NovelToon NovelToon
Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:199.9k
Nilai: 5
Nama Author: R.F

"Apa kamu sudah gila?! Bagai mana bisa kamu menyuruh aku untuk meninggalkan Mas Ali?!" tanya Kinanti

"Kalau kamu mau menikah denganku aku bisa memberikan karir seperti semula." jawab Aska

Apa'kah Kinanti akan kembali pada Aska lelaki cinta pertamanya atau ia akan tetap memilih Ali suaminya yang sudah bersedia menikahinya saat Aska membatalkan pernikahan.

Apa lagi usia suaminya berbeda 5 tahun lebih muda dari Kinanti, yang membuat Kinanti menganggap kalau suaminya hanya anak kecil

Selamat membaca
Kalau tidak suka dengan semua cerita saya cukup tidak usah di baca, tidak perlu komen gima-gima, karena membuat cerita itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 18 Pertanyaan dari Ning Alisah

Ali berbicara panjang lebar pada Kiai Ilham tentang istrinya, sedangkan umi Kumairoh dan Ning Sarah hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun dan hanya mendengarkan cerita Ali saja. Saat Ali akan berpamitan tiba-tiba saja Ning Alisah keluar lagi dari kamarnya.

"Akang, apa Alisah boleh bicara sebentar?"

"Tentu boleh Ning, asalkan di temani oleh Ning Sarah. Umi, Abi saya keluar dulu."

"Iya nak Ali."

Kiai Ilham dan istrinya menjawab serempak. Ali langsung berjalan lebih dulu sambil menundukkan pandanganya, di ikuti oleh Ning Alisah dan Ning Sarah.

Ning Sarah adalah adik dari Kiai Ilham yang usianya lebih tua 3 tahun dari Ali, sedangkan Ning Alisah baru berusia 20 tahun.

"Silahkan apa yang ingin Ning Alisah bicarakan?"

Ali berbicara lebih dulu saat sampai di samping kolam ikan dengan pandangan mata yang menatap kolam ikan. Ikan-ikan yang di rawat oleh Ali saat masih di pesantren.

"Kenapa Akang menolak Alisah lagi kang? Apa Alisah tidak pantas untuk Akang? Jelas-jelas Alisah tidak meminta untuk menjadi istri satu-satunya dari Akang, Alisah rela di poligami oleh Akang, tapi sepertinya Alisah memiliki kekurangan di mata Akang."

Ali menghela napas berat dengan mata yang masih fokus menatap ikan-ikan, ia merasa tidak enak hati dengan pertanyaan seperti itu.

"Ning Alisah tidak memiliki kekurangan di mata saya. Ning Alisah sangat sempurna di mata saya, tapi jodoh itu hanya rahasia Allah Ning. Ning Alisah juga tau kalau dalam perinsip saya tidak ada kata poligami, itu sering saya ucapkan saat usia saya masih anak-anak pada Ning Alisah, jadi saya tidak bisa berpoligami, saya takut tidak bisa adil pada istri-istri saya dan saya juga takut putra-putri saya kurang kasih sayang karena saya memiliki dua istri."

"Lalu apa Akang sudah memendam perasaan terhadap Kinanti? Itu kenapa saat Kak Aska membatalkan pernikahan Akang dengan lantang siap menggantikan Kak Aska untuk menikahi Kinanti?"

"Tidak Ning, bahkan saya tidak mengenal Kinanti walau pun Kinanti seorang model papan atas, tapi ternyata Kinanti adalah Gadis kecil di masa lalu saya."

Ali memang tidak mengenal istrinya walau pun istrinya seorang model, bahkan menduduki peringkat nomer satu di dunia modeling.

"Jadi Akang tidak mencintai Kinanti, tapi Akang menikahinya, sedangkan dengan Alisah, Akang selalu menolak kehadiran Alisah, kenapa harus seperti itu Kang. Apa Alisah tidak pantas di cintai Akang?"

Air mata Ning Alisah langsung mengalir deras, hatinya sangat sakit saat lelaki yang di cintainya tidak mau belajar untuk mencintainya, sedangkan dengan Kinanti yang hanya kenal saat kecil, Ali mau menikahi dan mau belajar mencintai Kinanti.

"Atau ada kekurangan Alisah yang membuat Akang tidak bisa mencintai Alisah?"

Ali menghela napas kasar saat mendengar Ning Alisah bertanya lagi tentang kekurangan, apa lagi menurut ia Ning Alisah sangat sempurna. Bahkan Ning Alisah tau banyak tentang agama, seharusnya Ning Alisah berpikir lebih dewasa kalau ia bukan jodohnya, bukan menyudutkan ia hingga ia merasa bersalah dan merasa menjadi lelaki paling jahat.

Sudah cukup Ali merasa bersalah menyakitinya di masa lalu karena menolak lamarannya, belum lagi rasa bersalah pada Kinar adik iparnya, tapi ia sangat bersyukur karena Kinar berpikir dewasa, dan sekarang ia semakin merasa bersalah lagi dengan sikap Ning Alisah yang seperti merendahkan dirinya sendiri di depannya.

"Jangan berpikir seperti itu Ning Alisah, mungkin jodoh Ning Alisah bukan saya, sekeras apa pun manusia berusaha, jika di Lauhul Mahfudz bukan nama saya yang di tulis untuk Ning Alisah, saya bisa apa?"

Ning Sarah menghela napas kasar saat melihat keponakannya yang terus saja merendahkan diri sendiri di depan Ali.

"Tolong jangan mempermalukan harga dirimu Alisah, kamu memiliki iman, seharusnya kamu berpikir dewasa seperti Ali. Jangan berpikir sempit seperti itu, apa lagi yang Ali katakan itu benar."

"Jadi yang salah Alisah karena Alisah mencintai Akang? Bukan'kah cinta itu fitrah, tapi kenapa di sini Alisah yang salah?"

Air mata Alisah semakin deras saat cintanya itu di salahkan oleh Ning Sarah. Sebelum Ning Sarah menjawab pertanyaan Ning Alisah, Ali lebih dulu berbicara.

"Memang benar kalau cinta adalah fitrah dan Ning Alisah sama sekali tidak salah, tapi tolong jangan merendahkan harga diri Ning Alisah di depan saya. Tolong mengerti perasaan saya Ning, dari awal saya menolak Ning Alisah agar Ning Alisah menghapus perasaan Ning pada saya."

"Bagai mana Alisah melupakan Akang kalau nama Akang yang Alisah sebut di sholat sepertiga malam Alisah? Alisah selalu berharap kalau cinta Alisah ini di balas oleh Akang dengan berjalannya waktu, tapi pada akhirnya Alisah masih tetap tidak bisa mendapatkan Akang."

Ali mengusap wajahnya dengan kasar, matanya masih terus menatap ikan-ikan, ia tau kalau Ning Alisah dari tadi menangis.

"Iya Allah, kenapa hamba harus menyakiti banyak wanita? Kenapa hamba harus membuat banyak wanita menangis, dada hamba sakit walau pun hamba tidak menyakitinya secara langsung." batin Ali

"Maafkan saya Ning, karena saya harus melukai hati Ning Alisah untuk yang ke dua kalinya, andaikan waktu bisa di putar, saya tidak ingin mondok di sini dari pada harus menyakiti perasaan wanita. Sekali lagi saya minta maaf Ning."

"Akang tidak salah, Akang tidak perlu minta maaf, tapi di sini Alisah yang salah. Alisah yang selalu berharap kalau suatu saat Akang bisa menerima Alisah, tapi ternyata itu hanya lah angan-angan Alisah. Nyatanya keinginan Alisah hanya sebuah mimpi yang tidak pernah bisa Alisah gapai."

" Saya minta hapus rasa cinta Ning Alisah pada saya perlahan dengan menyebut nama Allah, saya percaya kalau Ning Alisah bisa menghapus rasa cinta Ning Alisah, karena Allah maha membolak-balikan hati, dan semoga Ning Alisah mendapat lelaki yang tepat. Maaf atas luka hati yang saya buat di sengaja atau pun tidak di sengaja."

Belum sempat Ning Alisah menjawab ucapan dari Ali, tiba-tiba saja ponsel Ali bergetar.

Dret... Dret...

Ali langsung merogoh ponselnya di saku celana, ia langsung mengangkat telpon dari istrinya.

"Ali, kamu masih di mana?"

Ali langsung menghela napas berat saat istrinya bertanya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.

"Ucap salam dulu."

"Oh lupa. Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam, saya masih di pesantren, sebentar lagi saya pulang."

"Iya sudah jangan lama-lama, aku boleh pesan tidak Ali?"

"Pesan apa? Kamu mau di beliin apa sama saya Kinanti?"

"Pesan jangan suka tebar pesona pada wanita, jangan senyum pada wanita. Senyuman kamu itu seperti madu, bahkan lebih manis dari madu."

Ali menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar jawaban dari istrinya.

"Memangnya kalau lebih manis dari madu itu apa?"

"Mana aku tau, itu'kan kata pepatah yang mengtakan."

"Iya sudah 40 menit lagi saya sampai apartement."

"Iya sudah hati-hati Assalamualkum."

"Iya, wa'alaikusalam."

Ali langsung memutuskan sambungan telpon dari istrinya.

"Iya sudah Ning, saya harus segera berpamitan pada umi dan abi karena istri saya sudah menelpon."

"Iya Akang."

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Ning Sarah dan Ning Alisah menjawab salam serampak.

1
Tiara
gitu ya klo taat agama. istri yg harus meminta padahal di budaya adat ketimuran, istri gengsi hrs minta lebih dulu. kyk gk punya harga diri. Tapi ternyata dimata agama itu salah.
juwita
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bagus
..
bagus ini karya
Aulia
bagus
Bayu
bagus k
Ratu Fadira
seru thor
Lea_Rouzza
waahhh seru toot,,ijin mmpir dimari
Sartini Dimitri Mah
ya ampun nyesek banget jadi kinar
Tyara Lantobelo Simal
Lanjut
Fenti
ngadi-ngadi lu 😤
Ibu Wawa
semangat thorr
Ibu Wawa
mungkin mereka brrjodoh
Syifanya
tetnyata azka emang jodohnya anisa ya..
mom mimu
dua like dan satu iklan mendarat kak, maaf ya baru mampir lagi 🙏🏻✌🏻 semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
Syifanya
slamat kinanti akhirnya jd calon ibu juga..
R.F: mksh kk
total 1 replies
Cahaya Warna
lah kan lusi anak ibu kandung aska, dan menikah dgn ayah tirinya, otomatis jd ayah dan ayahnya menikah dgn perempuan lain otomatis jd ibu tirinya, kok jd lieur masalah nasab.......dlm Islam itu ada yg namanya maqashid syariat.......
mgkn untuk membuat cerita yg berbau agama, harus mempelajarinya dulu ttg agama itu agar nggak salah kaprah......menulis dgn ilmu. ......
kristiani: aku baru tau kalau anak tiri menikahi bekas ayah tiri itu tidak boleh, yang aku tau menikahi sepupu saja boleh, asalkan adiknya perempuan dan yang menikahannya suaminya kan tidak sekandung, jadi tidak apa, jelas2 masih dekat saja bisa, lah itu tidak memiliki ikatan apa pun tidak boleh aneh
total 2 replies
Syifanya
azka takut banget kehilangan anisa sampai2 mau mnikahi anisa saat koma
Syifanya
kasihan azka.. sampai kapan cinta azka akan diuji terus thorr
Syifanya: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
Syifanya
skarang jln azka untuk mndapatkn anisa smkin mudah karna morgan tidak mlarang azka sama skali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!