NovelToon NovelToon
Cinta Lembayung Senja

Cinta Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa-Tata susila / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:155.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noormy Aliansyah

'Jangan ada boom like di antara kita, kalau kamu tidak mau dapat balasan boom like yang bertubi-tubi dari saya.' 🙏😊

Cerita ini murni imajinasi Author. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dll. itu hanya kebetulan saja! 🙏😁

Akibat hubungan kontrak antara Adinda dan Aditya, membuat keduanya terlibat dalam perasaan yang serius. Namun, kedatangan orang lain membuat hubungan mereka sulit bersatu.

"Lihat Mas! Kamu tidak perlu merasa bersalah dan kasihan sama wanita ini, karena sudah menceraikannya! Sekarang sepertinya dia sudah punya pengganti yang baru."

Adit dan Dinda tersentak kecil, kerena kedua pasang manusia itu berdiri tepat di hadapan mereka. Dinda melirik mereka sinis, sementara Adit sedikit bingung. Akan tetapi, dia mengeriti arti dari kata menceraikan, dan Adit menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah mantan suami Dinda.

"Ya, Anda benar! Saya tidak mungkin menyia-nyiakan janda secantik Dinda, jadi saya sedang melakukan pendekatan," Dinda melotot kepadanya atas penga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noormy Aliansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Status Dinda

'Jadilah dirimu sendiri. Biarkan orang melihat dirimu yang nyata, tidak sempurna, cacat, unik, aneh, cantik, dan ajaib.'

...-Mandy Hale-...

...🌹🌹🌹🌹🌹...

"Ngapain ke sini, mas Candra?" tanya Dinda sambil turun dari motor besar itu.

Candra tidak menjawab, dia sibuk memarkirkan motornya. Dinda yang tidak mendapat jawaban, dengan kesal melepas helm di kepalanya dan memperhatikan sekeliling.

"Ini." Dinda menyerahkan helm-nya yang langsung disambut Candra.

"Ayo," ajak Candra memimpin jalan.

Tidak tahu apa yang akan dilakukan, Dinda pasrah mengikuti langkah besar pria yang sudah membawanya ke tempat tersebut.

Sebuah warung makan sederhana yang tempat makannya duduk lesehan, dan saling berdampingan dengan tamu yang lain dengan pembatas dinding bambu.

"Bang Candra, silahkan duduk sini Bang," kata seorang pemuda yang umurnya kisaran dua puluh tahun menyapa nya sembari menunjuk tempat kosong.

"Rame ya, Ram!" sahut Candra mendekat, dan tentu saja di ekor Dinda.

"Alhamdulillah Bang, mungkin karena besok sudah mulai puasa jadi hari ini orang-orang pada mampir," ucapnya tersenyum senang.

"Ceweknya, Bang?" tanyanya pelan.

"Bukan," jawab Candra pendek.

"Ah, nggak percaya!"

"Terserah ... boleh saya minta tolong?"

"Silakan, minta tolong apa Bang?"

Dinda mengedarkan pandang keseluruh ruangan. Ada beberapa pengunjung sedang makan dengan keluarganya, dan ada juga hanya berdua dengan pasangannya.

Bagi Dinda, ini adalah pengalaman pertamanya datang ke tempat seperti ini.

"Apa kamu akan terus berdiri?" tanya Candra datar, mengembalikan kesadarannya.

"Ngapain ke sini, Mas?" Dinda kembali bertanya pada intinya.

"Duduk dulu," jawab Candra sambil melepas sepatu dan naik ke lantai yang agak lebih tinggi sekitar dua puluh senti meter.

Menghela napas, Dinda ikut melepas sendal yang tidak terlalu tinggi dan menyusul Candra duduk lesehan.

"Saya nggak mau makan, mas Candra!" ujar Dinda menebak akan diajak makan.

"Jangan ge'er, kamu."

Dinda diam.

"Ini Bang." Lelaki muda tadi datang lagi dengan sebuah mangkuk yang berisi es batu dan selembar kain.

"Terimakasih, Rama." Candra langsung menyambut kedua benda tersebut.

"Sama-sama, Bang. Apa Abang mau makan sekalian?" tanya emuda yang ternyata bernama Rama.

"Untuk sekarang nggak dulu Ram, tapi bisa buatkan minuman 'kan?"

"Bisa-bisa, seperti biasakan? Teh es ...! Dua?" tanya Rama dan Candra mengangguk.

"Tunggu sebentar." Rama berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Ini, kompres dulu kening mu." Candra menyerahkan es batu yang sudah dibungkus dengan kain tadi.

Kini Dinda mengerti kenapa Candra membawanya ke tempat tersebut. Ragu-ragu sambil menahan malu Dinda mengambilnya dan mengompres keningnya.

Duduk berdampingan dengan jarak satu meter, nyatanya masih bisa terdengar oleh Candra kala Dinda meringis kesakitan.

"Ini Bang."

Dua buah gelas berisi teh es datang dan di letakkan di hadapan mereka.

"Terimakasih," jawab Dinda dan Candra bersama.

"Sama-sama, saya permisi Bang. Kalau ada perlu, panggil saja, saya" katanya sopan.

"Iya."

Membiarkan teh es itu pada tempatnya, Dinda kembali melanjutkan kegiatannya yang terasa sakit tapi nyaman.

"Apa tadi ada yang menabrak mu?" tiba-tiba Candra bertanya, membuat Dinda menoleh padanya.

"Iya," jawab Dinda pendek dan jujur.

"Apa kamu ingat, dengan plat yang menabrak mu?"

Mengerti arah tujuan pembicaraan ini, Dinda segera meluruskan.

"Saya ingat, tapi saya tidak ingin melaporkannya!"

Alis Candra terangkat, heran dengan pengakuan Dinda. Ingat dengan plat yang menabrak, tapi tidak mau melaporkannya.

"Kenapa?" tanya Candra mencari tahu.

"Tidak apa-apa, saya hanya tidak ingin memperpanjang masalah."

Dinda melirik Candra yang juga tengah meliriknya, buru-buru Dinda berpaling dan meminum teh es-nya.

Tidak mungkinkan Dinda melaporkan wanita yang dia tahu juga sedang terlibat hubungan rumit dengan Candra. Bisa-bisa dia akan semakin terjerumus dan mengetahui yang tidak ingin Dinda ketahui dari keduanya.

"Apa sudah baikan?"

Dinda tersentak kecil. "Lumayan," jawab Dinda pendek dan cepat.

"Bagus, saya akan mengantar kamu pulang. ... Rama!!" ujar Candra sambil beralih memanggil Rama.

"Iya, Bang?"

"Ini." Candra menyerahkan uang pecahan lima puluh ribu.

"Sebentar, saya ambil kembaliannya." Rama berbalik tapi seketika langkahnya tertahan.

"Tidak perlu, ambil saja buat kamu."

"Wahh, terimakasih Bang," ucap Rama tersenyum senang.

"Sama-sama, kami pulang dulu." Candra memasang sepatu, Dinda yang melihat langsung berdiri dan segera memasang sendalnya.

...🌹🌹🌹🌹...

Sesuai janji Candra, Dia mengantarkan Dinda pulang ke rumah Bunda Vita yang langsung mendapat sambutan hangat.

"Loh, Nak Candra ... kenapa lama nggak ke mari?" tanya Bunda Vita di teras rumahnya.

"Iya, lagi sibuk Tante," jawab Candra tersenyum tipis dan bersalaman.

"Adin, kenapa bisa pulang sama Candra?" tanya Bunda yang juga menyalami Dinda.

"Tadi ada insiden kecil, jadi mobilnya harus di bawa ke bengkel! Kebetulan Mas Candra lewat, dan nawarin Adin tumpangan, Bunda," jelas Dinda tidak mengatakan tentang kecelakaan yang dia alami.

"Oh, gitu!"

Selagi Dinda sibuk dengan ceritanya yang tidak sengaja bertemu Candra pada Bunda Vita, Candra menatapnya lekat dan tak berkedip.

Ada sesuatu yang Candra pikirkan, dan entah itu apa.

"Nak Candra, ayo masuk dulu!"

Suara bunda Vita membuyarkan lamunannya. "Terimakasih Tante, tapi saya harus segera pergi. Karena ada keperluan sedikit," tolak Candra halus.

"Baiklah, tapi lain kali berkunjung lagi ya? Atau nanti, ikut buka puasa di sini?" usul Vita senang.

"Insya Allah, Tante. Terimakasih untuk ajakannya, saya permisi dulu. Assalamualaikum," pamit Candra.

"Waalaikumsalam."

Dinda dan Vita menatap punggung lebar dan kekar Candra yang perlahan menjauh

"Ayo masuk, sayang."

...🌹🌹🌹🌹🌹...

Waktu bergulir begitu cepat, jam menunjukan pukul empat sore hari. Adit datang menjemput Dinda, guna membawanya jalan-jalan yang dia katakan tadi siang.

Dengan senang hati Dinda menerima ajakan tersebut. Kini keduanya tengah singgah di sebuah restoran yang tersedia dalam sebuah Mall terbesar di kotanya.

Sengaja Adit memilih restoran itu, walau kendatinya Dinda mempunya restoran tapi dia ingin sekalian jalan-jalan berdua.

"Aku akan memberi tahu Mama ku, tentang dirimu. Selama ini Aku terlalu sibuk, dan belum sempat menemui Mama," kata Adit setelah pelayan pergi dengan catatan pesanan mereka.

"Aku Mas? Kenapa memberi tahu tentang diriku?" tanya Dinda panik.

"Tentu saja ... kau, kan calon istriku," ucap Adit sambil tersenyum.

Dinda diam, tidak dipungkiri jika dia merasa bahagia walau hubungannya tidak jelas. Namun, sekarang Adit sudah memperjelas siapa dirinya bagi pria dihadapannya.

Tiba-tiba sesuatu mengusik pikirannya. "Tapi masa idah-ku, belum sampai Mas," kata Dinda lirih.

"Apa tidak terlalu cepat?" lanjutnya bertanya.

"Masa idah-mu selesai mendekati lebaran, kan? Sebaiknya aku beritahu Mama sekarang, jadi pas lebaran tinggal lamar saja," sahut Adit enteng tapi tidak dengan Dinda.

"Bagaimana kalau seandainya ... seandainya ya, Mas," kata Dinda ragu, tapi harus dia utarakan.

"Seandainya apa?" tanya Adit cepat bertepatan pelayan datang membawa pesanan mereka.

"Apa?" tanya Adit lagi usai pelayan pergi.

"Seandainya ... orang tua Mas Adit, menentang hubungan kita karena statusku, lalu apa yang akan Mas lakukan?"

BERSAMBUNG ....

1
Indri Yani
Aluna dalangny
Indri Yani
Adit g dteng, Chandra yg gantiin
Indri Yani
Ada Candra, Din
Indri Yani
Bara n Candra orang yg sm ternyata
Indri Yani
blm ngerti alurny
Lis May Bae
baca ini kok brasa di tampar ya thor 🤦‍♀️🤦‍♀️
Lis May Bae: iya thor masama🙂🙂🙂
total 4 replies
i'm virgo ♍️
maaf Mas Adit, aku dukung Mas Candra nih 😃
Untaian Fiksi(Hiatus): horeee
total 1 replies
Untaian Fiksi(Hiatus)
semoga bisa menghibur di waktu senggang. 🙏😁
mezee
aduh baara itu siapa ?!
masalau dinda pa masa depan,y ya
Untaian Fiksi(Hiatus): semangat bacanya, kak. temukan di bab selanjutnya. 😅
total 1 replies
Ati Susanto
sangat bagus.. sudah ngikutin dari rahman bin rahimah.. suka dengan alur cerita nya yang ringan.. love buat karya mu thor
Untaian Fiksi(Hiatus): masyaallah tabarakallah, terimakasih banyak kak, karena sudah berkenan membaca karyaku. 🙏 aku jadi terharu🤧🤧🤧
total 1 replies
Nia Kurniawati
ayo bara jangan pilih kasih nanti ya kasihan Malik yatim piatu dia tuh jangan di inget emak bapak nya kalo di inget mah ya bikin kesel
Adfazha
Alhamdulillah Dinda pya buku baru hm Bara bere mulai terusik dg khdrn Malik nihh pdhl berkah bgt urus anak yatim piatu Mas... Semongko Akakk
Adfazha: Alhamdulillah udh publish nih kak...
total 4 replies
Adfazha
Berkah ya Din, skli dpt anak lsg 3 mskipun Malik bkn anak kandung 😁tp tar jgn lupain bayi gedemu tar cemburu ngambek lg krg perhatian wkwkwkk🤣🤣
Adfazha
Alhamdulillah akhirnya Baby twin upcoming jg..knp gk launching dsni aj kak tmbh expart lg gpp 😁Congrats ya gk sabar tgu "DiRa Andra "Launching hehee😁....kirain kembaran bara Si Bere trnyta Bari 😁
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi tanya sama pihak nt, kak. boleh apa enggak kalau sudah tamat banyak tambah bab. tunggu aja kabarnya ya, kak.🙏
total 1 replies
Ha_liza
di tunggu ya kak🤩
Untaian Fiksi(Hiatus): terimakasih kk😊
total 1 replies
Nia Kurniawati
selamat Dinda mas Chandra akhirnya kalian di percaya sama Alloh di kasih momongan kembar lagi sehat sehat sampai hari lahiran nanti ya🥰
Untaian Fiksi(Hiatus): kata Dinda, makasih kak 😁
total 1 replies
Adfazha
Gpp Anggap aja Naaman jd pancingan smg Dinda nanti bnr2 bs hml baby Twin 😁😁 Masihh ngareep eike 🤭🤭untgnya DaRa hatinya tulus bs maafin mrka dg ikhlas eh dpt bonus baby gemoyy
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi catat bahan buat adonannya. wkwkwk
total 1 replies
Nia Kurniawati
tapi kan Dinda katanya telat seminggu kan tadi tuh 😩 musti hamil pokok nya🤭
Nia Kurniawati
enak banget si Angga dan istrinya habis jahat minta maaf pergi deh nitipin anak malah sama Dinda orang yg pernah dia sakitin
Untaian Fiksi(Hiatus): mungkin, satu bab lagi kk😁
total 1 replies
Nia Kurniawati
jadi Dinda gak bakalan punya anak yg terlahir dari rahim nya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!