Fang Jin, seorang Iblis yang ingin hidup tenang, namun karena tempat asalnya adalah Dunia Iblis, itu hanyalah angan-angan baginya.
Dunia Iblis, dunia yang sangat kacau dan setiap harinya, kematian selalu terjadi dimana-mana, karena penindasan, dan pertarungan yang tidak jelas.
Alasan Fang Jin ingin hidup tenang bukan karena ia selalu di tindas atau sering di ganggu. Tapi karena ia muak dengan tempatnya berada saat ini. Sehingga dalam hati ia bertekad untuk menghancurkan tempat ini dan ingin membuatnya menjadi lebih baik. Namun ada satu rintangan baginya, yaitu Kaisar Iblis bersama para bawahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Muhammad panjidian N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Mayat Naga Iblis dan Peninggalan Ibu Fang Jin
“I..Ini,” gumam Fang Jin melirik ke arah Leluhur Qia yang menjulurkan tongkatnya ke arah dirinya.
Tak lama, Fang Jin merasakan seluruh tubuhnya panas.
“Apa yang kau lakukan Nyonya?” Tanya Fang Jin terdengar santai dan sopan. Fang Jin ramah agar tidak terjadi masalah serius nantinya.
“Hemm..!! Kau ini manusia atau Iblis?” Tanya Leluhur Qia.
Mendengar pertanyaan Leluhur Qia, mata Jia San dan Jie Lin melebar tak percaya.
Ingin sekali mereka bertanya, tapi mereka tidak berani melakukannya di hadapan ketiga sosok luar biasa.
Krak krak..!!
Fang Jin yang hendak menjawab, langsung merasakan kulitnya terkelupas.
Kini kulit asli Fang Jin yang merah keemasan terlihat.
“I..Ini,” ucap Ratu Elf dan Leluhur Qia saling melirik saat melihat kulit asli Fang Jin.
Mereka berdua pun dengan cepat mengeluarkan buku kuno, dan langsung membolak balikkan buku tersebut.
“Ketemu,” ucap Ratu Elf terdengar terkejut.
Mendengar itu, Leluhur Qia dan adiknya pun langsung mendekat, lalu melihat ke arah yang Ratu Elf baca.
“Dia,” ucap Leluhur Elf kini tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
“Benar dialah orang yang kita tunggu-tunggu,” sambung Ratu Elf menganggukkan kepalanya.
Blush..!! Krak krak..!!
Dengan segera Leluhur Elf menghancurkan kerangkeng, lalu menarik Fang Jin ke hadapan mereka.
Mo Hu dan Mo Lang yang sedari tadi diam, terlihat ingin bergerak menyelamatkan Guru mereka. Tapi tangan Fang Jin lebih dulu memberikan isyarat untuk tetap diam.
Mo Hu dan Mo Lang pun hanya terdiam, sambil memasang wajah ganas, seakan ingin memakan semua Elf di hadapannya tanpa pandang bulu.
***
Tap tap..!!
“Apakah kau putra Hua Xia?” Tanya Leluhur Qia langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Fang Jin.
Fang Jin yang tidak bisa bergerak maupun bicara, hanya diam saja. Ia terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi mulutnya terasa di lilit oleh angin.
Menyadari hal tersebut, Leluhur Qia pun menarik Hukum Anginnya.
Blush..!!
Tap tap..!!
“Dari mana anda mengenal Ibuku?” Tanya Fang Jin terlihat waspada.
Melihat Fang Jin waspada serta merasakan nafasnya ketakutan.
Ratu Elf pun melirik ke arah Leluhur Qia, yang sebenarnya mereka sedang berkomunikasi.
Leluhur Qia pun mengangguk.
“Ikuti aku nak, akan ku tunjukkan sesuatu,” ajak Ratu Elf tersenyum ramah.
Tapi Fang Jin hanya diam saja.
Melihat Fang Jin tidak mau menuruti perintah Ratu mereka.
Jie Lin ingin sekali menerjang Fang Jin, tapi berusaha di tahan oleh Jia San.
“Apa Long Han yang mengirim mu kemari nak?” Tanya Ratu Elf yang membuat Fang Jin langsung bereaksi.
“Dari mana kau mengenal paman Long?” Tanya Fang Jin mulai curiga, jika mereka adalah musuh Long Han dan ibunya.
Tapi kecurigaan Fang Jin serta saat Ratu Elf mengeluarkan tongkat seukuran setengah meter bewarna putih.
Aura dari tongkat tersebut sedikit mirip dengan Dagger kembar miliknya.
“Mungkin dengan ini kau akan percaya anak muda,” ucap Ratu Elf tersenyum hangat.
Sontak Fang Jin merasakan kedua Daggernya bergetar di dalam kantong penyimpanan miliknya.
Blush..!!
Tanpa di perintah, kedua Dagger milik Fang Jin keluar dengan sendirinya, lalu melayang di udara.
“I..Itu,” ucap Leluhur Qia, Pangeran Xian, Jie San dan Jie Lin.
Mereka juga terkejut saat merasakan aura dari Dagger kembar milik Fang Jin yang mirip dengan aura tongkat Ratu Elf.
Namun bedanya Dagger kembar milik Fang Jin di penuhi oleh aura negatif dan tongkat Ratu Elf di penuhi aura Suci.
„Ketahuilah jika kedua senjata kita ini memiliki sejarah yang sama, namun tidak pernah bisa di satukan, untuk kelanjutannya, kau akan tahu setelah mengikutiku,” ucap Ratu Elf langsung melangkah.
Fang Jin pun terdiam sesaat, pandangannya mengarah ke kedua saudaranya.
“Tenang saja, mereka tidak akan terluka satu goresanpun, karena kalian adalah Tamu yang selama ini kami tunggu.” Ucap Leluhur Qia meyakinkan.
“Hemm..!! Jika begitu, kalian tunggu di sini, jangan sampai membuat masalah,” ucap Fang Jin ke arah kedua saudaranya.
Mo Hu dan Mo Lang hanya terdiam sembari memasang wajah enggan.
Tap tap..!!
Setelah itu Fang Jin pun langsung mengikuti Ratu Elf.
***
“Ke mana anda membawa saya?” Tanya Fang Jin dengan sopan.
“Jangan terlalu kaku, panggil saja aku Bibi Ling,” ucap Ratu Elf.
“Ehh,, Ba..Baiklah Bibi Ling,” ucap Fang Jin terdengar sedikit kaku.
Mendengar itu, Ratu Elf pun tersenyum lucu.
“Putramu jauh berbeda dengan dirimu kakak,” gumam Ratu Elf yang terlihat mengenal akrab ibu Fang Jin, sehingga memanggilnya Kakak.
Tap..!!
Langkah Ratu Elf pun terhenti saat berhenti di depan pintu bawah tanah.
Blush..!! Krak krak..!!
Hanya dengan lambaian tangan Ratu Elf, pintu bawah tanah langsung terbuka.
Fang Jin yang melihat itu tentu terpesona dan kagum.
“Ayo nak,” ajak Ratu Elf melangkah menuruni anak tangga.
Tap tap..!!
15 menit kemudian.
Kini Fang Jin terkejut luar biasa saat melihat dua mayat Naga yang sangat besar di depannya.
Satu mayat Naga Iblis bewarna hitam pekat, satunya lagi mayat Naga yang tidak ia ketahui secara pasti keturunannya Naga apa. Yang pasti, tubuhnya bewarna putih polos dan sangat cantik saat di pandang.
“Mereka berdua adalah pasangan yang tidak bisa bersatu, satunya adalah penjaga Ibumu dan satunya adalah penjaga Hutan ini, keduanya bertemu lalu jatuh cinta.” Ucap Ratu Elf langsung menjelaskan.
“Namun sayangnya, mereka tidak bisa bersatu, sehingga memilih mati bersama.”
“Eeh,, kenapa?” Tanya Fang Jin heran, padahal jika mereka masih hidup, mereka pasti bisa menikah. Anehnya mereka lebih memilih mati.
Fang Jin mengira jika keduanya di bunuh, tapi ia salah.
“Karena kedua Hukum yang mereka kuasai bertolak belaka, serta ada alasan lagi yang hanya Ibumu saja yang mengetahuinya.” Jawab Ratu Elf.
“Lalu kenapa Bibi Ling membawa ku kemari?” Tanya Fang Jin langsung ke intinya.
“Pertanyaan bagus,” ucap Ratu Elf.
“Dengan datangnya kau kesini, itu artinya Ibumu pasti telah pergi jauh meninggalkan kita. Jadi ia sudah meninggalkan sesuatu untuk mu nak, hanya kau yang bisa membukanya menggunakan cincin Dimensi yang ada di jari manismu.” Jawab Ratu Elf sembari menunjuk cincin peninggalan Ibunya.
“Cincin dimensi?” Ucap Fang Jing langsung memiringkan kepalanya, karena tidak bisa mencerna apa yang Ratu Elf katakan.
“Hemm..!! Itu adalah Cincin Dimensi yang memiliki ruang penyimpanan berkali-kali lipat lebih luas dari kantong penyimpanan yang ada di pinggangmu.”
“Bahkan konon katanya Cincin Dimensi ibumu seluas celah Dimensi ini, serta di dalamnya bisa menumbuhkan pohon, ataupun sejenis kehidupan mampu tampung. Hanya itu yang aku tahu, walau hanya rumor, tapi aku sangat mempercayai apa yang ibumu pernah katakan.” Ucap Ratu Elf yang terdengar sangat bahagia, saat menjelaskan Fang Jin tentang Cincin Dimensi milik Ibunya.
“Eeh,, jadi tapi kenapa Jin'er tidak dapat merasakan adanya jejak energi, ataupun sesuatu yang mencurigakan dari cincin ini, bahkan Jin'er pernah mencoba mengalirkan energi Jin'er, tapi tidak ada reaksi?” Tanya Fang Jin.
“Itu karena kekuatanmu belum cukup untuk membukanya, serta kau juga harus menguasai Hukum Jiwa, seperti yang Ibumu kuasai di masa lalu.” Jelas Ratu Elf.
“Sudahi bicaranya, lebih baik kau ambil apa yang Ibumu tinggalkan,” sambung Ratu Elf langsung menyuruh Fang Jin ke kotak peti yang berjarak 10 meter di depannya.
Tap Tap..!!