cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.
kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia
Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.
akan kah mereka bisa damai.
Baca Kisahnya...
WARNING...!
JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.
SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Putra Bodong terduduk lemas di samping Junaidi, ia tidak menyangka kalau darah putihnya di ambil sebanyak itu. Awalnya Putra Bodong mengira hanya setetes yang di perlukan Mak Encrot. Tapi siapa sangka yang di butuhkan setengah gelas, membuat lutut Putra Bodong terasa kosong.
"Ini....!"
Mak Encrot memberikan bungkusan yang berisikan ramuan kepada Putra Bodong. " Kau sebarkan sekeliling rumahmu dan bacakan mantra ini.!" Ujar Mak Encrot lagi. Dia memberikan sebuah kertas kecil yang bertuliskan sebuah mantra.
Putra Bodong mengeja tulisan yang ada di kertas tersebut di dalam hatinya.
*oh marmut.... Oh...ah..oh... Halus jadi kasar apa hubungannya.. yang halus halus musnahlah*
"Terima kasih Mak!" ujar Putra Bodong.
Dia melipat kertas tersebut dan mengantonginya, kemudian Putra Bodong memberikan beberapa lembar uang pada Mak Encrot. Mak Encrot langsung menerimanya dengan senyum bahagia.
Mereka berdua kemudian pamit dan meninggalkan rumah Mak Encrot.
Ketika dalam perjalan pulang.
"Kita mampir ke warung dulu Jun, aku mau beli telor bebek. lutut aku lemas banget nih!" Ujar Putra Bodong yang duduk di boncengan.
Junaidi hanya tertawa lebar mendengar perkataan Putra dan menjawab. "Ok..ok.!"
Junaidi kemudian menepikan motornya di depan sebuah warung.
"kau aja yang beli Jun. Aku nggak kuat jalan lagi, lemes Bro kaki ku!" Putra Bodong memelas .
"Hahahaha.. lemes.. tapi enak kan di sedot... Hahahahahah!" Junaidi tetawa ngeledek Putra.
Junaidi turun dari motor dan langsung menuju warung untuk membeli 5 butir telor bebek mentah. Setelah membayar, ia kembali menghampiri Putra yang menunggu di atas motor.
"Nih, sengaja gue beli banyak, biar lu ada stok sampe besok.!"
"Maksih Bro, besok aku ganti duit mu.!"
Putra Bodong langsung meminum telor tersebut hingga habis ke limanya, membuat Junaidi tertegun.
"Gila lu Put ! Lu nggak takut bisulan makan telor mentah sebanyak itu sekaligus..?"
"Bodo ah.! Yang penting lutut aku cepat Normal!"
Junaidi tetawa sambil menaiki motor. Kemudian mereka kembali berangkat.
Di belakang mereka, dua hantu cantik sedang terbang.. Hantu Dangdut dan Rocker masih terbayang tentang ritual yang di lakukan Putra Bodong dengan Mak Encrot.
"Ada ya dukun kayak gitu, Rock ?" Gumam hantu Dangdut bertanya.
"Adalah. Tuh, Mak Encrot !"
"Iya juga ya. Eh, ngomong ngomong kamu liat nggak pentungan anak itu, besar juga ya punya dia.!"
"Apan sih ngebayangin yang gituan!" Ujar hantu Rocker seraya terbang lebih rendah dan diikuti hantu Dangdut untuk menghindari kabel listrik yang melintang.
"Ah, kamu sok alim. kagak seru!" Ujar hantu Dangdut. "Eh... Tunggu!" Ujarnya lagi dan langsung berhenti terbang.
"Apalagi sih Dut. Ntar kita ketinggalan berita nih!" Kata hantu Rocker yang juga berhenti terbang.
"kamu liat tuh cowok yang duduk di halte. Dia liatin kita ! apa dia hantu juga ya.?"
Hantu Rocker melihat ke arah yang ditunjuk oleh hantu Dangdut. Di sebuah Halte seorang pemuda tengah duduk, perawakannya cukup tampan, ada brewoknya, kulitnya putih, rambutnya hitam berkilau, tatapan matanya tajam.
"Samperin yuk!" Ajak hantu Dangdut dan tanpa menunggu kata kata, yuk, dari hantu Rocker, ia langsung menghampiri pemuda tersebut.
"Dasar setan gatal !" Gerutu hantu Rocker.
Dia dengan terpaksa mengikuti hantu Dangdut yang sudah duduk di samping pria tersebut, dengan sikap seakan akan sedang menunggu angkot. Hantu Rocker kemudian duduk di sebelah hantu Dangdut.
Di saat hantu hantu Rocker duduk. Pria tersebut melirik ke arah hantu Rocker, tentu saja hantu Dangdut yang duduk di tengah merasa kesal, karena lirikan Pria tersebut melewati dirinya.
"Jangan sampai dah ini jadi kisah cinta segi tiga" Gumam Thor sambil mengurut kepalanya yang mulai pusing.
"kamu hantu juga ya?" Tanya hantu Dangdut kepada pria tersebut.
"hmmmm.!" Pria tersebut hanya menggumam.
"Dingin amat sih!" Ujar hantu Dangdut seraya tersenyum.
"Emangnya cuman pria CEO saja yang bisa bersikap dingin dan cuek. pria hantu juga bisa !" Ujar Pria tersebut dengan nada ketus.
Hantu Dangdut hanya tersenyum kecut. " Nama kamu ciapa ?" Hantu Dangdut bertanya dengan gaya centil.
Pria tersebut melirik hantu Dangdut sejenak, kemudian pandangannya beralih ke hantu Rocker yang sedang menatapi kendaraan yang lalu lalang.
"Tampan. Tapi Sombong!" Gumam hantu Dangdut.
Pria tersebut mendengar apa yang di ucapkan oleh hantu Dangdut dan dia hanya mendengus.
"Entar nyesal nyuekin cewek sebaik kami loh.!" hantu Dangdut kembali menggoda pria tersebut.
Hantu Rocker yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan mereka, mulai sedikit jengkel dengan hantu Dangdut yang mulai centil. Apalagi dia sudah menyadari kalau pria tersebut juga sering mencuri pandang pada dirinya. Yang membuat hantu Rocker jadi risih.
"Dut. Pulang yuk, ah. Kita mau laporan lagi nih, sama bang Pocong!"' Bisik hantu Rocker ke hantu Dangdut.
"Ya udah, yuk. Aku juga udah malas di sini. Orangnya sok Cool banget!" Ujar Hantu Dangdut.
Pria tersebut tetap diam, walau dia tau kalau perkataan hantu Dangdut ditujukan untuk menyindirnya. Pria tersebut menggeleng dan tersenyum saat hantu Dangdut dan Rocker pergi meninggalkan dirinya.
"Sialan tuh Cowok. Mentang mentang tampan, sombongnya selangit.!" Hantu Dangdut ngedumel saat mereka mulai terbang.
"Aku juga kesal sama kamu Dut, sebagai Cewek harusnya kamu jaga Image, dong!" Timpal hantu Rocker.
Hantu Dangdut hanya diam, Karen dia tau apa yang di ucapkan oleh hantu Rocker memang benar. tapia ya itulah ! dia tidak bisa mengontrol jiwa penggodanya jika sudah melihat Pria tampan.
Di rumah Junaidi.
Saat Putra dan Junaidi sampai di depan rumah Junaidi. Mereka melihat Surti berdiri di depan pagar rumahnya.
"Dari mana kak!" Tanya Surti basa basi.
"Dari rumah pacar!" Jawab Putra singkat.
"Bohong ! Dia masih jomblo akut!" Kata Junaidi membocorkan kartu Putra.
"Kak. Pacaran Yuk.!"
Tanpa Ba Bi Bu. Surti langsung tembak peluru kepada Putra. Tentu saja Putra dan juga Junaidi terkejut mendengarnya. Walau Junadi sebagai tetangga dan memahami karakter Surti yang suka bicara tanpa aturan. Tetap saja Junaidi tidak menyangka kalau Surti akan langsung nembak Putra, apalagi baru tadi pagi mereka kenalan.
Putra langsung mengajak Junaidi untuk mengantar pulang.
"Antar aku pulang aja dah, Jun. Disini lebih angker daripada di rumahku.!" Ucap Putra Bodong.
Karena mereka bel turun dari motor, Junaidi langsung tancap gas. Meninggalkan Sutri yang kecewa.
"Gila tuh tetangga kau tuh, Jun!" Ucap Putra.
"Gue juga terkejut, Put. Gue baru tau kalau orangnya gitu. Sumpah!" Sahut Junaidi. "Padahal setau gue orangnya pendiam loh.!"
"Pendiam otakmu.!"
"Beneran Put. Sejak tadi pagi aja dia caperan kayak gitu. Mungkin dia kena sindrom cinta pada pandangan pertama.!"
"Maksudmu, sama aku "
"Ya sama lu lah. emangnya siapa lagi dodol.. Masa iya capernya sama gue nembak cintanya sama lu. Kan aneh!"
Putra manarik nafas dengan berat "Hmmmm. Nasib orang tampan ya beginilah jadinya".
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
Hati hati di datangi keluarga Pocong. karena itu beri like, comen, gif, vot dan jangan lupa Fav. agar keluarga Pocong betah di alam sana.
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
mampir thor
yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗