NovelToon NovelToon
The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Cintapertama / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:815k
Nilai: 4.9
Nama Author: sery

Jovanka terpaksa menikah dengan seorang pria yang sangat ditakuti, untuk menyelamatkan saudara kandungnya.

Nama sang penguasa juga sangat tabu untuk diucapkan, jika masih ingin tinggal di pulau Saint Angel.

Erick Godfrey, sang penguasa pulau Saint Angel. Memanipulasi kejahatan, yang tidak pernah dilakukan oleh Bastian Reuel. Saudara Jovanka, karena Erick Godfrey ingin Jovanka melahirkan penerus untuknya.



Maukah, Jovanka mengorbankan diri. untuk melepaskan saudara. Dari cengkeraman penguasa saint Angel.

Erick sangat membenci wanita, karena masa lalunya. Apakah karena masa lalunya, membuat Erick hanya ingin memiliki anak. Tanpa melibatkan perasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nah...!!

Happy reading guys 🥰

🏃🏃🏃

Jovanka dan Arisa sibuk memasukkan barang-barang mereka kedalam tas ransel yang mereka bawa, mereka tidak menyadari ada sepasang mata dan telinga yang sejak tadi mengawasi apa yang mereka lakukan.

"Mereka mau kabur, aku harus segera mengatakan kepada Tuan." orang yang mengawasi Jovanka dan Arisa, bergegas menjauh dari jendela kamar. Tempat dia mengawasi Jovanka dan Arisa.

Pria tersebut berjalan dengan cepat.Tidak terlihat dari usianya, jalannya akan lambat.

Hanya menempuh perjalanan selama setengah jam, pria tersebut sampai ketempat yang dituju

Tiba dirumah besar, orang itu langsung masuk kedalam. Tanpa meminta izin terlebih dahulu, seakan-akan dia sudah terbiasa keluar masuk kedalam rumah besar tersebut.

"Aku ingin bertemu dengan Tuan Marcio Black" ujar pria tersebut kepada penjaga yang berada diruang penjagaan.

"Eddie! kenapa kau datang? bukannya kau menjaga calon istri Tuan" ucap pria tersebut kepada orang yang dipanggilnya dengan nama Eddie.

"Aku ada penting dengan Tuan Marcio Black, Russel! cepat katakan, dimana Tuan Marcio Black berada!" seru Eddie kepada penjaga yang bernama Eddie.

"Sabar Eddie, Tuan Marcio Black berada di ruang latihan" beritahu Russel kepada orang yang bernama Eddie.

Setelah mengetahui dimana keberadaan orang yang dicarinya, pria tersebut secepatnya melangkahkan kakinya menuju tempat latihan seperti yang dikatakan oleh penjaga yang bernama Russel.

Tanpa mengetuk terlebih dahulu, pria yang bernama Eddie langsung saja masuk. Matanya mengitari tempat latihan, untuk mencari orang yang bernama Marcio Black.

"Itu dia" Eddie melihat, orang yang dicarinya sedang berada diatas ring tinju. Sedang bertarung dengan partner tanding tinjunya.

Eddie berdiri dibawah ring tinju, dengan sudut ekor bola matanya. Marcio Black melihat kedatangan Eddie. Dengan cepat dia menghentikan kegiatannya.

"Tuan!" seru Eddie kepada Marcio Black.

Marcio Black mengangkat tangannya, untuk menghentikan Eddie berbicara. Dia tidak ingin, orang mendengar apa yang akan dikatakan oleh Eddie.

Eddie mengerti, dan menunggu Marcio Black untuk turun dari atas ring tinju.

"Ada apa Fred, kenapa kau kesini. Bukannya tugasmu untuk mengawasi Miss Jovanka Lovata Reuel?" tanya Marcio kepada Eddie Fred, tangannya mengelap keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya.

Eddie Fred, adalah orang yang mengawasi Jovanka. Dan juga pemilik penginapan tempat Jovanka dan Arisa menginap. Eddie Fred adalah mata-mata yang mengintai pergerakan orang-orang yang ingin membuat kejahatan di pulau Saint Angel.

Eddie Fred mendekati Marcio Black, dan membisikkan sesuatu kepada Marcio Black.

Mendengar apa yang dibisikkan oleh Eddie Fred, terlihat senyum kecil disudut bibirnya.

"Ternyata, Miss Jovanka Lovata Reuel sangat nakal. Dia tidak penurut, hemm..! Tuan pasti pusing menjinakkan singa betina itu" dalam batin Marcio Black.

"Apa yang harus aku lakukan Tuan?" tanya Eddie Fred kepada Marcio Black, tangan kanan Tuan penguasa pulau Saint Angel.

"Kau awasi saja mereka berdua, jangan sampai mereka pergi malam ini juga. Aku akan menemui Tuan, apa yang harus kita lakukan" kata Marcio Black kepada Eddie Fred.

"Permisi Tuan" Eddie Fred meninggalkan Marcio Black, untuk kembali ke penginapan.

"Gadis yang sangat nakal, dasar pembangkang saja. Apa susahnya untuk datang ke Mansion, semua gadis berlomba-lomba untuk diundang ke pulau ini. Dia selalu melarikan diri" Marcio Black melemparkan handuk kecil yang baru saja dilap kebadannya yang basah karena keringat.

"Tuan ingin kemana?" tanya partner tanding tinjunya tadi kepada Marcio Black.

"Cukup latihannya, aku ada urusan" ujar Marcio Black.

"Baik Tuan"

Marcio Black keluar dari dalam ruang latihan, dia berjalan menuju kearah belakang rumah besar. Dia memasuki satu ruangan, didalam ruangan tempat Erick Godfrey melepaskan lelahnya.

Begitu memasuki ruangan, terdengar suara musik dan beberapa gadis panggilan yang berpakaian sangat minim. Yang didatangkan dari luar pulau, sedang menari meliuk-liuk seperti ular di sebatang besi ditengah-tengah ruangan. Sedangkan beberapa pria duduk dihadapannya para gadis tersebut.

Tepuk tangan riuh menyemangati para gadis tersebut untuk semakin meliukkan tubuhnya, mengikuti irama musik.

"Buka..buka... buka..!" suara gemuruh para laki-laki yang ada dalam ruangan, memerintahkan para gadis itu untuk membuka helai demi helai kain yang minim yang menutup bagian yang terlarang pada tubuh gadis tersebut mulai terbuka. Hanya tersisa kain renda bordir yang menutupi bagian terlarang, mata para laki-laki terbelalak. Jakun mereka bergerak terus, karena mereka menelan air liur. Jika tidak, mungkin air liur setiap para laki-laki menetes.

Mereka hanya bisa menatap, tidak bisa menyentuh tubuh para gadis. Peraturan dari penguasa, gadis panggilan yang disewa. Tidak boleh disentuh didalam pulau, para pria hanya bisa menyentuh para gadis tersebut di luar pulau Saint Angel.

"Gila! lihatlah, bokong gadis itu sangat menggairahkan. Tapi sayang, tangan ini tidak bisa menyentuhnya" ujar pria yang melotot melihat gadis yang menari didepan matanya.

Walaupun pinggul dan bokong goyang-goyang, susu naik-turun mengikuti harga dipasaran. Hasrat para lelaki tidak tersalurkan, hanya mata yang terpuaskan melihat itu semua.

Marcio Black, mengalihkan pandangan matanya dari barisan gadis semok dan montok. Dia mencari keberadaan Tuan nya.

Marcio Black melihat Tuan Godfrey dibalik tirai yang membatasi ruang, antara dia dan orang-orangnya. Disinilah Erick Godfrey, didepannya. Berderet minuman yang belum dibuka. Dan ada yang tinggal setengahnya, setengah lagi sudah berada dalam lambung Erick dan Ardan.

"Tuan" Marcio Black membungkukkan badannya, dan mendekatkan mulutnya kearah telinga Erick Godfrey. Marcio membisikkan sesuatu pada Erick Godfrey.

Erick Godfrey tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh tangan kanannya tersebut.

"Jamu miss Arisa besok pagi di mansion, ingat. jangan ada yang menyakitinya." titah Erick Godfrey pada Marcio Black.

"Baik Tuan" ucap Marcio Black, membungkukkan badannya. Kemudian keluar dari dalam ruang pesta.

"Ada apa?" Ardan meletakkan gelas yang berisi wine, matanya menatap saudara sepupunya tersebut.

"Gadis nakal itu, sangat sulit untuk ditaklukkan" ucap Erick kepada Ardan.

Tangannya menggoyang-goyangkan gelasnya, kemudian menyesapnya dengan sekali teguk.

"Kenapa kau tidak cari gadis yang penurut saja, diluar sana. Banyak gadis yang mau menampung cairan benihmu itu" kata Ardan.

"Aku tidak ingin, calon anakku didalam rahim ibu yang sedang-sedang saja. Jovanka Lovata Reuel, terlahir dari keluarga yang ilmuwan. Kedua orang tuanya pintar. Saudaranya, Bastian juga pria yang sangat pintar." kata Erick, kenapa dia menginginkan Jovanka mengandung benihnya.

"Kau menginginkan keturunanmu nanti jenius?" tanya Ardan.

"Aku tidak menginginkan anak yang jenius, cukup. Mereka menjadi anak-anak yang baik saja, jenius. sebagai bonus saja " kata Erick.

"Bibit, bebet dan bobot mereka berkualitas" sambung Erick sambil tertawa kecil., dan kembali menuang minuman kedalam gelas dan meneguknya dengan sekali teguk.

"Dasar kau" Ardan juga menertawakan Erick.

"Lihatlah, orang-orang mu itu. Air liurnya sudah hampir membasahi lantai, peraturan yang kau buat itu. Membuat jiwa mereka meronta-ronta, ingin menyalurkan hasrat" ujar Ardan, saat melihat orang-orang Erick Godfrey berdiri dan duduk dengan gelisah. Menatap daging segar didepan mata.

Daging segar yang hanya bisa dipandang, tapi tidak bisa disentuh. Ahh... Erick Godfrey, peraturan yang membuat anak buahnya tersiksa.🤣🤣✌️

Next....

Terima kasih yang telah memberikan vote dan like 🙏🙏

1
Meiya Lee
😂😂😂😂
sri harjuni
Luar biasa
𝐷𝑒𝑙𝑖𝑦𝑎🌷
good /Smile/
Wulanda Ciiee Harahap
bagus
viva vorever
syak itu artinya apa ya????bhsa indonesia pun bkn kan kakak,apa bhsa daerah????kupikir dipart sebelumnya krena typo...tpi dipart ini kok berulang2 dan aku nggak koneks dgn maksudnya🙄🙄
Sery: ragu-ragu kk
total 1 replies
viva vorever
🤣🤣🤣🤣🤣sumpah ngakak..jo benar2 bikin sakit perut raders
viva vorever
🤣🤣🤣 jo...jo kebodohanmu bikin aku ngakak so hard
viva vorever
🤣🤣🤣 jo...jo kebodohanmu bikin aku ngakak so hard
Hilmiya Kasinji
bagus
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Hartaty
🤣🤣🤣🤣
Hartaty
jgn dong Thor
Anggraini Sri Utami
Luar biasa
Hartaty
🤭☺️🤣🤣🤣
wonder mom
part yg bikin meleyot. saat hati bicara dgn kebenaran dan cinta, smua jd terhubung
hafidah naza
Ceritanya sangat-sangat menghibur. Top deh
Tuti Atun
guling itu cuma ada di Indonesia di negara lain tidak ada guling... ada jg di jepang tp guling untuk orang lajang/kesepian kl sdh rmh tangga guling sdh tidak ada... Krn sdh tidak kesepian...
nur
bagus kak
Feerz Hyl
ayo jo ... hajar terus...
@haerani-d
bar-bar dan kocak jadi seru bacanya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!