NovelToon NovelToon
Hani dan Pensil Ajaibnya

Hani dan Pensil Ajaibnya

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 11~
Novel ini merupakan kumpulan cerita kehidupan dari seorang remaja sebelas tahun bernama Hani.
Dia adalah putri tunggal dari pasangan Lea dan Erik yang sibuk bekerja sepanjang waktu.
Sehingga sehari-hari nya, Hani bermain sendiri bersama pensil dan buku sketsa nya.
Semuanya berjalan biasa sampai ketika Hani menerima sebuah pensil ajaib dari seorang Pak Tua.
Mulai saat itu lah kehidupan monoton gadis kecil itu berubah jadi istimewa!
Yuk ikuti kisah-kisah nya!

catatan: Novel ini Mel dedikasikan khusus untuk dua bocil Mel (Ram dan Riy) dan umum nya untuk semua anak-anak hebat Indonesia.
Love you all, Kiddo..🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Nuri Lagi

Dua hari kemudian...

Hani merasa semakin lemas. Sudah dua hari ini ia dikurung dalam ruang gelap tanpa diberi makan ataupun minum.

Hendak pipis pun ia mau tak mau tetap melakukannya di ruangan yang sama. Tanpa ia bisa membersihkan diri sesudahnya. Syukurlah Hani belum ingin menunaikan hajat besar. Jika benar, ia tentu akan semakin merana nantinya.

Satu hal baik yang terjadi padanya sejak disekap di ruang gelap ini adalah bahwa ikatan tali di tangannya kini sudah dilepas. Jadi setidaknya gadis itu bisa meraba-raba di kegelapan, demi menemukan celah atau jalan untuk bisa keluar.

Meski itu adalah usaha yang sia-sia. Karena setelah dua hari menjelajahi ruangan yang besarnya ditaksir Hani tak lebih besar dari ruang kamarnya di rumah, Hani tetap jua tak menemukan jalan keluar.

Cklek..

Pintu ruangan tersebut kembali terbuka. Dan Hani pun refleks menutup mata karena ia merasa silau oleh cahaya yang begitu asing baginya sejak dua hari terakhir.

Selanjutnya Hani mendengar beberapa langkah kaki masuk ke dalam ruangan. Dan tahu-tahu tubuhnya sudah diseret paksa menuju keluar.

Menyadari kalau ia akan dibawa keluar, Hani yang tadinya hendak berontak pun seketika menjadi penurut.

'Setidaknya aku harus keluar terlebih dulu dari tempat ini. Aku sudah sangat pusing mencium bau pesing ku sendiri di ruangan ini!' rutuk Hani dalam hati.

Selanjutnya Hani diajak berjalan menaiki tangga ke lantai dua. Dan ia dibawa masuk ke sebuah ruangan oleh dua wanita dewasa yang tadi menariknya keluar dari ruangan gelap.

"Ibu.. tolong lepaskan saya.. Hani mau pulang, Bu.." cicit Hani sambil menoleh ke samping.

Sayangnya wanita yang masih menariknya ke kamar yang baru itu tak jua menggubris ucapan Hani. Wanita itu tetap diam seribu bahasa. Begitu juga dengan wanita satunya lagi.

Hani merasa putus asa. Sampai kemudian ia mendengar salah satu wanita yang membawanya tadi lalu berkata.

"Kau mandilah sekarang juga! Madame Go ingin bicara dengan mu! Tapi kau harus membersihkan dirimu terlebih dahulu!" Titah wanita itu tanpa celah.

"Ma..Madame Go?" Hani bertanya dengan suara yang sedikit serak.

"Ya. Cepatlah! Aku akan memberimu waktu sepuluh menit untuk membersihkan diri. Setelah sepuluh menit, aku akan memaksa mu keluar dari ruangan ini. Entah kau sudah selesai mandi atau belum. Entah kau sudah memakai baju barumu, atau belum. Jadi, bergegaslah!" Titah wanita itu kembali.

Kemudian kedua wanita itu hendak berlalu pergi. Sehingga Hani pun terburu-buru memanggil mereka lagi.

"Tu..tunggu dulu, Bu! Bolehkah Hani meminta air minum? Hani haus sekali.." mohon Hani dengan nada mengiba.

Salah satu dari wanita tersebut lalu menunjuk ke arah belakang Hani.

"Di atas meja ada sebotol air mineral untuk mu. Ingat untuk bergegas! Madame Go paling tak suka menunggu!" Tegur wanita itu mengingatkan Hani.

Brak!

Pintu kamar kembali terbanting menutup. Dan Hani langsung mencoba membuka handel pintu nya saat itu juga. Sayang sekali, pintu nya ternyata langsung dikunci dari luar.

Merasa tak berdaya, Hani akhirnya memutuskan untuk minum terlebih dahulu.

Glek. Glek. Glek. Glek.

Selanjutnya Hani mengedarkan pandangannya ke setiap sisi ruangan. Sayangnya ruangan itu adalah kamar sekap yamg ideal sekali. Karena hanya terdapat sebuah jendela kecil. Itupun sudah dikunci mati dengan teralis besi.

"Hh.. aku harus segera bertemu dengan Nuri dan pergi dari tempat ini!" Hani memutuskan.

"Tapi sebelum itu, aku harus segera mandi. Aku tak mau diseret tanpa memakai baju oleh dua wanita jahat tadi!" Gumaman Hani terus berlanjut.

Tak sampai lima menit, Hani sudah selesai mandi dan berganti baju.

Tepat sebelum pintu kamar sekapnya terbuka lagi, Hani sempat mengambil sesuatu dari kantong yang ada pada jaketnya yang telah kotor.

"Sekarang, ayo ikut kami!" Wanita yang tadi membawanya ke ruangan ini tiba-tiba masuk dan melayangkan titahnya. Dan tanpa sempat menyembunyikan benda yang sedang ia pegang, Hani pun diseret lagi ke tempat yang lain.

Tap. Tap. Tap.

Hani lalu diajak melewati lorong kecil, untuk memasuki sebuah ruangan yang berbeda. Dibandingkan ruangan sebelumnya, ruangan kali ini berukuran lebih luas. Di sini juga terdapat bermacam-macam benda pajangan yang berwarna merah gelap.

Belum sempat menilai seisi ruangan, kedua mata Hani langsung bersirobok dengan sepasang mata milik Madame Go. Gadis itu tiba-tiba saja merasa gentar kala berhadapan dengan wanita itu.

Insting Hani mengatakan kalau Madame Go adalah pemimpin di rumah tempatnya disekap saat ini.

"Hmm.. sepertinya wajah mu sudah mulai membaik. Bagaimana pengalaman mu selama dua hari kemarin, Nak? Kau tentu sudha banyak belajar bukan di ruang gelap itu?" Tanya Madame Go pura-pura perhatian.

Hani diam tak menjawab pertanyaan wanita tersebut. Ia hanya menatap Madame Go dnegan pandangan hati-hati.

"Ah.. kau memilih untuk diam rupanya.. yah.. tak apa-apa. Kurasa ini adalah awal mula yabg cukup baik untuk mu, Nak. Namun untuk selanjutnya, aku ingin mendengar setiap jawaban darimu, Nak. Jadi, siapa namamu?" Tanya Madame Go lagi.

Hani masih tak menjawab. Ia lalu melihat Madame Go melirik ke wanita yang berada di samping Hani. Dan tahu-tahu, Hani merasakan rambutnya ditarik kencang ke belakang dengan begitu tiba-tiba. Sontak saja gadis kecil tersebut menjerit kesakitan.

"Aww!!" Pekik Hani kesakitan.

"Jawab pertanyaan Madame Go, gadis kecil! Dia menginginkan jawaban mu!" Tegur wanita yang menarik rambut Hani penuh ancaman.

"Ha..Hani! Nama ku Hani, Tante!" Jawab Hani disela dera sakit yang ia rasakan.

"O.. Hani.. nama yang indah. Seindah paras mu, Nak. Panggil aku Madame. Kau bisa menganggap ku sebagai ibu mu di rumah mu yang baru ini. Jangan sungkan!" Ujar Madame Go terlihat sangat perhatian.

Dan Hani kembali merasakan rambutnya ditarik saat ia tak buru-buru memberikan jawaban untuk Madame Go.

"Ba..baik, Madame!" Seru Hani sambil menahan sakit.

"Bagus! Anak pintar! Sekarang. Aku akan mengantarkan mu kepada temanmu yang kemarin. Siapa namanya? Mm. Oh ya! Nuri bukan?" Tanya Madame Go lagi.

Dan Hani mengangguk girang. Ia begitu senang kala mendengar janji dari mulut Madame Go tersebut.

"Ya!" Sahut Hani begitu cepat.

Madame Go pun tersenyum melihat reaksi Hani. Selanjutnya wanita itu melanjutkan kalimatnya kembali.

"Tapi aku akan memperingatkan mu, Nak. Jangan sekali-kali kau mencoba untuk pergi dari tempat ini. Karena konsekuensinya akan berat sekali!" Ancam Madame Go.

Hani menelan ludahnya dengan susah payah.

"Yah.. ku rasa sudah cukup. Eva! Bawa Hani ke kamar Pemula. Biarkan gadis ini bertemu dengan kawannya lagi. Sebelum mereka harus berpisah sore nanti.." titah Madame Go kepada wanita di samping Hani.

"Baik, Madame!" Sahut Eva dengan patuh.

Hani pun kemudian ditarik keluar dari ruangan tersebut. Dan ia langsung menghela napas lega. Kini ia dihinggapi oleh perasaan gembira karena akhirnya bisa bertemu lagi dengan Nuri, sahabatnya.

'Dengan begitu. Aku akan bisa mengajak Nuri pergi dari tempat ini!' gumam Hani dalam hati.

Setelah jeda sejenak, gadis itu lalu teringat pada kalimat terakhir Madame Go tadi.

'Tapi.. apa maksudnya dengan berpisah sore nanti??' tanya Hani yang tiba-tiba kembali didera oleh perasaan cemas.

Gadis kecil itu berharap, kalau ia bisa cepat pergi dari tempat ini bersama Nuri, sebelum mereka berdua dipisahkan lagi sore nanti. Aamiin.

***

1
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir, lama ya baru melipir kemari lagi mel
Senajudifa
cb aku bisa nemu sesuatu yg ajaib jg dijalan yah😂😂
Senajudifa
iya pelototi aj mam😁😁
Senajudifa
betul itu Hana
Feby Delvia Mahenny
bagus ceritanya
mom mimu
kasih sembako aja Mam... biar Heru sama keluarganya makan enak... kasian mereka tiap hari cuman makan ubi sama singkong 😢
mom mimu
come back nyicil kak Mell... semoga Hani bisa cepet pulang ke rumah lagi...
mom mimu
satu iklan mendarat kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
wah, ternyata kak Heru punya Indra keenam ya 😮😮
mom mimu
kuga/juga ✌🏻
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
maaf baru mampir lagi kak Mell, semangat terus ya ✌🏻✌🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
kayanya neneknya Bono punya ilmu mata batin ya 😅
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
fan/dan ✌🏻
mom mimu
Oun/pun ✌🏻
mom mimu
batu/baru ✌🏻
mom mimu
Hana/Hani ✌🏻
Senajudifa
penyihir tho
Senajudifa
kok serem nenekx bono nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!