NovelToon NovelToon
Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Patahhati / Hamil di luar nikah / Teen Angst / Lari Saat Hamil / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cheryfey

Seira merupakan seorang gadis yatim piatu yang hidup dengan bibi dan kedua sepupunya. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu dan selalu dimarahi jika pulang terlambat.

Seira tidak pernah tersenyum lagi sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Namun sejak dia masuk ke SMA, dia bertemu dengan teman-teman yang baik hati dan menerima dia apapun status sosialnya.

Adapula seorang pria yang diam-diam menyukainya, tanpa mengetahui Seira juga ternyata memendam rasa yang sama dengan pria itu, Dandy namanya.

Mereka lalu mulai dekat dan pacaran. Seira sangat beruntung karen Dandy memperlakukannya sangat istimewa, juga orang tua Dandy tidak mempermasalahkan hubungan mereka berdua.

Namun cinta tak selamanya indah. Satu-persatu masalah mulai muncul. Musuh lama Dandy datang dan mulai mendekati Seira sebagai bentuk pembalasan dendam.

Seira yang tidak tahu apa-apa dijebak, namun Dandy segera datang dan menyelamatkannya. Mereka lalu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Hidup Seira yang sudah lama berantakan, menjadi hancur begitu dia melakukan sesuatu yang seharusnya tak dia lakukan bersama dengan Dandy. Namun semuanya sudah terjadi dan waktu tidak dapat diputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cheryfey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Bermain Peran

Disekolah pelajaran fisika adalah pelajaran yang paling disukai oleh Seira. Bu Becky yang mengajar, dia mengadakan kerja kelompok.

Seira malah satu kelompok dengan Brian, untungnya ada Melisa. Mereka sudah duduk berkelompok sedang berdiskusi untuk menentukan siapa yang akan menjadi ketuanya.

"Seira kamu yang jadi ketuanya aja ya." Ucap Yaya sambil menyobek kertas yang akan ditulis daftar nama kelompok mereka.

"Hah kok aku?" Seira tidak terbiasa menjadi ketua soalnya.

"Jangan deh, nanti susah mraktekin teorinya. Gimana kalau Brian aja, kamu kan cowok sendiri." Ucap Keysha sambil menunjuk Brian. Mereka mengangguk setuju dan melirik Brian menunggu komentarnya.

Brian mengangguk setuju. “Oke!”

"Nahh, berarti ketuanya Brian." Yaya menulis di kertas yang akan diserahkan ke bu Becky.

"Mau belajar dimana?" Melisa menatap semua anggota kelompok.

"Rumah aku aja gimana?" Yaya menawarkan diri, rumahnya tidak begitu jauh dari sekolah soalnya.

"Boleh, kita gantian aja ya." Melisa menyarankan, agar adil.

"Boleh deh, eh Sira sama Brian setuju kan?" Tanya Yaya memastikan, soalnya daritadi cuma mereka saja yang tidak ikut berkomentar.

Biasanya itu Seira kalau ada kelompokan jadi yang paling semangat mengaturnya, teman-temanyanya cuma terima beres dan setuju. Tapi kali ini dia cuma diam saja.

"Setuju kok." Balasnya sambil tersenyum, soalnya pikiran Seira lagi berada ditempat lain.

Sedangkan Brian menganggukan kepalanya tanda setuju. Tapi jauh dalam pikirannya, dia sudah menyiapkan rencana besar.

Kring!

Sekarang waktunya istirahat mereka sedang di kantin, makan juga cerita-cerita sambil bercanda. Seira belum bilang ke Dandy kalau dia ada tugas kelompok dengan Brian.

Nanti saja dikasih tau pikirnya, lagian sama Melisa juga. Tiba-tiba Ayunda heboh sendiri melihat Brian datang ke kantin.

"Ehh, itu cogan mau kesini ya? Duh lipstiku luntur bedak mana bedak dandan dulu ah." Ayunda langsung dandan nebelin mukanya makai bedak dan memoles bibirnya pakai lipstik sampai ngejreng.

Milka mau ikutan tapi disebelahnya Arbie sedang menatapnya datar. Kemarin saja waktu ketahuan lagi godain cowok bareng Ayunda, dia didiemin Arbie lama banget. Milka mengurungkan niatnya, dia senyum kearah Arbie yang mengangguk.

Tak lama Brian sudah sampai dan malah berhenti di meja mereka. "Boleh gabung nggak? Disana udah penuh.”

Brian berkata sok asik, memang sih kantin kelihatan sudah penuh. Tapi tempat mereka juga penuh. Ayunda malah tersenyum ganjen, dia bergeser secara suka-suka.

"Boleh, sini-sini." Ayunda nyuruh Brian duduk didekatnya. Sedangkan Dandy langsung membuang muka.

"Ooh temannya Dandy banyak ya disini." Mereka yang tidak mengerti arah pembicaraan Brian hanya mengangguk saja.

Tapi Ayunda itu kepo dia langsung bertanya. "Kamu kenal sama Dandy?"

"Dandy nggak bilang ke kalian ya? Oh mungkin dia lupa. Kenalin Brian Lee sahabat Dandy waktu di Kanada dulu." Brian melirik ke Dandy yang acuh dengan kehadiranya.

"Waktu di Kanada dulu, teman Dandy cuma aku ya nggak Dan. Senang deh kamu udah punya banyak teman sekarang."

Cerita sok akrab dari Brian yang membuat mereka menganggukan kepala. Dandy hanya merespon dengan raut datar. Mereka yang merasa ada hawa-hawa nggak enak ikutan diam saja.

"Aku ke toilet dulu." Dandy pamit langsung pergi meninggalkan mereka. Seira menatap Dandy yang sudah pergi dengan pandangan yang bingung.

...*****...

Seira sudah bilang ke Dandy dia ada kerja kelompok sama Melisa, juga ada Brian. Awalnya Dandy sempat mau melarang tapi dengan diyakinkan Seira bahwa dia bakal aman-aman aja. Lagian ada yang lainya juga akhirnya Dandy mengijinkannya.

Seira saja yang tidak tahu bahwa sekarang mereka mengerjakan tugas di Apartemen Brian, rencana pertama yang rumah Yaya batal karena dirumah Yaya sedang diadakan arisan, makanya diganti di Apartemen Brian.

Yasudah Seira pasrah saja semoga Dandy tidak marah sehabis ini. Mereka sedang serius membahas tugas, tiba-tiba Hp Melisa bergetar. Melisa mengangkat panggilan telvon dari ibunya.

“Iya hallo ma ..."

"....."

"Dirumah teman lagi ngerjain tugas."

"....."

"Bentar lagi pulang kok."

"...."

"Ckk...yaudah iya iya Melisa pulang sekarang."

"....."

"Iya ...." Diakhiri oleh Melisa dengan muka bete, dia lalu menghampiri Seira. "Ra aku harus pulang, ada hal penting dirumah. Aku tinggal ya, eh kamu pulangnya gimana nanti?"

"Biar Seira pulang sama aku, kita sejalan kok." Keisya menawarkan diri, dan Seira mengangguk.

Melisa tersenyum lega, dia pamit untuk pulang. "Yasudah... Aku tinggal ya, duluan semua."

Mereka lalu kembali serius membahas tugas. Sekarang sudah sore dan mereka pamit sama Brian mau pulang. Setelah mengantarkan mereka sampai luar pintu, Brian merebahkan dirinya di sofa tapi dia menemukan ada sesuatu yang tertinggal di sana.

Brian menyunggingkan senyumanya ketika tau itu barang siapa. "Lets show time." Brian tertawa seperti orang gila.

Keisya dengan Seira sudah sampai diparkiran, tapi Seira mencari Hpnya nggak ada dan dia baru ingat, sepertinya tadi ia taruh disamping meja dan Seira lupa untuk mengambilnya dan ketinggalan di Apartemen Brian.

Seira langsung bilang ke Keisya bahwa dia harus mengambil hpnya.

"Mau aku anterin?" Tawar Keisya.

"Nggak usah, aku bakal cepat kok." Seira menolak soalnya nggak enak sudah menumpang pulang sekarang disuruh menungguin dia lagi.

"Yaudah aku tungguim disini ya Ra." Kesya masuk ke mobilnya menunggu Seira.

Seira berjalan dengan cepat, untungnya Apartemen Brian itu berada dilantai dua jadi dia menaiki tangga saja dan sudah langsung sampai didepan pintu. Tidak lama bel pintu Apartemen Brian berbunyi. Brian tersenyum pasti dia yang ditunggu-tunggu.

Cklek!

"Loh Ra, kok balik ke sini lagi. Ada yang ketinggalan?" Tanya Brian dengan raut wajah yang pura-pura kaget.

"Ah iya, maaf Brian, tadi Hp aku ketinggalan disini." Seira merasa tak enak hati karena mengganggu.

"Yasudah ayo masuk." Ajak Brian sambil tersenyum.

"Loh kok nggak ada?" Ucap Seira kedirinya sendiri, soalnya tadi dia memang menaruhnya dimeja tapi kenapa sekarang tidak ada.

Tiba-tiba Brian mendekat. "Inikah?"

Ditangan Brian ada Hpnya, Seira tersenyum dan ingin meraihnya. Tapi Brian dengan cepat melemparkan benda itu keluar jendela.

Seira menatap Brian dengan bingung Seira ingin protes tapi Brian dengan cepat menarik Seira ke dalam kamarnya dan menguncinya rapat-rapat.

Sedangkan dimobil Keisya sudah menunggu Seira lama sekali, dia lalu memutuskan untuk menyusulnya. Dia sudah sampai didepan pintu Apartemen Brian dan memencet bel pintunya, tapi tak ada jawaban Keisya memanyunkan bibirnya.

Keisya mengetuk-ngetuk pintu juga tak ada jawaban. Tapi tak lama Kesya mendengar ada suara seseorang yang menjerit, Keisya langsung panik nggak tahu mau berbuat apa.

Itu terdengar seperti suaranya Seira lalu dengan cepat dia menghubungin Melisa buat minta tolong tapi nggak ada jawaban. Keisya langsung lapor polisi saat itu juga.

1
Baobei
Untuk ending bagus banget ngena. Terimakasih autor yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan ini. Semangat untuk kedepanya, ditunggu karnya selanjutnya
Baobei: Sama sama thor,,
total 2 replies
Ahiko Chan
Hal yang paling berharga untuk sementara waktu adalah mencoba memasukkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain
Ahiko Chan
Hal-hal buruk terjadi ketika orang baik berpura-pura tidak ada yang salah
Ahiko Chan
Jangan membuat keputusan dengan marah atau mempermalukan musuh setelah mengalahkannya
Ahiko Chan
Saya meminta Anda untuk tidak membenci, karena kebencian tidak meninggalkan ruang bagi seseorang untuk bersikap adil dan itu membuat Anda buta dan menutup semua pintu pemikiran
Ahiko Chan
Ini sedikit terlambat. Saya sedikit terlalu pergi. Sedikit terlalu lelah hanya bertahan
Ahiko Chan
Kehidupan ini dulu begitu benar mengabaikan kesalahan
Ahiko Chan
Penjahit penjahit mereka menggulung pesawat kertas
Ahiko Chan
Tidak bisa mengikuti, Anda membenci terlalu lambat
Ahiko Chan
Saya percaya bahwa Anda melewati masa lalu Anda dan Anda belajar apa yang Anda pelajari untuk alasan apa pun.
Ahiko Chan
Jangan pernah khawatir tentang hal-hal yang tidak mengkhawatirkan Anda
Ahiko Chan
Lakukan apa yang Anda inginkan, jika itu adalah sesuatu yang Anda sesali pada hari berikutnya, tidurlah larut malam
Ahiko Chan
Bagaimana mungkin kita tidak berbicara tentang keluarga padahal hanya keluarga yang kita punya
Ahiko Chan
Hal-hal yang paling kita inginkan adalah hal-hal yang paling cepat menghancurkan kita
Ahiko Chan
Hubungan seperti narkoba. Mereka membunuh Anda atau memberi Anda perasaan terbaik dalam hidup Anda
Ahiko Chan
Sulit melihat orang berubah, tetapi lebih sulit mengingat siapa mereka dulu
Ahiko Chan
Masa lalu tidak dapat diubah atau dilupakan, diedit atau dihapus. Itu hanya bisa diterima
Ahiko Chan
Beberapa dari kita melakukan banyak hal untuk membuat orang lain bahagia. Sedihnya, sebagian dari kita bahkan tidak mengenal seseorang yang akan melakukan hal yang sama untuk kita
Ahiko Chan
Jadilah dirimu sendiri dan biarkan semua orang mencintai orang itu
Ahiko Chan
Gulung satu maka saya akan menyalakannya. Pesan satu dan saya akan membelinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!