Rasya gadis 20 tahun bekerja di perusahaan CEO tampan yang membuat hati rasya itu bergetar sejak awal pertemuan.
Abian Pratama adalah nama dari CEO perusahaan itu dia adalah anak dari fadhil Pratama. Dia penerus dari perusahaan itu karena papahnya sudah meninggal dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cillomillo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan serius.
Keesokan Harinya.
Hari ini hari weekend, jadi Abian ataupun para pekerja lainnya itu sedang di rumah menghabiskan waktu liburnya.
Pagi ini saat sarapan Mamah Abian kembali bertanya tentang hubungan mereka yaitu Rasya dan Abian.
"Abian, Mamah kemaren Ada buku tentang baju gaun, gedung pernikahan dan juga undangan pernikahan. Pokonya buku itu berkaitan dengan pernikahan dan semua barang yang ada di situ branded semua jadi tidak usah khawatir atas kualitas nya. jadi yang penting itu kamu kapan untuk menyegerakan pernikahan dengan Rasya." Jelas Nita.
Abian yang langsung tersedak mendengar perkataan Mamahnya itu .
"Ya ampun mah ini tuh masih pagi Abian baru aja turun dari kamar lalu sarapan kemudian mendengar perkataan yang seserius ini." Jawab Abian yang sambil memotong roti nya itu.
"Abian kamu ini sudah besar dan dewasa, hubungan yang seperti ini tidak boleh di tunda tunda itu tidak baik nak, kamu kan sudah siap semuanya lagi pula Rasya itu anak yang baik jadi dia akan senang mendengar kabar pernikahan ini. Mamah itu sangat setuju apabila kamu menyegerakan pernikahan. lusa pun Mamah siap, ini pembicaraan yang serius nak apalagi Mamah sudah mulai sakit sakit tan dan Papah mu sudah tidak ada dan harus kapan di bicarakan lagi." Penjelasan Mamah Abian.
"Baik Mah, Abian mengerti dan faham soal itu tapi bukannya ini suatu yang sangat mendadak yah Abian saja baru mengajak Rasya kesini satu kali." Balas Abian.
"Tapi kan kalian sudah lumayan lama bertemu semenjak kamu jadi pengganti papah di kantor otomatis hubungan kalian sudah sangat dekat jadi cukuplah, lagian yang berlama lama itu tidak baik." Ucap Nita.
"Apa mau nunggu Mamah mu sakit lagi?." Ucap tegas Nita sambil makan sarapan nya itu.
"Iya iya mamah.., nanti Siang aku bakal urus semua pernikahan dan besok aku kasih tau Rasya mau pilih gaun atau gedung dimana bagaimana Mah." Balas panik Abian.
"Nah gitu dong berarti lusa kalian sudah menikah yah, karena mamah juga mau kasih kabar untuk teman teman mamah ok siap sayang terimakasih banyak. Lanjutkan makan mu yah Abian ganteng." Kata Nita sambil tersenyum senang mendengar kabar pernikahan ini.
Mereka pun melanjutkan makan setelah berbicara soal pernikahan itu.
Abian niat setelah selesai menghabiskan makan nya ini berniat ingin berbicara soal serius kepada Rasya dan ada satu permintaan Abian kepada Rasya.
15 menit kemudian Abian dan Mamahnya itu kembali ke ruangan keluarga sambil ingin mengetahui kabar dari Rasya.
Abian pun segera memanggil lewat telpon kepada Rasya. sebelum itu Abian kirim beberapa pesan penting yang intinya dia ingin berbicara serius dan di samping nya ini di saksikan oleh Mamahnya.
Siang pun tiba keluarga Abian dan keluarga Rasya sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya saat ini dan Abian yang sudah siap akan bicara soal hal penting ini.
Sementara Di rumah Rasya.
Hari ini keluarga Rasya sudah Makan dan sudah melakukan aktivitas nya seperti biasanya. karena Rasya hari ini libur atau weekend jadi setelah pekerjaan rumahnya itu sudah cukup selesai baginya. Rasya waktunya santai santai dan sambil membuka beberapa majalah yang ada di meja TV nya itu.
terdengar suara pesan WhatsApp masuk di ponsel Rasya.
Yang intinya hari ini dia akan berbicara serius.
Tidak lama kemudian suara nada dering telepon ponsel Rasya terdengar lalu Rasya pergi ke kamar Mamahnya agar Mamahnya tau semua yang akan di bicarakan oleh Abian.
Entah perasaan apa yang harus dirasakan Rasya saat ini. Pikiran Rasya kini menjadi campur aduk ada senang karena ada kabar dari Abian atau sedih karena takut kabar yang tidak Rasya inginkan itu terjadi.
"Mamah.. Pak Abian ingin berbicara serius kepada Rasya dan meminta untuk Mamah mengetahui soal ini." Ucap Rasya yang kini sedang di kamar Mamahnya.
"Baiklah sayang tenang sayang, semua yang di ucapkan Abian nantinya harus membuat kamu sabar dan menerima itu yah apapun hasilnya." Semangat dari Amelia Mamah nya Rasya.
"Baiklah Mah Rasya akan ingat itu." Balas Rasya.
Rasya pun sekarang sudah mengangkat telpon itu.
Terdengar suara salam sopan dari Abian dan Mamahnya. Lalu Rasya dan Amelia menjawab. Kemudian menayangkan soal kabar mereka terlebih dahulu, mereka saat ini sedang saling bertanya santai menanyakan tentang apa yang ingin di tanyakan.
Setelah selesai itu, Abian langsung ke topik utamanya. Abian saat ini Meminta Agar Abian di izinkan ke rumahnya untuk pembicaraan yang penting yaitu Lamaran. Tanpa basa basi Nita menjelaskan kepada Amelia sebagai sama sama orang tua dan mereka membicarakan soal lamaran besok.
Pembicaraan soal lamaran dan penentuan pernikahan itu langsung disetujui antar pihak, dan saat ini perasaan dan hati yang semakin membuat Rasya menangis karena tidak nyangka akan seperti ini jadinya dengan Abian.
Abian memastikan untuk soal undangan tidak usah di khawatir kan karena banyak bodyguard Abian yang akan menghubungi teman atau sahabat dari keluarga mereka Masing-masing. Tidak lupa papah Rasya pun ikut serta menyetujui dan menerima kabar ini walaupun mendadak tapi ini masih bisa dibicarakan lagi. Jadi Acara lamaran mereka besok dan acara pernikahan nya itu akan di laksanakan lusa.
Sesudah keluarga mereka menyetujui tinggal Abian dan Rasya yang masih teleponan karena hari ini Abian akan mengucapkan benar-benar isi hatinya kepada Rasya.
"Rasya terimakasih banyak yah atas penerima keluarga kamu terhadap keluarga saya." Ucap Abian.
"Sama-sama Pak Abian, saya pun senang ternyata khayalan saya menjadi kenyataan dan mungkin bentar lagi kita sudah menjadi sangat dekat." Balas Rasya.
Abian hanya tersenyum dan tertawa kecil atas perkataan dan tingkah bicaranya ini.
"Saya mencintai mu Rasya." Ucap Abian.
Rasya yang kini masih tidak menyangka bahwa kali ini Abian benar-benar mengungkapkan isi hatinya kepada Rasya.
"Terimakasih atas semuanya Rasya. Saya mencintai dan benar-benar suka pada mu dan lamaran pernikahan ini bukan lagi akting atau buatan saya tapi memang ini keputusan saya." Jelas Abian.
Rasya yang hanya bisa tersenyum tanpa sadar dia mengeluarkan air mata yang pelan dari matanya bertanda bahwa kebahagiaan kini sudah di depan mata dan akan menjadi miliknya.
"Rasya senang dengan keputusan Pak Abian Rasya jujur Rasya pun mencintai Pak Abian dan terimakasih banyak tidak membuat Rasya kecewa atas keputusan Pak Abian." Balas Rasya.
"Sudah Rasya jangan menangis saya tidak bisa mengelap air mata mu dan sekarang kamu istirahat yah saya harus segera menyiapkan urusan ini dari sekarang." kata Abian yang sesekali tertawa kecil.
"Baiklah semangat yah dan jaga selalu kesehatan Pak Abian, sampai ketemu besok." Balas Rasya.
"Baiklah Rasya terimakasih." Ucap Abian.
"Siap pak Abian, Terimakasih kembali." Balas Rasya.
Akhirnya mereka menutup telpon nya dan segera mempersiapkan dan mengurus perencanaan ini, keluarga Rasya dan Abian sama sama sibuk mengurus persoalan ini.
Tak lupa Amelia langsung segera mengabari Suaminya itu lalu bicara lewat telepon. Sebenarnya Amelia selalu cerita soal Rasya yang sedang dekat dengan teman kantornya itu kepada suaminya. Jadi Papa Rasya tidak lagi heran atau kaget hanya saja lebih serius lagi membicarakan soal pernikahan yang serius terkait hubungan Rasya.
Bersambung...
mari saling mendukung 😊
mari sling mendkung.
sebelumnya terimakasih banyak sudah mampir