NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:904k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alif Irma

Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!

Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya

Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Mengagumi

David kini tengah berbaring ke tempat tidur berkat bantuan Lexa, sebenarnya Lexa enggan untuk membantu David masuk ke kamarnya. Namun apa boleh buat, David seperti itu karena ulahnya.

Lexa kemudian memapah David berjalan ke tempat tidur, lalu membantunya berbaring di tempat tidur. David masih saja berpura-pura kesakitan padahal rasa sakit di asset berharganya sudah hilang sedari tadi. Hanya saja ia ingin mengerjai Lexa dan membuatnya merasa bersalah karena sudah menyakiti boy nya.

“Ada lagi yang kamu butuhkan”ucap Lexa yang tengah duduk di pinggir tempat tidur.

“Pijat kaki ku, aku tidak bisa tidur jika terus menahan rasa sakit di bawah sini” ucap David sambil menunjuk asset berharganya.

“Loh, bukannya hanya itu yang sakit, mengapa sekarang meminta ku memijit kaki mu”ucap Lexa ketus.

“Ya sudah terserah kamu saja, yang jelas aku seperti ini karena ulah mu”ucap David dingin lalu memilih memejamkan matanya.

Apa-apaan ini, dia bahkan meminta ku memijit nya segala. Batin Lexa berdengus kesal.

David tersenyum tipis merasakan tangan halus Lexa sedang memijit kakinya, sungguh rencana nya benar-benar berhasil. Sampai-sampai ia hanyut dengan pijitan Lexa yang membuatnya nyaman hingga melupakan permasalahannya sendiri. Tak berselang lama kemudian, David akhirnya tertidur pulas hingga dengkuran halus mulai keluar dari mulutnya.

“Sepertinya dia sudah tidur” ucap Lexa lalu menghentikan aktivitas memijitnya.

Lexa lalu beranjak dari tempatnya kemudian menekan remote control untuk menutup kembali gorden, agar cahaya masuk di sela-sela jendela kamar tidak mengganggu tidur David. Lexa memilih mengambil kunci kamar yang tersimpan di atas nakas, kemudian ia pun bergegas membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar menuju ruang dapur untuk membantu para pelayan yang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga mereka.

“Selamat pagi nona?”ucap Pak Tono yang melihat kedatangan Lexa.

Tiga pelayan wanita yang berada di dapur langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lexa dan dengan cepat tersenyum ramah melihat Lexa tersenyum kepadanya.

“Pagi pak” ucap Lexa tersenyum ramah. Lalu berdiri di samping pelayan wanita yang sibuk memotong sayuran.

“Apa aku boleh membantu kalian?”ucap Lexa yang sedang memegang buah Apel.

“Tidak usah nona, ini pekerjaan kami. Sebaiknya nona duduk saja” ucap salah satu pelayan wanita sambil tersenyum.

“Benar nona, anda tidak perlu repot-repot untuk membantu mereka”timpal Pak Tono.

“Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian” ucap Lexa tersenyum, kemudian melangkahkan kakinya ke teras samping.

Para pelayan tampak tersenyum bersama, mereka begitu terkejut atas kehadiran istri tuan muda mereka di dapur. Padahal nona muda mereka tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur.

Lexa mengalihkan pandangannya melihat ke arah kolam ikan yang tampak indah di samping mansion. Lexa lalu berjalan mendekati kolam ikan tersebut. Mata Lexa begitu berbinar melihat aneka macam ikan hias yang tampak lucu berenang ke sana kemari. Lexa memilih duduk di tepi kolam sambil memperhatikan ikan hias yang tampak lucu.

“Aku jadi ingat jery dan cary “ucap Lexa tersenyum, yang juga mengingat ikan hias di kediaman orang tua nya di Negara B.

Lexa mengedarkan pandangannya mencari pakan ikan hias tersebut, tak sengaja mata Lexa tertuju pada wadah besi yang tergantung di ranting pohon. Lexa bergegas mengambilnya lalu dengan cepat membuka penutupnya, rupanya benar dugaannya, ternyata pakan untuk ikan hias. Lexa lalu memberikan pakan untuk ikan hias tersebut, sesekali Lexa tergelak tawa melihat tingkah lucu ikan hias yang begitu aktif bahkan berebutan makanan.

“Permisi nona, Tuan besar dan lainnya menunggu anda di meja makan” ucap Pelayan wanita yang menghampirinya.

“Sebentar lagi bi”ucap Lexa pada pelayan wanita yang tengah asyik memberikan pakan ikan hias.

“Baik nona” ucap pelayan wanita yang juga tengah asyik menyaksikan ikan hias berebut makanan.

Kini Lexa sudah duduk bersama dengan keluarga suaminya di meja makan untuk sarapan bersama. Namun David sama sekali tidak terlihat di meja makan. Terlihat Rissa dan Jones tampak rapi, sepertinya mereka akan mulai bekerja hari ini. Tuan John tampak menikmati sarapannya. Sementara Rissa mulai mengambil beberapa potong sandwich untuk suaminya.

“Kak David mana? “tanya Rissa yang sedang mengambil sandwich untuk suaminya.

“Dia masih tidur di kamar” ucap Lexa, kemudian meminum jus jeruk.

“Pasti kak David pulang larut malam” ucap Rissa yang sangat tahu betul kebiasaan kakaknya. Jika pulang larut malam maka bangunnya pasti kesiangan.

“Iya”ucap Lexa cepat, ia tidak ingin David jadi pokok pembicaraan di meja makan.

Tuan John hanya menikmati sarapannya, ia tidak ingin ikut campur masalah anak-anaknya. Mereka pun mulai menikmati sarapannya tanpa adanya lagi obrolan ringan. Terlihat kepala pelayan membawa nampan berisi semangkuk bubur, segelas susu dan segelas air putih.

Lexa mengalihkan pandangannya melihat kepala pelayan masih berdiri di sudut ruang makan sambil membawa nampan berisi makanan. Lexa begitu tahu gerak-gerik kepala pelayan yang sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Lexa memilih menghabiskan sandwich nya, lalu meneguk segelas air putih. Lexa bangkit dari duduknya, dengan cepat kepala pelayan menghampirinya.

“Maaf nona, tuan muda meminta anda untuk sarapan bersama di kamarnya” ucap Pak Tono.

Lexa mengerutkan keningnya, ia pikir David belum bangun di jam seperti ini, tau-tau David malah memintanya sarapan bersama di kamar. Lexa lalu mengambil alih nampan yang berisi makanan dari tangan pak Tono.

“Kak David sakit?”tanya Rissa penuh selidik.

“Tidak, sepertinya dia kurang enak badan”ucap Lexa tersenyum dengan jawaban yang logis. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa habis menghajar asset berharga suaminya.

Tuan John hanya mampu mengangguk, lalu beranjak dari duduknya.

“Ya sudah nak, cepat temui suami mu”ucap tuan John tersenyum.

“Baik pa”ucap Lexa, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar suaminya.

Rissa dan Jones meninggalkan ruang makan, mereka berjalan sambil bergandengan tangan menghampiri tuan John yang tengah duduk di kursi malasnya yang sedang baca buku.

“Papa, kami akan bekerja hari ini dan mas Jones ingin membawa ku ke….”ucap Rissa yang tidak mampu melanjutkan ucapannya.

Tuan John meletakkan buku bacaannya lalu menatap anak dan menantunya. Rissa dan Jones duduk bersama di sofa yang berhadapan dengan kursi malas papa nya. Lagi-lagi tangan keduanya saling menggenggam dan tak ingin di lepaskan yang sedang ditatap intens oleh papa nya.

“Papa setuju dan Papa sudah mengizinkan suami mu untuk membawa mu tinggal di apartemennya. Lagian sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suami mu. Tadi malam papa sempat mengobrol dengan Jones mengenai kalian akan tinggal di mana setelah ini?. Dan Jones meminta langsung kepada papa untuk membawa mu tinggal bersama di apartemennya. Tentu saja papa mengizinkan kalian tinggal bersama. Jika kalian ada waktu senggang sering-seringlah menemui papa atau perlu menginap sekalian di kediaman papa” ucap tuan John.

“Terima kasih pa”ucap Rissa dengan mata berkaca-kaca, lalu melepaskan genggaman tangannya, kemudian menghambur memeluk papa nya.

“Aku sangat menyayangi papa”ucap Rissa yang memeluk erat papa nya.

“Papa selalu menyayangi mu nak, putri kecil papa”ucap tuan John sambil mengelus pucuk kepala putrinya.

Jones hanya mampu tersenyum melihat kedekatan mereka. Sungguh ia begitu senang mendapatkan papa mertua seperti tuan John yang tidak pernah menekannya apalagi banyak protes mengenai urusan rumah tanggan nya.

Sementara di dalam kamar David…..

David terlihat cool bersandar di badboard tempat tidur sambil memperhatikan Lexa membawa nampan berisi sarapannya. Lexa meliriknya sekilas kemudian berjalan mengampirinya di tempat tidur.

“Ini sarapan untuk mu, sebaiknya kamu sarapan dulu” ucap Lexa lalu meletakkan nampan tersebut di atas nakas.

David melirik nampan yang di letakkan Lexa kemudian mulai angkat bicara.

“Suapi aku”ucap David dingin dengan wajah datarnya.

“Kamu punya tangan sendiri, mengapa sekarang kamu bersikap manja minta di suapin segala”ucap Lexa ketus sambil menatap tajam David.

“Aku bilang suapi aku” ucap David dengan sorot mata tajam.

“Tidak, aku tidak mau melakukan nya” ucap Lexa kekeh melawan David.

“Baiklah, kita akan menetap di Negara ini selama-lamanya dan aku tidak akan membiarkan mu bekerja”ucap David dengan tatapan dingin yang berhasil mengancam Lexa.

“Apa-apaan kamu ini, begitu seenaknya mengambil keputusan. Bukankah hari ini kita akan kembali ke Negara B. Tidak perlu mengancam ku, jika kamu ingin menyuruh ku menyuapi mu”ucap Lexa ketus, kemudian memilih duduk di kursi lalu mengambil nampan makanan untuk menyuapi David.

“Buka mulut mu” ucap Lexa kesal yang sedang menyuapi David.

David tersenyum kemenangan sambil menikmati makanan nya. Ia kembali berhasil mengalahkan Lexa kali ini, sungguh ada kepuasan tersendiri saat berhasil mengerjai wanita galak di hadapannya. Entah mengapa ia terus tertantang untuk mengerjai Lexa dan terus mengulik kelemahan Lexa agar nantinya ia mampu leluasa mengancam Lexa.

Lihat saja kamu akan tunduk kepada ku. Batin David tersenyum sinis.

David terus saja menatap wajah Lexa yang tengah menyuapinya, ia terus memperhatikan setiap inci wajah Lexa, mulai dari alis yang begitu indah layaknya semut berjejer, kemudian berpindah ke arah matanya dengan bulu mata lentik yang selalu membuatnya ingin menatap matanya, selanjutnya berpindah di hidung mancung Lexa yang begitu gemes ingin memencetnya. Dan terakhir David hanya mampu menelan salivanya melihat bibir ranum Lexa yang sangat menggoda bahkan ia begitu tertantang untuk menciumnya. Tapi entah kapan tiba waktunya ia bisa menikmati bibir manis Lexa.

“Mengapa kamu terus menatap ku” ucap Lexa dingin yang merasa risih terus di tatap oleh David.

David langsung gelagapan, ia pun dengan cepat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Rupanya ia tertangkap basah sedang menatap wajah wanita galak di samping nya, bahkan mulai mengagumi kecantikannya.

“Aku tidak sengaja melihat jerawat di hidung mu, makanya aku ingin memencetnya”ucap David gelagapan. David tidak ingin ketahuan sedang menatap wajah Lexa, makanya mengelak mencari alasan yang masuk akal.

“Benarkah, tapi aku sama sekali tidak percaya dengan ucapan konyol mu, itu cuman alasan, aku sama sekali tidak memiliki jerawat. Jujur saja, kamu sedang menatap wajah ku kan, bahkan mulai mengaguminya”ucap Lexa tersenyum sinis, lalu menyodorkan segelas air putih untuk David.

David mengambil alih gelas tersebut, kemudian meneguk segelas air putih hingga tandas, kemudian mulai angkat bicara.

“Ya..aku memang sempat menatap wajah mu, tapi aku sama sekali tidak mengaguminya, wajah mu di bawah standar ku dan sama sekali bukan tipe ku, bertampang galak dan sangat menyeramkan” ucap David tersenyum mengejek. David tidak ingin memuji kecantikan Lexa yang membuatnya sedikit tertarik.

“Oh ya, bagus dong, tapi aku sarankan jangan sampai kamu jatuh cinta kepada ku, nanti nyesel loh”ucap Lexa tersenyum sinis lalu membawa nampan tersebut keluar dari kamar.

David hanya mampu diam mendengar ucapan Lexa, ia pun tidak tahu bagaimana kedepannya, apakah ia masih bisa jatuh cinta kembali. Mengingat hubungannya dengan kekasihnya yang membuat hatinya hancur berkeping-keping dan sangat sulit untuk di obati lagi. Namun semenjak bersama Lexa, pikirannya secara terang-terangan teralihkan dengan sikap cuek dan galak Lexa kepadanya.

Bersambung……

Jangan lupa like, love, komen dan vote ya teman-teman🙏🙏🙏

1
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 mantul betul Alexa,
David CEO bodoh nggak tau klw Hanum lagi enak² sama kekasih gelapnya
Febby fadila
semoga lexa nggakbkalah sama david
Febby fadila
keren suka kali sama karakternya lexa, jangan di ubah ya thor
Febby fadila
sungguh kasihan sekali lexa Thor 😭😭
Febby fadila
mantap lexa jangan pernah tunduk sama playboy cap gajah modelan David 🤣🤣🤣
Febby fadila
paling benci klw pemerannya lakinya playboy bgni, nanti waktu sdah mulai cinta masa datang bertubi² dari masa lalu alias pelakor
Febby fadila
David minta dihajar rupanya
Febby fadila
tunggu kau akan menyesal David jika tau kelakuan Hanum yg sebenarnya
Febby fadila
ya elah david mau main² sama tuan Alvin rupanya
fatin Rahman
28/12/2025 Ahad di Sandakan
fatin Rahman
16/12/2025 Isnin
only.me0309
Kandungan 5minggu , perut sudah menonjol ya?
only.me0309
apakah lexa hamil?
only.me0309
menjabat tangan.. emang pakai tangan kiri ya???
only.me0309
tuan alvin dan bunda.. keluarga angkat kah?? bukan ke riko itu pak supir??
Febby fadila: iya kak
total 1 replies
ngabdul salah
Lumayan
Kumala Sari
visual hanum kurang cocok thor
arzetti azra
Luar biasa
Ita sweet
seru banget thor
kinan kinan
Sukses thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!