Hana di paksa menikahi Janghyun seorang CEO perusahaan terkenal hanya untuk membalaskan dendam keluarganya dan merebut kembali perusahaan yang telah Janghyun ambil dari keluarganya.
Tetapi, setelah Hana menikah dengan Janghyun ternyata sifat pria itu tak seperti yang di rumorkan orang-orang. Dia malah adalah orang yang manja kepada Hana dan sosok ayah yang baik untuk putrinya.
" Sadarlah Hana, kau tak boleh terbawa perasaan pada pria itu " Batin Hana semakin bingung.
Yuk baca keseruan dan apa yang akan Hana pilih, apakah ia akan memilih tetap membalaskan dendam keluarganya atau membiarkan hatinya berlabuh dengan cinta Janghyun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janghyun Sudah Tahu?
"Mama akhirnya datang." Eun-hye tersenyum riang.
"Aku pulang dulu ya teman-teman." lambaian tangan kecil Eun-hye berpamitan kepada teman-temannya dahulu sebelum berlari masuk ke mobil milik Hana.
"Bagaimana tadi di sekolah nak?" Hana tersenyum lembut sambil masih fokus menyetir mobil.
"Sangat asik ma, tugas kemarin milik Eun-hye mendapatkan nilai A+ dan itu yang paling tertinggi di kelas ma." Eun-hye dengan senang dan riang menjelaskannya kepada Hana.
"Benarkah? Itu hebat sayang, anak mama memang pintar!" terkekeh pelan.
Eun-hye terkekeh riang dengan senangnya. Tentu saja karena anak-anak yang masih kecil sungguh sangat butuh perhatian dan kasih sayang yang lebih dari orang tuanya.
"Sebagai hadiah karena Eun-hye mendapat nilai yang bagus, anak mama yang cantik ini ingin apa?" Hana terkekeh pelan masih santai menyetir mobilnya.
"Apa boleh Eun-hye makan eskrim satu mangkuk besar ma?" ucap Eun-hye sambil menatap ke arah Hana memasang raut wajah memelasnya.
"Tentu saja boleh sayang, tapi hanya satu mangkuk saja ya." Hana tersenyum lembut.
"Asiiik!" teriak riang Eun-hye karena keinginannya di penuhi oleh Hana.
Hana akhirnya langsung menyetir ke arah cafe eskrim yang di mana tempat tersebut tak jauh dari rumah mereka.
.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜・
Setibanya di toko eskrim
Hana langsung memarkirkan mobilnya terlebih dahulu barulah ia menggandeng tangan Eun-hye masuk ke dalam cafe eskrim itu mengantri untuk memesan.
Suasana di dalam cafe eskrim itu cukup ramai sebab, saat itu sudah memasuki jam istirahat para anggota kantoran dan jam pulang anak-anak sekolah.
"Mama ayo kita duduk di dekat jendela nanti ya ma." ucap Eun-hye penuh antusias.
"Iya sayang, tapi mama pesan dulu ya." Hana tersenyum setelah menanggapi keinginan sang putrinya itu.
Mereka masih terus mengantri dengan tertib hingga tibalah sudah giliran mereka. Hana langsung memesan semangkuk eskrim untuk Eun-hye dan milk shake untuknya.
Setelah selesai memesan Hana langsung membawa Eun-hye untuk duduk di salah satu meja kosong di dekat jendela cafe tersebut.
Eun-hye tampak sungguh sangat riang dan bahagia sekali siang hari itu. Bahkan, gadis kecil itu tak henti-hentinya menceritakan kesehariannya selama di sekolah tadi dengan Hana.
Setelah selesai menyantap pesanan mereka berdua, Hana langsung membayar pesanan mereka itu sebelum pergi pulang.
Hana langsung menggandeng tangan Eun-hye kembali ke arah parkiran mobil dan segera pulang.
.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜・
Sementara itu di kantor milik Janghyun
Di dalam ruangannya Janghyun tampak masih fokus mengetik dengan lihai laptop miliknya itu dengan ekspresi wajah yang serius.
Tok...
Tok...
Suara ketukan pintu ruangan itu mulai terdengar sedikit kuat. Dan sepertinya Janghyun sudah bisa menebak dengan benar siapa yang berada di balik pintu ruangannya itu.
"Masuklah Eunjun, kau seperti itu malah mengganggu para karyawan perusahaan ku yang sedang bekerja." ucap Janghyun dengan raut wajah yang datar dan sedikit kesal.
Sosok yang sejak tadi mengetuk pintu ruangan Janghyun tersebut akhirnya mulai masuk ke dalam ruangan itu dan menampakkan dirinya.
"Hahaha...ku pikir kau lupa soal janji dan kesepakatan kita Janghyun." pria yang bernama Eunjun tersebut hanya tertawa dan duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.
"Cepat katakan apa yang kau dapatkan dari tugas yang ku berikan padamu!" Janghyun langsung menghentikan sesaat pekerjaan yang ia lakukan sejak tadi dan mulai menatap Eunjun.
"Mudah saja, keluarga Kim masih berusaha untuk menghancurkan mu jadi kau harus berhati-hatilah." ucap Eunjun duduk santai di sofa ruangan itu.
"Aku sudah tau dan menduga soal itu." jawab Janghyun dengan serius.
"Tapi ku sarankan juga kau harus berwaspadalah terhadap istri kedua mu itu Janghyun." Eunjun menatap serius Janghyun.
"Kenapa? Apa kau mencurigainya seperti keluarganya itu?" Janghyun yang kini memberi pertanyaan.
"Bisa di bilang juga begitu, kita tidak tau maksud setiap orang bukan?" Eunjun mulai menghisap sebatang rokok yang sudah ia nyalakan terlebih dahulu tadi.
"Ingatlah Janghyun, semua manusia bisa bersandiwara tetapi masalah hati tidak ada yang tau pasti apa maksud dan niat mereka sebenarnya." Eunjun kembali melanjutkan ucapannya.
Janghyun pov
Ternyata Eunjun juga menyadarinya, tetapi entah kenapa hatiku berkata untuk tidak mempercayai ucapan Eunjun barusan.
"Hana itu istriku, walau pernikahan kami hanya terlaksanakan karena masalah politik antara aku dan keluarganya. Apakah mungkin jika Hana selama ini hanya berpura-pura ketika berada bersamaku?" gumam batinku saat ini.
Kembali ku coba tepis pikiran-pikiran negatif ku tentang Hana saat ini. Aku langsung kembali membahas mengenai hal-hal yang perlu di selidiki tentang keluarga Kim saat ini dengan Eunjun.
"Begini saja Janghyun, biarkan aku yang menguji istrimu itu bagaimana?" tawar Eunjun kepadaku.
"Untuk apa?" ucapku dengan sedikit tak setuju dan timbul rasa kesal di hatiku.
"Tenang saja aku cuma ingin mengujinya saja untuk memastikan, dia ikut terlibat juga atau tidak tentang niat keluarganya itu untuk menjatuhkan mu."ucap Eunjun kembali menawari kepadaku bantuan kembali.
"Baiklah." ucapku sambil menghela nafas berat karena masih terus terpikirkan soal Hana.
"Tetapi kau harus ingat, jangan sampai kau berani melewati batas misi mu itu." tegas ku sambil menatap tajam ke arah Eunjun.
"Tenang saja, semua akan aman dan baik-baik saja." ucap Eunjun dengan entengnya kepadaku.
"Aku hanya memperingati mu!" kembali ku ketik laptop milikku untuk menyelesaikan lanjutan dokumen-dokumen berikutnya yang harus ku siapkan untuk menemui investor lainnya.
"Tenang saja Janghyun, aku tidak tertarik dengan perempuan seperti itu." Eunjun tertawa.
Author pov
Setelah selesai berbincang mengenai masalah keluarga Kim dan juga soal Hana telah berlalu, Eunjun langsung pergpi berpamitan sedangkan Janghyun hanya memilih mengalah untuk diam.
"Oh ya, aku hampir lupa untuk memberi tahu kepadamu kalau aku menemukan jejak lokasi dari Dia dua hari yang lalu." Eunjun langsung memasang raut wajah serius sambil merokok.
"Kenapa kau masih saja tiba-tiba membahas orang itu lagi di hadapanku Eunjun?" Nada bicara Janghyun kini mulai semakin dingin dan kesal.
"Aku kan hanya memberikan informasi yang ku dapat kepadamu." Eunjun menghela nafas sabar aj.
Janghyun kembali diam seribu bahasa kembali sambil mengetik data pekerjaan perusahaannya.
"Aku hanya ingin ingatkan bahwa kau harus bersiaga dan berhati-hatilah kepadanya. aku yakin ia akan kembali dengan alasan bahwa ad Eun-hye sebagai sosok penengah di antara masalah kalian berdua . ucap Eunjun dengan raut wajah serius.
"Aku tahu, lagi pula hubungan di antara aku dan Dia sudah berakhir." Janghyun mulai melihat sebuah bingkai foto di atas mejanya.
Terlihat sebuah foto di dalam bingkai itu menampakkan sosok Janghyun dan Eun-hye yang berada di dalam foto itu. Dan sebagian foto itu tampak ada bekas guntingan yang berada di sisi kanan Janghyun di dalam foto itu.