Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.
Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.
Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.
Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.
Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18.
Anjani menunjukkan kegilaan nya setelah tau kalau Fina dengan Fino sudah menikah di usianya yang sangat belia.
Di kantin tempat berkerumun nya para siswa sedang beristirahat. Disini gadis itu bersuara lantang yang disertai tertawa gila sambil mengumumkan kalau ada murid yang sudah menikah.
"Cukup Jani" Pinta Fina. Tidak hanya itu, Jani masih berkata-kata saat Fina sudah memperingatkan untuk berhenti berbicara yang tidak-tidak. "Kalau dari awal kalian memberi tahu soal pernikahan kalian, saya tidak akan terlalu berharap yang ujung-ujungnya bakalan semenyakitkan ini Fin." Kata Anjani.
"Jani!" Rahma datang menyentak ucapan Anjani. Lantas Anjani menoleh pada wanita yang sudah memanggil nya "Kau, mau apa?.."
Tak pikir panjang, Rahma segera menggamit pergelangan tangan Anjani untuk menyeret nya menjauh dari kantin, menghindari tingkah lakunya yang akan semakin menjadi-jadi.
Anjani dipertemukan dengan Niko dan Fino.
Rahma menunjuk ke Fino lebih dulu. "Lihat dia." lalu Rahma menunjuk ke arah Niko. "Dari pada Fino, orang yang akan sayang padamu adalah dia"
Spontan saja, Anjani langsung terkekeh sinis mendengar itu. "Iya terus saya peduli apa?"
"Kamu sekarang sudah tahu kalau Fino sudah menikah?. Lalu saya tanya, apa kau benar-benar tidak peduli kalau Niko akan di ambil wanita lain?" Kecam Rahma. Gadis itu benar-benar termakan emosinya saat melihat kelakuan Anjani saat berada di kantin.
Anjani terkekeh sinis. "Laki-laki ganteng di sekolah ini banyak, di luaran sana apa lagi, kenapa harus sama Niko yang wajahnya semrawut seperti tumpukan sampah?" Kata Anjani sarkas.
"Hanya ada satu pertanyaan nya, apakah laki-laki ganteng itu bakal mau sama sifat kamu yang gila seperti ini?" Timpal Fino yang nampak tidak terima saat Anjani sudah mencela fisik sahabat nya.
Satu sisi, Niko merasa sakit hati dengan ucapan dari Anjani, sisi lainnya Anjani sakit hati dengan ucapan Fino.
"Kau sudah berubah Fin"
"Kau sudah berubah Jan"
Sebuah kalimat yang secara bersamaan keluar dari mulut Anjani dengan Niko.
Anjani mendelik tajam ke arah Niko. "Kau ngapain ikut-ikutan bicara seperti itu?"
Niko tersenyum tipis. "Saya sudah suka kamu dari dulu Jan, kau sadar tidak yang kau katakan barusan sudah menyakiti hati saya.. ada kalanya orang itu bakal lelah mengejar jika tak dihargai"
Dari pada itu, tiba-tiba ada guru BK yang datang ke arah mereka, beliau mengejar gadis yang sudah buat onar di kantin sekolah.
"Siapa yang buat keributan tadi di kantin?!" Kata Guru BK Itu. Yang membuat Fino, Niko, Anjani dengan Rahma kompak mendelik.
"Dia pak" Rahma menunjuk Anjani.
"..." Anjani diam tanpa kata sambil menunjuk ke arahnya sendiri.
"Kau kenapa buat heboh di kantin sambil berteriak-teriak soal pernikahan orang?!" Kata guru BK itu.
Anjani menunjuk ke arah Fino. "Dia ini pak orang nya, masih sekolah saja tapi sudah menikah, gimana nanti dia bakalan fokus belajar"
"Lalu? Mereka yang menikah kenapa kau yang repot sendiri?" Kata guru BK Itu.
Ini ada yang aneh, reaksi dari guru BK seperti tampak biasa saja yang tidak seperti Choki yang ketahuan menikah di usia nya yang masih belia.
"Pak, keluarkan mereka dong dari sekolah!" Kata Anjani.
"Kau siapa nyuruh-nyuruh saya? Orang tua mereka sudah memberikan dispensasi kawin ke pihak sekolah, selagi mereka mau ngikutin peraturan yang kita beri, tidak masalah kalau mereka lanjut belajar disekolah ini" Pihak sekolah sudah menerapkan aturan pada Fino dengan Fina. Dimana mereka dilarang melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah, sekaligus wajib menjaga sikap mereka agar tidak memengaruhi teman sebaya.
Disini guru BK itu terus memantau hubungan Fina dengan Fino di sekolah, termasuk jaga jarak yang kemarin mereka lakukan, mereka juga saat ini tidak terlihat seperti sudah mempengaruhi Anjani.
Yang ada Anjani lah yang sudah mempengaruhi hubungan mereka. Termasuk buat keributan saat di kantin sekolah.
Anjani terdiam, terkekeh perlahan-lahan yang kemudian menjadi tertawa gila, sebelum akhir nya gadis itu pergi dari situ.
"Eh tunggu! Bapak akan hukum kamu karena sudah buat onar di kantin!"
"GAMAUUUU!" Teriak Anjani sambil berlari.
Niko masih terdiam, ia tak mau membantu atau mengejar pelarian Anjani, dengan begitu Rahma menggamit lengan Niko. "Sayang, kau kejar lah perempuan impianmu"
Fino pun terkejut dengan perubahan sebutan nama dari Rahma ke Niko. ingin bertanya kau napa manggil Niko sayang, Tapi Niko justru memperjelasnya. "Sudah tidak usah lagi saya kejar, sekarang... Kau mau gak jadi pacar saya Rahma?" Kata Niko.
Rahma berpikir sejenak, apa yang sudah dikatakan oleh Anjani barusan begitu sangat menyakiti hati Niko, Rahma tau tentang perasaan Niko saat ini.
Dan perkataan Anjani benar-benar sudah keterlaluan, satu sisi Rahma sudah terlanjur akan membantu comblangin Anjani dengan Niko. "Kasih saya waktu sebentar untuk menjawab itu, saya janji setelah saya bicara pada Fina— kamu akan tau jawabannya."
To be continue,