NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:18.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: cahaya_bintang

Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?


Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagai Hantu

Rey tengah fokus dengan layar laptop dan tumpukan berkas yang seperti biasa harus ia kerjakan segera. Terdengar nada dering di HP-nya dan saat di lihat tertulis nama Rita. Membuat Rey enggan untuk menjawab, sedari kemarin Rita menghubungi dirinya namun ia tak anggap.

Seperti saat ini Rita terus-menerus menghubunginya lagi, lagi dan lagi ia acuhkan hingga terdengar suara dering yang lain yaitu dering pesan dari Hp. Rey lalu membuka pesan itu dan ternyata dari Rita kemudian ia membacanya.

"Aku sekarang ada di cafe dekat kantormu, kau bilang agar aku tidak kekantormu tapi kau selalu tak menjawab panggilanku dari kemarin, sekarang kau pilih aku yang mendatangimu atau kau yang mendatangiku, kalau dalam waktu 10 menit kau tak ada di depanku aku yang akan ada di depanmu".

" Shitt". Umpat Rey ketika membaca pesan dari Rita, ia tak menyangka bahwa gadis itu akan menyuruh dan mengancamnya seperti ini, biasanya ia yang akan memerintah orang tanpa bantahan dan sekarang ia yang di perintah oleh seorang wanita, harga diri Rey berasa terinjak.

Dengan marah Rey meninggalkan kantornya, sebenarnya ia sangat enggan untuk menemui Rita tapi bagaimana lagi akan lebih repot jika ia tak menemui wanita itu, apalagi jika wanita itu kekantor dan membuat keributan. Tak lama Rey kini masuk ke cafe yang berada dekat dengan kantornya dan terlihat Rita duduk di kursi dengan memakan makanannya.

"cepat katakan ada apa, aku sibuk". ucap Rey kala ia sudah duduk di Repan Rita dan terlihat wanita itu tersenyum kala Rey sudah datang, sebenarnya Rey ingin segera pergi dari hadapan wanita itu karena melihat Rita membuat emosi Rey tersulut seketika.

"kenapa terburu-buru sekali sih". Rita mendengus sebal dengan wajah Rey yang terlihat amat enggan untuk bersamanya.

" kau tau sendiri kalau aku adalah seorang pimpinan dan tugasku banyak, aku harap kau punya alasan penting membuatku kesini dan meninggalkan pekerjaanku agar aku tak marah". Kini wajah kekesalan Rey tak dapat di sembunyikan lagi.

"itu salahmu sendiri kenapa kau tak mengangkat telfonku kemarin, kenapa sih kau sulit sekali di hubungi". Rita juga menampilkan wajah kesalnya tapi seketika wajahnya berubah saat ia mengeluarkan 2 kertas dari tasnya dan ia berikan ke Rey.

" ini adalah voucher liburan ke bali, aku tau kau kemarin ulang tahun jadi aku mempersiapkan ini". Rita tersenyum semangat kala memberikan voucher itu tapi tak segera Rey ambil malah kini kening Rey tampak berkerut.

"Vouchernya ada 2 yang satu___". ucapnya terpotong.

" tentu yang satu untukku, aku akan menemanimu berlibur ke bali dan aku juga sudah memberitahu papa juga mamamu dan mereka sangat setuju, ini sekaligus agar kita bisa lebih dekat". ucapnya penuh semangat tapi ia tak tau jika kini Rey sangat marah kepadanya.

"kau memberiku voucher ke bali di saat aku sedang sangat sibuk dan bahkan kau memberitahu mama juga papaku, apa sebelumnya kau tidak fikir bagaimana dengan perusahaanku nantinya". ucap Rey dengan wajah datar namun sangat kental dengan amarah.

" hidup jangan dibuat susah, kau tinggal serahkan saja ke sekertarismu untuk apa punya sekertaris jika tak berguna, lagi pula ini hanya dua hari saja". ucap Rita tanpa merasa bersalah sedangkan Rey sangat sebal dengan penjelasan gadis itu, namun jawahnya berubah ia jadi terfikir suatu rencana hingga membuatnya tersenyum.

"Kau benar baik aku akan pergi denganmu". Rey lalu mengambil salah satu voucher tersebut dan beranjak pergi. Rita tak menyangka jika Rey akan setuju padahal tadi awalnya Rey terlihat kesal dan seperti tak setuju, tapi akhirnya Rey setuju juga bahkan menampilkan senyum, " entah kenapa aku tak suka senyumnya". gumam Rita dalam hati.

******

Rey kembali ke kantornya dan saat dilihat bagian Resepsionis hanya satu orang saja yang berjaga dan itu Ikha, hingga membuat Rey bertanya tentang keberadaan Dina kepada temannya.

"Kemana temanmu kenapa kau jaga sendirian saja". Tanya Rey yang membuat Ikha takut juga gugup.

" E...te....teman saya lagi ke belakang pak, lagi di toilet". Jawab Ikha takut dan membuat Rey langsung melangkah pergi. Rey kembali melangkah namun bukan ke ruangannya melainkan ke toilet perempuan.

Rey mengintip dan terlihat toilet perempuan sepi, hanya ada Dina yang sedang membasuh tangan di wastafel dengan menunduk. Tiba-tiba dua tangan melingkat di perutnya Dina membuatnya terkejut.

"Aku merindukanmu". Sebuah suara di sebelah kanan telinga Dina menyadarkan gadis itu, suara yang amat familiar.

" Rey". Pekik Dina terkejut kala Dina menantap cermin dan terlihat wajah Rey di pantulan cermin tersebut.

Terdengar suara beberapa wanita yang mendekat hendak masuk ke dalam toilet hingga membuat keduanya terkejut dan dengan cepat Rey menarik Dina untuk masuk ke dalam salah satu bilik closet agar tak ketahuan. Bagaimana jika yang lain tau kalau CEO mereka sedang berada di toilet perempuan pasti akan menggegerkan seluruh kantor.

Rey dan Dina berdiri di bilik itu, lama kelamaan Rey pegal berdiri terus hingga ia memutuskan duduk di closet dan menarik Dina agar duduk di pangkuannya dan kini kedua tangan Rey melingkar di perut gadis itu.

Entah kenapa bau tubuh Dina seakan seperti candu untuk Rey dan ia selalu menyukai wangi wanitanya tersebut juga tak tahan untuk merasakan lebih. Dina berusaha melepaskan tangan Rey yang ada di perutnya namun selalu saja kembali lagi melingkar di perutnya. Lama-lama tangan Rey tak tinggal diam.

"Ah". Suara Dina keluar dan dengan cepat ia menutup mulutnya sendiri dan mencoba menyingkirkan tangan Rey dengan tangannya yang lain.

" kalau kau bersuara nanti mereka bisa tau, kau diam ya". Rey melanjutkan aksinya namun terbatas karena bilik toilet yang sangat sempit.

Cukup lama para wanita itu ditoilet bahkan mereka sambil mengobrol membuat Dina juga Rey semakin lama di dalam sana. Dan Rey semakin lama tangannya semakin kemana-mana tapi untunglah bilik toilet sempit jadi Rey tak bisa main celup-celupan disana.

Toilet terdengar sepi dan sepertinya para wanita tadi sudah pada pergi. Dina melepaskan tangan Rey yang sedang menjamah tubuhnya dan keluar dari bilik closet. Ia terlebih dahulu merapikan pakaiannya sebelum keluar dari toilet dan disusul Rey.

"Sampai jumpa nanti malam sayang, aku punya sesuatu untukmu". Bisik Rey di telinga Dina dengan lembut dan sensual namun terasa begitu ngeri di telinga gadis itu.

Rey lebih dulu keluar toilet dengan berjalan santai seperti tiada terjadi apa-apa sebelumnya. Setelah Dina kini sudah Rapi ia kembali ke meja Resepsionis dan mendapat pertanyaan dari temannya itu.

" Tadi waktu ditoilet kamu di cariin bos loh aku sampai gugup jawabnya". ucap Ikha kala Dina sudah duduk disampingnya.

"jadi Ikha yang bilang pantes dia tau aku di toilet". gumam Dina dalam hati saat tadi ia begitu terkejut dengan keberadaan Rey di belakannya saat di toilet.

" Tapi si bos gak ngapa-ngapain kamu kan?". tanya Dina yang mendapat gelengan dari temannya itu.

"nggak sih, kan kamu tau sendiri bos kita walau datar dan dingin banget tapi masih baik contohnya gak pernah langsung asal pecat karyawan". Mendengar pernyataan Ikha yang seperti membela bosnya yang entah mengapa membuatnya sebal.

" andai kamu tau tadi si bos habis ***** aku, langsung turun tuh kebaikan si bos dimata kamu". gumam Dina dalam hati.

Dina teringat dengan kata Rey waktu di toilet katanya punya sesuatu untuknya namun kenapa mendengar itu bulu kuduk Dina seketika berdiri dan ia bergidik ngeri saat membayangkan. Dina memikirkan sesuatu yang disebut Rey, melihat tingkah Rey tadi yang tiba-tiba muncul seperti hantu dan menyerangnya tanpa kenal tempat membuatnya berfikir apakah ia akan dimakan nanti malam hingga esoknya tak bisa kerja. Membayangkan wajah Rey membuatnya takut hingga ia menyudahi saja tebakan tentang yang di mangsut Rey tadi.

1
rahmawaty
maret 2026 nihh ...
balik lagi kita... sudah berkali2 aku baca ini krna seru , sedih dan kesel juga😅
rey dan dina cintanya yg tdk bisa di ganggu..smpe brtahun2 akhirnya brtemu kembali dan berjodoh kembali
Sa Tokkin
Luar biasa
Nur Halimah
mantap torrr
Indri Lestari
betul. GK suka ma Dina.. sibuk ma ank org, perhatian ke suami berkurang.. nanti mlh JD ribut
Indri Lestari
Rey tipe cwok pengecut .. GK berani ambil resiko..
Indri Lestari
sebel bgt sama Rey,, GK tegas . laki laki mcam apa Kya gthu .
Indri Lestari
mnding Rey pisah sama Rita.. n akhirnya bersatu dengan Dina.. n Rey tau semua ulah papa nya . n Rey lebih berani lawan ayah nya
Indri Lestari
cb ada cwok di dunia ini Kya gthu ya. . belanja ien hbs byk.. GK mikir sampai 700jt.. mimpi x ya... hahaha.
Yulia Apriawanti
Kecewa
💖syakilah💖
terima kasih atas crita nya thorrr....
💖syakilah💖
nyimak thor....
Rohinem
nyesel deh udah pencet favorit..
Cha
otw terima kasih
rahma wati
otw mampir thor. semangat
Mom Dee 🥰
aku mampir utk ke 3 kalinya 🥰
Zeans Siregar
rey ganas banget bikin anak🤯
Suhana Suhana
berapakalipun aku baca part ini pqsti ujung2nya aku mewek juga 😭😭😭
Cheng xiao
Oalah...
Iiq Rahmawaty
si rey kaya kacung bapak nya😪
Widya Susanto
terlalu meresapi membaca nya,,
sehingga membuat dadakuu sakit.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!