Kisah dimulai dari kedatangan Mahsat, seorang laki-laki dari planet yang turun ke bumi. Mahsat turun ke bumi dengan tujuan untuk merasakan kehidupan layaknya manusia, mencari pengalaman berbeda dari kehidupan di Mars. namun kedatangan Mahsat tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri tapi juga takdir seorang gadis bernama Tasya.
Tasya seorang gadis yang pemalu yang hidupnya monoton dan cenderung membosankan. Namun, kedatangan Mahsat ke kehidupannya, semuanya berubah. Kehadiran Mahsat membuat Tasya merasa lebih ceria dan semangat. Sayangnya Mahsat jatuh hati pada Tasya. Meskipun perasaanya tulus, Mahsat tahu bahwa akan kembali ke Mars pada waktunya yang telah di tentukan.
Sementara itu, disisi lain, ada mahluk lain dari bangsa jin yang merupakan teman Mahsat.
Dengan berbagai liku-liku yang ada, Mahsat dan Tasya, Adrian dan Endah memberikan pelajaran bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki seseorang, tapi tentang memberikan yang terbaik pada orang yang dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman18
Keesokan harinya Tasya kuliah seperti biasa, dengan harapan agar semoga Mahsat masuk kuliah.
Akan tetapi Mahsat belum juga ada di kampus, bahkan dia juga tidak melihat King.
"Lo kok, Mereka nggak ada yang masuk?" tanya nya dalam hati
Tak lama kemudian Tasya melihat Maulana bersama Ria dan Erni, iya pun langsung menghampirinya.
"Ul! Mahsat kemana sih?" tanya Tasya mulai kesal
"Lah? Bukannya Mahsat sama lu terus!" sahut Maulana
"Maksudnya?"
"Sejak kalian jadian, Mahsat belum pulang kekosan! Harusnya gua yang nanya Mahsat kemana?" ucap Maulana
"Masak sih? Kalau gitu selama ini dia kemana?" tanya Tasya bingung
"Ya nggak tau!"
Sementara itu Maulana bermaksud hendak mengutarakan perasaannya pada Erni, Namun sayangnya dalam hati Erni ada nama Maulana.
"O ya Er! Ada yang pengen gua omongin ke lo!" ucap Maulana tidak menggubris pertanyaan Tasya
Mendengar ucapan Maulana yang terlihat serius, baik Tasya maupun Ria pun penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Maulana tersebut.
"Serius amat!' potong Ria
"Iya, Mau ngomongin apa?" sahut Erni
Tanpa rasa ragu Maulana mengutarakan perasaanya pada Erni, didepan Tasya dan Ria.
"Hm, gimana ya? Maaf kalau gua lancang! Tapi ini jujur Er! Semenjak pertama kita bertemu Gua ngerasa kayak yang beda tentang perasaan gua ke lo Er! Tadinya gua pikir itu biasa aja, tapi ternyata gua nggak bisa ngebohongi perasaan gua sendiri, bahwa sebenarnya gua suka sama lama lo Er!"
"Lo mau nggak jadi pacar gua!" ucap Maulana
Saat mendengar Maulana menyatakan cintanya pada Erni, bak sambaran petir dalam hati Ria, yang ternyata selama ini Ria menaruh harapan besar pada Maulana.
"Ternyata selama ini Maulana baik, Sama gue bukan karena dia suka, tapi karena dia mau PDKT sama Erni!" ujar Ria dalam hati kecewa
Untuk Tasya sendiri sangat mendukung Erni untuk menerima cinta Maulana, Karena dia tidak mengetahui perasaan Erni sebenarnya.
"Waw! Terima aja Er!" Ucap Tasya mendukung
Sayangnya, dalam hati Erni tidak sedikitpun ada nama Maulana akan tetapi Erni berusaha menutupi semuanya dari Tasya.
"Boleh gue minta waktu, buat menjawabnya?" pinta Erni
" O, Boleh! Apapun jawaban Lo gua terima kok! Yang penting, jangan ada keterpaksaan" kata Maulana
Singkat kata panjang cerita, Erni mengulur waktu untuk berpikir.
Kemudian, mengingat Mahsat yang belum juga ada kabar, Tasya pun bermaksud ingin mencari Mahsat secara langsung.
Namun sayangnya, dia tidak menemukan jejak Mahsat sama sekali baik dari telpon maupun info dari teman-teman Mahsat sendiri.
Singkat cerita,
Tiga hari berlalu, namun amarah kerinduan, bercampur penasaran meluap membuatnya kembali sakit.
Dan pada saat Ria mengetahui bahwa Tasya sakit, ia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya tersebut, ia pun akhirnya terus berusaha mengubungi Mahsat lewat info manapun.
Sementera beralih ke Mahsat.
Mahsat sama sekali tidak mengetahui bahwa
Tasya khawatir dan mengetahui bahwa dia sedang sakit.
Saat malam, Mahsat menatap lampu perkotaan, sembari melamun menyadari kesalahannya, dan ia pun bingung memikirkan bagaimana caranya agar Tasya bisa menerima kenyataan yang akan terjadi.
Dan pada saat melamun, datang Adrian menyapa.
"sepertinya temanku sedang terikat sebuah perasaan dengan manusia!" ucap Adrian sembari mendekati Mahsat
"Iya! Aku terlanjur menyukai manusia! Tapi sayangnya aku tidak bisa membawanya ketempatku, dan oleh itu terpaksa aku akan berlahan menjauhinya" gerutu Mahsat
" Berati kau sudah menyalahi aturan! Menyakitkan! Membuat manusia merasa kehilangan itu sama aja merusak kehidupan di bumi!" ujar Adrian seolah mengatai Mahsat
" Tapi setidaknya aku hanya mengorbankan sebatas perasaan! Tidak seperti kamu! Dengan berencana akan membawa manusia ke Pluto, itu sama aja membunuh manusia, Dan itu, lebih dari sekedar menyalahi aturan!" ucap Mahsat balik mengatai
Mereka berdua pun terus saling mengatai.
Sebenarnya Mahsat sudah mengetahui semua yang di alami Tasya melalui Chat Ria sebelumnya, termasuk chat semua orang yang dekat dengannya, namun semua itu sengaja tidak dihiraukannya karena mengingat Tasya yang sangat sayang padanya. Mahsat berpikir dia harus secepatnya bertindak untuk membuat Tasya bisa melupakannya, meskipun sakit baginya.
Menjelang pagi, Mahsat melihat ada chat dari Kanna yang juga meminta agar Mahsat harus menemui Tasya.
Kanna juga menjelaskan bahwa dalamnya sebuah kerinduan bisa melenyapkan nyawa seseorang.
Melihat penjelasan Kanna, Mahsat pun sadar bahwa yang dia lakukan malah akan mempersulit kenyataan, Dia pun akhirnya langsung bergegas menemui Tasya.
Namun sayang. Semuanya sudah terlambat. Teman-teman Tasya termasuk sahabat Mahsat sudah terlanjur marah.
Terlebih lagi, Ria sudah sangat kecewa pada Mahsat.
Setibanya di rumah sakit.
Sudah ada teman-teman Tasya yang duduk di muka pintu ruangan, ada juga King dan Maulana.
Dengan tergesa-gesa, Mahsat datang langsung bermaksud hendak melihat keadaan Tasya.
Namun
"Darimana aja lu?" ucap Ria sambil menghalangi Mahsat
"Nanti gua ceritain! Gimana keadaan Tasya!" kata Mahsat
"Nggak usah!" menghalangi "Ada Tion di dalam, yang jagain Tasya!" larang Ria
Sementara King dan Maulana juga kecewa dengan sikap Mahsat pada Tasya.
"Gua kecewa sama lo Sat! Gua pikir lo anggap Tasya sebagai orang yang paling lo sayang! Tapi nyatanya lo anggap dia seperti cewek-cewek yang lain" ujar King
"Maksudnya apa ni?" tanya Mahsat bingung
"Udahlah! Mending lo lupain Tasya! Jangan mentang-mentang lo bisa dekat pada semua cewek, Terus lo anggap semua cewek itu sama!" sambung Maulana yang juga mengatai Mahsat
"Tadinya gue anggap lu sahabat! Tapi setelah lu nggak balas chat gue, gue juga kecewa sama lu" sambung Sabila
Karena mendengar seperti ada keributan, Tion pun keluar.
Saat melihat Mahsat.
"O, jadi lo pacarnya Tasya! Sebelumnya gua berterimakasih karena lo sudah berhasil mengubah hidup Tasya semakin buruk!" ujar Tion seraya hendak memukul Mahsat
Sementara saat melihat Tion, Mahsat tidak bisa bicara apa-apa lagi, dan lebih baik mengalah, Karena mengingat tidak seorang pun mengerti tentangnya, Dan dia pun pergi.
Namun Erni merasa kasihan melihat Mahsat, Karna dia juga orang yang benar-benar mengetahui siapa dan apa tujuan Mahsat sebenarnya...
"Gue percaya kok, kalau lu nggak ada niat buat nyakitin Tasya! Cuma cara lunya aja yang salah! Napa sih lu mesti ada dunia ini cuman untuk sementara? Ya, sebenarnya kami manusia juga hidup hanyalah sementara! Tapi nggak sesingkat lu! " ucapnya dalam hati
Singkat kata, Mahsat pergi benar-benar kecewa, Disatu sisi dia kesalahanya terhadap Tasya semakin besar, sementara disisi lain sudah membencinya.
Dan oleh karena itulah, Mahsat mengalami gangguan gejala galau tingkat dewa, mendekati kesedihan stadium akhir.
Kemudian Mahsat pun membulatkan niatnya untuk keluar dari Kosan dan mengunap di kosan Adrian.
..
semuanya kumpul???