NovelToon NovelToon
Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erisna Aisyah

Dia Aisyah, seorang santriwati di pesantren tempatku mengajar. Gadis anggun nan jelita, yang mampu membuatku terpana pada saat jumpa pertama. Bukan karena kecantikan wajahnya yang membuatku kagum, tapi ketaatan pada-Nya lah yang mampu membuatku ingin selalu dekat dengannya.

Cerita ini hanya fiksi ya, hanya merupakan pemikiran dari author. Jangan lupa like, comment, and vote ya. Author akan sangat berterima kasih untuk hal itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erisna Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Dua Khitbah, Satu Wanita

Masih terlihat, Ayah Aisyah menatap Abah Yai penuh tanya. Ada gurat kebingungan di sana. Sebenarnya ada apa?

"Bagaimana ini, Abah Yai? Saya benar-benar bingung dengan rencana panjenengan. Mengkhitbah untuk dua orang berbeda, tapi pada satu wanita yang sama." Terlihat beliau mengambil nafas sejenak.

"Walau pun saya sudah tahu siapa laki-laki pilihannya, tapi saya masih belum yakin, kalau itu yang terbaik untuknya." Lanjutnya, terdengar lirih.

Mengkhitbah untuk dua orang yang berbeda, tapi pada wanita yang sama. Apa maksudnya?

"Saya juga baru tahu tadi, saat memasuki pekarangan rumah ini. Juga saat Nak Yusuf menyebutkan, nama wanita yang akan dikhitbahnya. Sempat terkejut memang. Tapi, mari kita lihat seberapa besar kerja keras mereka, dalam berusaha mendapatkan restu panjenengan," ada seulas senyum di bibir Abah Yai.

"Semua keputusan berada di tangan panjenengan, Ust. Saya tidak akan membela salah satu." Lanjut beliau.

Ayah Aisyah menghembuskan nafasnya perlahan.

"Baiklah, jika memang seperti itu menurut Abah Yai. Panjenengan memang benar-benar Kyai telandan, tidak memihak salah satu antara anak kandung maupun anak didik. Benar-benar bijak. Tidak salah Aisyah memilih mondok di situ," pujinya, kemudian Abah Yai tersenyum.

Tunggu dulu. Anak kandung, maupun anak didik? Apa mungkin ....

"Maaf, saya menyela, Abah Yai, Ustadz. Saya mau tanya, apa yang kalian maksud dengan, mengkhitbah untuk dua orang yang berbeda, tapi pada satu wanita yang sama? Dan lagi, anak kandung maupun anak didik? Apa maksud Abah Yai ...," Aku menggantung kalimat, tak sanggup untuk meneruskan.

"Benar, Yusuf. Sebelum kamu memintaku untuk mengkhitbah Aisyah, aku sudah lebih dulu mengkhitbahnya untuk Ilyas, karena dia meminta. Tapi Ustadz Ibrahim belum memberi jawaban sampai saat ini. Jadi, kami mau lihat seberapa serius kalian dalam berusaha mendapatkan hati kedua orangtuanya, karena itu akan menjadi jawabannya." Terdiam sejenak.

"Dan dalam hal ini, aku tidak akan ikut campur dengan urusan kalian." Lanjut Abah Yai, terlihat Ustadz Ibrahim -Ayah Aisyah- mengangguk setuju.

Jadi begitu. Aku kalah cepat oleh Gus Ilyas. Benar-benar ....

"Besok, kalian berdua datanglah ke sini. Akan saya berikan ujian yang pertama," ujar Ustadz Ibrahim.

Deg. Jantungku berdebar. Ujian pertama. Seperti apa itu? Baiklah, demi Aisyah, apa pun kulakukan.

Aku pun mengangguk, menyetujuinya. Kemudian, terlihat wajah puas kedua orang tua tersebut. Sementara itu, Ibu Aisyah yang sedari tadi diam mendengarkan, kini menampakkan wajah yang sulit diartikan. Kenapa dia?

Setelah semua sudah diputuskan, kami segera pulang ke pondok.

.

Dua khitbah, satu wanita.

Benar-benar nggak nyangka, bisa bersaing dengan Gus Ilyas. Urusan wanita pula.

Sebenarnya, sejak kapan Gus Ilyas menyukai Aisyah? Huh, aku keduluan lagi.

Harusnya aku yang lebih dulu mengkhitbahnya, jadi nggak perlu saingan begini. Jadi nggak enak sama Abah Yai.

Sampai larut malam, aku masih terjaga. Memikirkan ujian apa yang akan Ustadz Ibrahim berikan besok. Semoga, aku bisa melewatinya dengan baik.

Ayah, tunggu anakmu pulang membawa calon menantu, ya. Insyaa Allah, ini jodoh yang Allah berikan untuk Yusuf.

Ibu, do'akan Yusuf. Semoga, Ustadz Ibrahim benar-benar menerima Yusuf menjadi menantunya. Aamiin.

Tak terasa, bulir bening ini sukses melewati sudut mata. Teringat senyuman Ibu yang selalu menenangkan.

Ah, Ibu. Semoga kau tenang di alam sana.

Usai shalat malam, aku segera merebahkan diri. Berharap bisa segera terlelap, bertemu Ibu walau hanya dalam mimpi. Meminta restunya, mengharap ridhonya.

Ibu, sungguh, aku merindukanmu. Hiks.

***

Bersambung

1
Cah Dangsambuh
alamaaaaaaak langsung ngejungkel deh dah di ubun ubun tiba tiba ada penghalang🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
pak ustadz ngajak bicara selain pada murid pada hatinya juga hehe baguuuuus bet
Cah Dangsambuh
awal yg bagus aku langsung suka pa lagi ini pasti banyak ilmu yg di tebar ,,,maaf baru baca soanya baru nemuin 🙏🙏🙏
Nurfa Vita
koq gk ada kelanjutan ya thoor...yusuf aisyah
Nurfa Vita: untuk cerita yusuf ada lanjutan apa ndak thor
total 2 replies
Kontri Onti
ko paragrafnya diulang ulang thor ..maaf kalau langsung mungkin jadi ga bolak balik bacanya
Erisna Aisyah: ini tulisan pertama saya kak, dua tahun lalu, jadi masih berantakan😁
sekarang saya sedang fokus menulis di aplikasi Fizzo. Judul yang sudah tamat, "Dipaksa Menikah" dan "Dipaksa Menikah 2"
untuk yang saat ini sedang saja tulis dan sedang berlangsung, judulnya Pesona Si Gadis Desa ☺
silakan mampir jika berkenan...
total 1 replies
Qeyfa Alisya
assalamualaikum
Erisna Aisyah: waalaikumsalam
total 1 replies
Hida Hida
perjuangan untuk mendapatkan Aisyah aja susah,tp kenapa harus poligami...aku paling ga suka cerita ustadz yang poligami... meskipun di boleh kan tp unsur pertama kebanyakan mereka yang berpoligami itu karena nafsu 😑
Raina Wahab
jangan ada poligami yaa thor ,,,please 🙏🙏
Erisna Aisyah
mampir juga di karyaku yang baru dengan judul HIJRAH (Ajari Aku Mengenal-Nya) 😊
affiyahmikayla
aisyah nangis kh🤣
affiyahmikayla
waduh
affiyahmikayla
lanjuutt thorr
Zaskia Nada
Masyaallah baru tadi ana minta untuk lanjutin ceritanya eh alhamdulillah mbaknya langsung up lagi ceritanya,pokoknya semangat yh mbak untuk lanjutin ceritanya😊
Erisna Aisyah: Alhamdulillah😇 kebetulan stok part sudah ada, jadi begitu ada penyemangat bisa langsung up. tapi mohon maaf, untuk part selanjutnya mungkin agak lama. lagi nyoba nulis cerbung lainnya🤗😊
total 1 replies
affiyahmikayla
semangat up thoorr😍
Erisna Aisyah: makasih🤗
total 1 replies
Zaskia Nada
pliss mbak lanjut ceritanya,walaupun upnya mau berapa bulan lagi insyaallah akan saya tunggu😊
Erisna Aisyah: insya allah, kak 😊 makasih buat sarannya😍
total 1 replies
Evi Andriani
Iyo yg lain solusinya 😩😩😩😩😩
Koleksi Azzahra
Jngan poligami dong thor
Ada solusi terindah thor selain poligami.
Siti Maimunah
lnjt
Noer Soeryantie
paling males beginini kalau baca sekitaran ustadz ustadzah...POLIGAMI terrrooossss...ga ada apa kalau cari solusi selain harus menikah lagi...bye bye lah ...jadi males baru mau di faforitin eh malah suruh POLIGAMI....maaf ya..
Hamzasa
baru baca..suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!