NovelToon NovelToon
Perfect For Me

Perfect For Me

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Kaya Raya / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Single , cantik, dan kaya raya menjadikan Divara sebagai wanita yang banyak di kejar oleh lawan jenis.

Namun sayangnya di antara mereka hanya memanfaatkan harta dan tak jarang banyak yang menorehkan luka ,bukan hanya sekali tapi berkali kali.

Hal tersebut membuat Divara benci dan trauma dengan semua pria, sehingga dia berimajinasi untuk membuat robot manusia sempurna berjenis kelamin laki laki yang akan dia jadikan pendamping.

Bagaimana tanggapan orang di sekitar Divara melihat tindakan wanita yang di luar akal logika itu?? Saksikan kisah nya di sini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minuman

Abraham berniat mengantar Divara hingga ke kantornya.

"Tidak usah repot repot, aku bisa berangkat sendiri " kata Divara menanggapi tawaran Abraham.

"Apa kamu tidak takut jika para perampok tadi kembali menyerang? Mereka pasti sudah mengenali mobil ini, jadi tidak menutup kemungkinan mereka akan selalu mengikuti mu" Abraham mencoba menggoyahkan jawaban Divara.

"Iya sih...tapi apa tidak merepotkan jika harus mengantarku? Kamu sendiri pasti banyak urusan " sahut Divara.

"Tidak ada urusan yang lebih penting melebihi urusan wanita yang aku cintai walau dia tidak akan pernah menerima cintaku" jawab Abraham yang seketika membuat pipi Divara memerah.

"Tolong jangan berpikiran buruk, izinkan aku menjagamu kemanapun kamu pergi selama robot itu masih di perbaiki... jujur saja aku khawatir dengan keselamatanmu setelah melihat kejadian pagi ini... " Abraham menambahkan rayuan mautnya.

Jika cara Abraham mendekati wanita itu dengan cara arogan justru membuat Divara menjauhinya, namun tidak kali ini. Hati Divara justru melunak ketika ucapan Abraham begitu merendah.

Divara berpikir bahwa ucapan Abraham ada benarnya juga. Dia masih sedikit takut jika keluar sendiri. Jadi saat itu dia menerima tawaran Abraham untuk selalu menjaganya selama Rafael masih di perbaiki.

"Baiklah, terserah kamu.." jawaban Divara membuat Abraham sangat senang.

Abraham meminta Divara masuk ke mobilnya, sementara mobil Divara di bawa pulang oleh supir atas perintah Abraham.

Sesampainya di kantor, banyak yang menatap kedatangan mereka berdua.

"Nah itu baru serasi... harusnya nona Divara menjadikan laki laki itu sebagai pendampingnya, bukan malah memilih si robot.." kata seorang pegawai.

Yang lainnya juga ikut menyahuti,

"Sudahlah tidak perlu ikut campur... toh tindakan mereka tidak merugikan kita!"

Abraham memastikan Divara telah masuk ke ruangannya barulah dia beranjak pergi dari tempat itu.

"Terima kasih" kata Divara.

"Sama sama.. nanti pulang kerja aku jemput .." petuah Abraham.

Divara mengangguk sambil tersenyum.

 

Profesor Sankai masih di sibukkan dengan perbaikan robot Rafael.

Minimnya peralatan membuat dia harus bekerja sedikit lama dari biasanya.

Mungkin jika perbaikan itu di lakukan di ruang kerjanya hanya akan memakan waktu dua puluh empat jam.

Namun kali ini pengerjaannya berada di kamar Divara dengan hanya menggunakan satu koper alat mekanik, tentu saja sedikit memakan waktu lebih banyak . Paling cepat satu hari dan paling lama tiga hari.

 

Hari kedua perbaikan robot Rafael.

"Bagaimana perkembangannya prof?" tanya Divara.

"Sudah enam puluh persen, saya perkirakan sore nanti sudah selesai" jawab profesor Sankai.

"Syukurlah prof, kalau begitu saya pamit berangkat kerja dulu" ujar Divara.

Sebuah mobil telah menunggunya di depan pintu gerbang, siapa lagi kalau bukan pengawal barunya yaitu Abraham.

"Pagi baby.." dengan lancang Abraham memanggil Divara dengan panggilan baby tanpa persetujuannya.

Wanita itu hanya mengangguk. Jika tidak karena Abraham telah menolongnya kemaren dan karena robot Rafael masih di perbaiki, Divara tidak akan mau di antar jemput oleh Abraham.

"Nanti siang aku jemput" kata Abraham ketika melepaskan Divara ke ruang kerjanya.

Wanita itu hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Abraham. Dia ingin menolak tapi tak mudah, karena dia tahu seperti apa sifat Abraham.

Terpaksa Divara turuti kemauan pria tersebut karena dia teringat ucapan profesor Sankai bahwa sore ini Rafael sudah di perbaiki.

Hari telah berganti siang, Divara hendak pulang dan Abraham sudah stay di depan pintu.

"Let's go baby" ucap Abraham sambil melemparkan senyum hangatnya.

Divara tak banyak kata, dia berjalan menuju pintu lalu Abraham membuntuti.

Keduanya masuk mobil, namun kali ini Abraham ingin mengajak Divara makan siang di sebuah restoran.

"Tidak usah.. aku buru buru.." kata Divara.

"Sebentar saja, aku mohon..Jika makan terlalu lama untukmu, maka sekedar minum pun juga tak apa. Mungkin kesempatan ini akan menjadi yang terakhir aku bisa bersamamu karena sebentar lagi Rafael selesai di perbaiki" pinta Abraham.

Divara merasa tidak enak hati jika begitu tega menolaknya. Hingga akhirnya dia menuruti kemauan Abraham.

"Baiklah, tapi sekedar minum saja ya.." jawab Divara.

Abraham tersenyum bahagia mendengar jawaban Divara, dia segera menambah kecepatan untuk menuju ke tempat tujuan.

Sampailah mereka di sebuah kafe. Abraham memesan minuman, dan tidak di sangka oleh Divara bahwa Abraham telah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya.

Lima menit setelah minuman itu di teguk, kepala Divara merasa pusing.

Merasa obat yang telah dia berikan telah bereaksi, Abraham membawa Divara kembali masuk ke dalam mobil.

Sengaja dia parkir mobil di tempat yang tersudut dan jauh dari pengawasan orang.

Di dalam mobil Abraham melanjutkan aksinya. Obat yang telah di masukan ke dalam minuman Divara rupanya adalah obat per*ngsang.

Tubuh Divara mulai memanas, otaknya sedikit sadar dan tidak. Melihat lawan mainnya telah masuk perangkap, Abraham segera memberikan serangan.

Dia raih tubuh Divara dan menc*mbuinya dengan menggila. Bagaikan singa lapar yang menemukan mangsa.

Tak di beri kesempatan Divara bernapas, Abraham terus ******* bibir manis Divara.

Tangannya mulai bergerilya menelusuri lekuk tubuh Divara.

Bahkan sebagian kancing baju Divara telah terbuka. Suasana semakin memanas, hingga kemudian

Kring....kring.....kring...

Ponsel Divara berbunyi.

Saat di ambang kesadaran wanita itu melirik ke arah ponsel yang di sana tertulis

"Hubby memanggil...."

Seketika kesadaran Divara pulih dan berusaha melepas tubuh Abraham yang sudah melekat di tubuhnya.

Merasa ada pemberontakan dari lawan main, Abraham semakin menggila.

"Lepaskan Abraham..kamu gila... kamu biad*b.. tidak tahu moral... lelaki mes*m...!!"

segala umpatan di keluarkan Divara demi melampiaskan amarah.

Dia sempat mengangkat panggilan di ponselnya walaupun tidak sempat berbicara dengan Rafael.

Namun setidaknya dirinya terselamatkan oleh panggilan dari robot itu. Jika tidak , mungkin dia masih dalam pengaruh obat laknat tersebut dan termakan oleh singa lapar.

Rupanya Rafael telah kembali pulih dan telah selesai proses perbaikannya.

1
ria
AQ kok nangis sih😭😭😭😭
T. L. Handayani: jangan nangis kakak🥺🥺
total 1 replies
ria
cinta di tolak dukun bertindak 🤭🤭🤭🤭
T. L. Handayani: betul🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Sun_Lee
Maaf baru mampir Kak.🌷
T. L. Handayani: iya kak..gpp😇🙏🌹
total 1 replies
💜Marlin🍒
terimakasih sudah menyelesaikan novel yang keren ini thor 🥰🥰🥰 semangat 💪💪💪
💜Marlin🍒: gpp kak yang penting jaga kesehatan🥰🥰🥰
total 2 replies
💜Marlin🍒
santet aja Abraham mbah 🤭
💜Marlin🍒: ooooo mantuuuuulllll 😱😱😱😱
total 2 replies
💜Marlin🍒
semangat thor jos crazy up 🥰🥰🥰
💜Marlin🍒: aku gk pernah ngajuin 🤭
total 2 replies
💜Marlin🍒
jangan lagi Rafael di kenalkan, kenalkan saja pada ku 🤭
T. L. Handayani: uppss🤭
total 3 replies
💜Marlin🍒
Ya karena Rafael tahan banting terus setelah 30 menit bisa di seting ulang 30 menit lagi habis lagi bisa seting 30 menit lagi dan seterus nya 🤣🤣🤣 kalian karyawan jelata bisa apa memang nya? mau nandingin Rafael? 🤭
💜Marlin🍒: Nahlo malah salah judul kan 🤣🤣🤣
total 2 replies
💜Marlin🍒
Abraham lagi Abraham lagi 😌
💜Marlin🍒
Yang sabar ya Div, karena ya begitulah tidak semua harus mulus semulus kulit mu 😌
T. L. Handayani: habis ini makin bawang 😭
total 1 replies
💜Marlin🍒
monggo mbk salep nya salep nya panu, kadas, kurab bisa hilang se kulit" nya 🤣🤣🤣🤣 sales jualan masuk dong 🤣🤣🤣
💜Marlin🍒: 🤣🤣🤣🤣 ya gitu sih gpp 🤭
total 3 replies
💜Marlin🍒
jejak ku tinggalkan untuk mu 🥰
T. L. Handayani: makasiiiih😍
total 1 replies
💜Marlin🍒
iya lima galon Leemineral ya jangan Lee min ho 🤣🤣🤣
T. L. Handayani: apa tuh kental kentul🤭
total 5 replies
💜Marlin🍒
Next thor, ternyata aku ngebut gas pol baca nya yuk ah semangat 💪💪💪💪
T. L. Handayani: ok kak
total 5 replies
💜Marlin🍒
kek nya othor mulai pengen deh ini?
💜Marlin🍒
aaaaaaa robot ku pahlawan ku 🥳🥳🥳🥳
💜Marlin🍒
lah bejat ternyata si gila ini, 😏
💜Marlin🍒
Yey babang gila udah datang 🥳🥳🥳🥳🥳
💜Marlin🍒
kalo aku yg di suruh pulang awal pasti seneng banget 🤣🤣🤣 apa lagi gk potong gaji 😅
💜Marlin🍒
sweet banget robot nya 🤭
💜Marlin🍒: untung bisa di stel ulang, jadi 30++ ini mah 🤣🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!