NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Lyra melirik jam di dinding kamar yang sekarang menunjukkan pukul sepuluh lewat. Dengan sangat hati-hati dia memindahkan tangan dan kaki Sofia yang membelit tubuhnya.

Sofia terlihat menggeliat merasa terganggu, sempat beberapa kali gadis kecil itu bergumam tidak jelas tapi tidak sampai terbangun.

Dengan gerakan sepelan mungkin Lyra turun dari ranjang setelah menyusun bantal dan juga beberapa boneka di dekat Sofia. Tidak lupa dia juga menarik selimut Sofia, menutupi tubuh mungil itu hingga dada.

Lyra kemudian merapikan rambutnya sedikit, meraih ponselnya yang terletak di atas meja dekat tempat tidur, lalu dengan tanpa menimbulkan suara dia segera keluar dari kamar menuju dapur untuk meminum segelas air putih.

Setelah gelasnya kosong Lyra segera beranjak, berjalan pelan menuju pintu agar tidak menimbulkan suara.

Lyra melirik sebentar ke arah pintu kamar Bi Mirah, lalu dengan hati-hati dia memutar kunci, memutar handel pintu, lalu dengan cepat dia segera melangkah keluar, tidak lupa kembali menutup pintu.

Tidak menyangka ternyata dia bisa melalui hal ini selama ini, berjalan mengendap-endap setiap malam seperti seorang pencuri.

Tidak lama dia pun sampai di mansion, Liam terlihat sedang menunggu di ruang tengah sembari menonton televisi.

Menyadari kedatangan Lyra, Liam pun bangkit dari duduknya setelah mematikan televisi terlebih dahulu.

“Apa Sofia sudah tertidur?”

Lyra menatap punggung Liam dengan heran mendengar pertanyaan laki-laki itu, sudah pasti Sofia sudah tertidur, jika belum, dia tidak akan melihat Lyra di sana. Dan tidak biasanya Liam menyebutkan nama Sofia, biasanya dia memanggil Sofia dengan sebutan 'putrimu' yang membuat Lyra sedikit terheran.

“Sudah Tuan,” jawab Lyra seraya mengikuti langkah Liam yang menuju ke arah kamar laki-laki itu.

Seperti biasa, Liam berbaring di atas kasur lalu diikuti oleh Lyra yang kini sedikit bersandar di kepala ranjang. Liam berbaring miring menghadap ke arah Lyra.

Sejujurnya posisi mereka terlalu intim untuk menggambarkan hubungan pembantu dan majikan, namun Lyra tidak bisa berkomentar banyak, dia hanya bisa mengikuti keinginan Liam selama laki-laki itu tidak melewati batas yang bisa Lyra toleransi.

***

Pagi ini Liam berangkat lebih cepat dari biasanya, hari ini dia harus berangkat ke luar kota bersama dengan Gani, terjadi beberapa masalah pada pembangunan hotel miliknya.

Dia dan Gani akan berangkat sekitar pukul sepuluh pagi, namun dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan terlebih dahulu di kantor juga menghadiri rapat sebelum nantinya berangkat.

“Apa Tuan tidak akan menginap?” Bi Mirah bertanya setelah Liam menghabiskan sarapannya.

“Tidak. Saya akan pulang nanti malam, Bibi tidak perlu menunggu, saya akan makan malam di luar.”

“Baik Tuan,” jawab Bi Mirah.

Liam mengedarkan pandangannya ke arah dapur, Lyra lagi-lagi tidak ada di sana.

Setelahnya Liam keluar dari mansion, disambut oleh Mamat yang langsung sigap mengambil tas kerja Liam untuk dimasukkan ke dalam mobil.

Liam mengedarkan pandangannya, matanya tertuju pada Lyra yang sedang menyiram tanaman tidak jauh dari tempat dia berdiri.

“Selamat pagi Tuan,” sapa Lyra setelah tanpa sengaja tatapan mereka bertemu.

“Pagi,” balas Liam.

“Sepertinya kamu lebih suka menyiram tanaman dari pada menyiapkan sarapan untuk saya,” ucap Liam lalu laki-laki itu beranjak dari sana, memasuki mobil, berangkat ke kantor.

Sepeninggalan Liam, Lyra masih mematung di tempatnya. Apa Liam sedang menyindirnya? Kenapa?

Tidak ingin terlalu memikirkan hal itu, Lyra lalu melanjutkan pekerjaannya, masih banyak pekerjaan bersih-bersih yang sedang menunggu untuk dikerjakan olehnya.

***

Suara dering ponselnya membangunkan Lyra dari tidurnya. Wanita itu menggeliat, lalu segera meraih ponselnya, tidak ingin suara dering ponsel itu membangunkan Sofia.

Lyra melirik ke arah jam di dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari. Siapa yang menghubunginya jam segini?

Sebuah panggilan masuk dari kontak bernama ‘Tuan Liam’ membuat Lyra buru-buru mengangkat panggilan tersebut.

“Selamat malam Tuan Liam,” sapa Lyra mencoba menormalkan suaranya yang sedikit serak.

“Saya tidak bisa tidur.”

Lyra mengusap wajahnya pelan. Lalu perempuan itu duduk bersandar pada kepala ranjang.

Tidak sesuai yang Liam perkirakan, ternyata dia harus menginap di luar kota, laki-laki itu memiliki urusan mendadak besok paginya sehingga dia dan Gani sekretarisnya menunda kepulangan mereka hingga besok siang.

“Apa yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya Lyra, sebenarnya saat ini dia sangat mengantuk.

“Apa kau bisa ke sini sekarang?”

“Eh?” Lyra seketika membelalakkan matanya mendengar perkataan Liam, apa majikannya ini sedang bercanda?

Terdengar suara hembusan nafas Liam dari sambungan telepon.

“Sepertinya saya sangat bergantung padamu Lyra, apa yang bisa kamu lakukan untuk membantuku tertidur saat kita berjauhan seperti ini?” Suara Liam yang berat terdengar dari sambungan telepon yang sempat hening beberapa saat.

Lyra memijat pelipisnya, apa yang bisa dia lakukan sekarang, tidak mungkin laki-laki itu akan tertidur hanya dengan mendengar suaranya seperti ini.

Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala Lyra setelah berfikir sejenak.

“Apa Tuan tidak bisa mencari seseorang yang bisa membantu Tuan tertidur di sana? Sepertinya cukup melakukan seperti yang selalu saya lakukan. Itu mudah, saya bisa menjelaskannya pada orang itu jika Tuan mau,” ucap Lyra panjang.

“Apa kamu ingin menimbulkan berita miring tentangku?Apa kamu fikir jika saya melakukan itu di sini para wartawan tidak akan tau? Orang-orang pasti akan berfikir saya menyewa seorang jalang jika saya melakukan hal itu.” Liam terdengar kesal saat mengatakan kalimat panjang itu.

“Maafkan saya Tuan, saya tidak berfikir ke arah sana,” ucap Lyra menyesal.

Beberapa saat keheningan kembali mengisi sambungan telepon di antara mereka berdua. Lalu secara tiba-tiba Liam meminta mengubah panggilannya menjadi panggilan video.

Lyra gelagapan dibuatnya, apa yang sedang majikannya ini lakukan?

“Kenapa lama sekali Lyra?” Tanya Liam terdengar kesal.

“B-baik Tuan,” jawab Lyra gagap.

Kemudian layar di ponsel Lyra itu pun diisi oleh setengah badan Liam dari dada hingga kepala, laki-laki itu terlihat sedang duduk di balik meja dengan mengenakan kaos polos berwarna putih dengan rambut yang sudah tidak rapi.

Lyra memiringkan sedikit ponselnya, merasa malu memperlihatkan wajahnya, lagi pula dia tidak mengerti mengapa mereka harus melakukan panggilan video seperti ini, apa Liam bisa tertidur jika mereka melakukan ini? Lyra bertanya dalam hati.

“Apa saya sedang berbicara dengan tembok?” Tatapan tajam Liam seolah bisa menembus layar ponsel Lyra, membuat perempuan itu menelan ludahnya dan segera memperbaiki posisinya juga menegakkan ponsel di tangannya. Dia bahkan meluruskan punggungnya, tidak lagi bersandar pada kepala ranjang.

Lyra merasa sangat canggung menatap layar ponselnya, bertatapan dengan Liam dengan cara seperti ini ternyata jauh lebih berbahaya. Wajah tampan laki-laki itu memenuhi layar ponsel Lyra.

“Temani saya malam ini, jangan matikan panggilannya hingga saya sendiri yang mematikannya.”

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!