NovelToon NovelToon
Maafkan Aku Istriku

Maafkan Aku Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:294.8k
Nilai: 5
Nama Author: frangki s

Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.

Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.

suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.

"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Ketahuan

Awan kaget dengan apa yang di temukan nya di data Kantor. Banyak kejanggalan yang dia temukan mengenai pengeluaran dana keuangan di Kantor nya. Padahal selama ini Awan selalu memeriksa setiap uang yang keluar dan masuk setiap bulan nya. Dia pun menelpon Raka.

"Halo Rak' Kamu sudah di mana."

"Aku sudah di depan Kantor. Memangnya ada apa Wan' Kamu keliatan tegang sekali." Jawab Raka yang belum mengetahui letak permasalahannya.

"Kamu segera kesini Rak' Ada masalah yang harus kita periksa. Kata Awan dengan nada yang serius.

Raka pun segera masuk ke dalam Kantor karena dari perkataan Awan sepertinya ada masalah yang serius. Biasanya pagi - pagi begini, Raka masih mampir di Kantin sebelah sekedar minum Kopi Hitam.

Tok..tok..tok' Suara Pintu di ketuk.

"Langsung masuk saja Rak."

Kata Awan yang masih duduk di Meja kerja nya.

"Ada masalah apa Wan?" Tanya Raka.

"Coba kamu lihat data keuangan kita, Kayaknya ada yang bermain di belakang kita."

Kata Awan menunjukkan data pengeluaran dia bulan terakhir.

"Bukannya kamu yang menanda tangani ini Wan?"

Kata Raka berusaha menjelaskan. Selama ini jika ada pengeluaran uang Kantor memang harus melalui Awan dulu. Setelah di tanda tangani Awan kemudian Raka akan menandatangani nya.

"Aku sebenarnya sempat curiga waktu Pak Beni dan Sadam meminta tanda tangan dari ku, Tapi setelah melihat kamu sudah tanda tangan terlebih dahulu, Makanya aku juga ikut menandatangani Berkas itu. Yang bikin Aku curiga Dana pembangunan itu lumayan besar. Tapi aku tidak enak bertanya sama kamu Wan."

Kata Raka menjelaskan.

"Aku tidak menyalahkan kamu Rak! Aku hanya heran saja kenapa kita berdua bisa kemalingan seperti ini, Tadi aku sudah menelpon pihak Bank agar pencarian uang nya di hentikan. Kalau tidak, Bisa tutup Kantor kita, Karena pencairan terakhir jumlahnya cukup besar.

"Coba kamu telpon Winda' Suruh dia kemari." Raka pun segera menelpon Winda agar segera menuju Ruang kerjanya Awan.

"Permisi Pak." Kata Winda di balik Pintu.

"Silahkan masuk Win." Kata Awan.

"Iya Pak."

Jawab Winda yang segera duduk di kursi berhadapan dengan Awan. Sementara Raka masih berdiri di samping Awan sambil memandangi data yang sedang di periksa Awan satu persatu.

"Win' Kamu tahu kenapa saya panggil kamu ke sini."

Tanya Awan tanpa melihat wajah Winda di hadapan nya. Winda menjadi takut melihat sikap Awan kali ini, Sikap yang pernah di tunjukan Awan di saat sedang marah.

"Tidak Pak."

Jawab Winda dengan perasaan gelisah, Dia tidak tahu kesalahan apa yang sudah di perbuat nya sehingga membuat Awan jadi seperti ini.

"Setahu kamu siapa yang membawa laporan untuk pencarian dana keuangan dua bulan ini."

Tanya Awan dengan masih tidak memandang wajah Winda.

"Setahu saya Pak Beni sama Sadam Pak." Jawab Winda.

"Dan kamu tidak merasa ada yang janggal saat mencairkan dana perusahaan."

Kali ini nada bicara Awan sedikit meninggi dari yang tadi sehingga membuat Winda tambah takut untuk menjawab.

"Kamu dengar tidak yang saya tanyakan atau kamu juga ikut terlibat dengan mereka." Awan berusaha menginterogasi Winda.

"Terlibat apa Pak' Saya tidak mengerti dengan maksud Bapak." Kata Winda yang sudah menangis karena di interogasi Awan.

"Kamu itu sudah saya percaya menjadi seorang Bendahara Perusahaan. Karena pekerjaan kamu lebih baik dari lain, Tapi kenapa ada pengeluaran sebesar ini kamu tidak memberi tahu saya."

Sambil menangis Winda menjelaskan.

"Saya tahu itu Pak' Tapi setelah saya melihat Bapak sama Mas Raka sudah menandatangani Berkas itu, Saya takut bertanya, Saya takut Bapak membentak saya seperti waktu itu."

Kata Winda berusaha membela dirinya. Dia memang tidak terlibat dengan masalah ini hanya saja Awan sedang menginterogasi nya saja.

"Saya minta maaf atas kelakuan saya waktu itu dan mulai sekarang saya tegaskan kepada kalian berdua agar lebih waspada dengan masalah seperti ini."

"Jangan lagi saya dengar ada alasan takut sama saya. Karena kalian berdua adalah pondasi Perusahaan ini. Jika tanpa bantuan dari kalian, Tidak mungkin Perusahaan kita bisa maju seperti sekarang."

Memang semenjak Awan mengantikan posisi Ayah nya, Perusahaan ini mulai berkembang, Banyak Perusahaan lain yang mau datang untuk menjalin kerjasama.

"Baik Pak." Jawab Raka dan Winda bersamaan.

"Sekarang kamu Winda kembali bekerja ingat apa yang saya katakan tadi, Kalau ada yang bikin kamu curiga segera laporkan hal ini kepada saya atau Pak Raka. Maafkan atas kata - kata saya barusan, Saya hanya berusaha menginterogasi kamu karena itu adalah bagian dari pekerjaan saya."

"Iya Pak! Kalau begitu saya permisi dulu." Kata Winda yang sudah tenang setelah mendengar kata - kata yang tulus dari Awan.

"Oh ya Rak' Kamu segera urus masalah ini jangan biarkan mereka berdua bersenang-senang setelah melakukan hal ini pada Perusahaan kita."

"Oke Wan' Kalau begitu aku permisi dulu."

"Satu lagi Rak! Kamu hubungi Pak David biar dia yang membantu kamu mengatasi masalah ini dan pastikan Beni dan Sadam di tangkap agar mereka berdua bisa mendekam di Penjara."

Awan dan Raka memang bersahabat namun jika berbicara di dalam Kantor mereka berdua sepakat untuk berbicara selayaknya bawahan dan atasan.

Raka pun pergi dari Ruangan Awan menuju Ruang Bu Siska bagian Administrasi Kantor.

"Permisi Bu Siska." Kata Raka di depan Pintu.

"Mari masuk Pak! Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Bu Siska.

"Tolong Ibu cek kapan terakhir Pak Beni dan Pak Sadam terakhir masuk Kantor."

"Baik Pak." Kata Bu Siska yang segera membuka data masuk para Karyawan.

"Kalau Pak Sadam sudah dua Minggu ini tidak masuk. Alasannya saya tidak tahu, Tapi kalau Pak Beni terakhir kali di masuk dua hari yang lalu Pak."

Jawab Bu Siska sambil memperlihatkan data absen para Karyawan di Komputer nya.

"Terima kasih Bu' Kalau begitu saya permisi dulu." Raka pun berjalan keluar dari Ruangan Bu Siska sambil menelpon Pak David.

"Halo Pak' Apa Bapak sibuk hari ini?" Tanya Raka.

"Kalau Mas Awan dan Mas Raka yang bertanya, Waktu saya pasti selalu ada." Jawab Pak David dengan senyuman.

"Terima kasih Pak' Sebelum nya saya minta maaf karena sudah mengganggu aktivitas Pak David! Soalnya ada urusan yang penting dan saya butuh bantuan Pak David. Apa kita bisa bertemu sekarang Pak?"

"Bisa! Terserah Mas Raka mau bertemu di mana." Jawab Pak David.

"Kalau begitu di tempat biasa saja Pak' Ini saya sudah mau ke sana."

"Baik Mas' Kebetulan saya juga tidak jauh dari tempat itu. Pak David adalah Anggota Kepolisian yang bekerja di bidang Kriminal dan sudah bekerjasama dengan Perusahaan nya Awan.

Setelah satu Jam lamanya mereka berdua berbicara. Pak David segera menelpon team nya untuk segera bersiap - siap menangkap Beni dan Sadam.

Tidak butuh waktu lama Pak David menemukan tempat persembunyian Sadam sedangkan Pak David di tangkap saat akan membawa uang yang sudah di baginya bersama Sadam. Dia di tangkap ketika akan melakukan penerbangan keluar Kota.

***

Telpon genggam Awan pun berdering, Terlihat nama Raka di layarnya, Awan pun segera mengangkat telpon nya.

"Halo Wan' Kamu datang sekarang di Kantornya Pak David, Beni dan Sadam sekarang sudah di tangkap." Kata Raka ketika telponnya di terima Awan.

"Aku segera ke sana Rak." Jawab Awan sambil mengambil kunci Mobil di laci Meja kerjanya.

Sesampainya nya di sana Awan melihat Beni dan Sadam di balik jeruji Besi. Sadam tertunduk malu ketika melihat Awan. Dia terpaksa melakukan hal ini demi uang yang di tawarkan Beni tanpa memikirkan resiko kedepannya. Sedangkan Beni malah menatap Awan dengan penuh kebencian. Dia seakan tidak menyesali perbuatannya.

Awan menghampiri Beni dan Sadam.

"Mengapa kalian melakukan ini?" Apa selama ini gaji yang Perusahaan berikan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian berdua?" Tanya Awan berusaha mengatur emosinya. Beni pun menjawab dengan suara lantang.

"Aku melakukan ini karena kamu sudah menyembunyikan keponakan ku." Kata Beni penuh emosi. Awan yang mendengar perkataan Beni barusan hanya tersenyum dalam Hatinya berkata.

"Ternyata kamu orang nya."

1
ayu cantik
suka
Rosidah Wiswanda
Luar biasa
Ida Siswati
seru ceritanya
Shifa Burhan
muak lihat wanita kayak rena, dia susah sekali memaafkan suaminya, suami dia buat kayak pengemis minta maaf, dia ungkit terus kesalahan suami,, dia tenang sekarang mudah dimaafkan dan biasa pada suami seakan dia tidak buat salah, perempuan egois kayak gini tidak pantas diperjuangkan
Shifa Burhan
malas kalau pemeran utama wanita mudah dimaafkan

tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan

kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
Shifa Burhan
kenapa muak aku lihat rena sok mengajarkan dia saja kebaperan dengan lelaki lain
Lina RA
kek@ agak gimana gitu, dikit2 mencium kaki
Lina RA
emg benaran boleh mempelai laki2 nya diwakilkan?
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
Sri Wahyuni
sdah bnyk baca crta novel yg s istri y dri pesantren tpi pda sabar dan sopan lah ini s rena amit2 dech
Sri Wahyuni
sgala sesuatu itu hrs d hadapi dngn sabar jngn pke emosi yg menurut mu bner d liat blm tentu bner knyataan nya..anak ddikan pesantren ko bgty mudah blng kata tabu cerai
Amsya
bukan muhrim peluk peluk
re
,Nah kenapa dengan Rena
Nyi Nur
g rela bgttt y ko tamat,walou pun bab ny sedikit tp puasss,sukses selalu 😘😘😘😘😘😘😘
Kamsiayati Yati
bagus alur cerita nys
amelia rahmi
hmm itinya komunikasi
Rara_Octa
masak Wanita sholehah,,Anak kyai pemilik Pesantren kek gtu cara ngomongny????pdhl itu sama suami sndiri..meski dia tersakiti tpi g selayakny dia berkata² kasar kek gtu..seakan dia g berpendidikan serta g punya akhlak & moral sbgai anak kyai.
Rofi'ah Suhendra
seneng sama ceritanya Thor
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
frangki sahari: maaf kak' soalnya jari - jari saya udah pedis, mau di istrahatkan dulu sebentar. soalnya nulisnya hanya lewat aplikasinya langsung. terima kasih ya kak 😄🙏
total 1 replies
Sudi Abil
thor maaf ..maaf bngt bkn tdk paham sifat dan watak manusia itu berbeda beda gt jg tingkat pengetahuan atau ilmu nya tp...maaf lg nih klo orng sudah bercadar khususnya di indonesia tingkatan ilmu agamanya biasanya udah di atas rata2 paling tdk pengendalian diri dan emosinya baik trus orng yg berpegang pd agama dan syariat islam wanita tdk akan mudah melangkahkan kaki ke luar rmh ninggalin suaminya sebelum bertanya sm suami tdk cuma dngn asumsi sendiri
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
frangki sahari: makasih komentar kak' terima kasih sudah mampir😄
total 1 replies
Rofi'ah Suhendra
kenapa awan
Nur Haini
alhamdulillah akhir y happy endingp💪🏻💪🏻💪🏻💖💖💖💖sekebooon ditunggu up selanjooot y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!