Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18.Lamaran
Setelah sampai di depan rumahnya Arana melihat ke arah
Steven. Arana merasa tidak yakin dengan apa yang akan Stevn katakan kepada
kedua orang tuanya.
“Stev, apa kamu yakin? Benar-benar akan melakukan ini?”
Arana melihat ke arah Steven yang kini tengah duduk di sampinnya.
Mendengar pertanyaan Arana, Steven menarik napasnya, lalu
membuangnya secara perlahan kemudian berkata. “Aku yakin, aku yakin dengan apa
yang akan aku lakukan.” Melihat ke arah Arana “Dan sekarang ayo, kita turun
mengatakan semua ini kepada orang tuamu.”
Setelah mengatakan itu Steven keluar dari mobilnya di ikuti
oleh Arana. Dan mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumah.
Berhubung mereka kembali ke rumah Arana, yang menungjukkan
waktu pukul 7 malam kini Wirawan telah berada di rumahnya bersama istri dan
anak tirinya.
Wilda yang melihat Arana masuk ke dalam rumahnya bersama
dengan pemuda yang ia kenal sebagai kekasih Arana berkata. Berkata.
“Dari mana saja kamu!? Jam segini baru pulang?” Wild menatap
tajam ke arah Steven dan Arana.
Arana ingin menjawab pertanyaan Wilda namun dengan segera
Steven menjawabnya.
“Maaf Om, tante, kami pulangnya malam, ini semua salah aku,
karna aku telah mengajak Arana kerumah orang tuaku di kota XX.” Steven tersenyum
melihat ke arah Wirawan ketika mengatakan itu.
Mendengar ucapan Steven, Wirawan hanya tersenyum, berkata “Tidak
masalah Nak, yam penting saat ini Arana sudah ada di rumah.”
“Ngapain kamu mengajak Arana ke rumah orang tua kamu? Memangnya
di sana ada sesuatu yang penting, keluargamu kan uman dari kalangan bawah, di
bawah kami malah,” Wilda berkata sinis dan itu membuat Steven tertawa
melihatnya.
“Ma, Mama kalau berbicara di jaga, jangan bilangin orang
seperti itu. Karna Mama tidak tau keluarga Steven keluarga dari kalangan mana.”
Arana tidak senang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Wilda yang
merendahkan Steven seperti itu, karna Arana tau yang sebenarnya.
“Maaf ya Stev. Atas perkataan Mamaku.” Arana melihat ke arah
Steven dengan rasa malu atas semua perkataan semua Wilda kepada Steven.
Mendengar ucapan maaf Arana kepada Steven, Wilda tersenyum
mengejek dengan apa yang telah di lakukan Arana itu.
“Dasar gadis bodoh! Cari pemuda kere seperti itu, tampan sih
tampan, tapi kalau ngak ada uangnya untuk apa?” Wilda berkata pelan dan
perkataannya itu masih terdengar jelas oleh telinga Steven dan semua yang ada
di ruangan itu.
“Ma, kamu jangan terlalu berbicara berlebihan seperti itu.”
Wirawan sedikit kesal mendengar ucapan Wilda yang mengatai kekasih putrinya.
Steven dan Arana yang mendengar ucapan Wilda saling
memandang, Steven hanya tersenyum, sementara Arana merasa sangat malu dengan
semua itu.
“Maaf Ya Stev.” Arana kembali meminta maaf.
Steven yang mendengar permintaan maafan Arana tersenyum,
lalu meliaht ke arah Wirawan yang kini tengah melihatk ke arahnya.
“Maaf Om, sebelumnya.” Steven tersenyum melihat ke arah
Wirawan karna ingin mengatakan maksud kedatangannya “ Sebenarnya kedatangan
saya kesini ingin menyampaikan sesuatu kepada Om dan Tante.” Steven menyebar
senyuman melihat ke arah kedua orang tua Arana yang kini tengah duduk di
hadapannya.
“Maksud kedatangan kamu apa Nak?” Wirawan nampak bingun
dengan apa yang baru saja Steven katakan kepadanya.
“Kedatangan saya kemari, ingin meminta Om, untuk merestui
pernikahan yang akan kami lakukan. Maksud saya, kami berdua ingin menikah Om.” Kembali
melihat ke arah Wirawan dan juga Wilda yang kini tengah melihat ke arahnya
juga.
“Apa!” terkejut “Kalian berdua ingin menikah? Steven kamu
jangan bercanda Nak, pernikahan itu bukan permainan, pernikahan itu akan
mengikat dua belah keluarga menjadi satu, apa kamu tau itu.” Wirawan menarik
napasnya setelah mengatakan itu.
“Iya, aku tau Om, bahkan Mama aku juga menagatakan itu, iya
kan Ra?” Steven melihat ke arah Arana.
“Iya, Ya.” Mama Steven sudah menjelaskan semuanya tadi.
“Baiklah, kalau kamu benar-benar ingin menikahi putri Om. Besok
suruh orang tua kamu datang kemari berbicara secara lansung, biar kami sesama
orang tua yang membicarakannya dan memutuskannya.”
“Baik Om, besok ke dua orang tua aku akan datang kemari
untuk membicarakan hal ini. Tapi satu Om yang aku minta.” Melihat ke arah Arana
yang kini tengah duduk di sampinnya “Kalau bisa secepatnya aku ingin menikahi
Arana.” Steven tersenyum melihat ke arah Wirawan ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Steven, Wilda nampak sedikit kesal,
berkata. “Cuman pernikahan mewah yang akan membutuhkan waktu lama, kalau
pernikahn kaliann palingan nikahnya di KUA sudah, secara kamu itu kan bukan
dari kalangan orang berada.” Wilda tersenyum sinis ketika selesai mengatakan
itu.
“Ma, apa-apaan sih! Mama tidak malu berbicara seperti itu? Apa
Mama tidak melihat kehidupan kita juga. Tidak sepantasnya Mama berbicara kasar
seperti itu kepada calon Menantu kita.”
“Maaf Nak, Steven dengan ucapan istri Om, yang selalu
merendahkan Nak Steven.”Wirawan memperlihatkan wajah menyesalnya kepada Steven.
“Tidak masalah Om, aku mengerti.”
Setelah mengatakan semua keinginannya Steven pamit pulang kepada
Arana beserta dengan seluruh anggota keluarga Arana. Karna akan segera pulang
ke rumahnya, dan menelpon Mamanya soal yang di inginkan Wirawan.
Seperti yang telah di rencanakan, siang ini keluarga Steven
akan segera datang ke rumah orang tua Arana. Wirawan mulai mengatur riasan
rumahnya dengan semewa mungkin karna tau keluarga yang akan datang melamar
putrinya bukannlah kalangan dari orang biasa, melainkan dari kalangan atas, dan
terbilang kolomerat.
Wirawan mengetauinya semalam dari putrinya Arana, kalau
Steven adalah putra dari Abrahan Carlos pemilik perusahaan terbesar yang ada di
kota XX, bahkan perusahaan baru yang diresmikan di kotanya adalah milik
keluarga Steven. Wirawan begitu sangat terkejut mendengar semua yang telah
Arana katakan kalau putrinya akan di lamar oleh putra satu-satunya dari pemilik
perusahaan ternama tersebut dan juga malu dengan apa yang tengah wilda katakan
kepada Steven yang mengatainya anak dari keluarga biasa-biasa saja.
Wilda yang melihat isi dalam ruangan telah dihias sedemikian
rupanya, begitu sangat terkejut di tambah Wirawan juga menyewa seorang Chef
untuk memasak makanan yang lezat.
“Apa yang telah Papa lakukan? Ini hanya acara lamaran, bukan
acara pernikahan. Kenapa Papa harus menyiapkan semua ini? Ini pasti menhabiskan
banyak uang kan? Pa, seharusnya Papa menyimpan uang Papa untuk acara nanti,
bukannya sekarang. Lagian yang datang untuk melamar Arana bukan siapa-siapa!” Wilda nampak begitu sangat
kesal melihat Wirawan mengeluarkan banyak uang untuk acara lamaran Arana.
“Mama, kalau tidak tau apapun, sebaiknya diam. Diam melihat
semua yang telah aku lakukan.” Wirawan nampak kesal mendengar apa yang telah
Wilda katakan.
“Apa, maksud Papa berbicara seperti itu?” Wilda nampak
bingun mendengar ucapan yang keluar dari mulut Wirawan.
*
*
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂