NovelToon NovelToon
Bad Girl Vs Ice Boy

Bad Girl Vs Ice Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: blue rose

Ig: @nabilakim28

"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-

Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.

Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?

"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-

Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!

Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?

Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketujuhbelas

Sebenarnya aku takut, takut kehilangan kebahagiaanku saat ini...

-Gina-

S E L A M A T  M E M B A C A

Kali ini Hera menyimak pelajaran dengan sangat baik. Biasanya dia paling malas jika harus mendengarkan penjelasan dari guru. Hera itu bukan murid yang bodoh, dulu dia selalu mendapat peringkat pertama disekolahnya saat dia masih disekolah menengah pertama. Namun semuanya berubah, dia memilih jadi badgirl dengan tujuan agar tidak ada yang mendekatinya, dengan begitu dia tidak akan merasa dikhianati lagi oleh orang yang disayangnya. Karena bagi Hera sangat penting untuk membuat dirinya terkendali dan tidak hilang dalam emosi yang sesaat.

Hera mengerjakan tugas dengan baik beberapa hari ini, kemalasannya tidak menjadi halangan bagi Hera untuk memahami pelajaran.... maklum saja Hera lahir dengan otak yang jenius. Dia dulu pernah memenangkan olimpiade Kimia nasional, juara dua olimpiade biologi, dan beberapa kejuaraan debat nasional.

"Baik saya akan membagikan hasil ulangan fisika kalian... dan yang meraih peringkat pertama ulangan kali ini adalah Hera Herlina Devana"

Semua siswa terdiam ketika pak Terry membagikan kertas ulangan. Mata mereka menatap Hera, tentu saja mereka tidak percaya dengan Hera yang tukang cabut mendapat nilai sempurna dalam ulangan kali ini. Ini tidak masuk akal! Bahkan Gina sekalipun kaget dibuatnya, Gina yang belajar mati-matian saja hanya mendapat nilai pas-pasan dengan kkm.

"Hera? Wah kamu dapat nilai sempurna!!!!!" Seru Gina heboh sambil memukul bahu Hera. Hera hanya tersenyum kikuk, dia sebenarnya paling malas menjadi pusat perhatian begini.

Apa lebih baik kemarin gue jawabnya ngasal aja ya? -batin Hera.

Kring...

Kring...

Akhirnya jam yang paling dinantikan seluruh siswa yang ada didunia sampai juga. Banyak siswa yang mulai berlarian ke kantin, Hera masih sibuk berbicara dengan Gina tentang rencana mereka untuk menonton konser kak Rendy... tentunya sampai kehadiran seseorang membuat mood Hera berubah drastis. Itu adalah mantannya Reza! Ya cowok brengsek yang selingkuh dengan teman Hera sendiri, yang buat Hera berubah menjadi badgirl dan membuat Hera jadi malas pulang ke Jakarta, ya karena cowok ini! Cowok brengsek yang manfaatin Hera hanya karena Hera kaya dan pintar.

"Lo beneran Hera kan?" Tanya Reza dengan tidak tahu malunya.

"Yuk Gina, kita ke kantin! Malas gue liat muka kingkong berkepala **** ini!" Hera langsung bangun dari kursinya dan berniat untuk pergi. Namun tangan Reza membuatnya berhenti berjalan.

"Lepasin tangan gue!"

"Dengerin gue dulu!"

Gina yang berada ditengah kekacauan ini hanya bisa diam.

"Lo ya nggak usah sok jual mahal gitu deh! Gue tau lo itu cewek cupu itu!" Sumpah ya Hera tidak habis pikir cowok kayak gini masih hidup didunia. Sampah banget!

"Sok jual mahal? Heh? Lo pikir lo siapa? Hah!? Sampah tau nggak lo!?"

"Gini-gini cuma gue yang mau sama lo! Lo pikir ada yang mau nerima cewek aneh kayak lo!? Lo pikir gue nggak tau lo itu....

GILA!"

Ok sekarang Hera tidak bisa menahan emosinya lagi, Hera menggepal tangannya erat sampai kuku tangannya memutih, Hera hampir memukul wajah Reza... hampir... ya karena cowok itu lebih dahulu kelempar karena ada orang lain yang memukulnya dengan sangat kuat.

Brukkk!!!

"Arghtt!!!! Brengsek! SIAPA LO HAH? LO NGGAK KENAL SIA--- KAK SEAN!?" Tubuh Reza langsung membeku, dia terlalu takut untuk bergerak... badannya bergetar, dan jangan lupakan bibir dan hidungnya yang sudah mengeluarkan darah segar.

Gina yang menyaksikan semua itu hanya bisa bersembunyi dibelakang Hera, jujur dia takut dengan kekerasan semenjak dia dijadikan sandra waktu itu. Sementara Hera hanya memegang tangan Sean mencoba menenangkan pria yang menjadi kekasihnya itu. Jujur ini pertama kali Hera melihat Sean marah, dia tidak tahu tatapan Sean yang hangat padanya bisa jadi sedingin dan setajam ini. Hera bahkan lupa akan kekesalannya terhadap cowok yang tersungkur tidak berdaya karena perbuatan pacarnya itu.

"Se-Sean?" Hera takut! Iya dia takut, dia takut dengan Sean yang seperti ini. Seketika dia rindu Sean yang hangat yang selalu memeluknya ketika dia takut hantu. Namun disatu sisi Hera merasa nyaman dan merasa dirinya dilindungi oleh cowok berbahu lebar itu. Jangan tanyakan perasaan Hera sekarang, dia terlalu bingung untuk menjelaskannya.

"Kamu nggak apa-apa kan? Ada yang luka? Penyakitmu gimana? Nggak kambuh kan? Ada yang sakit nggak? Apa cowok brengsek ini nyakitin kamu? Apa perlu aku musnahkan saja dia?" Sumpah ini pertama kali Hera melihat Sean sepanik ini, dan ini kali pertama dia mendengar Sean bicara dengan cepat seperti sedang ngerap.

"Hehe iya aku nggak apa-apa... aduh cowokku khawatir ya?" Hera mencubit pipi Sean gemas. Sumpah rasa marah dan kesal nya Hera seperti menguap begitu saja. Dia bahkan melupakan kehadiran Reza disana.

"Huftt... beneran? Yaudah kita kekantin aja" ujar Sean lembut sambil mengacak-ngajak rambut Hera.

"Dan lo kalau masih mau hidup, jangan ganggu P.A.C.A.R gue lagi!" Nada bicara Sean langsung berubah dingin dengan sedikit ditekankan, dan itu sudah cukup untuk membuat semua orang yang ada disekolah ini untuk menjauh. Ada peraturan yang tidak tertulis disekolah ini.

Peraturan pertama, jangan ganggu Sean!

Peraturan kedua, jangan ganggu teman Sean (5 prince)

Dulu pernah ada yang cari gara-gara dengan Brian, ngajak berantem dan  sampai buat Brian masuk rumah sakit selama seminggu. Dan orang yang mukulin Brian berakhir masuk rumah sakit, dan pindah sekolah... bahkan ada yang bilang bahwa perusahaan keluarganya sampai bangkrut, semuanya tau bahwa yang sanggup berbuat seperti itu hanya Sean. Dan sampai saat itu tidak ada yang berani nyentuh Sean dan teman-temannya. Dan sekarang Reza sedang menggali kuburannya sendiri dengan mengganggu pacarnya Sean.

"Udah ah, kita ke kantin... yuk Gina!" Ajak Hera, dia langsung menarik tangan Sean dan merangkul Gina.

                           😟😟😟

"Jadi? Udah berapa lama?" Tanya Gina mengintograsi temannya ini. Jujur dia merasa sedikit kecewa karena Hera tidak memberitahunya tentang hubungannya dengan Sean. Hera melirik Sean, dan laki-laki itu seperti biasa... selalu konsisten dengan muka datarnya dan ipad yang menjadi pusat perhatiannya, maklum Sean adalah pewaris SKY grub jadi semenjak dia masuk SMA Sean sudah terbiasa mengurus masalah perusahaan sedikit demi sedikit... katanya sih biar terbiasa dilingkungan kerja nanti.

"Emm... seminggu?" Jawab Hera ragu, dia mencoba mengingat-ingat kapan dia dan Sean jadian.

"Enam hari" ralat Sean yang masih terfokus dengan pekerjaannya.

"Hehe iya enam hari" sumpah ya biasanyakan cewek yang lebih ingat tentang hal yang seperti ini, namun sepertinya hal itu tidak berlaku bagi Hera. Dia adalah tipe orang yang suka melupakan sesuatu.

"Kenapa nggak cerita?" Tanya Gina kembali.

"Maaf... gue lupa hehe..." iya kali ini Hera jujur, dia memang lupa lagi! Kan sekarang yang selalu ada dipikirannya cuma Sean, Sean, dan Sean. Walau dia sendiri lupa kapan dia jadian, dia hanya mengingat bagaimana mereka jadian dan dia lupa akan tanggalnya.

"Wahhh siapa ini?" Tanya Henry heboh dan langsung duduk aja gitu disamping Hera. Hera udah tau nih, pasti mereka minta traktiran lagi. Iya mereka... kan kalau ada Henry pasti ada yang lain juga. Seketika meja yang awalnya hanya diisi oleh Sean, Hera, dan Gina sekarang menjadi penuh oleh manusia-manusia yang tidak diundang.

"Eh Gina! Apa kabar!?" Tanya Brian ramah, Brian itu paling tidak bisa lihat yang cantik-cantik bening gitu.

"B-baik kak" Gina gugub gitu... dia nggak suka kalau jadi perhatian, atau ada alasan lainnya?

"Ohhh jadi ini Gina yang kalian bicarakan itu?" Tanya Andrew ramah.  Namun entah kenapa wajah Gina langsung berubah pucat. Sumpah rasanya Gina ingin menghilang saja.

"Lo kenapa Gin? Pucet gitu..." tanya Hera khawatir.

"Ng-nggak apa-apa kok" jawab Gina sambil tersenyum kikuk.

"Beneran nggak apa-apa? Apa perlu aku antar ke UKS?" Tawar Andrew ramah.

"Nggak apa-apa kok kak..." balas Gina.

"Eh nyet! Lo berani nikung Chandra didepan matanya? TEMEN MACAM APA LO? Ohh gue tau nih, lo pasti belum rasain gimana sakitnya tinjunya mas Chandra ini kan?" kali ini giliran Brian yang ngedrama, emang ya kalau Brian nggak drama itu hidupnya mungkin kayak sayur tanpa garam... pahit!

"Ribut banget lo!"

                             😐😐😐

Sekarang Hera sedang berjalan santai dengan Gina. Mereka sibuk bercerita tentang hal-hal yang tidak penting, contohnya saja mereka bercerita tentang temen pertama Hera ditk yang bahkan Hera lupa namanya siapa, dan mereka bercerita tentang Gina yang ternyata orang Surabaya. Biasa kalau cewek lagi ngomong jangan nanya lagi bahas apa? Pasti jawabannya 'nggak tau'. Habisnya kalau cewek ngomong pasti yang awalnya ngomong tentang pesawat pasti nanti malah nyasar ke rumput... pokoknya nggak jelas deh.

"Lo pulang sama siapa?" Tanya Hera.

"Emm... nggak tau hehe..." jawab Gina sambil tersenyum polos, sumpah ya kepribadian Gina dan Hera itu berbanding terbalik banget.

"Yaudah pulang sama gue aja!" Tawar Hera.

"Jangan deh, nanti kamu kan pulangnya sama kak Sean... masa aku jadi nyamuk?" Tolak Gina, jujur dia itu nggak mau ganggu orang yang lagi pacaran, jomblo-jomblo gini Gina tuh pengertian sama yang ada pasangan.

"Sean ada urusan apa lah sama Chandra jadi dia pulang telat, aku pulangnya sama pak Karim."

Ting!

Tiba-tiba ada pesan masuk dihandphonenya Gina, Gina langsung memeriksanya... dan ekspresi Gina langsung berubah ketika membaca pesan itu.

Unknown number

Aku ada dikelas kamu, kita harus bicara!

"Emm... Her, kamu pulang duluan aja, kotak pensil aku ketinggalan dikelas... nanti aku pulang naik bus aja.. bye Hera!!!!"

Gina langsung berlari meninggalkan Hera yang bingung. Gina berlari menuju kelasnya, dia langsung tau siapa yang mengirim pesan itu. Itu pasti dia! Sial! -batin Gina.

Gina sampai dikelasnya, dia langsung membuka pintu dan langsung masuk. Karena ini udah jam pulang sekolah jadi tidak ada lagi siswa yang berada dikelas jam segitu. Gina terus mencari orang yang mengsms nya tadi.

"Udah cukup main petak umpetnya tuan putri... ini saatnya kembali kesinggasanamu..." ujar sebuah suara, Gina langsung menoleh... dan dia mendapati orang itu sedang duduk santai dikosen jendela sambil menikmati angin sore yang menerbangkan beberapa helai rambutnya.

"Nggak! Aku nggak akan kembali ketempat itu!" Jawab Gina penuh penekanan. Cowok itu berjalan mendekati Gina dengan senyuman manis yang selalu melekat diwajah tampannya itu.

"Kamu pikir selama ini aku nggak tau kamu ada didekatku?"

Deg!

Ternyata dia sadar, cowok itu sadar kalau Gina selama ini berada disekolah yang sama dengannya. Padahal Gina sudah berusaha untuk tidak mencolok, bahkan dia sampai dibully hanya karena biar dia bisa bersembunyi dari cowok ini.

"Ka-kak... biarin aku bebas... aku nggak mau kembali kesana!" Gina memohon sambil memengang tangan cowok itu.

"Tapi itu tempatmu. Kamu tau, kenapa selama ini kamu bisa hidup nyaman disini? Tanpa ada yang tau? Kamu pikir karena siapa? Karena aku! Aku nyembunyiin keberadaan kamu, aku bahkan pura-pura ikut mencarimu saat kau keluar dari rumah saat itu! Tapi sampai kapan? Sampai kapan hah? Cukup! Ayo pulang sama kakak?" Bujuk cowok itu sambil memegang bahu Gina yang mulai bergetar, sepertinya Gina sedang menahan tangisannya.

"Eomma (ibu)? Appa (ayah)? Apa mereka juga mencariku? Atau hanya keluarga kakak yang mencariku?" Tanya Gina. Cowok itu langsung terdiam, dia bingung mau jawab apa... memang benar orang tua Gina tidak mencarinya, tapi bagaimana cowok itu bisa mengatakan hal itu? Hal itu hanya akan membuat Gina lebih sakit hati lagi.

"I-itu..."

"Jawab kak! Mereka terlalu sibuk kan? Mereka tidak pedulikan? Ah aku lupa mereka sekarang sudah hidup bahagia dengan keluarga masing-masingkan?" Gina mulai meneteskan air mata.

"Nggak kok, mereka cariin kamu kok..."

"KAK ANDREW BOHONG!" Teriak Gina langsung pergi ninggalin Andrew diruang kelas yang kosong itu.

-TBC-

ps: maaf telat up🙏 kouta ku habis ....

1
...
sama andrew aja sis..
...
knp ya aku ngerasa kalau si X ini ada berada di sekitar mereka..
Queen Sha
ahhhciyeeee.... aauthorrr keseringan lihat drakor kayak aq juga
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
ntahlah, agak lain memang.

tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.
Novia Ayu Apriani
🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Oh si cntik Gina menyamar jadi cewek cupu ternyata...ckck..😅😅
Alvinda68
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Yang anehnya, Kenapa Gina harus baca buku ditempat itu? malam2 lagi..🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Kamu akan di jodohkan dgn Sean deh Hera 😂😜
Qaisaa Nazarudin
Cowok ini Sean kan temennya Henry??
Qaisaa Nazarudin
Whaat Hera baru kelas X? ku pikir kelas X1.. Tapi cerdas nih anak bisa masuk kelas IPA ..
Qaisaa Nazarudin
Asem🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Sekolah lama kak Rendy kan itu 🤣🤣
Yuki azura
kk boleh masukin aku ke grup chat
Riska Auliaa
Y
f1q.x3a
aaa gemes😭
f1q.x3a
adik ipar😂✨
Uma Hidayah
cocok...sesuai imajinasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!