Terkadang, memory yang pahit juga berhak untuk di ingat. Karna semanis apapun memory yang ada, jika semua keadaanya telah berubah, maka rasanya akan sama- sama seperti luka. Bahkan lebih dalam.
Bagi kakak semua yang mampir aku mintak kritik dan sarannya ya biar nanti bisa jadi bahan evaluasi.
Kalau berkenan bisa tambahkan ke favorit, kasih bintang dan tinggalkan like sebagai dukungan.
Masih terus dalam tahap pembenahan, jadi kalau ada ketidak nyamanan saat membaca maaf ya kak.
Makasih kakak semua...
Mampir juga ke work aku yang lain ya kak, semuanya masih dalam fase pembenahan😁😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uza Atsanni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 18- Makan Siang
VARIELLA
Aku sibuk memainkan bolfoinku, mengetuk-ngetukkannya di atas meja, atau terkadang menepuk-nepukkannya di pipi.
" Namaku, Anasita Amber Albaroza, senang bisa turut bergabung dengan kalian semua, sebelumnya aku hanya siswa Home Schooling karena suatu alasan, jadi mohon bantuannya," katanya memperkenalkan diri, lalu sedikit membungkukan badan untuk memberi salam penghormatan, membuatku tersadar dari lamunan ayamku.
Hhh... Murid baru lagi, dua hari ini sudah ada dua murid baru masuk di kelasku, apakah iya akan terus seperti ini hingga hari-hari setelahnya?
Terdengar suara beberapa siswa asik bergumam dan bisik-bisik sendiri membicarakannya. Benar-benar tidak sadar tempat, bahkan orang yang sedang mereka bicarakan jelas-jelas masih berdiri di depan mereka semua... Dan kurasa, orang itu juga masih memiliki pendengaran yang baik...
Dia bergegas, berjalan santai menuju kursi paling pojok belakang dekat jendela seperti yang telah diperintahkan oleh Nyonya Laeli.
Aku meliriknya sekilas. Dia menengok ke luar lewat kaca jendela, mengabaikan pelajaran pertamanya sebagai murid baru di sini. Apa dia adalah tipe orang sepertiku yang juga sangat malas untuk bersekolah?
Kasihan sekali, dia cantik, yah... Sebelas dua belaslah denganku, Tapi tatapannya terlihat, penuh beban...
🌀🌀🌀
" El,"
" Oh ya," ucapku menjawab sapaannya, dia membawa nampan berisi makan siangnya, duduk di sebelahku.
" Kau tau tentang murid baru Home Schooling itu?" Tanya Falisya, memulai kegegerannya yang tidak seberapa.
" Kenapa memang?" Tanyaku kurang antusias seperti biasa setiap kali meladeni kata-katanya yang gak penting. Tapi kenapa dia tidak pernah peka ya?
" Namanya seketika saja langsung melesat sampai ke kalangan siswa senior, kau tau? Dia memang cantik, ku dengar si Anasita itu juga sangat cerdas, ah... Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana jadinya kalau saja edisi limited edition para pria tampan sesekolah akan tertarik padanya nanti, ini sangat tidak adil!..." Rajuknya.
" Buk," aku dan Falisya langsung memandang ke arah sumber suara. Tapi yang di tatap malah tersenyum seperti biasanya. Mengedipkan sebelah mata dengan iris hitam itu.
" He, piss," dia duduk tepat di sebelahku, di depan Falisya yang masih melongo kaget.
" Hay?.. Aku Falisya," katanya mengulurkan tangan seketika saat telah sadar dari longoannya. Oh astaga! Mata itu lagi...
" Zere," jawab Zere menerima uluran tangan Falisya.
" Zere," panggilku.
" Ah, iya..." Jawab Zere menoleh ke arahku dengan wajah polosnya yang selalu saja terlihat sedang bahagia.
" Aku ing~"
" Zere!!..." Panggil seorang memotong kata-kataku, dia mengambil tempat duduk tepat di sebelah Falisya, di hadapanku.
" Bisa ikut gabung?" Tanya Anasita rusuh yang baru saja datang. Oi, harusnya kau bertanya dulu sebelum duduk. Percuma kalau kau menanyakan persetujuan kami jika kau saja sudah duduk manis di situ...
" Silahkan," jawab Zere.
Hm... Sepertinya aku salah tentang Zere yang pasti akan sangat mudah untuk mendapatkan teman di sini. Karena mungkin akan jadi lebih tepat bila kata-katanya, dia pasti akan sangat mudah untuk mendapatkan penggemar, kekasih, atau sejenisnya.
" Hay, aku Falisya, senang berkenalan denganmu, semoga hari pertamamu di sini terasa menyenangkan," Beo-nya membentuk sebuah rumus volume limas.
" Aku, Anasita, senang kembali bisa berkenalan denganmu," jawab Anasita lembut.
" Namaku, Aesyel Variella Quenner, kau bisa memanggilku dengan kata apa pun, asalkan kata itu ada di dalam namaku."
Dia tersenyum sangat manis, menutupi mulutnya dengan telapak tangan.
Princess Variella yang lemah lembut, kenapa kau sekarang menjadi seentahlah ini? Apa ini benar-benar kau???~ Anasita.
" Tak disangka, ternyata Variella dan Anasita sangat mirip ya dari dekat..." Ceplos Zere sekenanya.
" Hm?" Tuntutku, mendongak ke arahnya. Membuat Falisya sontak langsung memperhatikan kami secara bergantian dengan ekspresi bodoh.
" Hm, iya, kalau saja rambut Variella berwarna merah, atau rambut Anasita yang berwarna hitam. Dan ya, kalau saja Variella sedikit merubah tampilan dan sikap brandalnya, atau, Anasita saja yang jangan terlalu lembut." Jelasnya panjang kali lebar. Brandal?...
Ternyata mulutmu bisa berbau busuk juga ya?... Aku kira kamu orang yang baik hati lo ya...
" Pufft.. Emb... Ha, ha ha ha," kelihatannya Falisya tertawa sangat bahagia.
Sialan!
" Sejak kapan kau memanggil ku Variella?" Tanyaku kepada Zere, menghentikan tawa jelek si Falisya.
" Sejak kemarin, bukankah lelaki yang menjemputmu kemarin memanggilmu begitu? Ku kira lebih cocok saja, dari pada harus memanggil mu dengan kata, El... Itu terkesan, sangat pelit." Jawabnya, selalu santai.
" Hey, meski kau tampan, kau tidak bisa seenaknya saja dong bilang kalo aku itu pelit, itu kan cuman biar terdengar sederhana dan tidak terlalu panjang," sangkal Falisya yang biasanya memang memanggil Variella El.
Jadi, yang kemarin itu ya, kakak...
" Ngomong-ngomong, siapa sih laki-laki itu, tampan sih, tapi sangat sombong, dingin, agak sedikit tidak tau sopan santun juga..." Sambungnya.
Malu... Malu... Malu... Malu... Malu...
" Spertinya aku tau~"
" Ah, bukan siapa-siapa juga kok," kataku agak gugup, memotong kata-kata Falisya. Memberinya tatapan kesepakatan seperti biasa.
" Ah ya... Bukan siapa-siapa," katanya kemudian.
Huh...
Hanya album terbaru grub band kakak, pasti akan aku berikan nanti sebagai bea tutup mulut... Mestinya itu tidak akan susah kan? Aku akan mengambilnya diam-diam nanti di kamar si Aleta yang sama-sama sialan itu.
" He... Maaf Master, aku tidak bermaksud mengolokmu di belakangku." Batin Zere.
" Ck ck ck," balas Anasita.
" Anasita, kau mendengarnya ya?..."
" Kau berfikir dengan terlalu keras, siapa yang tidak bisa mendengarnya,"
Sedangkan di sisi lain,
" Haaaccchiiiii," dia menggosok-gosokkan jari tangannya di bawah hidung.
" Siapa yang sedang membicarakanku? Dasar, fans tidak tau diri, seenaknya saja mengusik ketenangan batinku..." omelnya tak bertujuan.
" Sabar... Sabar... Kalo gak ada fans juga, kamu gak akan seterkenal ini, Aleta..." gumamnya lagi. Bergeser hampir tiga ratus enam puluh derajat lebih. Berhasil mengontrol kesabaran diri sendiri.
" Eh, iya, kenapa dari tadi kau hanya diam saja? Sedang tidak enak badan kah?" Tanya Falisya menatap Anasita penuh kekhawatiran. Bahkan dia tidak pernah menunjukkan muka seperti itu kepadaku.
Aku menatap Anasita sebentar, mata kami saling bersitatap dan mengunci.
Deg deg deg...
Aku menyentuh dadaku, sesak lagi... Kali ini, tidak mungkin kan, kalau aku sedang jatuh cinta pada Falisya?...
Di kedua matanya terlihat sebuah lapisan menyerupai kaca,
Tapi saat dia tau aku mengamatinya dengan lekat, Anasita memalingkan wajahnya sesaat.
" Sepertinya aku harus ke toilet," timpalnya, berdiri.
" Perlu ku temani?" Tawar Zere, membuatku, Falisya, dan Anasita sontak menoleh ke arahnya.
" Tidak perlu," Anasita berlalu. Sedikit ada rona merah di kedua pipinya.
" Zere, ternyata kau sangat mesum... Kau membuatnya sangat malu, pasti," Terka Falisya, membuat Zere terdiam dengan ekspresi sangat lucu.
" Aku hanya sedikit mengkhawatirkannya..." Jawab Zere apa adanya.
Aku menatap ke arah dia pergi, apa benar dia sedang baik-baik saja? Tadi dia terlihat, seperti hendak menangis bukan?
Aku, juga mengkhawatirkannya.
mampir jg ke ceritaku 😁
mampir yuk ke Novel ku
•System Behavior.
siapa tau tertarik
Aku mampir dah kasih Boomlike tiap chapt dan rate 5. Ditunggu boomlike+rate 5 back nya di karyaku The Power of Mutant yaa... Makasihh🙏
💕Saling Support💕
keep spirit thor
Mari saling dukung :)
ceritanya makin bagus, bikin penasaran
Mari saling dukung😍
Semangat nulisnyaa
🌸Halo ini author Fur Therese yuk mampir dan saling like, rate5 dan vote🌸
Tambahkan ke favorite ya karena bakal up setiap hari ❤
nitip jejak di sini dulu
🌸Halo ini author Fur Therese yuk mampir dan saling like🌸
makin seru ceritanya