk di lapangan sambil membersihkan rok dan kedua telapak tangannya yang lecet.

Farhan yang mendengar teriakan Zahra pun menghentikan aksinya mendribble bola basket dan berlari menghampiri Zahra.

Melihat Farhan yang berlari ke arahnya, membuat Bella cs menghentikan tawanya dan mengatur ekspresinya sedatar mungkin seperti tidak terjadi apa-apa.

"Zahra lo nggak papa?" tanya Farhan dengan nada khawatir setelah mensejajarkan tubuhnya dengan Zahra.

Bella cs berdecak sebal dan memilih untuk pergi, bergabung dengan siswi-siswi lainnya yang tentu melihat kejadian ini. Tapi mereka tetap tutup mulut karena tak mau mencari masalah dengan Bella dan teman se-Geng's nya.

"Aku nggak papa ko kak," ujar Zahra sambil berusaha berdiri walaupun telapak tangannya sedikit perih karena tergores dan mengeluarkan sedikit darah.

"Gue anterin lo ke UKS?" tawar Farhan dengan ekspresi khawatirnya yang tidak dapat di lihat oleh Zahra.

Zahra menggeleng kecil, "Nggak usah kak, Zahra balik ke kelas aja. Makasih kak," ujar Zahra.

Farhan menatap Zahra khawatir ia tidak tahu kenapa Zahra bisa jatuh tersungkur seperti tadi.

"Lo beneran nggak apa-apa?" tanya Farhan lagi.

Zahra menggeleng.

"Kalo ada apa-apa tanya gue," ujar Farhan yang menimbulkan tanda tanya dalam benak Zahra.

"Kenapa?" tanya Zahra dengan polosnya merasa tidak mengerti dengan sikap Farhan yang terlalu baik menurutnya.

"Karena ..."

"FARHAN!" ucapan Farhan terpotong dengan suara tegas milik guru olahraga disana. Farhan terpaksa mengikuti kemauan guru itu dan kembali melanjutkan permainannya.

####

Zahra memasuki kelasnya dengan wajah cemberut. Pak Aan sudah keluar dari kelas ini. Kini mereka semua menunggu guru pada mata pelajaran selanjutnya.

"Ra lo nggak papa?" tanya Audy saat mendapati wajah Zahra yang semakin cemberut.

"Nggak Dy, cuman jatuh doang tadi," ujar Zahra setelah mendudukkan dirinya di bangku.

"Telapak tangan Lo luka, gue obatin yah?" ujar Audy setelah melihat luka ditelapak tangan Zahra.

Zahra hanya tersenyum tipis sebagai jawaban dari pertanyaan Audy. Audy merogoh tasnya untuk mencari plaster obat yang selalu di bawanya untuk berjaga-jaga.

Audy menempelkan plaster itu setelah membersihkan luka Zahra yang terkena sedikit pasir.

Zahra tersenyum melihat Audy yang begitu hati-hati mengobatinya, "Jadi ini gunanya teman, Zahra sayang Audy," senang Zahra dalam hati.

Zahra benar-benar bahagia bisa bertemu dan berteman dengan seorang Audy. Audy yang dingin, cuek seperti hari pertama sekolah, kini sedikit telah berubah.

"Ra, kok lo diam aja? Sakit yah," tanya Audy yang masih fokus menempelkan plaster obat secara hati-hati.

"Udah selesai Ra, masih sakit nggak?" tanya Audy lagi sambil mendongakkan kepalanya.

Tanpa aba-aba setetes bulir bening jatuh pada pulupuk mata Zahra, membuat Audy sedikit terkejut karena Zahra yang tiba-tiba menangis.

"Ra kok lo nangis?" tanya Audy dengan suara pelan dan nada yang sedikit sendu tersirat kekhawatiran di dalamnya.

Zahra menyeka air matanya lembut dan langsung memeluk Audy, yang membuat sang empunya terkejut akan sikap Zahra.

"Zahra sayang Audy ..." gumam Zahra pelan dengan air mata yang mengalir tanpa isakan.

Audy mematung dia belum membalas pelukan Zahra. Setelah sekian lama dia tak merasakan pelukan tulus dari seorang teman, kini dia merasakannya kembali tetapi dengan orang yang berbeda.

"Benar kata lo Rel. Gue harus lupain masa lalu itu. Di dunia ini ada orang yang benar-benar tulus, bukan pura-pura tulus," ujar Audy dalam hati.

Saat itu juga Audy membalas pelukan Zahra dan meneteskan air mata kebahagiaan. Ia tidak ingin menyia-nyiakan Zahra yang dengan tulus ingin berteman dengannya.

"Gue juga sayang lo Ra," ujar Audy dengan tulus setelah itu melepas pelukannya.

Zahra menatap Audy dengan pancaran mata menenangkannya dan terkekeh saat menyeka air matanya.

"Audy kok ikutan nangis," tanya Zahra.

"Gue kelilipan tawon," balas Audy asal sambil menyeka air matanya.

Mereka berdua tertawa akibat ulah mereka sendiri, tertawa merasakan indahnya dunia pertemanan. Sesekali Audy menceritakan lelucon-lelucon yang membuat Zahra meneteskan air mata bahagia. Kini dua insan itu telah resmi bersahabat. Kini Zahra merasakan hal yang tidak pernah dirasakan nya sebelumnya, Zahra benar-benar bahagia.

"Ra, lo nggak ketemu Verrel di depan?" tanya Audy hati-hati, ia hanya merasa ini semua ulah Verrel.

"Tadi ketemu di lapangan. Si cowok muka datar itu dan teman-temannya di hukum," jawab Zahra jujur.

Audy terkekeh mendengar panggilan khusus Zahra untuk Verrel, "Si cowok muka datar, tapi gantengkan," Goda Audy sambil mencolek-colek pipi Zahra. Membuat wajah Zahra memerah entah karena apa.

"EKKHEEM!" deheman seseorang membuat Audy menghentikan aksinya dan menatap orang itu. Begitupun dengan Zahra yang mendongakkan kepalanya menatap seorang pemuda yang berdiri di sampingnya.

Seorang pemuda berdiri dengan membawa sebotol air mineral dan sepiring nasi goreng, yang pemuda itu letakkan dimeja Zahra.

1
alysa natalia_
kak ga ada niat buat di terbitkan?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
Rifa Endro
kebangetan Lo, Ra !!! kebangetan polos dan lugunya🙈🙈🙈
Nenk NOER
ceritanya menarik Aku udah baca sesion 1 dan 2 nya...
Nenk NOER
Udah baca sesion 1 dan 2 semuanya menarik..penuh air mata.. semangat Thor..terus berkarya..💪💪❤️
Nana_sabil
blm move on baca lagi deeh😁
Maryam Renhoran
Endingnya sangat mngecewakan
Maryam Renhoran
jadi malas bacanya, yg tertindas makin tertindas
jk_vn
suka novelnya,,pas inget waktu sekolah
anak_ultramen
othor ini menolak happy ending
alysa natalia_
kapan novel nya di terbitkan?
hellonan.
kak Farhan 😍
Nacita
part ini gue scroll doank ga pengen baca sumpah 😭😭😭😭😭😭
Nacita
anjrit gue santet tuh s martin....
Nacita
aku gasuka verel deket sm cwe lain selain zahra😔
Nacita
aduh cahlaaaa cahla....
Nacita
sedih sangatttt....
Nacita
iyakan rumit 😔
Nacita
semua yg baca mengutuk kamu martin sialan.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!