NovelToon NovelToon
Mother

Mother

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Janda / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: ROZE

Rei, seorang remaja perempuan yang harus menjalani kerasnya hidup bersama neneknya. Saat merasakan kesulitan yang terus menghimpit, seorang pria tua menghampirinya, dan menawarkan pertolongan.

"Dengan satu syarat, jadilah istri kedua cucuku dan berikan dia keturunan, setelah itu berpisahlah!"

Apa yang akan dipilih oleh Rei? Bisakah dia menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROZE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18 Membuat Sarapan

“Nenek, tolong sadarlah! Rei sangat menrindukan nenek.”

Rei meletakkan tangan neneknya di pipinya. Dia merindukan pelukan hangat neneknya, yang selalu menasehatinya untuk selalu bersabar menjalani ujian hidup.

“Nenek, apa nenek mendengarku? Jika nenek mendengarku, tolong bangunlah, Nek. Rei rindu nenek.”

Rei lalu ke luar, mendudukkan dirinya di sofa, dan tidak lama kemudian dia tertidur.

Rei merasa ada yang mengusap kepalanya dengan lembut. Samar-samar aroma maskulin tercium di indra penciumannya, dan itu sangat menenangkan. Dia tidak ingin bangun, malah semakin nyaman dengan sentuhan lembut itu. Tapi dia juga penasaran, siapa pemilik tangan lembut ini.

Rei kembali ke mansion sore harinya. Sekujur tubuhnya terasa lemas, karena aktifitas tadi malam, kurang tidur, menunggu neneknya di rumah sakiy, juga mengayuh sepeda dengan jarak yang jauh. Belum lagi dia memeliki banyak PR yang harus dikerjakan.

Setibanya di mansion, dia langsung mandi dan mengerjakan PR-nya, juga tak lupa belajar untuk ulangan besok.

Sementara itu, Marva juga bergegas pulang. Dia juga merasakan hal yang sama seperti Rei. Hanya saja dia tak merasakan sakit didaerah vitalnya.

Marva menggelengkan kepalanya saat teringat apa yang dia lakukan tadi malam bersama Rei. Sepanjang hari ini fokusnya memang tidak bagus. Di satu sisi dia teringat Rei, di sisi lain dia juga teringat Viola. Dia terjebak dengan pernikahan yang tidak pernah dia inginkan.

Marva tiba di mansion, dan melihat sepeda Rei yang bertengger di samping mansion. Viola menyambut kedatangan Marva dengan senyuman, dan merangkul lengannya. Sesampainya di depan kamar, mata Marva melirik pintu kamar Rei, namun dia masuk ke kamarnya dengan Viola.

“Aku merindukanmu.”

Viola memeluk erat tubuh Marva. Dia menghirup dalam-dalam tubuh yang dua malam ini tidak tidur bersamanya. Memang terkadang Marva akan ke luar kota atau luar negeri, dan dia tidak ikut. Namun dua malam ini tentu saja berbeda. Suaminya tidur dengan perempuan lain, meskipun perempuan lain itu juga istrinya, tetap saja dia tidak rela. Mereka menikah bukan karena keinginan Viola, meski Viola juga tidak bisa menghalanginya.

Apa aku harus berharap agar perempuan itu cepat hamil dan segera meninggalkan rumah ini? Tapi, jika dia hamil, aku juga takut posisiku akan tergantikan. Mereka pasti akan lebih perhatian kepadanya, terutama Marva. Apa Marva telah benar-benar melakukannya?

Tidak, aku tahu Marva seperti apa.

“Aku mau mandi dulu.”

.

.

.

Rei sesekali melirik pintu kamarnya.

Mungkin dia sedang bersama istri pertamanya.

Dia menghela nafas panjang.

Kenapa juga dia harus ke sini lagi, toh dia sudah melakukannya. Jadi dia tidak lagi membutuhkan aku. Semoga saja aku segera hamil, agar bisa segera ke luar dari lingkaran ini.

Rei merasa rendah diri, habis dipakai, dibuang begitu saja tanpa kata. Bukannya Rei mengharapkan Marva, dia juga tahu bahwa Marva harus bersikap adil, hanya saja dilupakan setelah keperawanannya diambil, membuat dia seperti perempuan murahan.

Tapi bukankah aku memang dibayar? Menukarkan keperawananku dan rahimku dengan biaya perawatan nenek, atas dasar pernikahan.

Apa aku harus senang, karena tidak memberikannya secara gratis. Atau merasa jijik karena melakukannya tanpa dasar cinta.

Aku jadi merasa seperti ******. Aaarrgghhh ....

Rei berteriak frustasi dalam hatinya. Dia menepuk-nepuk dadanya, merasakan sesak yang sulit dia ungkapkan.

Sementara itu di kamar Viola, wanita itu memakai lingerie seksi berwarna merah. Dia mengoleskan lotion di tangan dan kakinya, memakai krim wajah, juga tak lupa menyemprotkan minyak wangi di lengan, leher dan tengkuknya.

Marva ke luar dari kamar mandi, dwn melihat penampilan Vio yang tersenyum cerah kepadanya.

.

.

.

Rei bangun pagi-pagi sekali, lalu bergegas pergi ke dapur.

“Selamat pagi,” sapa Rei kepada para asisten rumah tangga yang ada di dapur itu.

“Selamat pagi, Nona.”

“Panggil Rei saja.”

“Tapi, Non ....”

“Panggil Rei saja,” ucap Rei sekali lagi.

“Oya, Bibi lagi buat sarapan?”

“Iya, Rei.”

Rei tersenyum saat namanya dipanggil tanpa embel-embel non.

“Saya bantu ya, Bi.”

“Tapi ....”

“Sudah, enggak apa-apa.”

Asisten rumah tangga itu akhirnya mengangguk.

“Nama Bibi, siapa?”

“Saya Tuti. Panggil saja Bi Tuti.”

Akhirnya Rei dan bi Tuti membuat sarapan bersama, atau lebih tepatnya Rei yang membutnya, sedangkan bi Tuti memotong-motong sayuran. Rei jadi teringat saat dia membuat kue atau membantu orang yang akan melakukan hajatan, di mana dia akan ikut membantu memasak. Sedangkan secara pribadi, dia hanya akan menggoreng tempe, tahu, atau telur saja untuk dia dan neneknya.

“Rei siap-siap ke sekolah ya, Bi.”

Bi Tuti mengangguk, tersenyum melihat kepergian Rei. Tidak sampai sepuluh menit Rei sudah turun kembali.

“Bi, Rei pergi dulu, ya.”

“Loh, enggak sarapan dulu?”

“Rei buru-buru, Bi. Ada ulangan jam pertama.”

“Tunggu sebentar.”

Bi Tuti lalu memasukkan makanan ke kotak bekal lalu diberikannya kepada Rei.

“Kalau begitu, makan saja di sekolah.”

Rei mengangguk, lalu memasakukkan kotak bekal itu ke dalam tasnya.

Setelah Rei pergi, satu persatu anggota keluarga Arthuro ke ruang makan. Mereka melihat menu sarapan yang menggugah selera.

“Di mana Rei, kenapa belum turun juga?”

“Maaf Tuan Besar, nona Rei sudah pergi ke sekolah pagi-pagi sekali. Katanya ada ulangan di jam pertama.”

“Apa dia sudah sarapan?”

“Belum, Tuan, tapi saya sudah memberikannya bekal.”

“Ya sudah kalau begitu.”

Mereka mulai makan. Dalam hati mereka, bertanya kenapa menu sarapan lagi ini terasa berbeda.

“Bi Tuti?”

“Ya, Nyonya?”

“Kenapa rasanya beda, ya? Juga tidak seperti sarapan-sarapan sebelumnya.”

“Maaf, Nya. Ini semua yang masak nona Rei.”

“Apa, benarkah?”

“Iya, Nya. Tadi pagi nona Rei ingin ikut memasak, tapi malah nona Rei yang memasak semuanya. Minumannya juga nona Rei yang membuat semuanya.”

“Ya sudah.”

Jujur saja masakan-masakan itu memang enak semuanya. Rasa kopinga juga sangat pas, begitu juga dengan teh dan jusnya.

Tanpa ada yang menyadari, mereka sudah menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja tanpa sisa. Biasanya mereka hanha makan setengah piring, itu pun kadang tidak habis.

“Tuti!” panggil Frans.

“Ya, Tuan Besar?”

“Jangan biarkan lagi Rei memasak!” ucapnya dengan sedikit kesal.

“Maaf Tuan Besar, tadi saya sudah melarannya, tapi nona Rei tetap memaksa.”

“Kalau dia terus-terusan memasak seperti ini,bisa-bisa aku menjadi kakek tua yang berperut buncit karena terlalu banyak makan.”

Tidak lama kemudian suara tawa terdengar di ruang makan itu. Bi Tuti lalu melihat semua makanan yang ada bahkan telah habis tidak bersisa. Dia tersenyum, tadinya dia takut Rei akan dimarahi habis-habisan.

Sedangkan Viola merasa iri, meski secara tidak langsung, Marva dan keluarganya mengakui bahwa masakan Rei itu enak. Bahkan Marva yang biasanya hanya makan sedikit dan memilih-milih makanan, tidak henti-hentinya menambah makanan ke dalam piringnya.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm lama ga baca jadi lupa /Facepalm/
Siti Nur Janah
apa jadi itu isinya Taspek?
Siti Nur Janah
makannya jadi orang jangan menyindir orang lain dan sombong kena batunya kan
Siti Nur Janah
pasti yg di maksud ukmal
Siti Nur Janah
coba Nania di diamkan saja biar tau rasa
Siti Nur Janah
pasti Freya ngeprang teman "nya
Siti Nur Janah
sebenarnya Freya itu dimana sekarang?
Siti Nur Janah
hah td cuma mimpi kok malah JD kenyataan 😭😭😭
Siti Nur Janah
loh kok marva malah di buat meninggal?
Siti Nur Janah
apakah Freya meninggal?
Siti Nur Janah
apa yujin itu kakek rei?
Siti Nur Janah
hahahaha dasar arby
Siti Nur Janah
apa yg melakukan adalah Alexa? q setuju dgn jln pikiran itu
Siti Nur Janah
kalau q setuju dengan Agam karena kalau si marva kurang tegas dan plin plan kurang jentel
Siti Nur Janah
deg ah sakit bgt dengernya
Siti Nur Janah
apa Freya sakit parah?
Siti Nur Janah
wih PD amat minta di hargai ,amat aja gak minta di hargai berapapun hahaha
Siti Nur Janah
ni dah q kasih vote
Siti Nur Janah
😭😭😭😭
Siti Nur Janah
semoga rei bisa membawa salah satu dari mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!