NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Dewasa

Menikahi Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:455.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: PutrieRose

Brianna, gadis berumur 20 tahun. Yang selalu menghabiskan harinya hanya untuk bersenang-senang. Tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi dan hanya menjadi benalu di rumah. Anak tunggal yang pasti akan mewarisi semua harta kekayaan orang tuanya.

Henry, pria dewasa berumur 35 tahun yang belum menginginkan untuk menikah selepas kehilangan tunangannya 10 tahun silam. Olivia yang merupakan tunangannya dinyatakan hilang dan jejaknya tak dapat dicari hingga detik ini.

Abraham yang merupakan ayah dari Brianna menjodohkan putrinya dengan putra dari sahabat lamanya. Berharap setelah menikah Brianna akan berubah menjadi seseorang yang lebih menghargai hidup dan masa depannya.

Saat Brianna bertemu dengan sosok Henry, mereka berdua sama-sama terkejut. Karna mereka sebelumnya pernah bertemu dalam sebuah tragedi tak terduga.

Bagaimana kisah rumah tangga Anna si gadis nakal dan Henry si pria dewasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 BERTEMU JANE DAN ALICE

Pagi ini awan terlihat menggelap. Tapi tak membuat langkah Anna terhenti. Ia menatap sebuah rumah yang terlihat sepi dari depan. Semoga saja di rumah ini hatinya sedikit bisa merasakan tenang. Dan semoga saja Lysa bisa menghibur suasana hatinya saat ini.

"Anna ...." Lysa yang sudah diberitahu Anna bahwa temannya itu akan ke rumahnya pagi-pagi, langsung bersemangat menyambutnya.

Wajah Anna terlihat tidak bersahabat pagi ini. Aura cantiknya tetap terlihat tapi tak begitu terpancar. Berjalan pun terlihat gontai seperti kelelahan.

"Anna, apa kamu ada masalah? Masalah dengan suamimu?" tanyanya menebak.

Kini mereka berdua sudah duduk di ranjang. Lysa menatap sahabatnya tanpa berkedip. Lalu matanya tertuju pada leher Anna. Terlihat banyak merah-merah di sana.

"Anna, leher kamu kenapa? Di gigit serangga?"

Anna yang menyadari lehernya terbuka langsung menutupi dengan tangan. Ia lupa untuk menutupi lehernya yang banyak noda kejahatan yang dibuat suaminya malam tadi.

"Hmm, i-iya ini aku semalam di gigit serangga," jawabnya sedikit terbata.

"Aku ambil obat oles untuk—"

"Tidak usah! Tidak usah, Lysa," tolaknya langsung. Ia menyuruh Lysa tetap menemaninya di sini. "Oh ya, bagaimana keadaan Alden? Apakah lukanya parah?" Anna teringat dengan Alden yang dipukuli suaminya semalam. Ia belum sempat meminta maaf padanya.

"Oh itu, semalam aku bersama teman-teman sudah membawanya ke rumah sakit. Sepertinya hari ini dia masih dirawat." Sebenarnya Lysa masih kesal dengan Anna, gara-gara suaminya yang cemburuan itu acara reuni jadi berantakan dan salah satu temannya masuk ke rumah sakit.

"Lysa, aku sungguh minta maaf atas perbuatan suamiku. Teman-teman pasti sangat membenciku."

"Ya pasti, mereka sangat kecewa. Tapi aku tidak bisa lama-lama marah denganmu. Kita ini kan sahabat, aku berusaha memaklumi sifat kak Henry. Dia mungkin cemburu melihat kamu dekat-dekat dengan Alden."

"Cemburu?" Anna mengelak, tak mungkin suaminya itu cemburu.

"Anna, kalau kak Henry tidak cemburu tidak mungkin dia sampai memukuli Alden. Dia sepertinya sudah jatuh hati padamu," ujar Lysa menahan tawa dan langsung kena pukul oleh Anna.

Ia menggelengkan kepalanya pelan, tak mau langsung percaya dengan ucapan Lysa.

"Oh ya, kamu kesini pagi-pagi kenapa? Gak ada masalah kan sama kak Henry? Kamu dari tadi tidak menjawab pertanyaan ku," kesalnya.

"Aku jenuh di apartemen. Kau tau sendiri aku dulu juga tidak betah di rumah."

Lysa pun punya ide untuk mengajak Anna jalan-jalan ke Mall. Dan Anna langsung menyetujuinya tanpa pikir panjang.

Karna Maura dan Marissa ada kelas kuliah, akhirnya mereka pergi berdua saja. Tidak jauh-jauh dari rumah Lysa, mereka pergi ke sebuah Mall yang jaraknya lumayan dekat.

Mereka masuk di sebuah store baju. Mata Anna berbinar-binar melihat koleksi baju yang bagus-bagus menurutnya. Pas sekali dengan seleranya. Ia memilih banyak pasang baju.

"Ini cocok buat kamu deh, Anna." Lysa menunjukkan sebuah dress pendek yang terlihat seksi di bagian atasnya, ia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Anna yang menahan kesal. "Ini cocok untuk kamu pakai di kamar," lanjutnya masih dengan tawanya yang menggelegar.

Anna yang kesal pergi meninggalkan Lysa. Ia berjalan menuju kasir untuk membayar semua baju yang dipilihnya.

"Maaf Nona, kartunya tidak bisa dipakai." Dahi Anna berkerut, tapi dengan cepat ia memberikan kartu miliknya yang lain.

"Ini juga tidak bisa dipakai, Nona."

Lysa yang berada di sebelahnya juga ikut heran. Dan Anna memberikan kartu miliknya yang lain, dan itu yang terakhir.

"Maaf Nona, tidak bisa juga."

Anna berdecak sebal, mana mungkin kartu miliknya tidak bisa digunakan semuanya.

"Ini pakai punyaku saja." Lysa menyodorkan kartu miliknya.

Anna menjadi malu sendiri, kejadian memalukan ini baru pertama kali terjadi padanya. Selama ini ia tak pernah kehabisan uang, tapi ini benar-benar diluar dugaan. Dan ia juga tak memiliki uang cash di dompetnya.

"Coba kamu telpon ayahmu, Anna. Mungkin saja ayahmu yang memblokir semua kartu milikmu." Anna benar-benar tidak terima jika semua ini ulah ayahnya.

.

.

.

Karna matahari tidak menampakkan dirinya pagi ini, membuat pria itu masih terlelap di kamarnya. Tak goyah sedikit pun padahal hari sudah siang.

Drrtttt...

Drrtttt...

Terdengar getaran ponselnya yang diletakkan di atas nakas. Matanya sedikit mengerjab, lalu ia meraba-raba keberadaan ponselnya.

"Iya, Hallo ...." Tak melihat siapa yang menelponnya, ia langsung mengangkatnya.

Tut ... Tut ... Tut ....

Telepon terputus, Henry langsung membuka matanya dan beralih duduk. Ia menatap layar ponselnya yang masih menyala. Tertera nomer yang tidak ia kenali.

"Nomer siapa ini?" tanyanya dalam hati.

Tiba-tiba suara petir terdengar sahut-sahutan di luar. Ia mengalihkan pandangannya pada jendela yang masih tertutup gorden tipis. Kakinya melangkah mendekat pada sisi jendela. Pemandangan di luar tampak gelap, juga jalanan terlihat lengah. Saat ia membalikkan tubuhnya menatap pada ranjang, ia baru menyadari sesuatu.

"Anna ... Kemana gadis itu?" Ia berjalan keluar kamar, seluruh ruangan ia buka. Tapi tak ada sosok Anna di dalam sana. Pintu kamar mandi pun terbuka. "Kemana dia?"

Dan ia juga baru tersadar bahwa dirinya hanya mengenakan boxer pendek. Ia mengingat akan kejadian malam tadi. "Apa yang aku lakukan?" Henry mengingat kembali kejadian yang menguras tenaganya malam tadi. Melihat Anna yang tak berdaya akibat ulahnya, ia sedikit menyesalkan itu semua. "Gadis itu apa pergi? Apa dia marah denganku?" Henry mengacak rambutnya asal. Ia kecewa dengan dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol napsunya.

Di luar sedang hujan lebat, Henry kepikiran dengan gadis itu. Tak mau membuang waktu ia langsung pergi mencari istrinya.

.

.

.

Hujan memang sedang mengguyur kota saat ini. Anna dan Lysa sedang berdiri di depan Mall menunggu sopir Lysa yang sedang mengambil mobilnya di halaman parkir.

Tapi tiba-tiba Anna melihat kedua sosok orang yang sangat ia kenali berjalan menghampiri dirinya. Terlihat kedua orang itu sama shocknya dengan dia.

"Anna, kau sudah pulang?" Jane dan Alice menatap Anna dengan heran. Bukankah Anna dan Henry seharusnya masih berada di tempat bulan madu. Mengapa dirinya ada di sebuah Mall dengan teman wanitanya?

"I-ibu ....." Suaranya seakan tercekat di tenggorokan. Ia kebingungan untuk menjawab. Apalagi melihat keduanya tak berkedip menatapnya. Membuat Anna semakin merasa terpojok di sini.

"Kak Anna sudah pulang ternyata, kenapa tidak pulang ke rumah?" Kini Alice yang bertanya. Walaupun ia sedikit heran, tapi ia berusaha mencairkan suasana.

"Hmmm, aku dan kak Henry tinggal di apartemen," jawabnya setelah sekian lama berpikir.

"Oh, begitu. Ya sudah tidak apa-apa. Tapi kenapa kalian pulang secepat ini? Tiket pulang yang Ibu pesan jadinya tidak dipakai dong. Kalian membeli tiket sendiri?" Terlihat raut wajah Jane yang kecewa, tapi ia berusaha menutupi.

"Iya, maaf, Bu." Anna menjadi tidak enak hati. Apalagi dia sudah jelas-jelas berbohong.

Mobil Lysa akhirnya datang, Anna berpamitan pada ibu mertua dan juga adik iparnya. Ia mengatakan akan segera pulang takut jika Henry menunggunya sudah terlalu lama. Jane juga berpesan untuk besok mereka pulang saja ke rumah. Dan Anna pun mengangguk menyetujui.

1
Qaisaa Nazarudin
PRIA PALING BODOH,TAMPA MENCARI TAU KEBENARAN NYA TERLEBIH DAHULU,MALAH MENGAMBIL TINDAKAN MEMBABI BUTA, CINTA SIH CINTA TAPI JANGAN DI BUTA KAN DENGAN CINTA JUGA..
Qaisaa Nazarudin
ORTU YG TERLALU IKUT CAMPUR URUSAN RT ANAK JUGA GAK BAGUS..DULU MAKSA2 ANNA NIKAH,LHA SEKARANG MALAH MAKSA PISAH..EMANG ORTU YG EGOIS,MAUNYA MEREKA INI APA YA?? HERAN DEH..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok tau..Kenapa gak ditanya kebenaran nya sama Henry..Semua Orang di novel ini suka menduga2 sendiri tanpa tau kebenaran nya.. ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ini alasannya gak masuk akal,Bukan kah dari awal ortunya Anna tau kalo Henry itu udah punya tunangan,Dan tunangannya menghilang?? Tapi mereka yg keukeuh untuk menikah kan Anna dengan Henry..Lha sekarang anak kalian udah Hamil,kenapa di pisahkan,Heran deh dengan ORTU KAYAK GINI,MAU NYA MENANG SENDIRI..
Qaisaa Nazarudin
Noh pergi jemput Istri kamu,jaga dia baik2 jangan berusaha jadi PELAKOR..
Qaisaa Nazarudin
RATA-RATA NOVEL YG KU BACA ALURNYA PASTI SAMA,MENGHILANG BERTAHUN2 ATAU BERSELINGKUH BERTAHUN2,EH SAAT PASANGAN YG DI TINGGAL UDAH BAHAGIA,MALAH NONGOL LAGI DENGAN ALASAN MASIH CINTA,DAN DRAMA SOK TERSAKITI.. HADEUUHH...
Qaisaa Nazarudin
Ckk baper nih CEWEK,Harusnya bisa nebak kan didepan keluarga besar,ya pastilah Henry cuman DRAMA doang..
Qaisaa Nazarudin
Lha ngarep...Bukan kah dari awal Perjodohan juga kamu yg nolak mentah-mentah..terus kenapa sekarang malah sok tersakiti..
Rika Fitria
Luar biasa
Uncle Mumble
👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
hajar!! bantai!!! cincang!!! ratakan!!!!
Uncle Mumble
baru tau ya...? blom tempenya tar nongol 😂😂😂
Uncle Mumble
curiga Olip Oil yg nongol
Uncle Mumble
kan kan kan...
Congrats Henry!!!
buang Olivia kelaoot 😂😂😂
Uncle Mumble
makin semangat urg bacanya 🤭🤭
Uncle Mumble
jangan² Anna hamidun...🤭 👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
checkmate... U R Dead Alden 😂😂😂
Uncle Mumble
nah... kena kali ini si Henry... 😂😂🤣
Uncle Mumble
😂😂😂
Uncle Mumble
like this... 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!