Maura yang dulunya seorang Nona Muda keluarga ternama tiba-tiba harus menerima kenyataan keluarga nya bangkrut karena ulah sang paman yang serakah. Disaat sang kakek meninggal malah disuguhkan kenyataan dengan hutang yang menumpuk.
Bukan hanya itu, sahabat kakeknya membawa surat perjanjian perjodohan dengan seorang pria yang tak dia kenal. Mampukah Maura menerima pernikahannya dengan Dedi?
Bagaimana kisah cinta Maura dan Radit yang telah terjadi sejak lama setelah mengetahui kekasihnya kini jadi adik iparnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18.
"Baiklah, kamu fokus dulu kuliah. Kakek akan berusaha menahan diri untuk mendapat seorang cucu dari kalian!" Janji Surya.
Dedi dan Maura tentu saja mereka sangat lega mendengar hal itu. Saat Maura melirik ke arah pintu utama, disana dia melihat Radit dan Rahayu yang menatap mereka dengan tatapan yang begitu sulit di artikan. Maura hanya mengangguk saja demi menghormati ibu mertua dan kakak iparnya. Tanpa maksud apapun, tapi Dedi menangkap hal lain yang dia rasakan ketika melihat interaksi mereka.
Dedi semakin cemburu saja di buatnya. Apalagi Radit semakin terang-terangan menunjukan kasih sayangnya pada Maura. Sebagai lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya, Dedi tentu tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Dedi sengaja melingkarkan lengannya di pinggang Maura untuk menegaskan statusnya di depan Radit yang auto mendengus kesal. Cemburu!!
Radit dan Rahayu yang mendengarkan janji Surya pada Dedi tentu saja murka luar biasa. Radit tidak terima posisinya direbut oleh Dedi dengan begitu mudah bahkan adiknya tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan saham sang kakek.
"Kau dengar bukan? Tua bangka itu sama sekali ga perduli dengan semua usaha dan kerja keras kamu. Pada akhirnya Dedi yang akan mendapatkan semuanya!" Sungut Rahayu jengkel luar biasa.
Radit kecewa pada Surya. Padahal dirinya selama ini selalu berusaha begitu keras demi mendapatkan apapun yang dia inginkan dari keluarga Hartawan. Di saat teman-temannya sedang asyik bermain dan menghamburkan uang keluarga mereka, Radit malah sibuk meeting dan lembur demi mencapai target yang diberikan kakeknya yang selalu bersikap keras dan tegas kepadanya.
Rahayu sekarang tidak pernah berani berbuat macam-macam lagi kepada Maura sejak diancam oleh Surya akan diusir dari keluarga Hartawan kalau dia berani menyakiti Maura. Rahayu hanya bisa menahan amarah dan kebencian di hatinya pada Maura saat Surya bersama gadis itu.
"Mama akan membuat wanita itu meninggalkan kediaman Hartawan dengan sukarela! Lama kelamaan harta keluarga ini habis gegara wanita sialan itu!" cicit Rahayu gemas luas biasa pada Surya yang begitu terperdaya dengan sosok Maura.
Rahayu terlihat begitu membenci Maura yang kini sedang memeluk Surya dengan begitu manja. Rahayu sekarang mengalami kesulitan untuk dekat dengan Surya yang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Maura apabila gadis itu tidak berangkat ke kampus untuk kuliah.
Maura benar-benar memenuhi janjinya kepada Darma ketika dia datang ke makam sang kakek bersama Surya setelah pernikahannya dengan Dedi di langsung kan secara meriah di kediaman Hartawan.
"Mama akan berhadapan denganku kalau berani menyentuh Maura! Dia milikku dan selamanya akan begitu. Aku akan segera menjadikan Maura sebagai istriku. Aku akan membuat Dedi menyerahkan Maura ke tanganku dengan sukarela!" sengit Radit sambil melotot ke arah Rahayu yang marah sekali dengan ucapan Radit. Wajah Radit begitu keras dan hal itu membuat Rahayu amat merinding saat mendengar hal itu.
Rahayu akhirnya hanya bisa meninggalkan putranya yang terlihat begitu marah dan cemburu. Ketika dia melihat kebersamaan Maura dengan Dedi yang semakin mesra ketika berhadapan dengan Surya. Tangan Radit terkepal sempurna. Amarah di hatinya bergejolak. Dia benar-benar tidak rela Maura menjadi milik adiknya yang sejak kecil tidak dia sukai. Entah kenapa Rahayu seakan sengaja menghembuskan permusuhan di antara mereka yang dikenal sebagai saudara.
Dedi selalu mendapat apapun yang dia mau tanpa kerja keras. Dedi diperbolehkan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa takut kehilangan apapun. Berbeda dengan dirinya yang selalu dimarahi oleh Surya ketika Radit tidak mampu menyelesaikan sesuatu yang dipercayakan Surya kepadanya.
Status dan jabatan mentereng yang dimiliki oleh Radit di dalam group Hartawan, harus dibayar mahal olehnya dengan kehilangan kehidupan pribadinya dan masa remajanya. Radit diharuskan untuk fokus dengan urusan perusahaan dan grup mereka demi memuaskan target dan ambisi Surya yang besar akan perusahaan mereka.
Tetapi semua kerja keras Radit kini hendak diberikan kepada Dedi jika Maura bisa mengandung anaknya. Bagaimana hati Radit tidak marah dan kesal? Sang kakek seakan tidak puas dengan memberikan kekasihnya pada Dedi, kini saham 10% pun terancam jatuh ketabahan Dedi. Padahal Radit berencana untuk menguasai seluruh harta kekayaan Hartawan grup apabila sang Kakek meninggal suatu saat nanti.
Ambisi liar di hati Radit sudah ditanam sejak dia kecil oleh Rahayu yang entah kenapa selalu memperlakukan Dedi dan Radit dengan berbeda. Hanya Rahayu yang tahu semua alasan itu.
Keluarga Hartawan sebenarnya memiliki satu orang anak lagi yang bernama Aline. Sekarang dia sedang ada di Jerman dan mengembangkan perusahaan yang diberikan oleh Surya kepadanya. Aline adalah anak haram suaminya yang dipaksa oleh Surya untuk dirawat oleh Rahayu jika dia masih ingin menetap dan memiliki status sebagai Nyonya besar keluarga Hartawan.
Rahayu yang pada dasarnya memang gila harta dan tidak mau hidup menderita. Dia menerima perintah Surya untuk merawat dan mengasuh Aline sejak gadis itu masih bayi. Walaupun Rahayu membenci Aline tetapi Rahayu mau menerima gadis itu sebagai bagian dari hidupnya. Tapi ketika Surya tidak ada di rumah atau pergi keluar kota, Rahayu selalu menyakiti Aline kecil dengan kejam. Hal itulah yang membuat Aline akhirnya meminta kepada Surya untuk sekolah di Jerman dan meminta dibuatkan perusahaan disana untuk dirinya bisa bertahan hidup.
****
Radit saat ini di dalam kamarnya, dia hendak menghubungi Maura dan mengajaknya bertemu. "Kenapa kamu sekarang begitu banyak berubah dan tidak mau peduli denganku lagi? Apa kamu benar-benar sudah menerima pernikahanmu dengan Dedi? Lalu bagaimana dengan aku? Dengan mimpi dan cinta kita berdua?" Keluh Radit merasakan hatinya begitu terluka setiap kali mengingat tentang Maura dan Dedi yang setiap hari semakin mesra dan saling mencintai.
Radit menenggak wine miliknya. Dia jarang memanfaatkan minuman itu juga bukan karena sedang dalam kondisi amat frustasi, dia tak mengindahkannya. Radit kini memejamkan matanya. Hatinya yang pilu membuat dia tak sadar kini tengah tertidur di balkon kamarnya.
Maura yang merasa suntuk di kamarnya, dia memilih untuk pergi keluar untuk melihat langit malam yang purnama. Tanpa sengaja matanya melihat Radit yang kini sudah terlelap di kursi yang ada di balkon kamarnya. Entah kenapa hati Maura menjadi sakit sekali melihat hal itu. Dia merasa bersalah pada Radit yang setiap hari terlihat semakin terpuruk dan menderita.
"Kenapa kau harus menjalani kehidupan seperti itu? Kau punya segalanya. Kau bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik daripada aku untuk membuatmu melupakan aku. Tolong jangan kayak gitu terus," monolog Maura sambil terus melihat ke arah Radit yang masih belum juga bangun. Padahal malam semakin larut dan angin begitu kencang berhembus. Hati Maura dilema dan tak tega melihat itu semua.
lanjut thor
itu uang khalal kok yg berasal dr klurga km dulu yg jd jatah niken cm baru nyampe ketgny skrg stlh dikekepin mulu ma yg dia pangil bapakny yg udh kabur ma istri dan ankny yg rencanany mo insaf🤭🤭🤭
lanjut thor
lanjut thor