NovelToon NovelToon
Perebut Suamiku

Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Selingkuh / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Meta.morfosa

Rubah itu melemparkan koperku ke halaman dengan arogan, "tinggalkan tempat ini secepatnya!!"

Ini adalah penghinaan paling hina yang pernah aku terima selama hidupku, namun aku juga tidak mempunyai kuasa untuk melawan.

"Memangnya siapa yang ingin tinggal di tempat seperti ini??" Ucapku dengan percaya diri. "Jika kamu menginginkan k*parat ini, ambil saja! Bos kaya raya baru suamiku."

"Cuih.. bos mana yang ingin memperistri wanita sepertimu??" Suara Rubah ini terdengar penuh ejekkan.

Aku sama sekali tidak mendengarkan ucapan provokatif dari si Rubah, sebagai gantinya aku justru tersenyum simpul saat melihat sebuah mobil Chevrolet Camaro tipe SS, bergaya sporty datang memasuki halaman dan berhenti tepat di depan kami semua, dan sesosok pria berumur sekitar empat puluh lima tahunan keluar dari dalam mobil.

"Himalaya, jika kamu sudah selesai, ayo kita pergi!!" Ucap pria itu seraya menggenggam tanganku.

Semua orang tertegun melihat sosok Zidan selaku ayah si rubah datang untuk menjemputku, aku mendekat ke arah rubah itu, "kamu merebut suamiku, maka ku rebut ayahmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta.morfosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PS chapter 18

➡➡➡

Bohong jika aku berkata tidak lagi mencintaimu, karena air mataku masih menetes untukmu, dan karena air mata hanya bisa di berikan kepada orang yang kita sayang.

➡➡➡

Miranda kembali meneliti penampilanku, meneliti rambutku, meneliti pakaianku, juga mengawasiku dari ujung kaki hingga ujung kepala hingga beberapa kali, seakan memastikan jika semuanya harus terlihat sempurna.

Tidak tahu kenapa justru Miranda yang sangat bersemangat?? Aku bahkan merasa jika Miranda sudah sangat berlebihan.

Apa Miranda tidak pernah berpikir jika pertemuan ini bisa saja berakhir dengan adu mulut hingga aksi cakar mencakar?? Atau.. mungkin bisa saja lebih buruk dari itu?

Bagaimanapun, ini adalah pertemuan antara mantan istri dan istri baru, jadi sangat wajar jika pada akhirnya bisa berakhir cekcok ataupun ricuh.

"Kenapa kamu sangat bersemangat? Tidakah kamu khawatir jika acara ini mungkin saja akan berakhir dengan adu mulut?" Tanyaku pada Miranda yang masih fokus mengawasiku sampai detail kecil sekalipun.

Miranda menggeleng, "tidak.. memangnya apa yang harus di khawatirkan?? Kamu bukan tipe wanita yang bermulut besar, okey?"

"Kenapa kamu sangat yakin??"

"Tentu saja aku percaya padamu, aku yakin jika kamu bisa mengendalikan amarahmu dengan baik dan tidak akan membuat dirimu sendiri malu."

Aku kembali melihat pantulan wajahku dari cermin seraya memikirkan perkataan Miranda.

..VISUAL SASYA..

...

Aku tiba di pelataran SURVIVE CAPITAL jam delapan kurang tiga menit.

Aku adalah orang yang tepat waktu, aku tidak akan pernah datang lebih awal ataupun datang terlambat. Jadi ku usahakan agar aku bisa datang tepat pada waktu yang telah di tentukan sebelumnya.

Begitu aku memasuki SURVIVE CAPITAL aku di suguhkan dengan pemandangan kemewahan yang membentang dari ujung ke ujung, mulai dari design, furniture, hingga arsitektur yang high class. Benar benar untuk kalangan menengah ke atas yang ingin menghamburkan uang hanya untuk secangkir kopi.

Pelayan menuntunku untuk memasuki sebuah ruang private di lantai dua, aku mengikuti pelayan yang kemudian menyuruhku masuk begitu kami tiba di tempat yang mungkin telah rubah itu pesan sebelumnya.

Begitu pintu terbuka, aku langsung di suguhkan dengan penampilan ruang eksklusif dengan seorang wanita muda yang tengah duduk anggun dengan secangkir teh di hadapannya.

Begitu rubah itu melihatku masuk, dia tersenyum dan mempersilahkan ku untuk segera duduk.

Aku mengangguk dan kemudian duduk di hadapannya.

Bukan hanya penampilannya yang berkelas, namun juga perilaku anggun khas seorang bangsawan yang bisa di lihat dari caranya berperilaku. Jelas sangat berbeda denganku.

Pantas saja jika Adnan lebih memilih Rubah terk*tuk ini di banding aku, sekarang aku sudah tahu jawabannya.

Ku amati wajahnya lekat lekat, sangat jelas jika rubah itu lebih muda dariku, Mungkin usianya sekitar dua puluhan? Atau mungkin justru kurang dari dua puluh?

Aku tidak bisa memprediksinya karena dia memang masih sangat muda, cantik, seksi, berkelas dan kaya raya tentunya.

Jelas dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau, tapi kenapa dia memilih Adnan? Adnan hanya seorang pria beristri yang bisa di katakan biasa saja??

Bahkan jika di rupiahkan penampilan rubah betina itu malam ini mungkin di atas tiga ratus juta.

Gaun designer ternama, tas limited edision, sepatu hak tinggi eksklusif, berlian serta mutiara, semua jelas berada pada kisaran wah dan wow. Tapi kenapa pilihan untuk seorang suami harus jatuh kepada Adnan? Adnan yang mungkin tidak akan pernah bisa untuk mengimbangi kehidupan wanita ini?? Kenapa??

"Apa yang kamu pikirkan, hm??" Suara itu membuyarkan lamunanku hingga aku kembali ke akal sehatku.

Aku tersenyun, "tidak ada, aku hanya cukup terkejut setelah melihat istri baru mantan suamiku yang ternyata masih sangat muda dan tengah hamil??" Ucapku seraya melirik perut buncit rubah itu yang sepertinya berusia sekitar empat belas minggu.

Rubah itu tersenyum, "Iya, kamu benar, bayi ini adalah putra Adnan, dan sepertinya bayi ini berjenis kelamin laki laki. Oia, aku sampai lupa belum memperkenalkan diri, namaku Carla Megan, aku istri baru Adnan."

"Nama yang sesuai untukmu," ucapku lantas tersenyum. Carla Megan adalah nama yang sangat cocok untuk seekor Rubah. "Aku Himalaya Gilsya, mantan istri Adnan." Ucapku menekankan kata 'mantan istri' dengan intonasi yang menggebu.

"Aku juga sudah tahu tentang itu, apa yang ingin kamu pesan? Hari ini aku akan mentraktirmu, anggap saja ini sebagai sapaan seorang teman lama."

"Tidak perlu, aku kehilangan selera makanku saat ini, dan jika sudah seperti itu, maka aku tidak perlu untuk berbasa basi lagi, plus aku tidak membutuhkan teman sepertimu. Aku hanya akan bertanya satu hal secara langsung dan aku berharap kamu akan menjawab dengan jujur, apa semua itu ada hubungannya denganmu?"

Rubah itu mengangkat sebelah alisnya, "aku sungguh tidak mengerti.."

"Berhentilah bersandiwara, kamu membuatku muak."

"Tapi.. aku memang tidak mengerti apa maksudmu?" Rubah itu masih mengelak dan tetap tidak mengakuinya.

Aku mencoba untuk melihat pada kedalaman mata rubah itu, namun yang ku temukan hanyalah.. kesedihan.. kesepian.. dan kebencian.. apa mungkin rubah itu sungguh tidak berbohong??

Aku kembali teringat ucapan Miranda tempo lalu yang mengatakan jika s*luman Rubah ini adalah tipe wanita yang kesepian, sehingga sering kali membuat sensasi agar di perhatikan.. benarkah itu??

"Apa menurutmu akan ada pencuri yang mengaku?" Tanyaku sekali lagi untuk memastikan, jika memang bukan rubah ini pelakunya, lalu.. siapa? Atau kecelakaan Haris memang murni kecelakaan??

"Tentu saja, karena aku adalah tipe pencuri yang akan mengakui perbuatannya."

"Termasuk.. mencuri seorang ayah dari putrinya?"

"Tentu saja, kenapa tidak? Bukankah sudah sangat jelas jika orang yang naif akan kalah dari orang yang pintar?"

"No.. no.." aku menggelengkan kepala, "sepertinya kamu salah, you dont know if smart people will still be inferior to those who move fast." (kamu tidak tahu jika orang pintar masih akan kalah dari orang yang bergerak cepat)

"Lalu apa kamu pikir kamu bisa lebih cepat dariku??"

"Em.." aku berpikir sejenak, "mungkin?"

"Percuma saja, kamu tidak akan bisa mendahuluiku."

Wanita ini terlalu sombong, dia bahkan berani meremehkanku. "Aku tidak mengatakan jika aku bisa mendahuluimu, karena aku tidak akan pernah bisa mendahuluimu, tapi kita akan melihat siapa yang akan mencapai garis finish lebih dulu dan menjadi pemenangnya. Aku.. atau kamu.."

"Aku tidak menyangka jika kamu pandai beebicara?"

"Tapi aku masih tertinggal jauh di belakangmu untuk soal berbicara."

Aku melihat jam pada pergelangan tanganku, "Baiklah, jika sudah tidak ada yang perlu untuk di katakan lagi, aku permisi lebih dulu, dan terima kasih atas jamuannya, aku benar benar merasa tersanjung."

Setelah mengucapkan kalimat terakhirku, aku segera pergi meninggalkan Rubah itu dengan menegakkan kepala. Aku melangkah dengan percaya diri, namun tanpa terasa bulir bening kembali mengalir dari mataku.

S*alan.. aku menangisi k*parat itu lagi.

1
Dewi Dama
wajah korea....
Dewi Dama
Luar biasa
Dewi Dama
Lumayan
Dewi Dama
murahan amat sihhh..br.kenal udah berani nyium laki..
Yuliana Rahmawati
Luar biasa
Anonim
Katany wanita pintar,tp kenapa sudah tau suami selingkuh tidak ada persiapan??disini dijelaskan kalau dia bs berpikir jalang yg akan menang bla bla bla tp knp tdk mempersiapkan diri utk kemungkian twrburuk??mlh terkesan membiarkan dan mendukung perselingkuhan.bru cri kerja stlh ad srt cerai.
Marlialeeya
masih belum mau cerita, masih abu-abu dan penuh tanda tanya atas kisah si Rubah dan Adnan 😵😌😏
Ernawati
lanjut..
Nur amna Azkiya
bagus
Novita Shamin
tidak buruk
fandha
maaf ya thor sekedar masukan itupun kalo mau.tlg dong dikondisikn ngomong nya..kog aku risih baca.."iblis kecil'..maaf bgt .caramel kn seorg manusia..jgn pula dibilang iblis kecil..dosa lho ngatain atau nyumpahi org dg kata2.. yg kurang enak didenger
fandha
cerita nya bagus..dan menyentuh
Windarti08
kok aku bacanya Rexona ya...🤭🤭 setelah ku ulang lagi, ternyata Roxana... galfok aku😅😅
Windarti08
udah dong... aku itu klo habis baca, di akhir bab auto klik LIKE lho👍
Windarti08
Adnan said, "aku masih sangat mencintaimu Ibu mertua..."
Windarti08
Zidan said, "cucuku anak mantan suami istriku"
Windarti08
aku juga nonton drakor ini pada waktu itu
Windarti08
Hasyekkk..... ini kalimat yang aku tunggu-tunggu😂😂😂
Windarti08
oh mau nanya dong Thor... knapa putrinya Zidan memakai nama belakang Silvia yaitu Megan bukan nama belakang Zidan?
Windarti08
ahh bentar lagi dong... tinggal 2 bab lagi kita akan berjumpa dengan si rubah betina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!