NovelToon NovelToon
Demi Ibumu, Kau Khianati Aku

Demi Ibumu, Kau Khianati Aku

Status: tamat
Genre:Poligami / Angst / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:347.5k
Nilai: 5
Nama Author: Neoreul

Ketika hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Rela berkorban hanya demi sebuah kata yang disebut CINTA.

Zahra Verlita rela dimadu demi memberikan kebahagiaan untuk keluarga suaminya. Pernikahan kedua menjadi jalan satu-satunya untuk memperoleh sebuah keturunan. Rizal Narendra tega menduakan istrinya demi berbakti kepada Ibunya.

Cinta dan keadilan yang dijanjikan tidak ditepati oleh Rizal. Bahkan dia sudah lupa kebersamaannya dengan sang istri.

Sakit hati pasti! Perasaan hancur lebur dirasakan oleh Zahra.

apakah Zahra akan bertahan dalam pernikahannya itu? ataukah dia akan menyerah dan rela pergi dari sisi Rizal.

Baca kisahnya hanya disini ya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neoreul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Bahaya

Lama berjalan membuat Zahra lelah. Dia beristirahat di halte bus dan merenung di tempat itu hingga larut malam. Zahra tidak tahu harus pergi ke mana lagi. Orang berlalu lalang melewatinya yang duduk sendirian.

Di kembali mengelus perutnya yang mulai terasa sakit. Dia terus berdoa untuk diberi ketabahan dan juga kemudahan. Adzan magrib berkumandang, Zahra segera berdiri meninggalkan halte bis itu untuk menuju ke masjid yang ada di seberang jalan.

Zahra ingin menunaikan ibadah sholat magrib di masjid itu. Hal yang bisa dia lakukan hanyalah berserah diri pada Yang Kuasa. Segala cobaan yang menghampiri hidupnya, dia jadikan sebagai acuan untuk memperbaiki diri agar lebih bertakwa pada penciptanya.

Zahra meletakkan kopernya dan segera pergi berwudhu di tengah kerumunan orang yang ingin sholat berjamaah. Selesai berwudhu, Zahra langsung masuk ke dalam masjid dan segera melaksanakan sholat bersama yang lainnya.

Zahra sholat dengan sangat khusyuk. Dia membuang semua beban di hatinya. Zahra berserah diri kepada Yang Kuasa. Setelah tiga rakaat selesai, Zahra duduk bersimpuh dan berdoa dengan bersungguh-sungguh.

"Ya, Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Hamba berserah kepadamu dengan segala kekuranganku. Selalu berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi ujianmu, Ya Allah. Mungkin ini jalan terbaik yang engkau berikan pada hamba. Hamba menerimanya dengan ikhlas, Ya Allah. Apapun bentuknya ujian yang engkau berikan, hamba akan menjalaninya dengan sabar. Semoga engkau selalu memberikan kesehatan pada diri hamba yang sangat lemah ini. Berilah hamba kesempatan untuk menjaga amanah yang engkau titipkan dalam rahim ini. Dengarlah doaku, Ya Allah. Amiinn, Amiinn, ya robalalamin."

Zahra selesai berdoa, setelah itu dia melepaskan mukenanya dan segera mundur dari tempatnya berada. Zahra keluar dari masjid itu dengan raut wajah lesu. Dia harus mencari penginapan sebelum malam mulai larut.

"Aku harus pergi sekarang," gumam Zahra dalam hati.

Zahra berjalan kembali, dia menoleh ke sana kemari mencari taksi. Namun, tidak ada satu pun taksi yang lewat. Bahkan Zahra lupa membawa handphonenya saat dia memutuskan untuk pergi.

Lama berjalan, Zahra memutuskan untuk beristirahat sebentar. Kakinya sudah tidak kuat berjalan lagi. Dia ingin menuju ke kompleks yang menyediakan kontrakan. Namun, kompleks tersebut lumayan jauh tempatnya.

"Capek sekali," ucap Zahra dengan mengatur pernapasan.

Dari kejauhan terlihat segerombolan orang yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Orang-orang itu saling berbisik dengan pandangan aneh. Merasa takut, Zahra memilih melanjutkan lagi langkahnya. Namun, segerombolan orang itu justru mengejar Zahra.

Zahra berjalan cepat sekali dengan tangan memegangi perutnya. "Ya Allah, lindungilah aku! Jauhkan hamba dari orang-orang jahat itu," ucap Zahra dalam hati.

Orang-orang itu semakin cepat mengejar Zahra. Bahkan mereka berteriak untuk mencoba untuk memberhentikan Zahra.

"Hei, tunggu kamu jangan lari," teriak segerombolan orang itu.

Zahra mempercepatnya langkahnya, akan tetapi tetap saja tidak kuat. Hingga akhirnya, orang-orang itu semakin dekat dan berhasil menangkap Zahra.

"Hei, mau kabur kemana kamu? Kenapa kamu lari, ha?" teriak orang itu.

"Jangan sakiti aku, tolong lepaskan aku!"

Orang-orang itu tertawa keras. "Kamu pikir akan semudah itu kabur dari kita semua. Sekarang berikan uangmu, cepat!" teriak orang-orang itu semakin kasar.

Zahra ketakutan tubuhnya gemetar hebat. "Ba-baik, akan a-aku berikan uangku. Tetapi, kalian harus melepaskan aku," ucap Zahra tergagap-gagap. Dia memberikan seluruh uangnya pada orang itu.

Salah satu begal pun merampas tas Zahra. Namun, salah satu dari mereka memandangi Zahra dengan tatapan aneh.

"Bro, cewek ini boleh juga kalau dilihat-lihat. Bagaimana, kalau malam ini kita bersenang-senang dengannya," ucap salah satu begal kepada seluruh temannya.

Zahra terkejut, dia berjalan mundur ingin menghindar. Namun, para begal itu mencegahnya untuk kabur. "Mau kemana kamu, cantik? Ayo temani Abang malam ini. Tenang, kami tidak akan menyakitimu!" seru salah satu begal itu dengan memegangi kedua tangan Zahra.

"Tidak, jangan mendekat! Aku sudah memberikan uangnya pada kalian. Jadi lepaskan aku, atau kalian pergi dari sini." Zahra berteriak sekuat tenaga, berharap para begal itu mau melepaskan dirinya.

"Oke, kami akan melepaskanmu. Tetapi kamu harus melayani kami semua!" Begal itu langsung menarik Zahra untuk dibawanya ke tempat yang sepi.

Zahra berteriak minta tolong, namun kondisi yang sepi tak ada satu pun orang mendengar suaranya.

"Tolong, Tolong ...." Zahra terus berteriak. Dia terus memberontak ketika para begal itu ingin membawanya.

Salah satu begal itu kesal mendengar teriakan Zahra. Dia membentak Zahra dengan keras, "kamu bisa diam tidak, jangan membuat kita kehilangan kesabaran."

"Kalian lepaskan aku!"

Tibalah Zahra di tempat yang sepi. Para begal itu menghempaskan tubuh Zahra di atas tanah. Zahra meringis kesakitan karena perutnya mengalami kontraksi.

Para begal itu mulai memegangi tangan dan juga kaki Zahra. Salah satu begal itu mulai bersiap untuk memperkosanya. Zahra terus berteriak meminta tolong, dia terus menghindar dari jamahan tangan begal itu.

Tangan jahat itu mulai memaksa untuk membuka kemeja yang dikenakan Zahra. Mereka menarik kasar kancing itu hingga terlepas.

"Lepas, kalian pergi dari sini! Tolong ... Tolong ...." Zahra terus berteriak sekuatnya.

Salah satu begal itu geram, karena Zahra yang tidak menurut. Ia menampar pipi Zahra agar mau melayaninya. "Plaaak!! Diam atau kubunuh kamu!" seru begal itu dengan nada emosi.

Zahra menyerah dia merasakan sakit luar biasa di perutnya. Dia tak lagi memberontak, air matanya mengalir deras. "Tolong jangan lakukan itu, aku lagi hamil! Aku mohon sama kalian," ucap Zahra lirih. Dia mulai lemas tak berdaya.

Lalu salah satu begal itu melihat kaki Zahra berdarah. "Bro, dia benar-benar hamil. Lihat ada darah mengalir di kakinya," serunya.

"Ahhh, sial. Gagal bersenang-senang kita. Ayo kita tinggalkan dia di sini sebelum ada orang yang melihat. Kalau mati bisa bahaya kita," seru begal satunya.

Setelah itu mereka meninggalkan Zahra yang sudah lemas karena kesakitan. Zahra mencoba bangkit dan duduk. Dia ingin mencari pertolongan. Zahra berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu.

Di Tempat Lain.

Reza sedang mencoba untuk menghubungi handphone Zahra. Namun, panggilan itu tak terjawab meski telah berulang kali.

"Zahra kemana ya? Tumben panggilanku tak terjawab," gumam Reza dalam hati. Setelah itu dia beranjak dari tempat duduknya dan pulang kerja.

1
Jumiah
yeeee gk setu mls lanjut baca
Jumiah
kmu ra gk slh tp kelewat bodoh ?
msh mau bertahan besama rizal...
Jumiah
viona gk akan ppernah damai ,,
dan tenram di dlm rmh mu...
Jumiah
zahra mendingan lupaka rizal ..
mendingan sma reza ...
sudah keliatan klo reza setia ...
Jumiah
klo gk bisa adil gk usah poli gami...
suami yg gk adil ,akan dilaknat allah..
dunia ahirat ,gk akan mencium bau surga ...
Jumiah
itu konyol namax mengikuti kemauan orang tua yg gk wajar ..
masih banyak berbakti cara lain msh banyak ..
fitra andriyani
males dengan zahra ki terlalu bodoh
fitra andriyani
ngono wae gaya zahra hhh gak butuh reza nyata nya masih mencari
fitra andriyani
minggat za biarkan zarah yg bucin akut
R'vina
semoga bahagia selaluuuuu.. 💕
YanS
Jadi berpikiran jahat, janinnya gugur, supaya tidak ada sama sekali tanda dar Rizal di hidup Zahra...huhuhu...
Surati
bagus
Karolina Joel
Zahrah yg bucin,kacian deh Lo🤪
YanS: Zahra tidak keguguran lagi...padahal stress-nya verat banget yaaakkkk...
total 1 replies
Karolina Joel
semoga balasan dari langit tepat sasaran ya Thor 😁
Karolina Joel
cerita full kemalangan
Popy Setyaningsih
terlalu mudah rsnya hanya kematian yg didapatkan rizal sama viona, maaf ya aku juga ga suka sifat zahra emang sifat begitu cuma 1:1000 kayanya ada di dunia ini aku kalau jadi zahra ogah banget, benci sudah pasti tapi ga sampe balas dendam hidup di dunia skali buat senang lah diri kita sendiri dulu, sayangi diri kita,kalo dlm realita khidupan entah brapa sumpah serapah kayanya di ucapin zahra ke ibu silvi, dibenci gatau sebabnya gtu
maaf terlalu mengada2 kayanya
Erni Nofiyanti: Viona Ama Rizal sehidup semati.
total 1 replies
Jade Meamoure
hadeh Zahra d jadikan manusia tahan banting nih padahal dah terlalu sakit juga...
Endang Oke
anter bunga pki taxi!! hrg bunganya betapa!! bukanya tdk katanya desainer! kok skrg jd pengantar bunga!
Yati Syahira
isinya penyiksaan dan terinjaknya harga diri perempuan
Yati Syahira
trus aja bikin bodoh zara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!