Demi mendapatkan uang untuk biaya operasi jantung Sang Nenek, Kanaya rela menjadi ibu pengganti bagi pasangan suami istri Yuga Tjandra dan Zielin.
Tak mau melahirkan diluar ikatan pernikahan, Kanaya meminta suami dari Zielin itu menikahinya secara siri dan sepakat untuk bercerai begitu anak yang dikandungnya telah lahir.
Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka selanjutnya, jika Yuga akhirnya juga mencintai Kanaya? Relakah Zielin membagi suaminya dengan ibu pengganti untuk anak mereka?
Jangan lupa rate ⭐lima dan follow akun medsos author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RK - Chapter 18
"Tadi, kita belum menanyakan ini sama Dokter. Takutnya hal ini bisa membahayakan anak kita," jawab Yuga.
Kanaya menatap kembali menatap suaminya dengan takjup, dia pikir Yuga tidak jadi melakukannya karena lelaki berstatus suaminya itu ilfil. Tapi, ternyata dugaannya salah. Laki-laki berstatus suaminya tersebut mengkhawatirkan bayi yang saat ini ada di dalam perutnya.
"Kita lakukan itu nanti setelah kita mendapatkan jawaban dari Dokter. Hm?" Yuga mengatakan itu sambil menangkup pipi Kanaya menggunakan dua telapak tangannya.
"Bukan hanya kamu yang menginginkannya, Nay. Tetapi aku juga," ucap Yuga sambil menatal kedua bola mata Kanaya.
Kanaya berusaha menundukkan kepalanya. Ia malu karena suaminya itu tahu bahwa dia menginginkannya.
"Tidak usah malu! Selain kamu adalah wanita dewasa, kamu juga istriku. Jadi wajar jika kamu menginginkannya," tambah Yuga.
Laki-laki itu kembali menempelkan bibirnya diatas bibir Kanaya. Keduanya kembali hanyut dalam permianan bibir itu. Yuga tahu betapa tidak enaknya menahan hasrat ketika semua rasa itu sudah berada di ubun-ubun. Ia pun berusaha memberikan kenikmatan itu dengan cara lain.
Ya meski mereka belum bisa melakukan penyatuan, keduanya berusaha memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat pasangannya puas. Kembali, baju mereka yang tadi sudah rapi kembali berantakan karena ulah tangan mereka masing-masing.
Yuga tersenyum ketika istrinya mendapatkan rasa itu. Dia kemudian menghentikan semua aktivitasnya dan mengecup kening Kanaya.
"Mandilah! Aku juga akan mandi lalu berangkat kantor!" suruh Yuga.
"Tapi, Mas." Kanaya menahan tangan suaminya.
"Apa?" tanya Yuga.
"Kamu kan belum mendapatkannya... maksudku... maksudku... sama seperti kamu yang membuatku bisa mendapatkan rasa itu, aku juga ingin membantumu merasakannya," jawab Kanaya yang lagi-lagi dengan wajah merah menahan malu.
"Tapi, akan lama, Nay. Tidak usah."
"Tapi, aku tahu, Mas. Kamu juga merasa tidak enak kan menahan itu?" tanya Kanaya.
"Tapi.... "
"Aku bisa menggunakan tanganku," potong Kanaya. Biarlah dia dianggap wanita yang tidak tahu malu, ia hanya ingin membantu suaminya.
"Kalau begitu ikutlah, sekalian kita mandi bersama," jawab Yuga.
Sepasang suami istri itupun akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.
***
Setengah jam kemudian....
"Nay, apa ada yang ingin kamu makan? Tadi ketika dalam perjalanan pulang dari rumah sakit aku browsing-browsing di google katanya wanita hamil kadang menginginkan makanan tertentu. Apa ada sesuatu yang ingin kamu makan sekarang?" tanya Yuga sambil mengancingkan lengan bajunya.
Kanaya berdiri di depan Yuga untuk membantu memasangkan dasi.
"Ada sih, Mas," jawab Kanaya dengan tangan yang sibuk memasang dasi.
"Apa?" tanya Yuga sambil menatap Kanaya.
"Em... aku pingin makan jajanan yang dijual di pinggir jalan," jawab Kanaya.
"Itu kotor, Nay dan pasti tidak sehat."
"Tadi kan kamu yang nanya aku pingin makan apa, udah aku jawab kamunya malah bilang begitu. Padahal aku pingin banget makan jajanan pinggir jalan."
"Memang jajanan apa yang kamu inginkan?"
"Aku pingin cilok yang dijual keliling pakai gerobak itu lho, Mas. Pasti enak," jawab Kanaya.
"Tidak! Aku tidak mengizinkannya!" tolak Yuga. "Pokoknya anak kita tidak boleh makan jajanan sembarangan!"
"Untuk apa bertanya kalau ujung-ujungnya nggak ngebolehin?" Kanaya menggerutu.
"Nanti akan aku suruh Bibik membuatkan camilan sehat untukmu," ujar Yuga lagi. "Aku berangkat sekarang ya. Ingat! Jangan membeli jajanan sembarangan!" Sekali lagi Yuga memberikan peringatan.
Kali ini Kanaya hanya bisa pasrah merelakan keinginannya tidak terpenuhi. Dia mengantar Yuga sampai ke depan pintu.
"Sayang, papa kerja dulu. Jaga mamamu selama papa tidak ada di rumah," ucap Yuga. Dia mengusap perut Kanaya yang masih datar itu lalu menciumnya.
"Aku berangkat ya, Nay," pamit Yuga.
"Iya, Mas." Kanaya mencium punggung tangan Yuga.
"Assalammulaikum."
"Waalaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Kanaya.
Yuga pun masuk ke mobilnya. Namun, beberapa detik kemudian laki-laki itu kembali lagi ke hadapan Kanaya.
"Ada apa, Mas? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Kanaya.
"Iya."
"Berkas pekerjaan? Dimana biar aku ambilkan?" tanya Kanaya. Dia hendak melanglah masuk ke dalam rumah. Namun, Yuga justru menahan tangannya.
"Mas, ada apa?" tanya Kanaya bingung.
🍂🍂🍂
Gaes, yuk mampir ke ceritaku yang lain. Judulnya Desain Cinta Kyra. Makasih, Love you pull 💙