NovelToon NovelToon
Iblis Penguasa Zero

Iblis Penguasa Zero

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Balas Dendam / Action / Obsesi / Playboy / Tamat
Popularitas:923.3k
Nilai: 4.4
Nama Author: LiaBlue

Gieno De Larga, seorang laki-laki pemimpin Gengster kejam bernama Zero. Gieno ingin membalaskan dendam sang ayah yang dibunuh secara sadis oleh kakek dan pamannya sendiri. Gieno adalah laki-laki psikopat yang haus akan darah. Itu semua merupakan hasil didikan oleh kakek dan pamannya yang selalu menyiksakanya dengan alasan sebagai laki-laki harus kuat. Gieno juga merupakan laki-laki yang suka bermain dengan wanita.

Gieno memaksa seorang gadis untuk mencintainya, sang gadis dikurung tidak diizinkan kemana-mana. Padahal Gieno sendiri setiap hari bercumbu dengan wanita lain, tanpa memikirkan perasaan sang gadis yang dikurungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LiaBlue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Jebakan

"Kak." Langkah kaki Gieno yang ingin keluar terhenti saat mendengar suara lembut seseorang. Laki-laki itu menoleh dan mengernyit melihat keberadaan Mentari tidak jauh dari tempatnya.

"Ada apa?" tanya Gieno datar.

"I-itu, besok aku ada jadwal kuliah. Jadi, aku …."

"Kuliah online," potong Gieno.

Mentari mendongak menatap Gieno dengan mata bulatnya. "Maksudnya?" tanya Mentari.

"Mulai sekarang kau kuliah online," jelas Gieno.

Mata Mentari membola. "Kenapa begitu?" protes Mentari.

"Karena begitu," sahut Gieno santai.

Mentari mengerucutkan bibirnya merasa begitu kesal. "Masa aku harus di sini terus seharian?" gumam Mentari kesal.

Gieno yang melihat wajah kesal Mentari dengan mulut mancung, merasa terpancing. Dengan langkah lebar laki-laki itu mendekat ke arah Mentari dan melahap bibir tipis gadis itu. "Hmmp."

Mentari melotot terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Gieno. Laki-laki itu mengangkat tubuh Mentari dan menbawanya ke dalam lift. "Bu-bukannya Kakak akan pergi?" cicit Mentari gugup.

"Aku lapar," desis Gieno.

"Kalau lapar kenapa tidak ke dapur?" Mentari menatap wajah Gieno dengan pandangan bingung.

Gieno yang melihat mata bulat itu selalu merasa terhipnotis. 'Kenapa aku begitu candu?' batin Gieno.

"Aku ingin memakanmu," bisik Gieno rendah.

Bulu kuduk Mentari meremang, suara rendah Gieno sungguh menggoda bagi kebanyakan wanita. Namun, bagi mentari suara itu sangat menakutkan. Tapi aku bukan makanan," sahut Mentari gugup.

Gieno tersenyum miring, laki-laki itu membawa tubuh Mentari masuk ke dalam kamarnya. Laki-laki itu membaringkan tubuh Mentari di atas kasur kingsizenya. Mentari hanya diam tidak berani memberontak. Gadis polos itu melotot kala Gieno mulai membuka pakaiannya. 'Aku akan buktikan perkataan Rangga tidak benar,' batin Gieno.

Nafsu laki-laki tampan itu sudah berada di puncak tertinggi. Gieno membuang pakaiannya asal dan mendekat ke arah Mentari. Sedangkan Mentari sudah bergetar takut. 'Apa ini sudah saatnya?' batin Mentari putus asa.

Gieno mulai mendekatkan wajahnya ke area leher gadis itu. Secara perlahan lidah laki-laki itu mulai bermain membuat Mentari menjerit tertahan. Dada Mentari terasa sesak kala mengingat kemungkinan kehormatannya akan segera menghilang. "Hiks …."

Kegiatan Gieno terhenti kala telinga laki-laki itu menangkap suara isakan kecil. Laki-laki datar itu mendongak dan terkejut saat melihat mata indah yang begitu disukainya sudah bergelinang air mata. Mentari menatap wajah datar Gieno dengan mata berkabut ketakutan. "Sh**," umpat Gieno.

'Kenapa aku tidak bisa?' batin Gieno bingung.

Tepat saat laki-laki itu akan beranjak dari duduknya, lampu mati sehingga membuat Mentari berteriak keras. "Aaaa …."

Ketakutan Mentari kepada gelap membuat gadis itu tanpa sadar memeluk tubuh polos Gieno. Laki-laki itu sempat terkejut saat menerima serangan mendadak dari Mentari. "Ke-kenapa mati lampu, Kak?" cicit Mentari dengan suara seraknya. Gieno tidak menjawab, laki-laki itu masih diam dengan mata menyelidik.

Tring … tring … tring …

Suara ponsel Gieno mengalihkan perhatian sepasang manusia itu. Ternyata telepon genggam laki-laki itu berada di dalam saku jaketnya yang sempat dia lempar asal. "Minggirlah," ucap Gieno.

Mentari menggeleng cepat. "Aku takut gelap, Kak. Bagaimana kalau ada hantu?" cicit Mentari.

Dengan terpaksa Gieno berdiri membawa tubuh Mentari yang masih bergelayut di badan kekarnya. "Ada apa?" tanya Gieno menyahut panggilan telepon.

"Kau masih di mansion, bukan? Undangan balapan itu ternyata jebakan, Dark bergerak ke mansionmu. Mereka tahu tentang gadis yang kau kurung. Kami sedang diperjalanan, pasukan Alfa Zero sudah mengelilingi mansionmu. Melvin menonaktifkan listrik mansionmu dari jarak jauh. Aku sarankan, kalau kau tidak ingin gadis itu mereka ambil … bawa dia ke markas utama. Sepertinya kita akan sedikit berperang malam ini. Januar ikut turun, kau tahu betul bagaimana sifat Januar yang hampir sama gila wanita sepertimu," ucap Yezo panjang lebar.

Gieno tersenyum miring mendengar penjelasan Yezo. Laki-laki itu menunduk menatap wajah Mentari yang masih terlihat ketakutan. "Menyentuh sesuatu yang bahkan belum aku sentuh? Dia hanya akan bisa bermimpi," desis Gieno.

"Kami masih dipersimpangan, sebelum kami datang kau silakan berkoordinasi dengan Wendri," ucap Yezo.

"Baiklah." Setelahnya Gieno mematikan sambungan teleponnya.

Gieno melirik mata Mentari yang masih menggulir mencoba mencari pusat cahaya. 'Ingin mengambil milikku? Sama saja dengan mendaftarkan kematian,' batin Gieno.

1
Inonk_ordinary
eno terlalu males jelasin,,mentari terlalu takut bertanya,,wkkwkwkkwk
Chung Chung
Luar biasa
aiviemarcelinaa
karya yang bagus lanjutkan ka
wikha Sandra
Luar biasa
wikha Sandra
Lumayan
Restu Rania
Luar biasa baru kali ini baca novel bagus bgt greget ada ... senyum senyum sendiri ikut gila Kya gieno
adisygsina dina
Kecewa
adisygsina dina
Buruk
Putri Cikal
baru mampir,ternyata keren ceritanyah
nayna
masih tetep bagus padahal udah aku baca 3 kali 🤣🤣🤣🤣karna selalu muncul pas pertama ke ulang terkejut ya ehh udah di baca tpi ttp baca ulang soalnya lupa
Matthias Von Herhardt
Thor ini cover novelnya yg lagi Viral sekarang, Novel Korea judulnya CRY OR BETTER IF YOU BEG..
Anita Anita
kirain mentari mati JD ngak seru ternyata tidak ❤️❤️❤️
Anita Anita
hebat Rangga kayak Mbah dukun aja 😄😄😄
Anita Anita
mentari kecewa banget Sampe mau bunuh diri😭😭😭
Anita Anita
lanjut dong Sampe habis
Anita Anita
lucu banget dalam menuju maut aja bisa begitu.😂😂😂😂😂
Anita Anita
😄😄😄
Anita Anita
kasian banget mentarinya,yang sabar ya❤️
Anita Anita
terima kasih saya suka ceritany
Anita Anita
asyik liburan dong 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!