Chen pergi ke masa lalu untuk mencari tau obat yang bisa menyembuhkan kakaknya dengan mencari sahabat lama kakaknya, suatu kejadian Chen bertemu orang yang menyebalkan dan ternyata orang itu adik sahabat kakak nya walaupun mereka menghadapi banyak masalah Chen yakin bisa menemukan obat untuk kakaknya walaupun nyawa taruhannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Larsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
malu sehingga tanpa ia sadari 𝘥𝘪𝘮𝘴𝘶𝘮 milik nya dimakan Nuan, "Wah, terima kasih kakak, um enyak"
" Hahahaha tentu saja Nuan, mau tambah lagi"
" Ung"
Saat dimsum kedua datang, mereka merebutnya dengan cepat oleh Nuan dengan senyum usilnya namun saat Paiyu ingin memintanya, "Tidak! tidak boleh ini milik Nuan"
" Ih berikan! "
" Tidak, tidak mau". Kemudian terjadilah pertarungan perebutan sepiring dimsum dan saat makan siang, Paiyu mengajak Chyou untuk berbelanja untuk membeli sesuatu yang bagus untuk Nenek (Nenek adalah sebutan yang ditujukan untuk Bibi dari Paiyu dan Nuan), Chen berkata untuk tidak perlu beli hadiah, Bibi akan senang kalau si kembar bisa berbuat baik dan tidak nakal selama Festival. "Tidak! Paiyu tidak mau hmph, belanja harus belanja, hadiah yang terbaik!"
" Benar hadiah!"
" Hah dasar kalian ini ya" Ucap Chen dengan geram menarik pipi si kembar sampai membuat Chyou memarahinya dan seperti biasa Kakak menuruti mereka lagi. "Yey, hahaha Kakak lihat aku," dia mengeluarkan lidahnya dan itu membuatku semakin marah lalu mengancam kalau mereka berlarian di mall, maka Chen akan mengikat si kembar mengunakan tali seperti anjing peliharaan, "Ti (dak) huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Kakak huhu huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
"Cup-cup anak manis". Tatap Chyou dengan tajam kepada Chen, sehingga melubangi kepalanya dengan panggilan yang menusuk hati "Chen,'' aura pembunuh memancar dari Chyou sehingga dirinya berkata sambil menghalangi pancaran aura mematikan itu, "Kakak jangan melototi ku seperti itu".
Chen berfikir kalau Kakaknya adalah seorang yang berkerja keras di dunia yang keras walaupun begitu Kakak selalu memberiku kasih sayang sejak Ibu mencaci dan membenci diriku seperti sebuah barang yang layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Namun sejak si kembar Paiyu dan Nuan lahir.....Kakak tidak memperhatikan dirinya lagi, malah selalu menjaga dan memberikan si kembar kasih sayang yang banyak sampai tidak sempat memperhatikan kesehatannya (sedih). Tapi itu setimpal sih dengan tingkah lucu dan imut dari si kembar kalau dipikirkan dan waktu itu saat di taman, Paiyu menangkap telinga kelinci di tumpukan daun, itu lucu sekali di tambah keimutan Nuan saat mengejar kelinci lalu Paiyu juga ikut menangkap nya. "Hahaha mereka imut sekali 'kelinci tangkap kelinci' hahahaha, yah pokoknya itu momen yang sepertinya tidak akan diriku lupakan" karena saat itulah aku merasakan rasa damai di hati untuk pertama kalinya, ucap Chen di dalam hati dan tiba-tiba sebuah bayangan menghampirinya sambil berkata "Apakah kau layak mendapatkan itu hah", Chen terbangun karena mimpi (bayangan) itu dan telinganya ditarik oleh Dosen, dan dengan sontak Chen berteriak kesakitan sambil memegang telinganya lalu Dosen pun bertanya "Kenapa kau bengong Yu Chen, cepat kerjakan soal di papan sekarang!". Chen menutup telinganya sambil berkata "𝘺𝘦𝘴 𝘮𝘰𝘮"
Sudah jam segini tapi Chen belum pulang. Kekhawatiran ini membuat Chyou menelpon Adiknya, namun tidak diangkat kemudian ia bergegas menjemput Chen pulang, sambil bertanya kepada teman Chen yang satu kejuruan "Oh maksud Anda si biang onar Yu"
" Ha? ah iya"
" Aku melihatnya di perpustakaan"
"Woah banyak sekali bukunya wah" Ucap Paiyu dan Nuan yang kagum dengan yang namanya perpustakaan. Saat ingin bertanya ke penjaga perpustakaan yang tak lain adalah seorang olahragawan berotot kekar badan besar dengan kaos biasa, memberikan orang itu
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
terima. a kasih