~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jenuh
Ketika terbangun lagi, aku malah kebingungan. Tak ada jam agar aku bisa membedakan waktu. Jadinya aku tak tahu apakah saat ini siang ataukah malam?
Anehnya, piring kotor bekas makan ku tadi, tak lagi ada di atas meja. Malah kini ada makanan baru di sana.
"Berarti ada orang yang mengambil piring kotor itu saat aku tertidur! Dia juga yang menggantinya dengan makanan yang baru!" aku pun menyimpulkan.
Dengan bersemangat, aku langsung menuju pintu.
Tapi, lagi-lagi pintu itu terkunci. Ku gedor-gedor lagi pintu nya, tetap juga tak ada sahutan yang membalas teriakan ku.
Karena letih, aku oun meminum jus jeruk yang tersedia di sana.
"Mm.. segar.. ini seperti jus jeruk kesukaan ku. Apa berarti, aku mengenal orang yang menyekap ku?" benak ku kembali sibuk mengurai tanya.
"Tapi siapa dia? Apa alasannya menyekap ku di sini?"
Lama berpikir dan berpikir, akhirnya aku merasa letih juga. Melihat makanan di atas meja, kali ini tak menggoda selera ku.
Ku putuskan untuk mencari tahu apapun yang bisa ku temukan di kamar ini.
Ku ambil salah satu buku yang ada di rak. Lagi-lagi aku tertegun. Di tangan ku kini adalah novel yang sudah lama ingin ku beli.
Aku pun membukanya selembar demi selembar. Sampai tahu-tahu aku merasa letih usai membaca berpuluh halaman banyaknya.
"Hmm.. lapar banget. Makan dulu aja deh,"
Dengan terpaksa, akhirnya aku memakan menu kedua ku di kamar itu. Lagi-lagi sup ayam, steak, puding dan buah-buahan.
"Siapa pun yang sudha menyekap ku fi sini benar-benar memanjakan ku. Hh.. tapi tetap saja. alAku disekap. Apa ada cara agar aku bisa bebas dari sini ya?"
Selesai makan, anehnya aku kembali merasakan kantuk.
Akhirnya aku pun lagi-lagi pulas tertidur.
***
Entah jam berapa saat aku terbangun. Tapi yang jelas, aku merasa badan ku sudah lumayan lengket. Aku mau mandi.
"Tapi.. apa di sini juga ada baju ganti buat ku ya?"
Dan ternyata jawabannya adalah, ada.
Ya. Tak jauh dari kasur, terdapat sebuah kemari besar. Dalam lemari itu terdapat beragam pilihan pakaian yang sesuai dengan selera ku.
Makin takjub lah jadinya aku. Ini jelas kasus penculikan teraneh yang pernah ku ketahui.
Siapapun yang menyekap ku di sini pasti sangat menyukai ku, karena semua yang ku suka, ada di kamar sekap ini. Kecuali satu hal saja mungkin yang tak ku sukai dari tempat ini. Kenyataan bahwa aku disekap.
Setelah menemukan baju untuk berganti, aku pun akhirnya mandi. Selesai mandi, lagi-lagi aku dibuat terkejut, karena piring kotor di atas meja sudah tak ada lagi. Gantinya kini adalah cemilan kering seperti keripik kentang dan juga jus tomat. Cemilan yang biasanya ku makan juga.
Sebuah nama terlintas di benak ku. Nama yang ku duga adalah identitas dari penyekap ku di kamar ini.
"Masa iya sih dia? Apa tujuannya coba. sekap aku di sini?"
Lama berpikir sambil menghabiskan cemilan, ku putuskan untuk melanjutkan bacaan novel ku lagi saja. Entah berapa lama aku membaca. Tapi lagi-lagi rasa kantuk itu menyergap ku. Hingga aku oun terlelap untuk waktu yang entah berapa lama.
***
Akhirnya aku mulai menerima rutinitas sehari-hari ku di ruang sekap tersebut.
Setelah belasan kali tertidur di kamar itu akhirnya aku menyadari beberapa hal.
Seperti misalnya selalu ada orang yang masuk ke kamar setiap kali aku tertidur. Atau juga aku akan selalu merasakan kantuk usai aku makan atau minum. makanan yang tersedia di atas meja.
Aku menduga kalau dalam makanan itu terkandung obat tidur. Pasalnya, aku tetap pulas tidur. Dan tak mendengar saat ada orang yang masuk ke kamar.
Padahal biasanya aku mudah sekali terjaga.
Akhirnya di suatu kesempatan, ku putuskan untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Aku menahan lapar, namun menyembunyikan semua makanan dan membuang isi minuman di kamar mandi. Akhirnya hanya terdapat piring kotor saja di atas meja seperti biasanya.
Setelah itu, aku berpura-pura tertidur. Berharap dengan cara ini, aku bisa menangkap basah siapa pun yang telah keluar masuk dengan begitu mudahnya ke kamar sekap ini.
Anehnya, aku malah kembali pulas tertidur. Dan tersadar lagi ketika meja telah terhidang menu makanan yang baru.
Aku pun seketika frustasi.
"Aarrgghh! Kenapa bisa ketiduran lagi sih?! Padahal kan aku gak makan fan minum makanannya!!"
Usai berteriak kesal, ku habiskan saja makanan di atas meja.
"Biarin lah kalau nanti ketiduran lagi! Ku sumpahin aja siapa pun yang udah sekap aku di kamar ini, biar dia hidup sendirian selamanya! Iihhh! Bikin kesal aja!"
Selesai makan, aku tak langsung merasa kantuk. Jadinya aku kembali melanjutkan bacaan novel ku yang belum selesai.
Baru setelah lama membaca, akhirnya rasa kantuk itu datang kembali. Namun aku tak ingin menentangnya lagi. Akhirnya, aku oun kembali rebahan, dan langsung memejamkan mata ku lagi.
Dengan mudahnya, aku pun terlelap begitu saja.
***
Rutinitas itu terus berlangsung hingga puluhan kali. Entah sudah berapa hari atau minggu sejak aku disekap di kamar ini. Yang jelas. aku mulai merasa bosan.
Aki tak lagi membaca buku yang ada di rak. Dan tanpa sadar nafsu makan ku juga mulai berkurang.
perasaan jenuh mulai menghantui ku. Dan yang paling menyiksa adalah karena tak ada siapa oun yang bisa ku ajak mengobrol di kamar ini.
Jadilah akhirnya aku mulai sering berleh-leha di atas kasur saja. Melamun, bersenandung sendiri, hingga aku yakin kalau sebentar lagi mungkin aku akan menjadi gila. Gila karena sebab rasa sepi yang menyiksa ini.
Agaknya fia yang menyekap ku pun mulai menyadari perubahan yang terjadi padaku. Sehingga pada suatu waktu, terdapat sesuatu yang berbeda dari rutinitas ku di kamar sekap itu.
Suatu waktu ketika aku terbangun, di samping makanan yang terhidang. aku juga menemukan selembar kertas.
Pada kertas itu tertulis sebuah kalimat,
'Makanlah lebih banyak lagi!'
Membaca pesan itu, mendadak ga irah hidup ku bangkit kembali. Aku pun kembali membaca ulang pesan tersebut berkali-kali.
Setelah puas membacanya, aku lanjut mencari bolpoin fi rak buku. Dan beruntung aku menemukannya.
Kemudian di bawah tulisan berisi pesan untuk ku itu, aku menuliskan pesan lainnya.
'Siapa kamu? Kenapa kamu menyekap ku di sini?! Aku ingin bebas!' tulis ku seperti itu.
Setelahnya aku menaruh kertas itu kembali di tempat nya. Dan menghabiskan makanan di atas meja. Sambil sesekali melirik pesan itu. Berharap jika siapapun fia akan membaca dan membalas pesan ku lagi. Lebih bagus jika ia mau langsung membebaskan ku dari kamar sekap ini.
***
PaMud Mampir
PaMud Papa Muda mampir
Ry Benci Pakpol Mampir