NovelToon NovelToon
Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Raja Tentara/Dewa Perang / Chicklit
Popularitas:326.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Isnawati Iskandar

suatu malam seorang pria mendatangi rumah orang tuanya..tak disangka kedatangan pria itu adalah petaka untuk keluarganya..orang tuanya dibunuh hanya karena pria serakah itu menginginkan harta dan perusahaannya.

setelah belasan tahun,setelah menjalani pelatihan neraka bersama orang orang kepercayaan sang kakek yang selama ini merawat dan membesarkannya,akhirnya dia bisa membalaskan dendam atas kematian orang tuanya..

akankah pembalasan dendamnya berhasil...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isnawati Iskandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PATUNG HIDUP

Setibanya di kediaman barunya,Shuwan melihat beberapa orang berpakaian pelayan sedang membereskan rumahnya.Begitu melihat kedatangan mereka,beberapa orang menghentikan kegiatannya lalu menyapa mereka.

"Tuan muda Li,tuan muda Wang,nona Shu." sapa mereka sambil membungkuk hormat. "Lanjutkan saja!" Minghao memerintahkan.Mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.

Shuwan berjalan ke arah dapur,Wei yang melihatnya langsung menyusul."Nona,anda mau kemana?" "Aku akan memasak agar kita bisa makan bersama."

"Kau bisa memasak?" Xuemin tak percaya seorang nona muda bisa memasak di dapur. "Tentu saja,bahkan masakannya lebih enak dari masakan di restoran." Li Jingmi menjawab dengan antusias.

"Benarkah?Aku tak sabar ingin segera mencicipinya." Xuemin dibuat penasaran oleh ucapan Li Jingmi. "Aku jamin kau akan ketagihan." Li Jingmi semangat sekali,seolah-olah sedang mempromosikan masakannya sendiri.

Setelah beberapa lama,Shuwan dan Wei datang membawa beberapa masakan yang dari aromanya saja sudah sangat menggugah selera.

Para pelayan yang dikirim nyonya Li untuk membersihkan rumah itu menghampiri mereka untuk pamit."Kalian tidak boleh pulang sebelum makan." Shuwan berkata dengan tegas

"Tapi nona,kami..." "Cepat duduk dan makanlah!Aku memasak banyak agar kita makan bersama" para pelayan itu menatap tuan muda mereka seolah sedang bertanya.

Shuwan yang melihat tatapan para pelayan itu terarah pada Li Minghao,langsung mengerti. "Kalian takut padanya?tenang saja,ini kediamanku,bukan kediaman keluarga Li.Aturan disana tidak berlaku disini.Cepat makan!" Shuwan tidak ingin dibantah.

"Makanlah! Jangan membuatnya marah." setelah mendengar tuan mudanya bicara seperti itu,mereka mengambil makanan dan pergi ke ruangan sebelah.Shuwan yang menyaksikannya hanya mendengus kesal.

Selesai makan,para pelayan itu pamit dan langsung kembali ke kediaman Li. "Nona Shu,kau pasti membutuhkan pelayan.Akan ku sisakan satu orang disini untukmu.."

"Tidak perlu tuan muda,ada saya disini." Wei dengan cepat menjawab ucapan Li Minghao

Wei sudah berjanji dalam hatinya,dia akan melayani gadis itu,sejak dia menyelamatkannya dari para perampok di hutan waktu itu

"Nona Shu,masakanmu sangat lezat.Aku tidak keberatan bila harus sering menikmatinya" Xuemin memuji dengan tulus,masakan gadis itu memang sangat lezat dilidahnya.

"Apakah kediaman Jendral besar Wang tidak memiliki koki hingga kau tak bisa makan enak?" Li Jingmi mencibir.

"Ayo kita lihat ke area belakang." Shuwan mengajak mereka untuk melihat ke belakang rumah tersebut.

"Area belakang ini lumayan luas,bisa untuk olahraga dan berlatih." gumam Shuwan dalam hati.Dia sudah merancang banyak hal dan mengatur jadwal kegiatan hariannya.Olahraga dan berlatih sangat penting dan masuk list paling atas dalam jadwalnya.

Tanpa terasa,matahari telah kembali ke peraduannya.Ketiga pria itu langsung pamit pada pemilik rumah.

"Nona Shu,kami pulang dulu.Anda tidak keberatan bila saya datang lagi kesini?" Xuemin sepertinya benar benar menyukai gadis itu,dan masaknnya.Shuwan hanya mengangguk sebagai jawabannya

"Nona Shu,datanglah ke kediaman Li kapan-kapan,ibu pasti senang dengan kedatanganmu." Li Minghao tersenyum saat mengatakan itu. "Bukan hanya ibu,akupun sangat senang bila kau datang." tapi ucapan itu hanya bisa dia ucapkan dalam hatinya.

***

Shuwan sedang melakukan olah raga pagi.Berlari mengitari halaman belakang yang tak terlalu luas,melakukan gerakan ringan,dilajutkan dengan berlatih beladiri dan berpedang menggunakan katana kesayangannya.

"Nona,anda telah berlatih sejak tadi dan belum sarapan." Wei mengkhawatirkan sang nona. "Ya.Sebentar lagi."

Selesai berlatih,Shuwan menghampiri Wei yang sedang duduk menonton kegiatannya. "Mulai besok,kau harus ikut olah raga dan berlatih beladiri bersamaku! Bila suatu saat bertemu dengan orang yang berniat jahat padamu,kau bisa melawan mereka." Wei hanya mengangguk mendengar ucapan nona nya yang lembut namun tegas itu

"Ya nona,aku berlatih dengan rajin.Aku ingin hebat dan kuat seperti nona." Wei bertekad dalam hatinya.

"Ayo kita sarapan.Dimana Yu zi?Aku tak melihatnya sejak kemarin." "Tadi dia ada disana." Wei menunjuk semak-semak tempat tadi dia melihat Yu zi.

Siang hari,Shuwan mengajak Wei pergi ke pasar.Dia berencana membeli beberapa bibit sayuran dan bahan makanan untuk kebutuhan harian mereka.Meskipun dia memiliki semua benda di ruang dimensi,tapi tidak bisa mengambil dari sana terus menerus.Wei akan curiga

Jadi dia akan menanam beberapa tanaman di halaman depan dan belakang rumahnya.

Pulang dari pasar,Shuwan langsung menanam beberapa bibit yang dia beli.Dia juga membeli beberapa sayuran untuk makanan mereka dan wortel untuk Yu zi.

Shuwan belum tahu dunia yang dia tinggali itu seperti apa,jadi belum ada rencana apa-apa untuk kedepannya.Nikmati saja waktu santainya.Lagipula di zaman modern,dia belum pernah memiliki waktu bersantai seperti ini.

Wei sedang membuat lubang-lubang di tanah untuk menanam bibit,dan Shuwan yang menanam bibit-bibit tersebut saat suara seseorang terdengar dari belakang tubuh mereka

"Apa yang sedang kalian lakukan?" suara seseorang membuat Shuwan menoleh ke sumber suara. "Menanam beberapa tanaman,sayuran,dan beberapa rempah yang bisa dijadikan bumbu.Ada apa tuan muda Li?"

"Panggil Minghao saja agar terdengar akrab.Kita seperti orang asing kalau kau terus memanggilku tuan." Shuwan mengangguk mendengar ucapan Minghao. "Kami akan pergi ke pelelangan.Ikutlah!mungkin kau akan mendapatkan sesuatu disana." lanjut Minghao

"Hei,kalian melupakanku" seseorang muncul dengan raut wajah tak senang.

"Xuemin.Kenapa kau kesini?"

"Memangnya kenapa?tidak boleh? Aku tadi ke kediaman mu,tapi bibi Li bilang kamu kesini.Aku susul saja."

"Kalian mau ke pelelangan?ayo pergi bersama.Aku membawa kereta kuda?"

"Kami juga membawanya,kau tidak lihat didepan?" Li Jingmi tak mau kalah

"Baiklah,aku ikut kalian saja.Biarkan kusirku pulang." Xuemin lebih memilih bersama mereka daripada sendirian di kereta kudanya.

"Memangnya ada apa di pelelangan?" Shuwan penasaran barang apa yang di lelang di zaman ini. "Banyak.Ada senjata,perhiasan,herbal langka.Apa saja." Xuemin menjawab dengan semangat.

"Baiklah,aku akan mandi dan bersiap dulu.Wei kau juga mandi dan bersiap lah!" lalu kedua gadis itu masuk ke rumah, meninggalkan para pria di halaman belakang.

Setelah kedua gadis itu siap,mereka langsung menaiki kereta lalu berangkat ke pelelangan.

Tiba-tiba kereta terguncang disertai ringkikan kuda didepan. "Ada apa?" Shuwan penasaran.Dia menyibak tirai kereta dan melihat ternyata didepan ada kereta kuda juga tampilannya sangat mewah.

"Apa yang kau lakukan?ceroboh sekali!" bentak seseorang.Kelima orang itu langsung turun dari kereta dan berjalan mendekati kusir.

Saat Xuemin melihat kereta mewah dan kusir yang ada dihadapnnya,dia langsung membungkuk "Jendral Yuwen.Mohon maafkan kami."

Kedua tuan muda Li dan Wei terkejut Mendengar ucapan Xuemin.Jendral Yuwen,mereka tahu betul siapa orang itu.Bukankah dia pengawal pribadi dari...

Meskipun Wei berasal dari kampung,tapi dia telah mendengar dan mengetahui beberapa nama besar yang tidak boleh disinggung bila masih menyayangi nyawa.

Seseorang keluar dari kereta mewah tersebut.Mereka terpaku melihat orang yang baru saja keluar dari kereta.Tiba-tiba suhu disekitar turun drastis.Angin dingin berhembus dengan kencang hingga membuat keempat orang itu menggigil.

Pria tampan berpakaian mewah dengan rambut hitam panjang yang bagian atasnya diikat dan bagian bawahnya dibiarkan tergerai indah,hidung mancung,rahang yang tegas,mata tajam yang dihiasi alis tebal yang melengkung seperti pedang,bibir yang....

Bukan kesempurnaan fisik pria itu yang membuat mereka terpaku,tapi sosok itu.Sosok yang sangat ditakuti oleh hampir seluruh penduduk negri dan orang yang paling mereka hindari.

Suasana tiba-tiba mencekam.Keringat dingin sudah menetes di dahi dan punggung mereka.Ini bukan hal baik

Namun tidak demikian dengan seorang gadis yang berada diantara mereka,dia terlihat acuh dengan suasana sekitar.Siapa lagi kalau bukan Shuwan.Lagipula dia tidak tahu siapa orang itu,jadi tidak memiliki kesan apa apa selain mengagumi ketampanan pria tersebut.

"Ya...yang...yang mulia.. Maafkan kami.." ucap mereka berempat kompak dengan terbata sambil tetap dalam posisi membungkuk.Kecuali Shuwan yang masih saja memandang pria yang baru kali ini dia lihat itu.

Pria itu tak mengatakan sepatah katapun,dia hanya menatap mereka dengan tajam dan mengintimidasi.

"Apakah dia bisu?atau,dia patung yang bisa bergerak?" Shuwan yang kesal karena pria itu tetap mematung,sedangkan teman-temannya masih membungkuk meminta maaf padanya langsung melontarkan kata kata yang mungkin membuatnya kehilangan nyawa....

Sraing....

1
Amrullah Gazali
sepertinya iya sudah tamat
Desa cerme
uda tAMAT
cha_cha96
sesek napas gue
Dian Hermawan
foto novelnya xiao yan ama cailin😂
Yulianti Amiruddin
awal cerita yg bagus author 👍
Novishane
Luar biasa
mecca
ikut thor tungguin😂😂😂😂
mecca
mak pluk udah kaya kelapa jatoh dr pohon dah,itu nyawa tak berharga bgt yak hadeuhhh ampun dah dewa kematian kok d lawan ya lewat lah itu nyawa🤣🤣🤣🤣
mecca
yah thor d kira aq aja yg ngos ngosan teryata author jg ikutan hhehehe padahal mah kita cuma nonton aja loh😂😂😂😂gk ikut gelud
mecca
semangat thorrr...aq bacanya ikutan tegangggggg
Shelvia Amanda Dika
nasib jd pangeran dan putri kerajaan ya gitu. dijodohkan demi tahta
Shelvia Amanda Dika
thor sebaiknya jgn jodohkan shuwan dgn pangeran keempat tsb krn gak cocok tp klu kk author maunya begitu ya saya terima saja krn tinggal membaca
Dearest
thor jangan kelamaan upnya dong. lagi seru nih
Dearest
ciihh... cemburu kali kau pangeran
Dearest
karena yang aq baca ini karya yang belum tamat, semoga saja author mau cepat menyelesaikan kisah yang membuat pembaca bagai baca di atas roller coaster.
berasa up n down karena tegang dan serh
Dearest
they look gorgeous
Dearest
nah ini baru oke penampakan pangeran ke 4 begini kan gagah
Dearest
cincinnya keren banget. ampe naksir
Dearest
keren wooyyy pedangnya.
Ada penampakan tokoh²nya dong thor biar makin keren
Ira Indriarini
akhirnya....yg ditunggu2 datang juga ... makasih yaa thor 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!