cerita tentang gadis kembar yang hidup tampa orang tua
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 18
HAPPY READING
halo halo semuanya apa kabar?
sebelum baca utamakan ngelike dan komen yang banyak yahhhh
🌺🌺🌺
pukul 17:30 Nadia terbangun ia ingin menghindar dari pelukan Andrey tetapi Andrey menahan pinggang Nadia ''maaf'' ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur
Nadia berusaha melepaskan tangan Andrey dari pinggang, setelah berhasil ia turun dan hendak pergi keluar kamar mereka
''Nadia gue minta maaf'' ucap Andrey bangun dari tidurnya
''ngapain juga kamu minta maaf, memang benar kok yang kamu bilang kalau aku itu wanita murahan, buktinya aku bisa kamu apa apain'' ucap Nadia lalu pergi meninggalkan Andrey yang terdiam
lama Andrey hanya berdiam ia turun dan melihat Nadia yang sedang meminum segelas air putih di meja makan
ia menghampirinya dan memeluknya dari belakang ''maaf yah sayang, gue salah'' ucap Andrey dengan lembut dan tak lupa dengan satu kecupan di pipih Kanan Nadia
''apa sih? lepasin gak?'' ujar Nadia kesal
''gak mau sebelum Lo maafin gue'' ucap Andrey sembari menempelkan dagunya di bahu Nadia
''ngapain harus minta maaf kan aku udah bilang kalau aku....''
''jangan diulang lagi, gue gak suka Lo hina diri Lo sendiri. gue minta maaf, gue janji bakal lebih percaya sama Lo di banding orang lain'' ucap Andrey
''tapi kamu sendiri hina aku'' sedih Nadia
''maaf sayang, gak bakal ulangi lagi'' ucap Andrey memutar tubuh Nadia agar menghadapnya
''iyah aku maafin''
''nah gitu dong baru istriku yang paling cantik'' ucap Andrey tersenyum
''tapi aku punya satu permintaan'' ucap Nadia membuat Andrey langsung mengguk setuju
''permintaan apa?, Lo mau mobil?, tas?, sepatu?, apapun bakalan gue beliin'' ucap Andrey
''aku gak mau di beliin barang apapun, aku cuman mau kamu rubah kosakata kamu dari ''gue lo'' jadi ''aku kamu.'' boleh gak?'' tanya Nadia
''hmmm boleh aja sih, tapi kenapa?''
''kita kan udah sah jadi suami istri, masa kamu manggil aku kayak manggil teman kamu sih''
''yah udah deh, tapi gue... ehh maksudku, aku juga punya satu permintaan'' ucap Andrey
''permintaan apa?''
''kamu harus nurun sama apa yang aku bilang, dan gak boleh ngebantah sama sekali'' ucap Andrey
''ohhh oke'' enteng Nadia sedangkan dipikirkan Andrey sudah tersedia rencana yang diluar nalar manusia (canda)
''janji?'' tanya Andrey menaikan jari kelingkingnya dihadapan Nadia
''iyah janjiiiii'' ucap Nadia membalas tautan jari kelingkingnya Andrey
''yah udah malam ini kita makan malam di luar yah'' ucap Andrey dianggukki Nadia
''tapi kita makan di tempat aku biasa makan yah? aku kangen makanan disana'' saran Nadia
''oke kamu siap siap aja'' ujar Andrey dianggukki Nadia
🌺🌺🌺
jam menunjukkan pukul 19:00 keduanya berada di depan gerobak nasi goreng pinggir jalan
''k-amu gak salah tempat kan?'' tanya Andrey ragu
''ingak ini benaran tempatnya, kamu tenang aja makanan di sini enak dan higienis kok''
''tapikan kamu lagi hamil gak boleh sembarang makan''
''ihhh kamu bawel deh, lagian mereka gak buat racun kok dimakannya'' ucap Nadia menarik Andrey untuk duduk di kursi kayu disana
''kak aku pesan nasi gorengnya dua yah'' ucap Nadia
''oke siap kak tunggu sebentar yah'' ucap penjual nasi goreng itu
saat asik menunggu tiba tiba Nardi datang dan duduk di depan Nadia dengan sepiring nasi goreng di genggamannya
''hai nad'' sapanya
''hai juga, ehhh kamu kenal aku?'' tanya Nadia sedikit binggung dengan orang didepannya itu
''lo gak kenal gue?'' tanya Nardi dan dibalas gelengan oleh Nadia
''yah udah kenalin nama gue Nardi'' ucapnya mengulurkan tangannya
Nadia menatap uluran tangan Nardi dan sedikit ragu untuk membalas uluran tangan itu ''aku Nadia'' ucap Nadia menjabat tangan Nardi
saat ingin melepasnya tangannya di tahan oleh Nardi
''lepasin tangan Lo dari gadis gue'' ucap Andrey memukul tangan Nardi sedikit keras
''gadis? maksud Lo?'' tanya Nardi
''gak usah kepoan jadi orang, sana Lo pindah ganggu waktu gue sama Nadia''
''gue gak mau lah, ini kan tempat umum'' ujar Nardi
Andrey berdiri dari duduk ''yah udah kalau Lo gak mau, kita aja yang pindah. yok nad'' ucapnya menarik tangan Nadia untuk pindah sedikit jauh dari hama ehh Nardi maksudnya
makanan mereka datang Nadia memakannya dengan lahap sedangkan Andrey tak ada lagi nafsu untuk makan sebab Nardi
''keawapa kwamu gwak mwakan?'' tanya Nadia dengan nasi penuh di mulutnya
''gak selera lagi aku makannya''
Nadia terdiam sebentar untuk menelan makanannya ''kamu kenapa?''
''tuh gegara hama satu itu'' liriknya menatap Nardi yang juga menatap ke arah mereka
''emang dia siapa sih?'' tanya Nadia kepo
''ngapain kamu nanyak dia?'' tanya Andrey tak suka
''emang gak boleh?''
''gak''
''yah udah deh, nih kamu makan aku suapi'' ujar Nadia memberikan sesendok nasi ke arah Andrey
dengan senyum manis Andrey menerima suapan itu sembari menatap Nardi lalu menjulurkan lidahnya
''apaan sih kayak bocah'' ucap Nardi memalingkan pandangannya
''gimana enak kan?'' tanya Nadia dianggukki Andrey
''sini aku suapi kamu lagi'' ucap Andrey berganti menyuapi Nadia begitulah seterusnya hingga makanan mereka habis
selesai makan mereka berdua jalan jalan keliling taman komplek perumahan mereka
setelah sedikit lama mereka memutuskan untuk duduk di kursi taman
''aku boleh nanyak gak sama kamu?'' tanya Andrey
''boleh, mau nanyak apa?''
''kamu punya mantan pacar gak?'' tanya Andrey dengan aneh
''punya, tapi itu udah lama bangat waktu aku masih kelas 6 SD'' ucap Nadia
''dia ganteng?''
Nadia mengguk jujur ''dia ganteng dan baikk'' ucap Nadia tersenyum
''coba dong ceritain seberapa ganteng dan baiknya dia'' ujar Andrey kesal dan hanya mengetes Nadia seberapa pekanya dia
''aku bilang dia ganteng karena memang kenyataannya, trus juga aku bilang dia baik karena dulu aku kan anak panti asuhan. trus juga ayah sama ibu aku juga gak ada jadi aku sering di bully karena gak punya ayah dan ibu seperti mereka. trus dia datang bilang sama mereka jangan pernah bully aku lagi, kalau sempat itu terjadi mereka bakal di pecat. karena ayahnya donatur terbesar di sekolah aku dulu
trus setelah dia bilang gitu mereka gak bully aku lagi''
''jadi kalian jadiannya kapan?'' tanya Andrey
''aku bilang makasih sama dia karena udah tolongin aku, trus dia bilang sama aku kalau dia suka aku udah lama bangat, jadi sebagain rasa terimakasih ku ke dia aku Nerima dia deh'' ucap Nadia
''kalian putusnya kapan?''
''kami gak putus dua Minggu kami pacaran tiba tiba dia hilang aku gak tau kemana''
''jadi kamu masih berharap gak dia datang lagi?'' Tanya Andrey malah kepo
''gak lagi, kan aku udah punya kamu'' ucap Nadia membuat Andrey tersipu malu hingga pipihnya merah sampai kupingnya
untuk menghilangkan rasa gugupnya ia berdeham ''ehmm, kita pulang yuk, udah malam juga gak baik buat kesehatan kamu'' ucap Andrey dianggukki Nadia
🌺🌺🌺
sekian terima kasih
ceritanya bagus... semangat ya!!!
✌️
ternyata Nadia dan Nadira nama aslinya Alana dan Alena..
ternyata juga anak keluarga Adihtama yang di culik sama intan terus di letak di panti.. adek Marvel sama Angkasa
salut juga sama teman teman Nadira, Marvel... geng geng motor..
"walau sudah memaafkan ternyata tidak dapat menghilangkan trauma yang ada," ya kata kata itu sesuai untuk Nadia..
walau karakter Angkasa singkat, udah dapet pastikan kalau Angkasa itu sosok yang hangat sama adek adeknya..
"jangan memulakan konflik yang berakhir dendam kesumat"
udah itu aja.. thanks ya👏🏻