Tio Hanggara Patih anak sulung dari 3 bersaudara, siswa SMA Kelas 12 yang sebentar lagi akan lulus tetapi kejadian satu malam yang tidak pernah terpikirkan oleh dirinya menimpanya. Dia harus menikah di usia yang begitu muda dengan seorang janda cantik dari kota, sedangkan dirinya memiliki cita-cita yang sangat tinggi. kehidupannya yang monoton seketika berubah 180° dari yang biasanya kehidupan nya tentang belajar dan membantu orang tuanya. Tidak pernah dekat dengan wanita sekalinya dekat langsung nikah.
Celine Amanda Cortez Janda cantik berusia 25 tahun yang memiliki 1 anak laki laki bernama Kaisar Abraham Cortez. Celine anak dari pasangan George Mark Cortez pria berkebangsaan Inggris dan Desi Ayunda perempuan berkebangsaan Indonesia.
Celine adalah seorang direktur dari perusahaan Cortez setelah sang ayah pensiun.
Niat hati mau mengembangkan usaha nya di bidang makanan malah harus nikah dengan anak sekolahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lionel Andreas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Revisi bab 18
......................
...****************...
Sambil memperhatikan anaknya yang terus berlarian ia juga tidak melupakan istri cantiknya ini.
" ga mau icip punyaku yang" ucap tiba-tiba Tio
" hah? icip icip apa?" tanya Celine kebingungan
" ya ini ramen punyaku enak tau" jawab Tio
" boleh?" tanya Celine
" tentu boleh dong sayang ku, sudah sini aku suapi " ucap Tio sambil sambil menyuapkan ramen nya untuk dicicipi Celine
" hem ini enak, bahkan sangat enak" ucap Celine antusias sambil menatap Tio
" Kita tukar aja ya aku mau ramen kamu makan sushi saja" sambung Celine
" kalau mau lagi bisa pesan lagi biar aku pesan kan saja oke" ucap Tio lembut
" tapi nanti kalau tidak habis bagaimana? kan sayang buang buang makanan " jawab Celine
" kita makan bertiga oke sekarang makan dulu sushi nya sambil nunggu ramen nya jadi " ucap Tio
Dan setelah itu Tio segera memesan 1 ramen lagi sambil menunggu ia menghabiskan ramen miliknya dan menyuapi anaknya sushi.
Ternyata mengurus anak kecil tidak semudah bayangannya bahwa ini lebih melelahkan dari pada ia pergi sekolah setelah itu pergi ke warung.
Melihat anaknya yang terus terusan berlari-larian ia jadi pusing sendiri .
" Kai Kaisar sini ayo makan dulu" ucap Tio
" No papa, au ain" jawab Kaisar
karena sepertinya Kaisar sudah tidak bisa diberitahu lagi ia segera menghampiri anaknya dan mengendong setelah kembali ke meja mereka Tio menyuapi anaknya.
" ayo makan dulu nanti Papa temani kamu main sekarang makan oke" ucap Tio, mendengar ucapan sang ayah Kaisar menganggukkan kepalanya dan makan dengan tenang sambil bermain mobil-mobil kecil miliknya yang di bawa dari rumah.
" Kai kalau main jangan jauh jauh oke, nanti kalau hilang Papa sedih " ucap Tio
" okey Papa" jawab Kaisar
*
*
*
Sedangkan di dimensi teman-temannya Tio mereka sedang heboh bagaimana tidak mereka mendengar sendiri jika anak itu memanggil sang sahabat Papa belum lagi Tio juga menyebut dirinya Papa gawat ini GAWAT .
"Kalian dengar tadi tu bocah manggil Tio Papa mana tu anak bule juga cakep lagi " ucap nyeleneh Tristan.
" iya, apa hubungan mereka ga mungkin kan kalau Tio ngehamilin anak orang" ucap Sandy
" sembarangan lo kalau ngomong " ucap kesal Kelvin sambil meraup bibir Sandy .
" kita harus ke sana dan tanya kebenaran nya" ucap Dito memberikan usulan sedangkan Henry sudah lebih dulu menghampiri meja Tio, mereka yang menyadari kalau Henry sudah pergi lebih dahulu hanya bisa menghela nafasnya.
Sesampainya di meja Tio mereka tidak langsung bersuara melainkan hanya berdiri dihadapan Tio jadi yang mengetahui keberadaan mereka hanya wanita yang sangat cantik dihadapan Tio.
Karena merasa Tio benar-benar tidak menyadari keberadaan mereka akhirnya Tristan membuat suaranya.
EKHEM
mendengar deheman dari belakangnya Tio langsung membalikkan badannya, dan ketika melihat siapa yang berada dibelakangnya ia sangat terkejut.
" Ka... kalian, apa yang kalian lakukan disini!?" ucap kaget Tio
" Kenapa ga boleh kita di sini? " tanya balik Sandy
" Bu...bukan" ucap gugup Tio bahkan jantung nya berdetak sangat cepat karena saking gugupnya dirinya.
" santai saja kita cuma mau penjelasan" ucap Kelvin yang duduk di samping Tio dan di ikuti yang lain.
melihat tidak ada respon dari Tio mereka mulai jengah dan juga jengkel dengan temannya yang satu ini.
" ayo cepat katakan" ucap Henry
" angan malah i Papa " bentak Kaisar dengan bahasa bayinya apalagi kaisar menggunakan bahasa campuran antara Inggris dan Indonesia.
mendengar suara imut itu mereka mengalihkan pandangannya kepada seonggok makhluk mungil dipangkuan temannya itu, jika dilihat dari manapun anak itu sangat lah bule tidak ada Indonesianya sama sekali.
" hai siapa nama mu hm?" tanya Sandy menggunakan (bahasa Inggris) yang notabenenya suka dengan anak-anak.
" No, Papa kut " ucap Kaisar yang ketakutan dengan teman teman Papanya.
" tidak apa oke, ada Papa" ucap Tio
mendengar bahkan melihat sendiri interaksi kedua orang itu mereka jadi semakin penasaran apa sebenarnya hubungan mereka.
karena sudah terlalu penasaran Akhirnya Sandy membuka suaranya
" Yo lo beneran ga mau ngaku sama kita nih" ucap Sandy
mendengar ucapan Sandy, Tio segera menatap temannya satu persatu dapat dilihat wajah teman-temannya sangat menyebalkan dan tatapan penuh harap, akhirnya setelah beberapa menit diam Tio mulai memperkenalkan istri dan anaknya.
" oke kenalin ini anak gua dan ini istriku tercinta". ucap Tio sambil mengenakan anak dan istrinya, apalagi tadi Tio saat mengenalkan istrinya sempat mengecup tangan Celine yang mana itu membuat Celine terkejut. Jangan tanya keadaan teman-temannya mereka bahkan sudah membulatkan matanya karena terkejut apalagi Tristan ia bahkan tersedak minuman nya.
" Lo ... lo beneran" ucap Sandy yang masih syok
" memang yang kalian ini apa? apa kurang jelas perkenalan nya?" ucap Tio sinis karena dirinya merasa terganggu dengan teman-temannya mungkin anak dan istrinya juga tidak nyaman dengan kehadiran teman-temannya sekarang.
" Bu...bukan tapi bagaimana bisa?" ucap Henry.
" ya bisa apa yang tidak bisa?" ucap Tio sambil berdiri dan berjalan ke kasir untuk membayar makanannya.
selesai membayar ia segera memanggil istrinya yang masih dikerubungi oleh teman-temannya.
" Yang ayo kita lanjut lagi tidak usah pedulikan mereka" ucap Tio
mendengar ucapan suaminya Celine segera ijin untuk pergi
" em permisi saya mau lewat" ucap Celine dan langsung sedikit berlari menghampiri suaminya. Dan mereka lanjut untuk jalan-jalan lagi.
setelah kepergian Tio dan keluarga kecilnya Kelvin cs itu sedang kebingungan bisa bisanya temannya yang mereka kira polos bahkan terkenal anak baik menikah tidak memberitahu mereka. patut di tuntut ini Tio, ya mereka sudah berencana untuk menanyakan yang lebih lengkap dan jelas besok saja ketika di sekolah ataupun sepulang sekolah nanti mereka mampir di cafe yang penting mereka dapat penjelasan yang sejelas jelasnya.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SEKIAN TERIMAKASIH
MAAF YA KALAU UP NYA LAMA SAYA SIBUK🙏 .
Semoga otak saya bisa memberikan ide-ide cemerlang hingga bisa up setiap hari.
bye bye guys terimakasih atas dukungannya 💋