Novel nya gak usah di baca yaa, soalnya author bikin krn gabut doang😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
Dengan kesadaran yang mulai hilang Amelia turun dari ranjang namun saat ingin turun gaun yang Amelia kenakan tersangkut di pinggiran ranjang. Alhasil Amelia pun terjatuh dengan gaun yang robek hingga memperlihatkan paha mulus nya.
Gleekk
Dengan susah payah Arka menelan saliva nya melihat paha mulus Amelia dan seketika nafsu yang sedari tadi Arka tahan kini memberontak ingin menuntaskan hasrat nya.
"Kau sengaja melakukan ini agar aku bisa menikmati mu kan" Arka berjongkok tepat di depan Amelia sembari memegang dagu Amelia.
Dengan cepat Amelia menepis tangan Arka dan ingin berdiri namun naas nya Amelia malah terjatuh lagi bahkan jatuh kali ini tepat di tubuh Arka.
Kini Arka dan Amelia pun saling pandang hingga beberapa menit kemudian entah siapa yang memulai duluan kedua bibir itu pun menyatu dan saling menyesap. Dan semakin lama semakin menyesap lebih dalam.
"Aku sudah mengusir mu tapi kau sendiri yang datang pada ku dan menjatuhkan tubuh mu di pelukan ku. Dasar wanita jala ng" Tukas Arka dengan bibir yang berjarak begitu dekat hingga nafas Arka begitu terasa di wajah wanita yang baru saja berciuman dengan nya.
"Menjauh dari ku" Ucap Amelia sembari mendorong tubuh Arka. "Aku bukan wanita hina seperti yang kau katakan" lanjut Amelia dengan bergetar.
"Oh yah, mari kita buktikan jika kau memang masih suci atau hanya pura² suci" sebuah senyuman tipis penuh makna terukir di bibir Arka dan segera mengendong tubuh Amelia ke atas ranjang empuk.
Amelia tidak tinggal diam dia terus memberontak dan memukul dada Arka.
"Tingkah mu yang seperti ini membuat ku semakin bergairah" Kata Arka dengan merebahkan tubuh mugil Amelia.
"Lepaskan!! Lepaskan aku!!" Amelia terus berteriak dan memberontak namun sayang nya kekuatan Amelia tidak seberapa di banding pertahan Arka.
Kini Arka memulai aksi nya, Yah walaupun ini adalah yg pertama bagi Arka namun Arka cukup lihai membuat Amelia mendesah di bawa kungkungan nya.
"Tolong lepaskan saya" lirih Amelia dengan air mata yang mengalir di pipinya. Amelia benar² takut Arka akan menerkam nya malam ini.
Karena obat yang di berikan oleh Candra adalah dosis tinggi alhasil Arka pun hilang kendali dan kemungkinan malam ini akan benar² menerkam Amelia.
Arka terus menyentuh dan memberikan tanda merah di setiap inci tubuh Amelia. Walaupun Amelia berusaha menahan nafsu nya tapi sentuhan Arka berhasil membuat Amelia mendesah tak karuan.
"Shittt!! kenapa bibir ini begitu lucknut mendesah seperti jala ng saja" Umpat Amelia dalam hati karena logika nya terkalahkan oleh nafsu.
"Kau menolak sentuhan ku tapi bibir mu terus mendesah menikmati permainan ku" Ucap Arka dengan senyuman menyeringai "Aku akan membuat mu berkeringat dan mendesah di bawa sana" Ucap Arka lagi sembari mencium bibir Amelia dengan liar dan menuntut.
Setelah mencium bibir Amelia, Arka pun berdiri berniat melepaskan celana yang dia kenakan. Namun Amelia tidak tinggal diam begitu saja saat ada kesempatan emas.
Amelia menendang kaki Arka dan segera bangun untuk melarikan diri namun sayang nya tangan Arka lebih lincah di banding gerakan Amelia. Arka berhasil menangkap tangan Amelia dan hanya satu hentakan Amelia terhempas kembali ke ranjang.
"Lepaskan aku!! Dasar pria brengsek" Umpat Amelia sembari memberontak.
"Tenang lah jika kau ingin aku bermain lembut" Ucap Arka.
"Lepaskan aku!!" Amelia terus memberontak dan memukul dada Arka.
"Baiklah jika kau ingin aku bermain kasar" Ucap Arka sembari merobek pakaian Amelia hingga terpampang jelas keindahan tubuh Amelia.
"Dasar pria bajingan, brengsek" Umpat Amelia berapi api. Sedangkan Arka terdiam menikmati keidahan tubuh Amelia. Tubuh yang mulus dan putih bersih membuat gairah Arka semakin meronta ronta.
Di sisi lain terlihat Aiden dan beberapa pengawal pribadi yang sibuk mencari Arka. Bahkan Daddy Arka pun ikut serta mencari anak nya yang tak kunjung hadir di acara peresmian Direktur baru. Daddy Arka bener² marah saat mengetahui jika Arka tidak datang menghadiri pesta yang telah di buat khusus untuk nya.
"Periksa Cctv hotel ini" Ucap Daddy Arka dan dengan langkah pasti Aiden menuju ruang Cctv. Beberapa menit kemudian Aiden melihat Arka bersama Candra di depan kamar nomor 777 dan Aiden pun memutar ulang Cctv karena seingat nya ada beberapa wanita yang masuk lebih dulu di kamar itu dan benar saja dugaan Aiden.
Aiden pun segera menghampiri kamar nomor 777 tempat Arka dan Amelia di jebak. Tak butuh waktu lama Aiden pun tiba di depan kamar nomor 777.
"Arka" Aiden mengedor pintu sembari berteriak memanggil nama Arka "Arka buka pintu nya" teriak Aiden lagi kali ini lebih keras. Namun tidak ada tanda² kehidupan di dalam sana. Yah Arka dan Amelia tidak mendengar teriakan Aiden karena kamar hotel itu kedap suara.
"Cepat ambil kartu duplikat kamar ini" Perintah Aiden pada pengawal nya.
Tak butuh waktu lama salah satu pengawal pun datang membawa kartu duplikat kamar Arka.
"Biar aku yang masuk. Kalian semua berjaga di depan pintu dan jangan sampai ada orang yang mengetahui atau meliput berita ini" Ucap Aiden sembari masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Aiden.
"Arka Sebastian" Panggil Aiden dan langkah nya terhenti saat melihat pakaian Arka berserakan di lantai.
Dan kegiatan panas itu pun terhenti saat mendengar suara yang sangat Arka kenal yaitu suara Aiden yang sangat marah.
"Aiden" Lirih Arka sembari menutup tubuh Amelia dengan selimut "Jangan mendekat Aiden" Teriak Arka sembari turun dari ranjang. Sedangkan Amelia hanya terdiam lemas di atas kasur.
"Kau baik² saja Arka" Tanyak Aiden dari ujung pintu.
"Hemm Aku sangat baik bahkan lebih baik dari sebelum nya. Tapi kau menghancurkan segalanya" Jawab Arka sembari berjalan menghampiri Aiden.
"Untung saja aku datang tepat waktu! jika tidak kau bisa bayang kan sendiri bagaimana marah nya Mom dan Dad mu" Aiden merasa lega karena Arka belum sempat menodai kesucian seorang wanita.
"Oh yah. Tolong kau urus masalah ini, Aku yakin Candra juga terlibat dalam jebakan ini"
"Tenang saja aku sudah menangkap orang² yang mengawasi kamar ini dan sekarang aku butuh penjelasan dari mu" Suara seorang pria paruh baya masuk kedalam kamar Arka dengan langkah pasti mendekat ke arah Arka dan Aiden.
"Daddy"
"Om"
Aiden dan Arka menoleh bersamaan saat mendengar suara yang sangat mereka kenal.
"Duduk dan jelasin semua apa yang terjadi pada mu. Arka" tukas seorang pria tampa senyuman di wajah nya.
Arka dan Aiden menelan saliva nya dengan susah payah karena mendapat kan tatapan tajam oleh Daddy Arka.
"Tidak usah di jelaskan lagi!! Pokok nya Mom ingin kau menikahi gadis itu. Sekarang juga!!" Ujar seorang Wanita paruh baya sembari berjalan menuju tempat suami nya duduk.
"Mom"
"Tante"
Belum usai mereka terkejut karena kedatangan Daddy nya, Kini mereka lebih terkejut lagi mendengar ucapan Mommy nya yang meminta Arka menikahi gadis itu.
"Apa! Menikah!" Tukas Arka tidak percaya.
"Kenapa? apakah ada masalah? Jangan bilang kau tidak mau tanggung jawab atas apa yang telah kau perbuat" Ucap Mom Arka.
"Aku tidak akan menikahinya karena aku belum melakukan apapun pada nya" Tolak Arka.
Mom Arka berdiri dan menghampiri Amelia yang sedang terduduk di atas ranjang dengan air mata tampa henti sembari menggenggam selimut yang menutupi seluruh tubuh nya.