NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:235.3k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semalaman bersama

Malam semakin dingin. Elena mengenakan mantel tebal, tak lupa sarung tangan hingga kaus kaki agar tak kedinginan. Sedari tadi Elena berbicara pada seseorang, dengan menggunakan ponselnya. Elena berbicara dengan nada kecil bahkan itu bisa di sebut sedang berbisik. Hingga lift pun terhenti dan pintunya terbuka. Ia menutup panggilan itu dan segera memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku celana.

Kaki jenjang itu melangkah menuju ruangan makam. Setibanya disana, Elena tersenyum ramah pada semua yang ada. Terlihat pula Darren yang Sedang  duduk di salah satu kursi. Ia menatap Elena juga , sehingga mereka saling menyapa. Darren bangkit dari kursi dan menarik kursi yang ada disebelahnya. Ia sangat senang jika Elena selalu berada di dekatnya, dan mempersilahkan untuk duduk pada Elena.

“Terima kasih! Apa... hari ini ada kabar baik untukmu?’ tanya Elena dengan penasaran.

Darren menggeleng. Ia kembali berjalan ke kursinya dan duduk di samping Elena. Darren berkata bahwa, sebentar lagi adalah ulang tahun dirinya. Dan ia ingin pergi ke tempat yang indah bersama Elena. Seketika Elena tersentak kaget, untung saja ia belum mencoba menelan apa pun. Ia baru teringat bahwa satu minggu lagi ulang tahun sahabatnya itu. Gara-gara pikirannya terpenuhi dengan acara pernikahan, serta hilangnya Xander dan lantas sekarang soal kedudukan di perusahaan sang ayah. Ia pun kalut dalam masalahnya dan tak memedulikan sekitar.

Elena segera mengubah raut wajahnya, ia tersenyum bahagia dan mengangguk perlahan. “Baiklah! Kita pergi bersama Lucy juga, kan? Hmm, kita harus pergi ke tempat yang begitu indah dan membuatmu bahagia!” ujar Elena dengan antusias. Terlihat kedua bola matanya berbinar.

Darren tersenyum tipis dan mengangguk perlahan. “Astaga! Aku lupa soal Lucy. Tadinya aku berharap pergi hanya berdua, tapi si monkey itu pasti akan berbicara yang bukan-bukan!” batin Darren yang kemudian memegang peralatan makan. Akhirnya makan malam mereka pun siap di hidangkan. Mereka pun makan dengan tenang. Karena memang Elena di ajarkan tidak berbicara ketika sedang makan. Dan hanya keheningan yang terlihat.

Mereka masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Sampai beberapa menit kemudian. Mereka pun selesai dengan makam malamnya. Elena tak lantas pergi ke kamar karena ia ingin menghangatkan tubuhnya terlebih dahulu di depan perapian. Darren pun mengikutinya ke ruangan tersebut. Sebenarnya dirumh besar itu terdapat beberapa perapian, walau pun rumah itu di lengkapi dengan peralatan canggih. Tetapi karena perapian akan lebih cepat dan efisien ketika tubuh kedinginan, begitu kata mendiang sang ibu dari Elena yang bernama Rosseline.

Sang bibi menyambut kedatangan Elena. Ia tersenyum sambil memegang sebuh selimut tebal di tangannya. Elena mulai mendekati sebuah sofa besar. Di sana terdapat tiga sofa besar, yang menghadap pada sebuah perapian. Perapian itu berbentuk persegi empet dengan ukuran 1x1 meter. Elena mulai membaca laporan kerja yang tinggal sedikit lagi. Dibantu dengan Darren serta sang bibi.

Mereka menghabiskan malam dengan membaca semua laporan. Hingga, malam semakin larut. Terlihat jam menunjukkan pukul 12.30 malam. Darren menoleh kearah Elena setelah memeriksa jam di dinding. Memang ia pun kelelahan dan beberapa kali menguap. Elena bahkan tekah tertudur dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Akhirnya Darren memutuskan untuk memindahkannya ke kamar tamu. Karena jika harus menaiki lift, maka Elena akan terbangun dan jarak dari kamarnya dengan ruangan perapian begitu jauh.

“Bibi, nanti aku kembali untuk menyelesaikan ini , ya?” bisik Darren yang kemudian dijawab denfan anggukkan oleh sang bibi. Darren pun menggendong Elena. Ia memabawanya pergi dari sana.

Langkahnya berjalan cepat menuju kamar tamu yang tak jauh dari ruangan itu. Hanya sekitar 15 meter, mereka telah sampai didepan sebuah pintu yang sama dengan pintu lainnya. Hanya bedanya setiap daun pintu, diletakkan sebuah gantungan yang bertuliskan kamar tamu, atau kamar mandi dan tulisan lainnya yang menunjukkan, ruangan tersebut. Darren membuka pintu perlahan, ia berjalan masuk kedalam ruangan yang tak terlalu besar seperti kamar sang pemilik rumahnya.

Hanya terdapat ranjang tidur besar, lemari serta pintu kamar mandi saja. Ia meletakkan Ellena yang tertidur pulis di ranjang itu. Tak lupa Darren pun menyelimuti Elena, agar tubuhnya tetap hangat. Dan penghangat ruangan pun ia hidupkan juga. Darren duduk di pinggir ranjang dan menyingkapkan rambiu Elena yang menutupi wajahnya. “Putri kau harus tidur nyenyak, kau harus selalu bahagia... aku akan selalu berada di sampingmu bagaimana pun keadaannya, aku akan selalu membelamu!” bisik Darren yang menatap wajah Elena dengan sendu.

Akhirnya pria tampan yang terkenal serius itu pun beranjak dari pinggir ranjang. Ia pun meninggalkan Elena dan menutup pintu kamar itu. Langkahnya kembali berjalan menuju kearah ruangan perapian tadi. Terlihat sang bibi yang sedang membaca berkas itu juga. Sang bibi menguap, terlihat matanya yang memerah. Darren pun datang dan menghampiri sang bibi.

 “Anda beristirahat saja! Lebih baik anda mendampingi Elena. Karena kemarin malam, ia mengingau dan tampaknya ia bermimpi buruk!?” ucap Darren yang berkata dengan suara pelan.

Sang bibi pun terkejut dengan apa yang di ucapkan Darren. Ia menanyakan kembali apa yang diucapkan Elena ketika mengigau? Wajah sang bini tampak khawatir. “Sepertinya karena banyak sekali masala yang membelitnya, sedari tiga hari yang lalu nona selalu bermimpi buruk,” ucap sang bibi dengan mengernyitkan kening seraya bersedih. Darren mengangguk pelan. “Ya, lebih baik ada seseorang di sampingnya, yang menjaganya ketika ia tidur!” ujar Darren kembali.

Akhirnya sang bibi pun pamit pergi. Sepeninggalan sang bibi, Darren pun duduk di sofa besar dan kembali membaca berkas-berkas kerja yang tersisa. Hingga waktu pun berlalu. Darren telah sangat mengantuk kali ini. Ia tertidur pulas di sofa itu. Namun, ia mendengar hal yang aneh. Ya, meskipuj tertidur pula, tetapi telinga Darren tetap mendengar tajam pada suara sekecil apa pun.

 Daren seketika membuka mata. Ia mendengar suara sesuatu yang tergeser seperti suara plastik atau suara buku yang terambil dari tumpukannya. Ia menoleh kearah sekitar dengan perlahan. Benar saja, sebuah bayangan terlihat dari luar pintu masuk perapian. Bayangan itu terlihat bersenbunyi di balik dinding pintu masuk. Darren pun kembali menatap berkas yang ada di hadapannya. Ya, ada seseorang yang memindahkan berkas dengan tak teratur.

Karena setelah mereka membaca berkas kinerja kerja, Darren dan Elena serta sang bibi akan meletakkannya ke tempat yang sebelumnya diletakkan. Sudut mata Darren mulai bersiaga. Karena kalo bukan pencuri lalu itu adalah orang yang di suruh untuk mengambil berkas yang ada di hadapannya kini. “Baiklah! Aku harus bersiaga! Mungkin orang ini akan memukulku dari belakang?” batin Darren dengan mengambil sebuah alat dari dalam saku celananya. Darren berpura-pura membaca berkas itu kembali sambil mengawasi situasinya.

To be continue...

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!