Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 17 Pertemuan Lusiana dengan Adam
Setelah Tama pergi, Lusiana mengaktifkan kembali ponsel nya, ternyata ada pesan yang masuk dan itu dari nomor yang sama, yang menelfon Lusiana barusan.
"Lus, kita bisa nggak ketemu hari ini?, ini aku Nurin, Tama langsung memutuskan sambungan telepon ku, saat mendengar suara ku, kamu ada waktu kan dan kamu pergi jangan bilang sama Tama bahwa kita ada janjian" tulis Nurin di pesan singkat itu.
Lalu tanpa berfikir panjang Lusiana membalas pesan dari Nurin.
"Iya aku akan datang, tempat nya dimana?" balas Lusiana.
Kemudian Nurin mengirim sharelok ke ponsel Lusiana.
Lusiana segera bersiap siap untuk datang ke lokasi yang telah di kirim Nurin. Kebetulan Tama lagi tidak ada di rumah, jadi Lusiana tak perlu mencari alasan kemana ia akan pergi.
Setibanya Lusiana di lokasi yang di beritahu Nurin, mata Lusiana berkeliaran untuk mencari tahu keberadaan Nurin. Dari kejauhan terdengar suara Nurin.
"Lusiana.. disini," teriak Nurin sambil melambaikan tangan nya.
Ternyata Nurin datang tidak sendirian, ada seorang laki-laki paruh baya yang duduk di samping Nurin.
"Silahkan duduk Lus" ucap Nurin.
"Terimakasih, maaf seperti nya kamu sudah lama menunggu" Lusiana melirik minuman yang tersedia sudah hampir habis.
"Ah, nggak apa-apa kok, santai aja" tutur Nurin.
"Oh iya, perkenalkan om ini Lusiana, istri Tama" Kata Nurin.
"Aku Adam" kata laki-laki paruh baya itu mengulurkan tangannya pada Lusiana.
"Saya Lusiana, apakah om kenal dengan saya?" tanya Lusiana sambil menjabat tangan nya Adam.
"Kamu mungkin nggak kenal dengan saya, kerena kita nggak pernah ketemu sebelumnya, tapi saya mengenal mu dari cerita Nurin, dia bilang Tama telah menikah dengan seorang wanita yang sangat cantik dan baik hati, ternyata Nurin benar kamu sangat cantik" ucap Adam yang membuat Lusiana semakin tak mengerti.
"Om mengenali suami saya?" tanya Lusiana.
"Ya. . . saya sangat kenal dengan Tama, sangat kenal sekali" tutur Adam.
"Sebenarnya om itu siapa? tanya Lusiana lagi.
"Saya papa kandung nya suami mu Tama" jawab Adam yang membuat Lusiana terkaget ternyata lelaki paruh baya yang ada di depan nya itu mertuanya, yang tidak pernah bertemu dengan Lusiana.
"Ma.. maaf om saya nggak tau" ucap Lusiana gugup.
"Wajar saja kamu nggak tau, dengan Tama aja bertahun tahun saya sudah tak bertemu dengan nya lagi" kata Adam.
"Kemaren suami saya pernah cerita, katanya dia sudah tak tau di mana keberadaan om, dan beruntung nya Nurin mempertemukan saya dengan om di sini" tutur Lusiana.
"Saya begitu bodoh, meninggal kan dia ketika mama nya telah tiada, dan lebih memilih untuk pergi dengan perempuan yang masih sangat muda itu, saya sangat yakin dia pasti sangat kecewa dan tidak mau memaafkan saya, itu wajar saja, saya berhak untuk tidak di beri maaf" tutur Adam.
"Om jangan ngomong gitu, Lusi yakin Tama pasti merindukan om, walaupun tidak pernah terucap dari bibirnya, tapi hatinya tak akan bisa menolak untuk tidak memaafkan om" kata Lusiana.
"Dia pasti sangat tampan sekarang kan, dan menjadi pria yang sangat sukses, apalagi sedari dulu dia sangat ambisius dan sangat giat belajar, contohnya saja setiap kenaikan kelas dia selalu mendapat kan peringkat pertama" kata Adam sambil mengingat masa lalu nya.
"Iya om, dia tumbuh menjadi laki-laki yang sangat gagah dan bijaksana" kata Lusiana.
"Saya senang mendengar nya, saya titip Tama ya," tutur Adam.
"Apakah om nggak mau kerumah untuk bertemu dengan nya?" tanya Lusiana.
"Nggak usah sekarang, mungkin lain kali aja, kalau untuk sekarang saya rasa Tama belum bisa menerima kehadiran saya kembali" jawab Adam.
"Om coba dulu aja, mana tau hatinya terbuka setelah melihat kehadiran om" kata Lusiana.
"Ada saatnya nanti saya yang akan menemui nya, kalian lagi bahagia setelah menikah, saya nggak mau jadi perusak kebahagiaan nya lagi" kata Adam.
"Kalau memang itu yang om mau, Lusi setuju aja, tapi om kalau ada sesuatu hubungi aja Lusi" pinta Lusiana sambil memberikan kartu namanya.
"Saya pasti akan menghubungi kamu, tapi bolehkah om meminta sesuatu?" tanya Adam
"Tentu saja om, memang om butuh apa?" tanya Lusiana kembali.
"Mulai sekarang kamu panggil saya papa aja, jangan om lagi" pinta Adam.
"Baik papa" jawab Lusiana.
"Papa sangat berterima kasih padamu nak, karena kamu Tama menemukan kebahagiaan nya lagi, setelah sekian lama papa merenggut kebahagiaan nya" kata Adam dengan mata berkaca-kaca.
"Semua orang punya kesalahan pa, dan itu semua bisa diperbaiki, Lusi yakin Tama pasti akan mau memaafkan papa, dan Tama bisa mendapatkan figur seorang bapak lagi setelah sekian lama hilang di kehidupan nya" kata Lusiana.
"Iya, kamu benar juga, untuk sekarang biarlah om melihat nya dari kejauhan, untuk sekedar pelepas rindu" kata Adam.
"Sepertinya papa harus pergi sekarang" kata Adam sambil melirik jam tangannya.
"Mau Lusi antar pa?, kebetulan Lusi bawa mobil kok" kata Lusiana.
"Nggak perlu nak, papa balik naik taksi aja" ucap Adam.
"Atau nggak aku aja yang antar om?" kata Nurin.
"Nggak perlu om balik sendiri aja, kalian silahkan ngobrol-ngobrol dulu aja" kata Adam sambil pergi meninggalkan tempat itu.
Di tempat itu kini hanya ada Lusiana dan Nurin.
"Kamu kenal dimana sama papa nya Tama?" tanya Lusiana penasaran
"Aku udah lama kenal dengan om Adam, bahkan sebelum dulu aku berpacaran dengan Tama" kata Nurin.
"Terus, apa sedekat itu hubungan kamu dengan papanya Tama?" tanya Lusiana sedikit cemburu.
"Hahahaha. . . kamu cemburu ya?" tanya Nurin
"Jawab aja! ! !" kata Lusiana mulai kesal.
"Om Adam itu teman papaku, jadi aku sudah menganggap om Adam sebagai papaku sendiri" kata Nurin.
"Berarti kalian memang dekat ya?" tanya Lusiana lagi.
"Kamu tenang aja, hubungan aku dengan papanya Tama, tak akan melibatkan hubungan aku dengan Tama ataupun dengan mu" jawab Nurin.
"Bagus deh, aku percaya padamu"kata Lusiana
"Kamu tau, kenapa aku pulang ke Indonesia?" tanya Nurin.
"Memang nya kenapa?" tanya Lusiana balik.
"Karena atas permintaan om Adam, dia nggak tahu bahwa Tama telah menikah, jadi dia menyuruh aku untuk datang kembali ke kehidupan Tama" jelas Nurin.
"Terus, kenapa setelah kamu tahu bahwa Tama telah menikah, kamu masih tetap mau mendekati Tama" tanya Lusiana penasaran.
"Aku minta maaf soal itu, aku cuma mau tahu aja apakah kamu benar-benar mencintai Tama, apakah kamu memang baik atau hanya mengharapkan harta nya Tama aja" jelas Nurin.
"Jadi sekarang kenapa kamu seperti nya baik dengan ku?" tanya Lusiana lagi.
"Karena setelah aku tahu sifat kamu yang sebenarnya, dan kamu wanita baik, begitu juga Tama sangat mencintai mu, jadi aku beritahu om Adam perihal ini dan dia ingin bertemu dengan mu secara langsung. Makanya aku mengajak mu bertemu hari ini tanpa sepengetahuan Tama, karena jika Tama tahu, aku yakin dia tidak akan mengizinkan mu untuk bertemu dengan ku" jelas Nurin.
"Owhh, begitu ya, aku nggak tau mau bilang apa lagi, yang jelas aku mau ngucapin terima kasih karena telah mau mempertemukan aku dengan papanya Tama" tutur Lusiana.
"Iya, aku juga senang kok" ucap Nurin.
Tiba-tiba ponsel Lusiana berdering ternyata Tama yang menelfon.
"Kamu kemana, kok nggak ada di rumah?" tanya Tama.
"Aku keluar sebentar buat minum kopi aja, aku udah mau pulang ko" Jawab Lusiana berbohong.
"Yaudah, aku tunggu di rumah ya" kata Tama yang langsung memutuskan sambungan telepon.
Lusiana segera pulang, setelah minta izin pada Nurin, untuk pulang duluan.
Bersambung 😍
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD